"Saya masih mencintai Perinia, Bu," sahut Aditya jujur. "Walaupun dia tidak berada di ranjang saya, dia selalu berada di pikiran saya." "Kau pasti sudah sinting!" dengus ayahnya geram. "Mungkin dia diguna-guna!"sambung Sriningsih muak. "Bukan," tukas Hadijaya dingin. "Dia sakit. Perempuan itu sudah menjadi obsesinya."
Setelah sepuluh tahun menikah, Perinia menuntut perceraian. Dia tidak tahan lagi menjadi istri yang sangat dikekang suaminya. Ternyata impiannya meraih kebebasan bukan impian yang indah. Karena yang dihadapinya bukan hanya suaminya. Tapi juga keluarganya yang sakit. Satu per satu korban berjatuhan. Tak ada yang dapat dijerat hukum. Sampai suatu hari, tali itu menjerat leher mereka sendiri...
Dan Perinia sadar, kuntum cinta itu ternyata berada di balik semak berduri. Kuntum yang baru dapat diraihnya setelah onak duri melukai tubuhnya.
Terlahir sebagai Mira Widjaja, seorang dokter lulusan FK Usakti (1979) dan penulis novel yang begitu aktif. Karyanya begitu banyak. Yang terlaris Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi mencapai oplah 10.000, dan mengalami lima kali cetak ulang.
Sejumlah karyanya sudah difilmkan: Kemilau Kemuning Senja, Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, Ketika Cinta Harus Memilih, Permainan Bulan Desember, Tak Kupersembahkan Keranda Bagimu, dll. Pemfilman karyanya mungkin karena faktor ayahnya, Othiel Widjaja, yang dulunya produser Cendrawasih Film.
Mira mengakui karyanya tidak mendalam. Karya-karyanya dipengaruhi oleh karya- karya Nh Dini, Marga T., Y.B. Mangunwijaya, Agatha Christie, Pearl S. Buck, dan Harold Robbins. Karena berasal dari lingkungan yang sama, kedokteran, Mira yang bungsu dari lima bersaudara ini merasa karyanya dekat dengan karya Marga T.
Ia mengaku mulai menulis sejak kecil, dan karangan pertamanya, Benteng Kasih, dimuat di majalah Femina, 1975, dengan honor Rp 3.500. Pengarang yang populer di kalangan remaja ini memakai bahasa yang komunikatif, bahkan dalam dialognya banyak menggunakan bahasa prokem.
Mira sudah melanglang di lima benua, dengan honor tulisannya. Praktek dokter dibukanya petang hari, sedangkan pagi ia bertugas sebagai Ketua Balai Pengobatan Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta.
Bibliografi: + Dari Jendela SMP, + Bukan Cinta Sesaat, + Segurat Bianglala di Pantai Senggigi, + Cinta Cuma Sepenggal Dusta, + Bilur - Bilur Penyesalan, + Di Bahumu Kubagi Dukaku, + Trauma Masa Lalu, + Seruni Berkubang Duka, + Sampai Maut Memisahkan Kita, + Tersuruk Dalam Lumpur Cinta, + Limbah Dosa, + Kuduslah Cintamu, Dokter, + Semburat Lembayung di Bombay, + Luruh Kuncup Sebelum Berbunga, + Di Ujung Jalan Sunyi, + Semesra Bayanganmu, + Merpati Tak Pernah Ingkar Janji, + Cinta Diawal Tiga Puluh, + Ketika Cinta Harus Memilih, + Delusi (Deviasi 2), + Deviasi, + Relung - Relung Gelap Hati Sisi, + Cinta Berkalang Noda, + Jangan Renggut Matahariku, + Nirwana Di Balik Petaka, + Perisai Kasih yang Terkoyak, + Mekar Menjelang Malam, + Jangan Pergi, Lara, + Jangan Ucapkan Cinta, + Tak Cukup Hanya Cinta, + Perempuan Kedua, + Firdaus Yang Hilang, + Permainan Bulan Desember, + Satu Cermin Dua Bayang-Bayang, + Galau Remaja di SMA, + Kemilau Kemuning Senja, + Sepolos Cinta Dini, + Cinta Menyapa Dalam Badai 2, + Cinta Menyapa dalam Badai 1, + Mahligai di Atas Pasir, + Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat, + Titian Ke Pintu Hatimu, + Seandainya Aku Boleh Memilih, + Tatkala Mimpi Berakhir, + Cinta Tak Melantunkan Sesal, + Bila Hatimu Terluka, + Cinta Tak Pernah Berhutang, + Di Bibirnya Ada Dusta, + Bukan Istri Pengganti, + Biarkan Kereta Itu Lewat, Arini!, + Dikejar Masa Lalu, + Pintu Mulai Terbuka, + Di Sydney Cintaku Berlabuh - Sydney, Here I Come, + Solandra, + Tembang yang Tertunda, + Obsesi Sang Narsis, + Sentuhan Indah itu Bernama Cinta, + Di Tepi Jeram Kehancuran, + Sisi Merah Jambu, + Dakwaan Dari Alam Baka, + Kumpulan Cerpen: Benteng Kasih, + Seruni Berkubang Duka, + Di Bahumu Kubagi Dukaku, + Sematkan Rinduku di Dadamu, + Dunia Tanpa Warna
Asyik sekali ketika membaca buku ini dan dinamika hidup yang dialami oleh pelaku utama dan keluarga. Jujur saja, saya heran dan bertanya-tanya ada ya tipikal keluarga yang seperti ini dan kakak kedua dari tokoh utama yang menurut saya sangat melanggar etika profesinya? Buku ini saya rasa membawa informasi terkait kesehatan mental kepada kita masyarakat awam dan mampu membawa saya lebih berempati kepada pelaku utama dan suami pelaku utama yang mengalami NPD. Dan jujur saja saya kagum dengan penulis yang mengungkapkan keindahan Yunani.
