Makoto, siswi yang tak pede jatuh hati pada Iriya, cowok populer di sekolah. Awalnya dia mengira cintanya tak akan tercapai, tapi makin lama mereka jadi makin dekat?!
Tapi tiba-tiba muncul Watase, cowok yang pernah nembak Makoto saat SMP! Bagaimana sikap Iriya pada Watase?
***
Volume ini terdiri dari 5 chapter yang sebagian besar membahas mengenai perjuangan Makoto untuk menjadi seseorang yang layak bersanding dengan Iriya. Sejauh ini, plotnya cukup mirip dengan manga romance pada umumnya. Akan tetapi, eksekusi plot tetap menentukan menarik atau tidaknya cerita. Dan menurutku, Mayu Sakai tidak hanya jago dalam hal menggambar, tetapi juga dalam segi kemampuan berceritanya. Selain itu, aku sangat suka mengikuti perkembangan karakter Makoto dan Iriya.
Akhirnya, momen yang ditunggu-tunggu oleh pembaca tiba juga! Coba tebak momen apa itu? Kejadian ini terjadi setelah Watase menyatakan perasaannya sekali lagi secara proper kepada Makoto. Harusnya sudah ketebak ya? Dasar cowok! Masa harus dipanas-panasi dulu baru bergerak? Cewek kan tidak selamanya akan menunggu!
Yang pasti, Watase sepertinya balas dendam pada Iriya yang sudah bersikap sarkastik terhadap curhatan kehidupannya yang malang. Memang kata-kata Iriya sedikit menusuk, tetapi sepertinya memang begitu adanya interaksi normal di antara para cowok. Sebagai orang yang sudah mengalami kesialan sejak kecil, tentu saja Iriya bisa bersimpati kepada Watase. Akan tetapi, ia juga tidak mau Watase tenggelam dalam kesedihannya. Untunglah, apa yang dilakukan oleh Iriya adalah langkah yang tepat. Akhirnya, Watase bisa menjalani kehidupannya yang baru dan menerima dengan lapang hati apa yang menimpanya.
Seingatku, Makoto ini tidak terlalu terampil memasak. Akan tetapi, tiba-tiba Makoto berhasil berusaha membuatkan Iriya sekotak bekal. Meski awalnya sangat menentang hubungan Makoto dengan Iriya, Yusa justru malah membantu keduanya bertambah dekat. Aku tertawa lebar saat melihat bagaimana Yusa melemparkan bekal buatan Makoto ke arah Iriya. Dasar Yusa!
Shirayuki, seperti biasa, menjadi tokoh yang memberikan motivasi dan dorongan untuk Makoto. Aku suka sekali dengan karakternya yang menjadi salah satu katalis bagi pertumbuhan tokoh Makoto! Ia terlihat sangat dewasa dibandingkan dengan teman-teman Makoto yang lain.
Mendekati hari natal, Makoto ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk Iriya. Karena uang sakunya tidak cukup, ia pun ingin bekerja paruh waktu di sebuah tempat karaoke. Awalnya, ibu Makoto sangat menentangnya karena Makoto sangat ceroboh. Bahkan, ia juga dibanding-bandingkan dengan kakaknya. Atas bujukan kakaknya, akhirnya Makoto diijinkan.
Meski begitu, tentu saja perjuangan Makoto tidak mudah. Beberapa kali ia jatuh tertidur, sampai-sampai ibunya menyindir lagi bahwa Makoto tidak akan sanggup belajar sambil bekerja secara bersamaan. Aku sungguh terenyuh ketika melihat momen ini. Memang, terkadang orang tua sangat hobi dalam membanding-bandingkan anaknya dengan anaknya/orang lain. Aku juga merasakan hal itu.
Tiba-tiba, Uki dan Yusa punya momen berdua?! Sungguh pasangan yang tidak lazim. Tapi, setelah kupikir-pikir, wajar karena mereka berdua sama-sama suka menyanyi. Tetapi, aku senang melihat perhatian mereka berdua untuk datang mengecek kondisi Makoto saat bekerja.
