Dalam bayang-bayang terdalam pikiran manusia, tersembunyi kekuatan yang tak terbayangkan. Buku ini mengajak kita untuk menyelam ke dalam dunia yang sering kali diabaikan, tetapi memiliki dampak yang sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dari manipulasi hingga karakter psikopati, buku ini mengungkap lapisan-lapisan tersembunyi dari psikologi manusia yang gelap. Dilengkapi dengan studi kasus dan wawancara langsung dengan narasumber yang pernah menjadi korban manipulasi, buku ini akan membawa kita dalam perjalanan mengungkap misteri di balik perilaku dan pikiran manusia yang rumit dan terkadang mengerikan.
Apakah kamu siap untuk menghadapi sisi gelap dalam diri sendiri dan orang-orang di sekitarmu? Temukan jawaban dan wawasan baru itu dalam buku ini. Siapkan dirimu untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda.
This book is deeply disappointing, and there’s no point pretending otherwise. Dark Psychology reads less like a serious discussion of psychology and more like a collection of recycled internet content. Instead of presenting well-researched insights or referencing credible academic sources, much of the material appears to rely on quotes and ideas commonly circulated on social media platforms like Instagram or YouTube. That alone raises serious doubts about the author’s authority on the subject.
The structure of the book makes things worse. Many chapters repeat the same points with very little added depth or new perspective. Rather than building a coherent argument or expanding on concepts, the content feels bloated with unnecessary repetition. After a while, entire sections begin to feel interchangeable, making it difficult to stay engaged.
Because of this, reading the book becomes frustratingly tedious. I found myself skipping multiple chapters simply because they rehashed ideas that had already been explained earlier. Eventually I stopped reading around three-quarters of the way through. That almost never happens for me, so it says a lot about how little value I was getting from the book.
What makes this particularly disappointing is that the topic of dark psychology has real potential. With proper research, psychological literature, and thoughtful analysis, it could have been a fascinating and educational read. Unfortunately, this book never reaches that level. Instead, it feels like a compilation of surface-level internet advice presented as psychological insight.
In the end, I can’t recommend this book. It lacks credible sources, meaningful depth, and original analysis. Readers looking for serious psychological discussion would be far better off exploring works written by qualified experts in the field.
ku kira yang menulis buku ini adalah seorang ahli psikologi, ternyata bukan. jelas ini salahku juga karena tidak detail dalam mengecek buku ini. Buku ini isinya berulang, hal yang sudah di jelaskan, kembali lagi di jelaskan, hal ini membuatku malas membacanya. Lalu buku ini lebih seperti gosip ibu-ibu yang membicarakan masalah di lingkungannya.
Klise dan normatif. Bahasannya terlalu di permukaan. Tadinya saya berharap ada teori-teori psikologi yang turut menjelaskan latar belakang dark psychology, tapi ternyata lebih banyak contoh kasus.
Salah satu atau beberapa dari psikologi gelap tanpa sadar ada dalam diri kita. manipulasi, narsistik, egois, psikopatik, gashlighting, dilakukan turun temurun dan dianggap normal. Seseorang yang mencoba mengontrol diri tanpa suatu sebab yang perlu dihindari karena jika sudah ketergantungan emosionalnya maka akan merugikan kita