What do you think?


Garda Detak: Antologi Gawat Darurat
"Saat setiap detik begitu berharga, untuk setiap detak yang menyimpan cerita"
Garda Detak adalah kumpulan kisah nyata dari ruang gawat darurat-tempat di mana keputusan dibuat dalam hitungan detik, dan nyawa dipertaruhkan tanpa kompromi.
Melalui sudut pandang seorang dokter, buku ini mengungkap drama, emosi, dan sisi kemanusiaan yang jarang terlihat di balik pintu rumah sakit.
Setiap kisah membawa pembaca ke momen paling genting-penuh haru, tawa, bahkan air mata, sambil menyisipkan pesan kesehatan yang tak ternilai.
Dengan karakter yang hidup dan cerita yang mendebarkan, Garda Detak tidak hanya menggugah emosi, tapi juga tersirat pemicu alasan untuk menjaga kesehatan, agar tidak perlu bertemu Tim Medis ini di IGD.
Siap merasakan detak jantungmu berpacu?
Garda Detak adalah kumpulan kisah nyata dari ruang gawat darurat-tempat di mana keputusan dibuat dalam hitungan detik, dan nyawa dipertaruhkan tanpa kompromi.
Melalui sudut pandang seorang dokter, buku ini mengungkap drama, emosi, dan sisi kemanusiaan yang jarang terlihat di balik pintu rumah sakit.
Setiap kisah membawa pembaca ke momen paling genting-penuh haru, tawa, bahkan air mata, sambil menyisipkan pesan kesehatan yang tak ternilai.
Dengan karakter yang hidup dan cerita yang mendebarkan, Garda Detak tidak hanya menggugah emosi, tapi juga tersirat pemicu alasan untuk menjaga kesehatan, agar tidak perlu bertemu Tim Medis ini di IGD.
Siap merasakan detak jantungmu berpacu?
272 pages, Paperback
Published June 5, 2025
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
December 25, 2025
Sudah lama saya mengikuti tulisan- tulisan dr. Gia di medsos, dan akhirnya saya tertarik untuk membeli salah satu buku karya beliau ini.
Buku ini berisi 40 bab catatan pengalaman saat dr Gia berpraktek di IGD Rumah Sakit.
Di IGD tentu saja dokter tidak bekerja sendirian, dalam setiap pembagian shift kerja selalu dibantu oleh tim medis nya yaitu: Agus, Ella, dan Bowo. Mereka bekerja dengan kompak, terampil dan cekatan, sudah tau porsi kerja dan tanggung jawab masing- masing. Bersama merasakan kepuasan bila berhasil menangani pasen da merasakan kesedihan bila hasil tidak sesuai harapan. Team kerja yang solid.
Setiap selesai menangani satu kasus, mereka akan berkumpul dan memanfaat kebersamaan itu untuk rileks sejenak sambil membahas kasus yang sudah ditangani. Di sini sang dokter menjelaskan tentang yang sudah mereka lakukan dan hubungan dengan peristiwa yang relevan. Penjelasan dokter kepada tim nya ini bisa menambah pengetahuan tentang dunia medis bagi para
pembaca.
Dokter Gia menulis dengan bahasa yang ringan bisa dimengerti oleh orang awam, bila ada istilah medis yang asing ada catatan kaki. untuk menjelaskan. Ada sisipan cerita yang lucu membuat kita membaca sambil tersenyum.
Cerita ringan tapi berisi.
Setiap luka adalah pintu menuju pemulihan.Setiap air mata adalah benih pelangi yang akan tumbuh di langit kehidupanmu. (hal. 69)
Ingat, otak kita ini lebih mewah dari mobil sport atau jam tangan mahal.Jika tidak digunakan dengan optimal, namanya mubazir. (hal. 166)
Buku ini berisi 40 bab catatan pengalaman saat dr Gia berpraktek di IGD Rumah Sakit.
Di IGD tentu saja dokter tidak bekerja sendirian, dalam setiap pembagian shift kerja selalu dibantu oleh tim medis nya yaitu: Agus, Ella, dan Bowo. Mereka bekerja dengan kompak, terampil dan cekatan, sudah tau porsi kerja dan tanggung jawab masing- masing. Bersama merasakan kepuasan bila berhasil menangani pasen da merasakan kesedihan bila hasil tidak sesuai harapan. Team kerja yang solid.
