Historical fiction, martial arts and romance unite in this epic story of intrigue, good and evil, ancient prophecies and justice. Believing his father was responsible for the death of his mom, Cage’s anger turns to fury when his father disappears. Faced with being a ward of the state or finding him, Cage starts with nothing except a backpack of his father’s items. One artifact opens a time travel portal, and Cage is transported to the Forbidden City of medieval China, taking his sister with him. Captured by the fourteen-year-old Ming Emperor, Cage uses his wits and martial arts skills to fight his way to lead the elite forces. Entrusted with the safety of the Emperor, Cage accompanies him to the Jade Palace, thwarting an internal assassination plot while being framed by the Minister of War. Taken by the Admiral of the Fleet for execution, Cage unwittingly unleashes his powers of raising the dead and commanding the seas. Even after saving the Admiral, Cage is imprisoned as the Minister of War focuses on gaining what Cage innate powers used to alter history and change the course of human events. Out of time and options, Cage is aided by his one-time adversary and would-be killer to delay the inevitable invasion of the Forbidden City. Eventually captured, Cage and his father are tortured, rescued by his first love, a woman he can save, but not without tremendous sacrifice. A week from adulthood, death and sacrifice meet to transform a reckless, angry teenager to a man who will change the face of the world. “Sarah masterfully weaves the major and minor storylines with real, historical characters that literally changed the face of China alongside her unique, fascinating and multi-dimensional, fictional characters," said Foster. "In this first installment, she takes the time necessary to establish the foundation for a saga. It's great book and we're going to make a great movie franchise out of it.” —Lucas Foster, Warp Entertainment, producer of films including Mr. and Mrs. Smith, Law Abiding Citizen, Bad Boys, Jumper, Man on Fire, Crimson Tide. "It is like Indiana Jones, the Magic Tree House and the Age of Empires all rolled into one." Teri Ann Berg Olsen, Syndicated Columnist and reviewer, The Old Schoolhouse Magazine. "Even reluctant readers get hooked on Chambers." Mary Harris, owner, Park Place Books, Kirkland, WA
My readers know that the works I create are based on the people I meet, the experiences I’ve enjoyed and the places I’ve traveled. Therein lies the essence of the Traveling Author, for that’s what I am. Where some sit and write book after book, my lifestyle is one where I take a break, traveling to rejuvenate my mind, body and soul, absorbing all that I’ve encountered, then I return to my home and produce a novel.
Travel with me as I search for inspiration. You can virtually tag along, or show up with a book in hand. My itineraries are posted on my website under Destinations.
I received this book from the author. Wasn't sure I was going to like it. I should of known better. I have read some of her other books and they are wonderful. I loved this one. Can not wait to read the next four that are coming. A pair of teenage siblings and their father are transported back in time to the Ming Dynasty of the early 1400's. There are not any boring moments. Someone is either trying to kill someone else, or someone is being punished in severe ways. The way Sarah writes it makes you feel like you are in the story also.
Perjalanan antar waktu adalah hal yang sering dikisahkan dalam berbagai cerita fantasi maupun fiksi ilmiah, tapi jarang yang berujung dengan perjalanan ke negeri China.
Saat mencari ayahnya yang hilang di dalam gua, Cage dan Mia, saudara kembar tersebut secara tidak sengaja menemukan jalan yang membawa mereka dari Enumclaw di Amerika pada masa sekarang menuju ke Nanjing, China abad 14. Rupanya Ayah mereka bersama seorang atasannya ditawan oleh pasukan Kaisar. Sialnya, Cage dan Mia dianggap mata-mata dan harus membuktikan diri bahwa mereka tidak bersalah atau mereka semua akan dihukum mati.
Cage kemudian dipisahkan dari Ayah dan saudari kembarnya dan ditawan di sebuah penjara. Di dalam sel ia bertemu dengan seorang Juru Tulis yang mengatakan bahwa Cage tidak memiliki banyak waktu untuk sebuah siklus yang akan datang. Tapi ia tidak menjelaskan satu tahun dari apa dan Cage malah dibuat penasaran dengan keterangan Juru tulis tersebut.