Sebenarnya kalau buku ini dibuat suspense, akan lebih menarik dan masuk logika.
Dikisahkan Aditya yg narsis dan terlalu sempurna tetapi terlalu terobsesi pd istrinya. Dia selalu menganggap dirinya sempurna dan tidak pernah salah. Di lain pihak, Perinia istrinya yg sdh dinikahi 10 thn, jd mengalami psikosomatis akut, dijauhi berhubungan dgn keluarganya yg hancur2an, dilarang bersosialisasi dgn teman2 dktnya krn teman2nya dianggap tdk selevel dgn keluarga Guritnoko yg terkenal kaya dan berkuasa.
Perinia mendptkan perceraiannya walaupun dgn alasan yg tdk berdasar. Perinia tdk peduli selama dia bs kabur dari suami dan keluarga suaminya. Tapi Aditya yg sdh terobsesi habis2an pd istrinya, walau sdh bercerai, tetap terus menerus mengejar Perinia kemanapun.
Dan ketika kebenaran mulai terkuak. Mulailah satu per satu org2 yg terdekat Perinia dibunuh dan dibuat menderita, termasuk Aditya. Semua saksi mata lenyap dan para laskar pendukungnya tiba2 mendapat masalah serius. Sedemikian berkuasa dan berbahayakah keluarga Guritnoko ini? Ada rahasia apa dibalik semua tragedi ini?
Novel ini lumayan menghibur walau terlalu banyak drama, sarkasme2 dlm kalimat cukup mengundang tawa. Cuma saya ada sedikit permasalahan, jalan alur cerita ada beberapa kali berantakan, maju mundur, terutama yg epilogue mnrt saya terbalik dgn bab sebelumnya. Seandainya dikemas lebih rapi dan lebih detail, dan jika suspense nya mau lebih ditonjolkan, novel ini akan jauh lebih menarik utk dibaca.
Inti dari cerita ini adalah cinta, walau bagaimanapun bentuknya, harus tetap dihargai. Kalau saja Perinia lebih bisa menoleransi cinta suaminya yg hampir mirip obsesi itu, atau kalau saja Aditya sejak awal mau belajar mencintai istrinya tanpa mengekangnya, maka tragedi bisa dihindari. Tapi kalo gitu, ntar ngga jadi cerita donk ya?^^ Lebih asik sebenarnya kalau cerita ini dijadiin cerita bergenre thriller/suspense aja daripada jadi cerita roman. But anyway, overall lumayanlah. Walo penasaran juga kayak apa sih cantiknya yg namanya Perinia itu? Dan kayak apa sih gantengnya yg namanya Aditya itu? hehehe.....
Dari sekian judul buku Mira W. yang saya baca, baru buku ini yang berhasil membawa aura ketegangan yang kental. Kejam. Sadis.
Siapa yang mengira dalam keluarga yang begitu sempurna, terdapat para pesakitan. Keluarga yang rela menghalalkan segala cara demi menutupi aibnya, jangankan memukuli, membakar rumah, membunuh, semua menjadi sah saja, asal kehormatan keluarga itu tidak tercoreng. Termasuk membuat anggota keluarganya sendiri hilang kewarasan!
cerita obsesi sang narsis ini bagus sekali, makna dan inti cerita menarik dan cara penyampaian maksud itu bagus mudah dimengerti. cerita keluarga yg dimana sang suami terlalu mencintai dirinya sendiri dan sang istri terlalu dikekang dengan perfeksionisan sang suami. must read.
Karya Mira W bener-bener selalu kena di hati! Buku ini keren banget! Walaupun si Aditya mengidap penyakit narsis, tapi dia tau banget apa yang dia mau. Aku suka banget dari awal sampai titik akhir darah penghabisannya si Aditya tetap cintanya sama Perinia. Duh! Love ♥
selalu suka karya-karya Mira W, sekalipun cerita dalam novel ini sedikit sadis. Jadi novel ini bercerita tentang obsesi seorang pria untuk memiliki gadis bernama Perinia.