RUMAH adalah ruang semua rindu buat ayah, ibu, dan saudara-saudaramu. Tempat kau melepas lelah sejenak setelah mengejar mimpi seharian penuh. Rumah adalah satu-satunya tempat kau bisa melihat lebih dekat rupa cinta itu. Rumah adalah tempat kau tak perlu berdusta atau khawatir diolok-olok karena menangis terlalu keras.
Hampir semua makhluk di dunia ini punya rumah. Ikan, burung-burung, bahkan tikus tanah sekalipun. Semuanya...kecuali aku. Perang membuatku terbang tak tentu arah, tanpa tujuan. Sayapku semakin lelah dan tubuhku kian penat. Aku ingin bersandar di peluk ibuku, mendengar lelucon konyol adik-adikku, hingga tertidur dalam belaian suara ayahku. tapi seperti rumah, nasip juga menyeret pergi semuanya itu.
Aku sendiri, sekarat dalam himpitan sendu. Air mataku menderas hingga menganak sungai. Di mana Tuhan di saat seperti ini? Butakah Dia, tulikah Dia mendengar jerit relungku? Dimana rumahku? Dimana Cinta itu?
Tragedi, Angst. Itulah dua kata yang bisa menggambarkan buku ini dengan baik. Gloomy.
Dengan Millad sebagai karakter utama, kita akan diajak ke dalam perjuangan keluarga Aramam mencari suaka di Belanda setelah melarikan diri dari Irak—yang tengah berperang. Pindah dari satu pengungsian ke pengungsian lain dan menghadapi diskriminasi. Millad lalu memenangkan lotre dan pergi ke Amerika, menemukan pujaan hati, dan menjadi tentara karena ingin dianggap keren saking bucinnya.
Di perang pertama, Millad PTSD setelah melihat temannya meninggal. Ia kembali tanpa semangat hidup, tapi saat semangat hidup itu muncul setelah membaca surat dari teman kamp tentara, Millad ditinggalkan pujaan hati karena asumsi selingkuh, terlebih tanpa kata-kata atau tanya surat siapa gerangan. Di perang ketiga, adik Millad ditembak di pangkuannya. Tidak hanya itu, Millad dapat kabar kalau semua keluarganya meninggal karena bom dari adik ipar yang tengah hamil tua.
Sebenarnya, kalau cerita berakhir sampai situ, ini bakal jadi cerita yang mantap banget menurutku. Sayangnya, aku kurang suka bagian akhirnya. Fokus cerita yang awalnya berhubungan dengan perang diputar jadi cerita romansa "agak lain".
Untuk segi penulisan, bisa dibilang tulisannya nyastra, tapi tidak terlalu rumit, terlebih penulis menyelipkan puisi pada awal setiap bab yang membuat buku ini autentik. Hanya saya, ada beberapa kalimat yang terlalu panjang, terutama dibagian awal.
Penggambaran latar dan setting oke banget. Meski porsi narasi sebenarnya lebih banyak untuk menggambarkan sisi emosional dan isi pikiran tiap karakter, saya dapat membayangkan dengan jelas seperti apa keadaan tempat, cuaca, dan lainnya, membuat saya berhasil masuk ke dalam cerita.
This entire review has been hidden because of spoilers.
ok jadi bayangin negara lu gak damai. saking gak damainya, lu dan keluarga lu terpaksa harus ngungsi ke negara orang tanpa tujuan, pindah dari satu tempat ke tempat lain. di sana lu harus menghadapi diskriminasi, kekerasan, dll. suatu hari, lu menang lottery untuk ke amerika serikat. bertekad untuk menemukan jalan biar keluarga lu bisa semua aman di amrik, lu meninggalkan mereka.
di sana, lu ketemu seorang perempuan. dan lu jatuh cinta sama dia. sangat amat cinta dia. dia minta lu jadi prajurit dan lu menerima.
lu melalui perang, SAHABAT LU MATI DITEMBAK DI DEPAN LO, dan lu kembali ke amrik dengan PTSD. di amrik, kekasih lo ninggalin LO KARENA ASUMSI BAHWA ADA SESEORANG YANG LU CINTAI SELAIN DIA. dan dia ninggalin lu tanpa ngomong. (+DIA HAMIL DENGAN BAYI LO)
suatu hari lu harus perang di negara asal lu, bersisi di pihak yang menyerang negara lu sendiri. pengkhianat tanah air. get this; lu menemukan seseorang yang teriak ke lu "BUNUH AKU! BUNUH AKU!" dan lu minta dia mengatakan namanya. dia minta lu janji jika dia katakan, lu harus membunuh dia. lalu dia katakan lah namanya. ternyata... dia adek lo.
lu bertanya ke dia, "gimana saudara dan saudari kita? ayah? ibu?"
"habis semua!" tangisnya. "tak ada yang tersisa. tak guna hidup. tolong tembaklah saja aku."
lu teriak "tidak! kau akan selalu bersama denganku."
"tembak aku! tembak aku! tolooo-"
AND THEN. salah satu fellow prajurit lo nembak adik lo. dan lo adalah saksi hembusan nafas akhirnya. dan darahnya bakal selalu mencemari tangan lo.
WHAT THE HELL?
edit: ganti rating karena arc terakkhir
This entire review has been hidden because of spoilers.
