Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hilang di Wonju

Rate this book
"Kamu akan mendapat penugasan jangka pendek ... ke Korea."

Penugasan ke Korea seharusnya menjadi penyelamat bagi karier Iptu Hani Rustaman yang sedang di ujung tanduk. Jika bisa membantu memecahkan kasus hilangnya Felisia--gadis dari Jakarta--di Korea, mungkin jalan hidupnya di kepolisian masih bisa diselamatkan. Namun, kehadiran Hani diremehkan dan ditolak Kepolisian Korea.

Meski jengkel atas penolakan tersebut, Hani memutuskan untuk melanjutkan penyelidikannya. Bersama Detektif Lee Kyungseok--detektif yang ditugaskan untuk mendampinginya--Hani mulai menyusun kepingan petunjuk yang membawa mereka lebih jauh ke dalam labirin teka-teki penyelamatan Felisia. Koper yang sengaja dibuang, rumor Pembunuh Saputangan, hingga ritual angka tujuh yang mengerikan menyadarkan Hani bahwa misi penyelamatan Felisia lebih pelik daripada yang dia bayangkan.

186 pages, Paperback

Published August 27, 2025

27 people want to read

About the author

Tsugaeda (Ade)

8 books117 followers
Penulis novel thriller Indonesia. Dapat dihubungi di surel tsugaedauthor@gmail.com atau Twitter @tsugaeda.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (22%)
4 stars
26 (57%)
3 stars
8 (17%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews148 followers
September 17, 2025
❝Sekarang paham, kan, kenapa orang-orang punya dugaan dia akan kembali ke Wonju?❞
❝Untuk menutup lingkaran kejahatan sempurna.❞

Setelah gagalnya penggerebekan yang dipimpin Hani sebagai kepala tim operasi, dirinya sudah siap menerima segala konsekuensi, apalagi mengingat narasi liar tentangnya yang telah menyebar di masyarakat. Namun, atasan Hani justru menawarkan solusi dengan mengirimnya ke Korea Selatan untuk mengawal kasus hilangnya seorang putri konglomerat Indonesia. Bersama Lee Kyungseok, Hani menyusuri jejak Felisia di Korea.

Siapa yang menduga, penyelidikan yang berjalan justru menggiring mereka pada kasus Pembunuh Saputangan, pembunuhan berantai dengan korban gadis-gadis muda yang terjadi 25 tahun lalu—dan mungkin sedang mengincar korban terakhir untuk menutup aksinya dengan sempurna.

Buku ini merupakan hasil dari residensi penulis selama berada di Wonju. Makanya unsur Koreanya khususnya Wonju berasa otentik, mulai dari budaya penggemar, jalur transportasi, sampai suasana alam Wonju yang dikelilingi hamparan sawah dan sungai.

Sejak tahu latar belakang Felisia sebagai putri konglomerat, aku sudah menduga kasusnya tidak akan mudah. Intrik dalam keluarga dan persaingan bisnis adalah pemicu yang kucurigai. Yang pasti, aku merasa bahwa terlalu jauh jika kasus ini berhubungan dengan Pembunuh Saputangan yang korbannya selama ini adalah warga Korea. Menurutku Felis cuma kebetulan saja ada di sana ketika masyarakat sedang dilanda kecemasan karena rumor kembalinya Pembunuh Saputangan. Namun, Tsugaeda ternyata bisa menghubungkan keduanya sebagai kasus kriminal yang dapat menggemparkan dua negara, sambil menyoroti ironi praktik penyiksaan fisik dan psikologis yang dilakukan oleh oknum polisi demi membenarkan tuduhan yang tidak berdasar atau sebut saja aksi salah tangkap.

