Entah bagaimana, kota itu bergemerisik. Angin terasa begitu lembap. Menakutkan, sangat menakutkan. Sesuatu yang mengerikan tampak akan datang.
Sebuah jalan besar seharusnya menjadi tempat perkelahian dari kekuatan masing-masing kelompok beberapa jam lalu. Namun, pertempuran tersebut sama sekali tidak bersisa, seakan tidak terjadi apa pun di sana sebelumnya.
Itu adalah tempat yang muncul dalam mimpi sang Master muda, Tsubaki Kuruoka. Dunia yang diciptakan oleh “Tuan Hitam” hanya demi mengabulkan keinginan gadis kecil itu. Saber dan yang lainnya mencari cara untuk keluar dari dunia tersebut, tetapi….
Ryohgo Narita (成田 良悟, Narita Ryōgo) is a Japanese light novelist. He won the Gold Prize in the 9th Dengeki Novel Prize for Baccano!, which was made into a TV anime in 2007.[1] His series Durarara!! was also made into a TV anime, which began airing January 2010
There are two traits found in most of Narita's works: * Narita writes extremely fast, one volume a month if he wishes - with tons of spelling errors and missing words as a tradeoff. The editors like to leave them sometimes just for fun, though. * His work titles often have an exclamation mark at the end (i.e. Baccano!, Vamp!, Durarara!!, etc.).
rasanya makin membosankan membaca light novel ini, secara tidak banyak adegan bertarungnya dan lebih banyak dialognya, ditambah karakternya sangat banyak jadi kadang ada beberapa nama yang terlupa. tapi karena ini fate dan formatnya light novel jadi memang tidak bisa berharap banyak, semoga versi animenya lebih baik lagi.
di vol 6 ini rasanya terlalu bertele-tele dan konklusi dari masalah masuknya para karakter ke bounded field itu kayak hah udah gini doang? mungkin yang menarik di vol ini hanya beberapa easter egg dari fate zero dan case filenya lord el melloi