Bagaimana rasanya bersekolah di gedung yang dibangun di bekas kolam tua zaman kekaisaran Dinasti Edo, dan kolam tersebut digunakan sebagai tempat bunuh diri massal? Tentu saja, meskipun kolam kuno tersebut telah ditutup sejak lama dan di atasnya didirikan bangunan, banyak arwah yang mati penasaran masih bergentayangan.
Inilah masalah yang harus diselesaikan oleh Tasuku Narukami, sang Penjaga Totsugami, yang mendapatkan ilmu sakti tersebut karena diwariskan oleh neneknya, Kiyo Marukami. Untungnya, Tasuku punya teman terpercaya, si gadis idola sekolah, Chikage Nonomiya, dan wakil wali kelas, Takaomi Kozuka. Ketika ada masalah, menjadi tugas Nonomiya yang memang secara tradisi turun-temurun digariskan untuk menjadi pengawal si Penjaga Totsugami, siap melawan.
Namun ternyata, arwah putri yang menghantui sekolah mereka tidak semudah itu untuk dikalahkan, sehingga satu malam saja tidak cukup. Lantas, apa yang dilakukan oleh Tasuku, Chikage dan Takaomi? Saat masalah dengan arwah putri selesai, muncullah sosok Amakura Shiro bersama si kembar Chris Tensho dan Maria Tensho yang berusaha merebut wewenang sebagai Penjaga Totsugami dari tangan Tasuku. Berhasilkah mereka?
Kalau saja dulu tidak langsung beli langsung tiga volume, rasanya cukup membaca manga ini di volume 1 saja, dan tidak perlu dilanjutkan lagi karena bukan seleraku.