Jump to ratings and reviews
Rate this book

Depai si Detektif Tupai #1

Jebakan Harta Karun

Rate this book
Acel menghilang!

Dia menemukan peta harta karun dan pergi ke Kota Jagasatwa. Namun, dia tidak kembali. Mipung si kucing, temannya, meminta bantuan Depai sang detektif tupai untuk mencari Acel. Mereka pun menelusuri jejak Acel dan memecahkan berbagai teka-teki di penjuru kota. Tetapi, ada yang aneh. Sepertinya, Acel dijebak dan dalam bahaya! Apakah Depai dan Mipung berhasil menemukan Acel?

124 pages, Paperback

First published August 1, 2025

Loading...
Loading...

About the author

Tsugaeda (Ade)

9 books118 followers
Penulis novel thriller Indonesia. Dapat dihubungi di surel tsugaedauthor@gmail.com atau Twitter @tsugaeda.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (62%)
4 stars
9 (31%)
3 stars
1 (3%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (3%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for raafi.
964 reviews468 followers
May 10, 2026
Quick read yang menyenangkan! Buku ini mengisahkan Mipung dalam pencarian temannya yang hilang bernama Acel. Mipung kemudian bertandang ke detektif tupai di kota bernama Depai untuk meminta bantuan dan panduan. Misteri demi misteri terjadi saat Mipung dan Depai sama-sama memecahkan teka-teki dan misteri selama pencarian Acel.

Saya salut dengan worldbuilding yang diciptakan: negeri fauna yang amat menjunjung tinggi perikehewanan. Dari situ pembaca diajak berimajinasi tentang interaksi antarhewan (dan berbagai jenisnya!) yang kurang-lebih mirip dengan interaksi antarmanusia: ada hewan-hewan yang tinggal di kota, ada yang tinggal di desa, ada tukang roti, ada polisi, ada pustakawan dan perpustakaannya; ada yang baik dan ada yang jahat (bahasa halus: berperilaku tidak terpuji). Sebuah pengandaian yang penuh fantasi namun tetap tidak berjarak sehingga memudahkan pembaca muda untuk mengikuti alur cerita.

Omong-omong pembaca muda, teka-teki yang disajikan tidak mudah-mudah amat tapi juga tidak susah-susah amat. Untuk anak-anak usia SD atau SMP sepertinya akan dengan serius mengikutinya. Saya membayangkan mereka bersama pendampingnya mengambil jeda sebentar dari cerita untuk sama-sama memecahkan teka-teki pada secarik kertas/buku catatan.

Sementara itu, sebagai pembaca yang sudah tidak muda lagi, saya juga turut hanyut dalam cerita. Walaupun sederhana, saya tidak menyangka pelaku yang berperilaku tidak terpuji itu adalah si anu. Penulis sukses membuat saya kecele saat misteri yang saya kira sudah akan terkuak ternyata terpatahkan oleh kemunculan twist berikutnya. Ringan tapi tetap seru.

Sepertinya saya akan mengikuti kisah Depai si Detektif Tupai berikutnya dan berikutnya lagi. Tidak sabar untuk membaca seri keduanya (yang saya tebak akan berlatar di sebuah desa di negeri fauna).
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,563 reviews78 followers
December 11, 2025
Uwooo ternyata Tsugaeda kalau nulis cerita anak pun gak kalah keren dengan novel-novel misteri dewasanya. Semoga seri buku ini bertahan lamaaaaaaa sekali. Cuss insyaallah habis ini beli buat ponakan hehehehe. Teka-tekinya seruuuuu banget. Banyak yang berhubungan dengan Matematika.

Dalam buku ini, Mipung, si anak kucing dari desa datang ke kota Jagasatwa untuk mencari temannya yang hilang, Accel, si anak ayam. Ia pun minta tolong pada Detektif Depai. Kata Mipung, Accel pergi setelah menemukan peta harta karun. Mereka pun berkeliling kota mengikuti petunjuk demi petunjuk.

Mendekati akhir cerita, hampir saja mereka mengikuti petunjuk palsu. Namun, kecerdikan Depai berhasil membawa mereka menuju penculik Accel yang sebenarnya. Pelakunya bisa dibilang sangat nggak terduga. Kueren banget.