Setiap selesai menangani satu kasus, mereka akan berkumpul dan memanfaat kebersamaan itu untuk rileks sejenak sambil membahas kasus yang sudah ditangani. Di sini sang dokter menjelaskan tentang yang sudah mereka lakukan dan hubungan dengan peristiwa yang relevan. Penjelasan dokter kepada tim nya ini bisa menambah pengetahuan tentang dunia medis bagi para
pembaca.
Dokter Gia menulis dengan bahasa yang ringan bisa dimengerti oleh orang awam, bila ada istilah medis yang asing ada catatan kaki. untuk menjelaskan. Ada sisipan cerita yang lucu membuat kita membaca sambil tersenyum.
Cerita ringan tapi berisi.
Setiap luka adalah pintu menuju pemulihan.Setiap air mata adalah benih pelangi yang akan tumbuh di langit kehidupanmu. (hal. 69)
Ingat, otak kita ini lebih mewah dari mobil sport atau jam tangan mahal.Jika tidak digunakan dengan optimal, namanya mubazir. (hal. 166)
August 13, 2025
Memoir pengalaman seorang dokter jaga di UGD.
Ini pertama kali saya baca buku dari pengarang ini.
Dibagi dalam 40 bab pendek, rata-rata 8 halaman per bab, tiap bab menceritakan pengalaman unik menangani pasien.
Struktur tiap bab : di awali dengan kedatangan pasien, bagian tengah menceritakan bagaimana tim UGD menangani pasien (selalu dilengkapi bbrp footnote istilah medis, bagian akhir semacam kontemplasi atau "lesson learned" dari kasus yg baru ditangani.
Setelah melewati beberapa bab, terasa agak monoton, tapi bisa dimaklumi karena ini memang semacam memoir yang ditulis dalam gaya bahasa cerpen. Ada sisipan2 "humor" juga dalam penulisannya, misalnya ketika menangani pasien dengan pergelangan tangan terpotong, si dokter ini malah teringat tokoh Jaime Lannister (serial Game of Thrones) dan Bucky Barnes (film Marvel - winter soldier) yang mengalami kondisi serupa.
Ada juga sisipan cerita sedih yg bikin mellow, seperti pada bab pada istri yang menderita kanker.
Catatan kaki di tiap halaman sangat membantu bagi orang awam yg tdk paham istilah medis, walau kadang2 ada yang berulang di bab satu dengan bab yang lainnya.
Membantu pembaca untuk merasakan suasana kerja di UGD dengan berbagai masalahnya, tidak hanya tentang medis-pasien, tapi juga team work, dan juga kadang2 membahas ttg psikologis.
Beberapa konsep medis diterangkan dengan analogi yang mudah ditangkap orang awam, misalnya di bab 20 penulis menerangkan penyebaran sel kanker dengan analogi penduduk suatu negara.
Overall, buku ringan yang menarik untuk mengetahui apa yang dihadapi seorang dokter sehari-hari di UGD, sekalian menambah pengetahuan tentang dunia medis.
Ini pertama kali saya baca buku dari pengarang ini.
Dibagi dalam 40 bab pendek, rata-rata 8 halaman per bab, tiap bab menceritakan pengalaman unik menangani pasien.
Struktur tiap bab : di awali dengan kedatangan pasien, bagian tengah menceritakan bagaimana tim UGD menangani pasien (selalu dilengkapi bbrp footnote istilah medis, bagian akhir semacam kontemplasi atau "lesson learned" dari kasus yg baru ditangani.
Setelah melewati beberapa bab, terasa agak monoton, tapi bisa dimaklumi karena ini memang semacam memoir yang ditulis dalam gaya bahasa cerpen. Ada sisipan2 "humor" juga dalam penulisannya, misalnya ketika menangani pasien dengan pergelangan tangan terpotong, si dokter ini malah teringat tokoh Jaime Lannister (serial Game of Thrones) dan Bucky Barnes (film Marvel - winter soldier) yang mengalami kondisi serupa.