Berawal dari seorang yang terasing dan diremehkan, Cage dan Mia dapat membuktikan bahwa diri mereka berguna bagi Kekaisaran saat itu. Mia dilatih menjadi pelayan dan juru cicip masakan Permaisuri sedangkan Cage bahkan dipercaya menjadi pengawal pribadi Kaisar Jianwen.
Sementara itu diam-diam Cage juga menyelidiki tentang pesan yang disampaikan Juru Tulis Istana sewaktu Ia dipenjara. Ternyata ada misteri yang tersimpan selama ini dan Cage adalah ‘Yang Terpilih’ untuk meneruskan takdir keluarga. Berbekal bola yang membawa mereka melakukan lintas waktu, Cage juga mempelajari bahwa ada kekuatan lain yang dimiliki bola tersebut, yaitu menghidupkan benda mati.
Celakanya, berbekal pengetahuan sejarah, Cage dan Mia menyadari bahwa kekaisaran tempat mereka tersesat sekarang adalah Kekaisaran yang kelak akan ditumbangkan oleh pemberontakan. Sang Kaisar dan Permaisurinya tidak pernah diketahui jejaknya, apakah meninggal atau mampu melarikan diri. Lalu bagaimana cara Cage dan Mia menyelamatkan Kaisar dan membuktikan bahwa mereka tidak bersalah? Mampukah bola ajaib membawa mereka kembali ke masa kini? Bisakah mereka melakukannya tanpa mengubah sejarah yang sebenarnya sudah tercetak ?
Pertama membaca buku ini, saya sudah bersemangat karena temanya tentang perjalanan lintas waktu. Secara ilmiah, kabarnya sih hal ini memang benar bisa dilakukan dengan menggunakan wormhole yang bisa saja terletak di mana-mana, tapi kendalanya adalah wormhole ini ukurannya terlalu kecil, sehingga butuh pembesaran kalau benar bisa menghantarkan manusia berjalan jalan antar waktu. Selain itu, memang perjalanan waktu lebih bisa dilakukan ke masa lalu, bukan ke masa depan, jadi mungkin saja loh kalau Si Cage dan Mia ini beneran nyasar ke China di abad 14.
Tokoh favorit saya adalah Mia, seorang gadis tomboi, cerdas, mampu menyesuaikan diri, cantik, tapi keras kepala. Well, sama keras kepalanya dengan Cage (mungkin karena kembar yak?). Saking sayangnya Mia ke Cage, dia lebih sering meremehkan saudaranya itu perihal keahlian beladiri. Ya, beruntung mereka mengenal budaya China (Ayahnya pernah melakukan penelitian di Beijing) bahkan Cage juga tahu tentang senjata-senjata yang lazim digunakan di masa itu sehingga saat ditawan baik Mia maupun Cage mampu beradaptasi dengan baik. Padahal saat itu, orang kulit putih cukup ditakuti dan dianggap mata-mata oleh orang China.
Novel ini memiliki kekuatan dalam hal peperangannya atau seni pertempuran. Banyak detil yang diceritakan penulis tentang senjata-senjata kuno, sejarah dan budaya China yang membuat saya salut karena pasti diperlukan riset yang mendalam sebelum ia memulai menulis cerita. Kisah Cage juga diselingi dengan cinta ala remaja, yaitu dengan Bao, gadis yang menjadi kepercayaan Permaisuri.
Sayangnya karena tampilan covernya suram, jadi agak gimana gitu waktu baca, kertasnya juga buram.. jadi nambah nambah suram kesan ceritanya. Covernya udah unik sih, itu naga beneran ada tapi kudu sabar nunggu di bagian akhir cerita :D
Well, bener kalau kata produser Mr. And Mrs. Smith, Lucas Foster, kalau buku ini difilmkan, pasti bakal dahsyat. Empat bintang buat Chambers.
kukira cerita ini setidaknya bisa menyamai cerita EON. ternyata gagal.