Yang tersisa dari buku pertama ini tinggal teka-teki terakhir:

Aku selalu ada di depan
Ada orang yang mengira tak memilikiku.
Padahal, keliru.


Apaaaaa? Apa jawabannya? Ngintip Instagram dan baru dua orang yang jawab. Kurasa jawaban yang paling masuk akal adalah "Masa depan". Tapi Tsugaeda bilang sebenarnya teka-teki ini diset agar punya banyak jawaban. Kira-kira jawaban apa yang dipikirkan Tsugaeda saat menulis cerita ini, ya?
Profile Image for aynsrtn.
607 reviews24 followers
November 6, 2025
“Bukannya kita perlu mengingat kejadian masa lalu supaya kita belajar?” (p.62)

Mipung, si kucing kecil, kehilangan temannya, Acel, si anak ayam. Demi mencari temannya yang hilang, dia pun pergi ke kota demi meminta bantuan Depai, Detektif Tupai. Tetapi, pencarian Acel malah berujung dengan memecahkan teka-teki harta karun.

Seru!!! Banget!!! Buku ini meski tag-nya children, tetapi bisa banget dibaca oleh orang dewasa. Bukunya pun interaktif, jadi sebagai pembaca, aku pun diajak ikut memecahkan misterinya (meskipun kebanyakan aku lebih enjoy the story karena teka-tekinya lumayan memeras kemampuan otak, hehe). Ada sebuah teka-teki silang di bukunya, ku coba isi dengan berbekal pengetahuan membaca ensiklopedia fauna saat masih kecil dan menonton Natgeo, tapi tetap nggak terpecahkan (jangan khawatir di akhir cerita, ada kunci jawabannya). Kesulitannya menyamai—atau bakan lebih dari—tes TIU di ujian SKD CPNS 😀

Ilustrasinya gemas sekali. Karakter-karakter di Jagasatwa—kota tempat hilangnya Acel—sangat beragam. Suka banget sama tone warnanya yang orange-abu-abu. Lalu, ada “kuis” di akhir cerita yang mesti dipecahkan oleh pembaca (nggak ada kunci jawabannya), aku (lagi dan lagi) enjoy the story aja, hehe.

Untuk plot dan penulisan, taruh ekspektasimu kalau misterinya akan light dan sederhana. Tidak sama sekali. Antar satu misteri ke misteri lainnya dibuat perlahan, diajak keliling memecahkan kode-kode mulai dari tempat A ke tempat B dan seterusnya, hingga DDANG!! plot twist-nya sungguh tidak diduga. Bukan tidak ketebak, tapi aku mengira tak akan ada plot twist-nya (ya, namanya juga buku anak-anak, ternyata aku salah besar, haha). Buku anak ini ADA plot twist-nya, maka bersiaplah.

Aku juga suka bagaimana penulis menyelipkan kritikan dan satir sarkas di buku ini. Tentang polisi yang sibuk melayani warga (polisi di Jagasatwa, ya, bukan polisi di negara berbunga yang kebanyakan sibuk sendiri *eh). Lalu, mengenai perpustakaan yang bukunya sudah tidak ada yang baru lagi karena pemerintah kotanya kurang perhatian pada perpustakaan, ditambah pula semakin menurunnya minat baca terutama anak-anak. Padahal membaca buku itu sangat bermanfaat. Di Jagasatwa, hewan-hewan yang rajin baca buku, sekarang sudah menjadi raja, perdana menteri, ilmuan, bahkan detektif. Di negara berbunga nggak rajin baca buku, bisa jadi wa … [sebagian teks hilang].

Jadi, buku ini untuk siapa?
Untuk siapa saja. Aku merekomendasikan buku ini untuk semua umur. Seru. Diajak memecahkan misteri. Interaktif. Ilustrasi gemas. Lengkap. Apalagi buat kamu yang suka cerita misteri (Bang Ade lho yang nulisnya, jangan sampai terlewat~).

⚘️ 4.5 bintang untuk DEPAI (Detektif Tupai) yang buka setiap saat, kecuali saat tidak buka.
Profile Image for Ovy Rama.
120 reviews2 followers
September 24, 2025
Depai Si Detektif Tupai : Jebakan Harta Karun Vol. 1 || Tsugaeda || Ilustrator : Hidayatullah || Penerbit Bhuana Ilmu Populer || 124 Hlm || Cetakan Pertama, Agustus 2025

Q : Apa yang akan kalian lakukan jika menemukan peta harta karun?