Ada juga sisipan cerita sedih yg bikin mellow, seperti pada bab pada istri yang menderita kanker.
Catatan kaki di tiap halaman sangat membantu bagi orang awam yg tdk paham istilah medis, walau kadang2 ada yang berulang di bab satu dengan bab yang lainnya.
Membantu pembaca untuk merasakan suasana kerja di UGD dengan berbagai masalahnya, tidak hanya tentang medis-pasien, tapi juga team work, dan juga kadang2 membahas ttg psikologis.
Beberapa konsep medis diterangkan dengan analogi yang mudah ditangkap orang awam, misalnya di bab 20 penulis menerangkan penyebaran sel kanker dengan analogi penduduk suatu negara.
Overall, buku ringan yang menarik untuk mengetahui apa yang dihadapi seorang dokter sehari-hari di UGD, sekalian menambah pengetahuan tentang dunia medis.
August 23, 2025
Kalau biasanya kita baca novel medis dari luar negeri yang penuh istilah asing, kali ini ada kisah nyata yang lahir dari ruang IGD rumah sakit di Indonesia sendiri. Garda Detak bukan cuma tentang denyut nadi pasien yang berpacu dengan waktu, tapi juga tentang denyut kehidupan para tenaga kesehatan yang sering berada di garis depan.
Dr. Gia menuliskan pengalaman di IGD dengan gaya yang lugas, emosional, tapi tetap ringan untuk diikuti. Kita diajak masuk ke suasana hectic ruang gawat darurat—sirine, pasien datang bertubi-tubi, rasa panik bercampur dengan profesionalitas. Yang bikin buku ini menarik adalah bagaimana cerita medis dikemas jadi potongan kehidupan: ada sisi haru, lucu, juga getir.
Buku ini cocok banget buat kamu yang pengin tahu dunia kedokteran dari balik pintu IGD tanpa harus “berdarah-darah” dengan istilah medis yang rumit. Gia berhasil membuat cerita yang relatable, bahkan untuk pembaca awam. Ada bagian yang bikin merenung tentang betapa berharganya waktu, ada pula bagian yang bikin kita tersenyum karena humanisnya interaksi antara dokter, pasien, dan keluarga.
Yang aku suka:
Ceritanya bikin dekat dengan realita kerja tenaga kesehatan.
Gaya bahasa sederhana, enak dibaca, nggak kaku.
Penuh pesan kemanusiaan, bikin kita ingat kalau di balik seragam putih ada hati dan rasa lelah juga.
Yang mungkin bikin kurang sreg:
Beberapa kisah terasa cepat selesai, padahal rasanya pengin lebih dalam lagi.
Karena ini pengalaman nyata, alurnya kadang meloncat-loncat seperti diary IGD.
Dr. Gia menuliskan pengalaman di IGD dengan gaya yang lugas, emosional, tapi tetap ringan untuk diikuti. Kita diajak masuk ke suasana hectic ruang gawat darurat—sirine, pasien datang bertubi-tubi, rasa panik bercampur dengan profesionalitas. Yang bikin buku ini menarik adalah bagaimana cerita medis dikemas jadi potongan kehidupan: ada sisi haru, lucu, juga getir.
Buku ini cocok banget buat kamu yang pengin tahu dunia kedokteran dari balik pintu IGD tanpa harus “berdarah-darah” dengan istilah medis yang rumit. Gia berhasil membuat cerita yang relatable, bahkan untuk pembaca awam. Ada bagian yang bikin merenung tentang betapa berharganya waktu, ada pula bagian yang bikin kita tersenyum karena humanisnya interaksi antara dokter, pasien, dan keluarga.
Yang aku suka:
Ceritanya bikin dekat dengan realita kerja tenaga kesehatan.
Gaya bahasa sederhana, enak dibaca, nggak kaku.
Penuh pesan kemanusiaan, bikin kita ingat kalau di balik seragam putih ada hati dan rasa lelah juga.
Yang mungkin bikin kurang sreg:
Beberapa kisah terasa cepat selesai, padahal rasanya pengin lebih dalam lagi.
Karena ini pengalaman nyata, alurnya kadang meloncat-loncat seperti diary IGD.