Tebal bukunya nggak sampai 200 halaman, tapi apakah membuat Tsugaeda terkesan tergesah-gesah mengakhirinya? Tentu tidak. Alurnya memang padat dan bergerak cepat, perpindahan satu adegan ke adegan lain dibuat tanpa bertele-tele. Penulis berhasil menempatkan semua kepingan teka-teki yang mengaitkan kasus hilangnya Felis dan Pembunuh Saputangan di depan mata pembaca tanpa membuatnya terlalu jelas. Plot twist-nya beneran GILA! Sepanjang baca berasa jadi orang paling sok tahu karena ternyata kebenarannya nggak pernah terlintas di benakku bahkan dalam pikiran terliar sekalipun. Tetapi semuanya tetap berada pada jalur plotnya, nggak yang ujug-ujug dimunculin hanya agar bisa mematahkan segala dugaan pembaca.

Aku kagum dengan para tokoh di buku ini sebab butuh tekad dan keberanian yang kuat untuk menyatakan kebenaran serta menanggung konsekuensi yang menunggu setelahnya.
Profile Image for veyninda.
151 reviews10 followers
August 26, 2025
Aslinya aku baca buku ini karena iseng, karena bukunya tipis dan sinopisnya menarik.

Buku ini mengingatkan ku pada salah satu film Jackie Chan "Rush Hour" karena memiliki premis yang mirip. Seorang polisi yang dikirim ke negeri asing untuk mencari seorang putri yang menghilang.

Jujur ini bukan pertama kalinya aku baca buku kak Ade. Yang selalu aku suka dari buku beliau adalah alurnya yang sangar rapi serta narasinya juga enak dinikmati. Oh iya, kak Ade ini kayaknya emang tipe penulis yang ngasih clue setengah-setengah, alhasil selalu berhasil membuat pembaca pensaran dan terus-terusan ingin membalik halamnnya.

Jangan lupa juga adegan gelut intes yang cukup detail dan berhasil membuat saya (pembaca) seolah-olah ikut melawan si penjahat.

Plot twist? Oh tentu ada dan lumayan tidak tertebak. Kasus anak ilang jadi.... (baca sendiri deh bukunya)

Buku ini jujur tipis banget, di beberapa bagian aku merasa ada adegan yang di buru-buru. Contoh saat si MC mengejar seseorang di dalam hutan. Toba-tiba saja dia sudah bergelut dengan hewan hutan. Mungkin aku yang saat baca kurang teliti. Namun, secara keseluuruhan buku ini sangat layak dibaca untuk kalian yang mencari kisah misteri ringan dengan bumbu kriminal dan penyelidikan di dalamnya.
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
November 22, 2025
Actual rating: 4,5

Aksi dua kepolisian beda negara menemukan orang hilang di Korea Selatan? Count me in! Meskipun bukunya nggak sampai 200 halaman, isinya super padat. Dan bingung harus reviu kayak apa tanpa harus menyebutkan sesuatu yang berakhir jadi spoiler.

Oke, first, seperti di blurb, ada misi yang harus dilakukan: mencari orang hilang. Penemuan barang-barang si orang hilang ini harusnya cukup menyatakan bahwa gadis ini kemungkinan sudah nggak bernyawa. Sayang, jika benar meninggal, harusnya nggak ada lagi teka-teki muncul. Satu hal janggal yang akhirnya membongkar rahasia besar seseorang.

Seperti yang disebut di awal paragraf, plotnya super padat. Rasanya kayak nggak dikasih napas. Baru clue muncul, ada masalah lain terjadi. Begitu terus sampai kepingan puzzle-nya perlahan lengkap, bahkan sebelum kesadarannya kembali. Mencurigai ini dan itu, lalu berakhir nggak tertebak kebenarannya seperti apa. Kuakui, buku ini masuk jajaran list buku terbaik tahun ini meskipun rating-nya nggak penuh.

Keluhanku mungkin cuma typo di sana-sini. Maksudku, bukunya tipis, ya, kalau nggak ada salah ketik atau typo atau kesalahan teknis, bukannya lebih cakep lagi? Anyway, buku yang amat cocok dibaca sekali duduk dan suka sama alur cerita yang nggak "berongga".
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
October 1, 2025
Iptu Hani Rustaman ditugaskan ke Korea Selatan, untuk menyelidiki hilangnya seorang anak dari konglomerat Indonesia yang bernama Felisia. Felisia awalnya pamit ingin menonton konser RUNK di Korea Selatan, namun tidak kunjung kembali dan tak bisa dihubungi. Hingga akhirnya pihak keluarga meminta bantuan kepolisian. Hani yang seharusnya menjalani masa hukuman, akhirnya berangkat ke Korea Selatan.