Jika saat aku kecil menemukan peta harta karun mungkin aku akan takjub dan mencoba untuk datang ke tempat yang katanya ada harta karunnya. Namun, kalo di usia sekarang aku menemukan peta harta karun jelas aja aku akan mikir ini orang iseng atau gabut mana lagi yang bikin peta macam ini.

Berbicara masalah peta harta karun, aku baru selesai baca novel anak yang membahas hal tersebut. Novelnya berkisah tentang Acel yang menghilang setelah dia menemukan peta harta karun yang menyatakan bahwa ada harta karun di Kota Jagasatwa. Namun dia, tidak kembali. Mipung si kucing, temannya, meminta bantuan Depai si detektif tupai untuk mencari Acel.

Mereka pun menelusuri jejak Acel dan memecahkan berbagai teka-teki di penjuru kota. Tetapi, ada yang aneh. Sepertinya, Acel dijebak dan dalam bahaya! Apakah Depai dan Mipung berhasil menemukan Acel? Kalo penasaran akan lanjutan kisah mereka bisa langsung baca novelnya!!

Ini adalah kali pertamaku baca karya Kak Ade dan aku langsung jatuh cinta plus merasa cocok banget sama gaya bercerita Kak Ade. Bahasa yang Kak Ade gunakan tuh mudah dimengerti dan santai. Ya jelas mudah dimengerti, lah wong ini novel anak. Eits, meski novel anak, tapi novel ini bertema detektif yang bikin aku bilang wow berkali-kali. Trus novel ini adalah novel anak pertama Kak Ade.

Novel Depai ini memang hanya berjumlah 124 halaman aja, tapi Kak Ade meramunya dengan sangat baik. Aku mikirnya akan selesai baca dalam waktu kurang dari satu jam, ternyata meleset dan malah selesai sekitar 2 jam karena aku juga ikut memecahkan teka-teki yang ternyata lumayan menguras otakku.

Novel ini dikisahkan dari sudut pandang orang ketiga serbatahu yang bikin aku seperti masuk ke dalam cerita, bikin aku ngerti apa yang dirasakan dan bagaimana perspektif para tokohnya.

Novel anak bertema serupa sebenarnya udah banyak, tapi dalam genre detektif akan selalu ada hal baru, seru dan menarik. Begitu juga novel anak ini, mungkin orang mikir di zaman sekarang kurang relevan lagi membahas harta karun apalagi di saat kondisi negara yang seperti ini. Namun, apa yang Kak Ade suguhkan dalam novel Depai ini tuh masih relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.

Bahkan selama baca novel ini, aku berulang kali menemukan hal-hal yang sama seperti keadaan di real life. Ini risetnya Kak Ade pasti nggak main-main untuk novel ini karena hasilnya begitu luar biasa. Satu kata yang kuucapkan saat selesai baca adalah ‘Daebak’. Yang bikin takjub lagi adalah Kak Ade menyelesaikan naskah awal novel ini saat mengikuti program residensi penulis di Wonju, Korea Selatan.

Semua elemen yang ada di novel ini tuh nggak ada yang gagal. World buildingnya keren, nama tokoh dan tempat-tempat yang dipakai menjadi latar di novel ini tuh unik, sederhana, punya makna dalam, tapi nggak pernah terpikirkan oleh siapa pun, serta teka-teki yang ada di novel ini mencakup pengetahuan dasar di beberapa bidang.

Tokoh di novel anak ini terbilang sedang, tapi nggak bikin pembaca cilik dan dewasa bingung karena di awal udah disediakan beberapa profil dari tokoh utama di novel ini. Semuanya punya andil yang pas dan nggak ada kesan tokoh tempelan.

Tokoh utama di novel ini tuh menggemaskan, rasanya aku ingin pegang dan cubit-cubit gemas. Semua kegiatan tokohnya ini representasi dari apa yang setiap hari manusia lakukan. Pasti akan seru seandainya beberapa hewan di real life bisa seperti tokoh-tokoh di novel ini.

Tokoh favoritku dari novel ini jelas Depai dan Mipung. Depai ini cerdik banget, aku takjub sama otaknya yang dengan mudah menyelesaikan beberapa teka-teki. Sedangkan, Mipung ini setia kawan banget, beruntung sekali kalo berteman dengan Mipung.