Cage dan Mia a/saudara kembar. Suatu hari saat mereka menunggu sang ayah beres bekerja, Cage dan Mia malah menemukan diri mereka dan sang ayah terdampar ke abad pertengahan di negeri Cina.
Seolah2 sudah disiapkan untuk kejadian ini, Cage sudah bertahun2 belajar ilmu bela diri dan hapal bagaimana menggunakan senjata bela diri. dirinya dan mia bahkan fasih berbahasa mandarin. berkat hal itu, Cage terpilih menjadi pengawal sang Kaisar muda.
rupanya ada alasan Cage dan Mia terdampar di Cina. keluarga mereka ternyata ikut ambil peran dalam intrik di sini. dan kali ini, peran Cage lebih berpengaruh besar.
ceritanya menarik nih....cumaaaa...alurnya duh cepat banget. ato aku aja ngerasa gitu. dan kata-kata nya IMHO banyak ga nyambung. apa terjemahannya kurang mulus ????
serius deh coba kedua hal itu ga terjadi pasti menarik nih novel
Seluruh negeriku mencintai dan menghormati Laksamana. Kalau aku mati, kami butuh satu orang yang kutahu dapat dipercaya. Aku harus memastikan dia akan hidup dan kau satu-satunya orang yang aku tahu bisa menjaga keselamatan Laksamana
Wah, novel yg seru bgt. Bagi yg suka silat dan adegan action dijamin bakal suka dgn novel yg satu ini. Dan mnrtku plotnya lbh seru ketimbang Red Pyramid-nya Rick Riordan. :p
Terlepas dari kipas angin, cokelat, lapangan basket, dan bangunan tiga lantai; ceritanya memang bagus. Detail are everywhere, terutama bagian bela diri dan sejarah Tiongkok kuno. Kebetulan juga tahun 1403 adalah eranya Laksanama Cheng Ho, dan tokoh ini dimunculkan di novel ini. Tidak heran novel ini sangat detail karena penulisnya menyempatkan untuk riset dulu selama 2 tahun di Tiongkok. Salut untuk penulisnya.
I usually dont read fantasy type books. This book however might make me change my mind. It was amazing, the only reason I didnt give it five stars was because the ending was predictable. If they really do nake a movie out of this book, i hope they stay true to the story.
This was one of my Goodreads Giveaway wins - however, I received a book by the same author - Made For Me. This was a love story, but, had a few twists. An enjoyable, well written read.
aku nggak tahu apa yang terjadi pada buku ini. sedikit sentuhan waktu tapi dengan rentang waktu yang sangat jauh dengan cara transisi yang sedikit tdak bisa di nalar.
buku ini seperti kehilangan arah dalam penceritaannya, rentang waktu yang jauh dengan teknologi yang tidak bisa dinalar...saya tidak tahu apakah pada tahun 1400an sudah ada kipas angin, buku ini menceritakan tentang seorang anak yang bersama dengan saudara dan ayahnya yang terlempar ke peradaban Cina. em...okay..pertama kali saya pikir settingnya di Barat, atau memang di Barat tapi dilempar waktu sampai ke Cina.
ga banyak yang bisa saya komentari dari buku ini karena saya bingung, jujur saja.
1 bintang bukang berarti jelek, 1 bintang bagi saya adalah buku ini bukan buat saya :)
Cerita tentang perjalanan waktu yang menakjubkan dan mengandung banyak teka-teki. Kisah fantasi berbaur dengan sejarah dan budaya bangsa China di zaman kekaisaran, benar-benar cerita yang keren. Sayangnya, entah penerjemahan atau editing yang kurang pas, membuat cerita ini kurang nyaman dibaca pada beberapa bagian.