NOVEL INI MENGHADIRKAN PENGALAMAN MEMBACA FIKSI REMAJA YANG SANGAT BERBEDA .......... CORET KISAH-KISAH TENTANG CINTA PERTAMA DAN MERAIH MIMPI ........... ITU GAADA DI SINI. DI SINI ADANYA HUTAN DAN TAHAYUL.
please!!! judul, cover, sampai blurb novel ini didn't do this book justice!!! menipu sekali!!! saya mengharapkan kisah petualangan ala-ala remaja travelling bareng atau ala-ala petualangan Sherina yang lucu dan generic gitu, tapi yang saya dapat adalah gadis misterius yang munculnya membawa hawa dingin!!! remaja perempuan yang dipasung, diperkosa, dan dibunuh!!! tersesat sendirian di hutan belantara yang gelap gulita!!! muntah cacing, belatung, dan darah!!! badan yang dicabik-cabik macan sampai ngga bisa dikenali lagi!!! APA-APAAN INI?????
harusnya novel ini dikasih cover yang warna hitam atau apa pun yang gelap!!! ini tuh ceritanya creepy, lho!!! apa-apaan ilustrasi lucu dan warna kuning-oranye ceria ini?????
sangat, sangat, saaaangatttt tidak menyesal menemukan dan membawa pulang buku ini dari sale yang diadakan di Mocosik Festival 2019. saya kira dengan harga 10k (dari harga asli 25k, cmiiw) saya akan mendapatkan cerita fiksi remaja yang biasa-biasa saja. yah, beda dikitlah karena latarnya dusun terpencil di Kalimantan. TAPI TERNYATA ENGGA WOY ....... INI MANANYA YANG BIASA-BIASA AJA ........ sejak awal saya udah terpukau sama gaya penulisan penulis yang amat sangat rapi, piawai, dan estetis. jenis tulisan yang biasa kamu temukan di novel-novel "sastra", bukan fiksi remaja. itu aja udah istimewa, lho, karena jarang banget saya baca fiksi remaja ditulis dengan gaya seperti ini. terus ternyata cerita dalam novel ini juga istimewa ......... ada banyak sekali paparan tentang kehidupan di dusun pelosok Kalimantan yang warganya (suku Dayak) masih menjunjung tinggi mitos dan tahayul. jadi tempatnya tuh bukan cuma jadi latar tempat aja buat travelling yeyeye lalala ala-ala remaja-remaja kekinian, tapi menjadi paru-paru dalam cerita ini. melalui novel ini mbak Ullan menyampaikan pesan untuk menjaga dan menghargai hutan bukan dengan cara seorang environmentalist, tetapi dengan cara mengangkat kepercayaan dan tradisi kuno warga desa yang biasanya dipandang sebelah mata oleh kaum modern. kayak, ketika semua orang mengajak kita untuk berpikir rasional dan ilmiah untuk melindungi hutan, mbak Ullan menyodorkan mitos dan tahayul dan membuktikan bahwa dengan menghargai kepercayaan dan tradisi kuno pun kita juga bisa melindungi hutan. i was, well, mindblown.
wow.
saya butuh lebih banyak bacaan fiksi remaja yang unik seperti ini di Indonesia. atau apakah Elex memang suka menipu dengan cover-cover yang kelihatannya lucu dan generic? saya jadi pengin ngepoin lebih banyak novel Elex. biasanya saya cuek karena ya itu tadi, cover-nya terlalu generic. mungkin saya harus mulai lebih berani bereksplorasi. demi menemukan lebih banyak bacaan fiksi remaja yang seru dan berbeda kayak novel ini!!!
udah, ah. bagus banget pokoknya. menegangkan, page turning, creepy, bikin kesel di beberapa bagian, setelah baca ending-nya jadi ngerasa lega.
(tentunya ada ya beberapa kekurangan. ada typo, salah sebut nama Sani jadi Longa, di beberapa bagian penulis kayak kewalahan menceritakan ketegangan jadi narasinya terkesan repetitif dan jadi agak berantakan, dsb. tapi seperti biasa, kalau udah dikasih bintang 5 kekurangan-kekurangan itu bisa ditoleransi)