Saat baca novel ini, tentunya aku merasakan aura ketegangan, merasa penasaran ingin memecahkan kasusnya, merasa takut tokohnya akan dalam bahaya dan aku juga merasa terhibur dengan tingkah serta celotehan dari Mipung.

Novel anak satu ini menggambarkan bagaimana realita dari cara kerja pihak berwajib di real life (tapi masih oke yang di novel ini), menggambarkan bagaimana sikap dari orang lain ketika diminta tolong untuk melakukan pencarian, serta menggambarkan reaksi alami dari seseorang yang takjub dengan apa yang baru pertama kali mereka lihat.

Novel Depai ini bisa dibaca mulai anak usia 7 tahun dan pembaca dewasa sepertiku masih sangat sangat menikmati novel anak ini. Novel ini bisa menjadi media alternatif anak untuk berpikir kritis, cermat dan teliti, belajar bagaimana dunia detektif itu, belajar menganalisis serta menambah wawasan.

Dari novel ini, aku belajar tentang setia kawan, belajar tentang kepedulian, belajar untuk nggak mudah menyalahkan orang lain, belajar untuk nggak memanfaatkan kemampuan kita untuk berlaku seenaknya dan belajar untuk nggak mudah percaya dengan apa yang baru kita temukan. Novel ini juga menambah pengetahuanku tentang beberapa hewan yang terbilang jarang sekali dibahas.

Plot twist yang Kak Ade siapkan berhasil banget bikin aku kaget. Padahal jawaban atas siapa pelaku utama dari novel ini tuh terpampang jelas, tapi aku nggak menyadarinya. Selesai baca baru aku ngebatin ‘dikasih isyarat tidak mau mengerti!’. Aku suka sama resolusi yang Kak Ade pilih karena begitu melegakan hati dan meredakan ketegangan.

Ending yang disuguhkan oleh Kak Ade bener-bener unik ya. Aku malah berharap kisah Depai ini bisa diadaptasi menjadi serial animasi dengan catatan skripnya nggak diubah karena ini udah keren banget.

Aku suka poll sama cover novelnya yang menggambarkan sekali isi ceritanya. Pemilihan warnanya yang menarik mata plus semua elemennya ada. Bookmark novel anak satu ini juga nggak kalah menarik karena bentuknya identik dengan dunia detektif. Aku suka dengan font dan ukuran yang dipakai untuk isi cerita karena nggak bikin mata sakit selama baca kisah Depai.

Di beberapa halaman juga dilengkapi ilustrasi menggemaskan dan sesuai dengan scene yang sedang dibahas. Layoutnya pun cantik dan sesuai dengan tema. Bahkan, aku nggak menemukan 1 typo pun di novel Depai ini.

Nggak cuma diajak tegang dan mikir untuk memecahkan kasus serta teka-teki, tapi aku juga dibuat lapar plus ngiler sama beberapa makanan yang disebutkan dalam novel ini. Aku benar-benar nggak sabar untuk baca volume 2 novel ini.

Novel anak ini nggak ada versi digitalnya, untuk versi novel cetak tersedia di offline store Gramedia terdekat dan juga marketplace kesayangan kalian.

Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang suka baca novel tentang detektif, buat yang suka dengan teka-teki atau memecahkan kasus, buat yang suka baca novel anak dan buat para orang tua yang anaknya suka dengan dunia detektif atau ingin mencarikan bacaan untuk anak-anaknya yang duduk di bangku SD.
Profile Image for Dina Meiladya.
39 reviews
October 2, 2025
Menggunakan alur maju dan sudut pandang orang ketiga, buku ini bercerita tentang petualangan seekor detektif tupai bernama Depai dan kucing kecil bernama Mipung mencari anak ayam yang hilang di Kota Jagasatwa, Acel namanya. Berbekal insting dan pengalaman Depai sebagai seekor detektif dan kedekatan Mipung dengan Acel, kedua hewan ini menelusuri jejak-jejak Acel dengan memecahkan berbagai teka-teki yang tersebar di seluruh penjuru kota.

