Dari luar, organisasi Balwana terlihat seperti mafia pada umumnya. Dari dalam, mereka menyembunyikan jati diri anggota yang merupakan mutan Meliora-mutan dengan wujud seperti manusia biasa, tetapi memiliki ketajaman indra dan kekuatan di atas normal.
Gautama Farhandi adalah Komandan Ketiga di Balwana. Sebagai Meliora pria, Tama bisa mendeteksi siapa belahan jiwanya. Namun sejak Balwana berdiri, tak ada laporan mengenai Meliora yang bertemu belahan jiwa. Situasi itu berubah ketika Tama mendapatkan misi untuk menyelamatkan dua wanita yang disekap, lalu bertemu dengan Bening Nirmala.
Latar dan motif dua wanita ini disekap masih menyisakan tanda tanya bagi Balwana, Lakshita, satu wanita selain Bening yang harus Tama selamatkan, ternyata tak ditemukan keberadaannya. Bening juga ingin mencari keberadaan Lakshita. Berteman berbulan-bulan dalam masa penyekapan membuatnya yakin Lakshita bukan kabur, melainkan dikirim ke lokasi lain.
Bening bekerja sama dengan Tama untuk mencari keberadaan Lakshita. Di tengah masa pencarian, Bening diamankan di Gerha Taman Aras, sebuah kawasan berdataran tinggi yang menjadi markas Balwana. Bertujuan ingin memulai lembaran hidup baru dan membantu pencarian Lakshita, Bening pun tinggal dan beradaptasi dengan orang-orang di Gerha. Dan ternyata, dia merasa anggota Balwana memiliki ikatan yang lebih kental daripada darah.
Seiring berjalannya pencarian Lakshita, Tama merasakan tumbuhnya gairah dan cinta antara Bening dan dirinya. Dia juga menemukan informasi baru tentang penculikan yang dialami Bening dan Lakshita. Motif kenapa dua wanita itu disekap saling berkaitan dengan ancaman yang dihadapi Balwana.
No doubt, the way Crowstroia writes is amazing, especially in terms of diction and word choice. The story begins with a really strong premise that I rarely find in Indonesian books: sci-fi elements involving “mutants” and superpowers.
However, when the premise started that way, I expected the story to flow with at least a 50% sci-fi and 50% romance balance. Instead, what I found was more like 10% sci-fi (bahkan less than ini) and 90% romance.
Plot:
The main conflict is about our protagonist, Bening, being kidnapped. There were so many possible plot points that could have been explored, who those figures were, what their goals were, what was happening behind the scenes, and why they went as far as abducting her. Even if these questions are meant to be answered in the next books, I at least expected some of them to be addressed within this story.
But until the last 400 pages, we are mostly presented with Bening’s life and all her privileges living in Gerha Sungai Bulan, along with her romantic relationship with Tama. Only after that do we get a slight discussion about Bening’s friend, Laskhita, who had gone missing, and what happened to her. And even that feels minimal, almost like an afterthought.
So the main conflict introduced at the beginning ends up feeling like nothing more than decoration. I didn’t find any real climax or peak conflict related to the original premise.
The majority of the story truly centers on Bening and her love story. That’s what left me a bit disappointed, because I kept waiting for the mystery and mastermind behind Bening’s kidnapping to be fully uncovered.
Characterization:
As for the characterization, I wasn’t entirely comfortable with how Tama and Snow handled their personal issues, they often behaved immaturely when resolving conflicts. They frequently mixed personal matters into their professional environment, which doesn’t reflect well on them as top commanders.
In addition, Braga often asks Tama and Snow not to trouble Tatyana at work as a couple. In my opinion, this doesn’t portray professionalism, especially for high-ranking leaders who should not be mixing their personal lives with their workplace. It makes Tatyana and Braga seem unprofessional as well.
Even so, I still really enjoy Crowstroia’s writing style. I ended up deciding to buy the author’s other novels, Aberasi and Sarhad, right after finishing this book.