Novel ini adalah salah satu novel yang menyentuh sekali.
Buku ini bercerita tentang sebuah keluarga Aramam yang berasal dari Irak pergi mencari tempat pengungsian akibat perang di negaranya. Mereka pergi ke Belanda untuk mendapatkan surat izin tinggal. Namun, hidup memang perih. Mereka dilempar ke berbagai kota hingga akhirnya ketika mereka mendapatkan sebuah tempat tinggal di Etten Leur. Konflik mulai bermunculan, Millad yang mendapatkan kesempatan untuk hidup bahagia, hingga bertemu wanita yang di cintainya.
Gaya penulisannya juga tidak terlalu berat sehingga cukum mudah dimengerti. Konflik yang tiada henti dan alur yang tidak bisa ditebak menambah rasa penasaran hingga akhir dan hingga membuatku menangis. salah satu novel yang bisa aku rekomendasikan jika kalian suka tema cinta yang cukup tidak biasa
Berlatarkan perang, kisah hidup para pencari suaka, serta pahit manisnya jatuh cinta. Membuat kita sadar bahwa bumi terlalu bersemangat untuk membentuk karakter manusia yang kuat
Berlatar belakang kehidupan para pendatang yang mencari suaka di Negeri Kincir Angin.
Keluarga Aramam, terpaksa keluar dari Irak menuju ke Belanda untuk mencari kehidupan yang lebih baik dikarenakan Irak saat itu dalam kondisi perang. Cerita berpusat pada Millad Aramam, anak pertama yang akhirnya memenangkan tiket untuk menjadi warga negara Amerika dan memutuskan untuk meninggalkan orangtua dan adek-adeknya di negara dengan masih berstatus "Aziel Centrum".
Kehidupan di Amerika-pun, Millad menemukan cintanya pada seorang gadis Afghanistan, Paro. Untuk membuktikan cinta dan kehidupan yang lebih baik, Millad mengabulkan permintaan Paro dan masuk menjadi anggota militer Amerika yang ditugaskan ke Afghanistan, tapi perang membuat Millad menjadi pribadi yang lain karena kehilangan teman-temannya yang mati tertembak, kembali ke Amerika pun Millad kehilangan Paro tapi tidak cintanya...Akhirnya Millad memutuskan untuk ikut ditugaskan kembali ke negaranya Irak...disana dia dihadapkan pada kenyataan bahwa seluruh anggota keluarga yang dia tinggalkan di Belanda, kembali ke Irak dan sudah menjadi mayat semuanya karena ledakan bom. Bahkan adik-nya mati ditangan sahabatnya, yang mengira dia adalah musuh.
Akhir dari cerita ini mengharukan, dengan penemuan-penemuan kebenaran dari rahasia kehidupan Millad dan Paro yang berdampak pada orang-orang yang dicintainya.
Setiap chapter pada novel ini, selalu diawali dengan puisi, itu yang aku suka dari buku ini. Seperti Puisi ini: "Manusia sama seperti angin, Hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat"
Astaga! baca buku ini seketika perasaan saya menjadi gloomy banget! ceritanya sangat 'dark/tragedy' banget deh.. kisah seorang keluarga Irak yang mencari suaka di Belanda dan putra sulungnya bernama Millad menjadi imigran ke Amerika dan mendaftar sebagai tentara amerika..
kenapa kisahnya saya kategorikan dark/tragedy? alur cerita dan endingnya membuat saya aduhh kasian endingnya begini.. penderitaan tidak memiliki tempat berpulang, ditinggalkan keluarga dan kekasih yang dicintai, dibenci oleh anak kandung sendiri itu semua inti yang ada didalam buku ini..
tapi seperti biasa, karena genre dark-angst dan tragedy adalah salah satu genre favorit saya hehe dan saya jarang suka sama novel2 gagas media yang biasanya cinta2an ala remaja dan buku ini anti-mainstream buku ini layak saya berikan 3,6 dari 5 bintang! suka sama setting cerita di Irak, Belanda dan penggambaran sudut pandang dari tokoh utama yang merupakan tentara Amerika *__*
No Volvere, buku yang menceritakan tentang kehidupan Millad yang terus berpindah-pindah mencari tempat penampungan untuk korban perang yang kemudian bertahan hidup menjadi tentara untuk negeri orang. Kisah cintanya yang tak kalah menyedihkan juga disajikan dengan apik.
Endingnya benar-benar bikin nangis, meski di baca berkali-kalipun feel nya tetep ada. I love this book when the first I read it.
Tertarik beli novel ini setelah baca resensinya di majalah GADIS. Itu berarti udah beberapa tahun lalu, tepatnya waktu aku masih SMA dan masih langganan majalah GADIS.
Sekarang? Jangan tanya deh. Aku udah bener-bener lupa gimana jalan ceritanya. Tapi satu hal yang aku inget sampai sekarang: aku suka banget sama ending novel ini.
novel yang sangat menyentuh....pertama tertarik cover nya yang bagus dan judulnya yg kayanya familiar..dan ternyata itu memang judul lagu spanyol yg terkenal...
Penggambaran latar belakang Timur tengah, Belanda dan Amerika nya sangat kental. Sehingga kita mampu menyatukan imajinasi dengan kejadian yg ditulis dalam buku. Great!!