February 14, 2026
Waktu itu di Threads rame kasus rahim copot yg diceritakan Dokter Gia. Br tau beliau ternyata bikin buku, tapi yg rahim copot gak diceritakan di buku ini. Waktu baca Garda Detak, aku jadi ngerasa baca Chicken Soup tapi versi medis. Kerasa heart warming di bbrp kasus. Ada 40 bab/cerita pasien di IGD, beda2 kasusnya. Ada yg jempolnya copot krn diabetes, ada yg tangannya gak sengaja masuk ke penggilingan daging, ada yg melahirkan di rmh, balita nelan koin, percobaan mengakhiri hidup, kecelakaan, masa covid, dll.
Tiap bab dibagi jadi 2 bagian, pertama cerita ttg pasiennya dan kedua penjelasan medis. Bnyk istilah medis yg dipakai tp ada foot notenya kok, jd pembaca gak bingung. Dokter Gia juga jago menjelaskan ttg kesehatan pakai analogi yg mudah dimengerti, misal kaitan garam dan hipertensi, knp pasien diabetes bs smp membusuk bagian tubuhnya, kenapa gula bikin gendut, cara kerja ginjal pakai analogi cuci piring, dst. Baca Garda Detak ini sebenernya jd belajar ttg anatomi tubuh dan kesehatan scr gak langsung. Ada selipan pesan moralnya juga.
Tiap bab dibagi jadi 2 bagian, pertama cerita ttg pasiennya dan kedua penjelasan medis. Bnyk istilah medis yg dipakai tp ada foot notenya kok, jd pembaca gak bingung. Dokter Gia juga jago menjelaskan ttg kesehatan pakai analogi yg mudah dimengerti, misal kaitan garam dan hipertensi, knp pasien diabetes bs smp membusuk bagian tubuhnya, kenapa gula bikin gendut, cara kerja ginjal pakai analogi cuci piring, dst. Baca Garda Detak ini sebenernya jd belajar ttg anatomi tubuh dan kesehatan scr gak langsung. Ada selipan pesan moralnya juga.
August 20, 2025
Ini adalah buku pertama dr. Gia yang saya baca, walaupun sebelumnya saya sudah mengikuti akun Instagramnya dan sering membaca cerita yang dibaginya di akun tersebut.
Pada dasarnya buku ini adalah kumpulan memoir dr. Gia & 3 orang perawat yang selalu membantunya selama di IGD. Semua ada 40 cerita yang tidak terlalu panjang, dengan pasien & keluhan yang berbeda. Setiap cerita ada kesan dan pesan khusus baik pesan medis maupun pesan moral.
Saat membaca buku ini, saya pribadi cukup membutuhkan konsentrasi karena banyaknya istilah medis yang digunakan, tapi semua terbantu karena ada catatan di bagian bawah yg berisi artinya. Dan buat yang suka dengan drama medis (seperti saya), saya bisa membaca sambil membayangkan secara visual apa yang ditulis dr.Gia disini.
Pada dasarnya buku ini adalah kumpulan memoir dr. Gia & 3 orang perawat yang selalu membantunya selama di IGD. Semua ada 40 cerita yang tidak terlalu panjang, dengan pasien & keluhan yang berbeda. Setiap cerita ada kesan dan pesan khusus baik pesan medis maupun pesan moral.
Saat membaca buku ini, saya pribadi cukup membutuhkan konsentrasi karena banyaknya istilah medis yang digunakan, tapi semua terbantu karena ada catatan di bagian bawah yg berisi artinya. Dan buat yang suka dengan drama medis (seperti saya), saya bisa membaca sambil membayangkan secara visual apa yang ditulis dr.Gia disini.
June 12, 2026
Walaupun sering ngerasa ngilu ngilu sedep waktu baca ini, tapiii seru bgt, setiap bab rasanya bittersweet, manis eh tiba tiba jadi pahit :):
dr Gia juga ngasih informasi tentang organ organ tubuh yang perlu kita jaga dan rawat, karena diluar tembok igd, diri kita sendirilah yang jadi garda detaknya. Aku semakin semangat untuk hidup sehat, menyayangi tubuh dengan kasih nutrisi baik, tidur yang cukup, dan olahraga rutin. Terus, jadi belajar juga untuk lebih menghargai waktu, gak gengsi untuk menunjukkan kasih sayang dan memaafkan/meminta maaf, karena benang antara hidup dan kematian tipis sekali.