Menyebalkan! Tiba-tiba, rekan kerja Iriya saat kerja paruh waktu saat musim panas lalu muncul lagi. Iya! Cewek yang menuduh Iriya mencuri itu! Dia bahkan sengaja mengatakan hal-hal yang membuat Makoto berkecil hati mengenai hubungannya dengan Iriya. Dasar cewek jahat! Sampai akhirnya, Iriya pun kecewa dengan perubahan sikap Makoto di akhir volume. Duh! Semoga mereka berdua tetap bersama di volume berikutnya!
Sugar Soldier is a great series if you enjoy cute shoujo fluff. The characters are all likeable, the romance is sweet and largely drama-free with both leads treating each other sweetly. There are nice friendships and family relations that don't fall short either. The art is quite typical shoujo but very pretty, definitely one of Sakai's best art-wise.
Although this series does delve into some more serious themes - child abandonment, terminal illness, sibling rivalry and even an implied sexual assault - I found this to be an incredibly light series. It's great as it gives it a nice wholesome feeling without having to over complicate things. But it also means there's no true conflict to overcome which means the series bumbles along a little bit. This is by no means a bad thing as it'll be perfect if you truly just want a cute high school romance with friendships, but it won't pack the same punch as some more complex series. I definitely would recommend for fans of the genre though.
In diesem Band dreht sich alles um das Thema erste Liebe und Beziehungen. Die Geschichte mit Makotos alten Klassenkameradin war tatsächlich nur sehr kurz. Doch nun können beide in Ruhe weiter leben. Und genau das macht Makoto auch, denn sie und Shun sind nun offiziell ein paar!!! Nun steht Weihnachten kurz vor der Tür und Makoto möchte Shun etwas schenken und fängt daher ein Aushilfejob an, von welchem er noch nichts weiß. Dort trifft sie auf Shuns alte Arbeitskollegin und erfährt von ihren gemeinsamen Kuss, welches sie total verunsichert. Auch in der Schule erzählen die anderen Mädels von ihren ersten Küssen und Makoto macht sich nun selbst Druck. In diesem Band fällt sie leider wieder öfters in Selbstzweifel und „überdenkt“ nun vlt doch diese Beziehung ?
Hach dieses Manga versetzt selbst mich wieder 10 Jahre zurück, wo ich’s selbst in meiner teenager Zeit gelesen und gefühlt habe haha finde es bis heute noch immer Mega cute haha
This entire review has been hidden because of spoilers.
OH ICH LIEBE DIESE REIHE SO SEHR <3 Ich freu mich schon sehr auf die nächsten Bände und hach <3 HACHHACHHACH! Es ist so lustig. Diese übertriebenen Gesichtsausdrücke sind wirklich gut gelungen und ich musste teilweise so laut lachen xD Es ist so viel Flausch. Und mit so viel "Lass uns alleine UND zusammen als Personen stärker werden!" anstelle von unnötigen Eifersuchtsdramen und Nebenbuhlern. Sehr angenehm. (Aber das Ende. Bitte. BITTE MACH ES NICHT, LIEBSTE MANGAKA, DU HATTEST ZUVOR SO SCHÖN EINE LESBISCHE ROMANZE ANGEDEUTET PLS)
Finalmente i due si sono messi insieme! Però le cose non vanno proprio per il meglio. La povera Makoto è così insicura di se stessa che rischia di rovinare tutto.
Che poi... 'Ste ragazze giapponesi che si alzano alle quattro e mezzo del mattino per prepararsi il bento... Ma dormono poi? Adesso la cucciola ha anche un lavoro part-time per potersi permettere di fare un bel regalo di Natale a Iriya.
Ed è ricomparsa Maria... che fastidio, quella ragazza!
Beh, ormai la metà è passata, mancano solo 4 volumi alla fine.