Dari packaging, art, design, dan depth dalam worldbuildingnya keliatan jelas kalo author memang passionate dalam menulis buku ini... tapi maaf banget kak, dengan kualitas prosa dan alur yang seperti gini, aku gak bisa kasi rating lebih dari 1 bintang 😭
Dialogue Coba manusia usia 27 tahun seperti apa yang kalo ngomong ama pacarnya tuh bilang "Fufufu, jatuhlah kamu ke perangkap rayuanku, Tama"???? Fufufu??? Belum lagi masalah penulisan yang diulang-ulang seolah-olah 'mengeja' banget gitu... 😭😭 Terus kenapa sih kalo buku wattpad itu mesti campur-campur enggres ngomongnya... Di bubble seperti apa sih karakter-karakter ini hidup...? Apakah sebenernya buku ini tuh mengisahkan anak-anak Discord chatting dan pacaran di dunia maya?? 😭😭😭
Plot, Setting, Worldbuilding Terus esensi si Bening ditaro di Balwana itu sebenernya buat apa selain diselamatin sama mereka 😭😭 Coba nih si Bening diselamatin sama office worker yang kerja di wilayah perkantoran eco-friendly aja, gak akan ada juga yang nyadar bedanya 😭😭😭
Terus 'kekuatan' dari si Meliora itu juga jarang digunakan karena dalam novelnya aspek action dari mafia-world itu cuman 10-20%, 80% nya lebih ke slice-of-life... Ya kalo emang mau bikin slice-of-life romance stylenya Shoujo Manga, kenapa gak bikin itu aja?? Nothing's wrong with that kok asalkan writingnya bagus...😭😭😭
Maaf kak Troia, atas dasar hal diatas secara objektif aku gak bisa ngasi nilai yang lebih dari ⭐1... Tapi keep writing aja kak, kualitas prosa akan tajam dengan sendirinya ketika kakak lebih banyak berkarya. Dan kakak udah good kok rilis 9 (?) buku so far. Jangan patah semangat yaa sama komen aku...
4.5/5 to be exact. The narration is rich and detailed, so it felt a bit slow-paced to me. I love all the characters, especially the Trojan Five. It would be so much fun to be friends with them. I also really like Bening’s playful personality. Aaaah, but the ending was such a cliffhanger! I can’t wait to read Kak Troia’s next work 😍
Sukaaaa, as expected from Troi. You did great here. Genrenya segar banget, jarang nemuin buku Indo dengan world building kya buku ini. That's the biggest reason I look forward to your next book, the continuation for this series. Sebagai pembaca wattpad, yg ngikutin karya Troi sejak tulisannya down to the earth dengan karakter2 alim (NTdTK, dst) sampai wild & explorative (Rengat, dst). I could say, ini adalah jembatan yang menghubungkan keduanya. Aku puas bgt Troi trnyata bisa berkembang sejauh ini. Ga aneh klo mmg revisi besar2an, krn Troi lagi menggodok series ini jadi 'debutnya' di genre yang berbeda bgt dari karya2 sebelumnya. Good luck Troi. I read your obstacles when you created this and you seem lost back then. Just to to let you know, there are a lot of supporters for your big step here and hope you don't feel alone in this journey to search for your best writing style and yourself as a writer.
Jatuh cinta itu mudah. Yang sulit itu senantiasa mencintai dan setia ke satu orang saja. Manusia sering keliru mengira jatuh cinta dan setia itu adalah satu hal yang sama.
Akhirnya kelar juga bacanya. 500an halaman tapi ga berasa tau tau ending aja, mana gantung 😭😭 masih belum ketawan siapakah dalang di balik huru hara ini. Jalan ceritanya aku suka, btw ini karya pertama kak stroia yang aku baca dan SUKA! Walau di awal aku agak bingung dengan segala macam istilah baru mengenai mutan meliora tapi makin lama makin enjoy~~~ Untuk jalan ceritanya, wahhhh bener kata orang2 ini bukan slow burn tapi slowwwww www BURN 🔥🔥 Ditunggu lanjutan ceritanya kak! 🥰
Mempertahankan dan merawat hubungan kan butuh kedewasaan, butuh kematangan berpikir untuk ambil keputusan. Cinta asmara aja nggak cukup.