P.s: sehat selalu untuk dr Gia, Ella, Bowo, dan Agus. Kalian keren dan bisa diandalkan!!
dr Gia juga ngasih informasi tentang organ organ tubuh yang perlu kita jaga dan rawat, karena diluar tembok igd, diri kita sendirilah yang jadi garda detaknya. Aku semakin semangat untuk hidup sehat, menyayangi tubuh dengan kasih nutrisi baik, tidur yang cukup, dan olahraga rutin. Terus, jadi belajar juga untuk lebih menghargai waktu, gak gengsi untuk menunjukkan kasih sayang dan memaafkan/meminta maaf, karena benang antara hidup dan kematian tipis sekali.
P.s: sehat selalu untuk dr Gia, Ella, Bowo, dan Agus. Kalian keren dan bisa diandalkan!!
March 6, 2026
Ini bukunya ga cuma ngajarin tentang kedokteran (karena ada tentang penyakit, obat dll) tapi juga secercah kehidupan manusia. Bisa dibilang buku ini ngebuat aku nangis karena ngebuat kita sadar “jangan judge orang dari depan, kita gatau hidupnya kaya gimana” isi buku ini realistik tapi membedah “apa sih yang aslinya terjadi di ruangan IGD?” Penjelasannya mudah dimengerti dan cerita ceritanya ada yang pahit dan juga manis, kaya kehidupan.
November 30, 2025
buku ini berisi kumpulan cerita-cerita pendek nyata dan unik pengalaman dokter Gia Pratama sebagai penulis di IGD.
penulis menceritakan pengalamannya di buku ini dengan bahasa yang sangat santai sehingga mudah dimengerti oleh orang awam. selain itu, dalam setiap ceritanya disisipkan sedikit penjelasan mengenai hal-hal medis dan pesan moral yang sangat berharga.
penulis menceritakan pengalamannya di buku ini dengan bahasa yang sangat santai sehingga mudah dimengerti oleh orang awam. selain itu, dalam setiap ceritanya disisipkan sedikit penjelasan mengenai hal-hal medis dan pesan moral yang sangat berharga.
April 5, 2026
Banyak ilmu tentang kesehatan di buku ini yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Ada beberapa cerita yang bikin sedih, ada juga yang lucu. Salah satu cerita sedih, tentang seorang istri yang menderita kanker payudara. Bacanya jadi mellow sendiri, seperti berkaca.
Cara bercerita dokter Gia bagus banget.
Ada beberapa cerita yang bikin sedih, ada juga yang lucu. Salah satu cerita sedih, tentang seorang istri yang menderita kanker payudara. Bacanya jadi mellow sendiri, seperti berkaca.
Cara bercerita dokter Gia bagus banget.
May 18, 2026
Buku ini adalah buku pertama karya dr.Gia yang aku baca. Target selanjutnya, membaca karya-karya beliau yang lain. Aku suka sekali, cara beliau bertutur di buku ini, sama seperti cara beliau bertutur di podcast-podcast bergizi dan bermakna itu.
December 21, 2025
demn tiap bab mau nangis
January 30, 2026
Senang membacanya, menambah pengetahuan, membayangkan situasi IGD seperti halnya menonton film-film seri tentang dokter seperti New Amsterdam, Good Doctor, ER, Doc seruuu...deg-dengan..
February 5, 2026
mengharukan dan banyak banget insights yg diberikan. jadi banyak tau istilah2 kedokteran
February 25, 2026
ini tentang igd dari pov dokter gia, aku tertarik beli buku garda detak karena podcast Raditya Dika dan dokter gia🤍🤍🤍🤍
August 9, 2026
Semuanya tentang dr gia di igd doang, cuma kerennya dr gia itu emotional intelegentnya bagus banget dannn edukasi tentang medisnya juga gak kalah bagus
Displaying 1 - 16 of 16 reviews