Aku udah baca beberapa buku middle grade sebelum buku ini. Tapi, belum ada yang bener-bener pas untuk dibaca sama anak-anak seusia anakku (sekarang tujuh tahun) dengan berbagai alasan: karena pilihan kata-kata, alur cerita, atau isi pikiran tokoh menurutku masih terlalu dewasa untuk dimengerti anak tujuh tahunan. Dan setelah baca buku ini, aku langsung merasa “AKHIRNYAAAA KETEMU JUGAA~”

Seneng banget karena akhirnya aku bisa ketemu buku yang hampir semua takarannya pas buat usia anakku. Ceritanya yang seru, tokoh-tokohnya lucu, alurnya sederhana plus ada ilustrasi yang super gemes. Buku ini sukses buat anakku rela ngurangin waktu main dan bangun lebih pagi demi untuk menuntaskan rasa penasarannya sama kelanjutan cerita Depai dan Mipung. Dia juga excited banget buat cerita adegan dan tokoh-tokoh yang menarik buat dia. Dan setiap inget aku inget ekspresinya, wahhh~ priceless!

Kalau buat aku sendiri, pertama kali baca buku ini langsung keinget sama zootopia, tempat di mana hewan udah hidup dengan perikehewanan dan berhenti memangsa satu sama lain. Seru gak? Banget! ....

Lengkapnya bisa dibaca di sini yaa https://www.dinameiladya.my.id/2025/1...
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books245 followers
October 4, 2025
"Bukannya kita perlu mengingat kejadian masa lalu supaya kita belajar?"
- Depai, hlm. 62


Buku ini ibarat MP-ASI bayi: porsi kecil tapi padat gizi. Dari halaman pertama sampai terakhir nggak ada bagian yang membosankan, bahkan bikin pembaca aktif memecahkan teka-teki (silang). Teka-tekinya juga yang disukai anak, tentang dunia hewan. Untung ya emaknya ini nggak buta-buta amat tentang dunia hewan, jadi kebanyakan sih tahu jawabannya tanpa ngintip kunci (aku bangga akan hal itu!)

Cuma terus terang aku nggak tahu jawaban teka-teki terakhir:
aku selalu berada di depan
ada yang merasa tak memiliki aku
padahal keliru


Tebakanku, jawabannya "kesalahan"? wkwkwk
from "gajah di pelupuk mata tak tampak"



Anyway, selamat dan sukses terus buat om penulisnya. Aku bisa merasakan buku ini ditulis dengan hati dan rasa keingintahuan yang tulus. Ditunggu Vol. 2-nya!
Profile Image for Anastasia Noorma.
65 reviews3 followers
December 12, 2025
Suka sama bukunya, walaupun ditujukan untuk anak-anak tapi buku ini tetap asik dibaca untuk semua umur. Buku ini juga didukung dengan ilustrasi yang menggemaskan.
Bercerita tentang seekor kucing kecil bernama Mipung yang mencari temannya Acel. Acel adalah seekor anak ayam yang hilang setelah menemukan peta harta karun. Untuk dapat menemukan temannya, Mipung pergi ke kota meminta bantuan Depai si detektif tupai. Disinilah petualangan Mipung dan Depai dimulai. Pembaca juga diajak untuk memecahkan teka-teki yang lumayan memeras otak, namun tenang ada jawabannya di akhir buku. Namun penulis masih menyisakan satu teka-teki di bagian akhir yang belum terpecahkan dan pembaca diminta untuk menjawabnya.
Aku selalu ada di depan
Ada orang yang mengira tak memilikiku.
Padahal, keliru.

Jadi tidak sabar membaca petualangan-petualangan detektif yang lain, semoga segera terbit volume 2.
Profile Image for DENKUS DENKUS.
Author 8 books23 followers
August 13, 2025
Seru, fun, interaktif. Ada kuis-kuis di dalamnya yang bikin anak sebagai pembaca ikutan mikir dan jawab. Petualangan Depai dan Mipung di kota Jagasatwa yang penuh teki-teki, intrik, tapi dirangkai dengan sangat menyenangkan. Ada plot twist yang bikin.... Dan, ilustrasinya bagus banget. Jadi, gak sabar buat baca volume 2.
Profile Image for L. Zeth.
Author 6 books9 followers
September 6, 2025
Bacaan yang ringan dan menghibur, cocok dibaca orang dewasa juga. Ada teka-teki yang menarik, dan plot twist yang mencengangkan!
Displaying 1 - 10 of 10 reviews