Sesampainya di sana, dia disambut oleh Lee Kyungseok, seorang detektif muda, yang ditugaskan mengawal dan 'menjaga' Hani agar tidak merepotkan kepolisian Korea Selatan yang sedang dihebohkan oleh kasus Pembunuhan Saputangan yang pernah terjadi puluhan tahun silam. Namun yang terjadi naluri detektif dalam diri Kyungseok membuatnya justru membantu Hani mencari Felisia. Dalam rangkaian penyelidikan mereka, ternyata kasus Felisia mengarah ke Pembunuhan Saputangan.

Setelah terakhir membaca Sisi Liar, akhirnya bisa membaca sebuah karya thriller terbaru dari Tsugaeda. Tapi kok tipis ya? Begitu kesanku saat melihat buku yang satu ini. Berlatar belakang Korea Selatan, ternyata karya ini lahir dari perjalanan residensi penulis. Konfliknya menarik, tersusun rapi dan nyaris tidak tertebak. Rangkaian kejadian yang dialami oleh duo Hani-Kyungseok memiliki kecepatan yang tepat. Saya bahkan bisa membayangkan jika novel ini diadaptasi menjadi sebuah film, tentu menarik.
Profile Image for Riri Reads Books.
107 reviews1 follower
January 18, 2026
4 ⭐️

Wih serasa nonton drama korea! As expected dari Bang Tsugaeda, yang karyanya aku udah suka dari Sudut Mati.

Adalah harang novel bergenre misteri dan crime, yang menceritakan polisi Indonesia —polwan pula!— bekerja dengan detektif Korea untuk memecahkan misteri orang hilang, plus rumor pem//bu//nuhan berantai dalam novel kurang dari 200 halaman.

Jelas, Hilang di Wonju sangat, sangat page turner, pacenya cepat tapi gak terburu buru, mungkin memang untuk background karakter kita gak tau banyak, cenderung dangkal, tapi terselamatkan dengan case yang terjahit rapi yang menghubungan Indonesia - Korea.

Bayangkan, sebuah cerita yang bermula dari seorang gadis, Felis, menghilang setelah nonton konser Kpop idolanya berubah jadi misteri konspirasi konglomerat.

Kalau dibandingkan Sudut Mati, sebenarnya Hilang di Wonju ini less complicated, tapi approach yang diberikan Bang Ade bener bener korean drama-esque banget, dengan plot twist yang cihuy. Tetap jadi bacaan yang menarik! Page turner sekali duduk!
Profile Image for Nafa.
7 reviews
September 11, 2025
Saking serunya, aku habisin baca cerita ini sekali duduk kurang dari 2 jam.
Profile Image for Hirai.
200 reviews5 followers
September 28, 2025
“Bagaimana jika sebuah kebenaran sengaja ditutup-tutupi untuk kepentingan kelompok berpengaruh dan keserakahan golongan atas?

GILA!! Mungkin itu kata yang bisa terucap untuk mewakili semua rentetan cerita singkat, padat dan biking ngos-ngosan ini! Penulis seolah tak memberikan jeda bernafas bagi pembaca, kalau digambarkan dengan ritme alurnya memang naik turun seperti roller coaster, cukup emosional. Dimulai dengan kasus gagalnya penangkapan bandar narkoba membawa Hani harus menjalani kehidupan penuh cacian dari netizen. Gambarannya memang sangat nyata bagaimana ketika seseorang terseret sebuah kasus (padahal masih asumsi belum terbukti kebenarannya) orang-orang akan langsung mengorek masa lalu dan keburukan lainnya. Jadi bukan fokus pada masalah yang terjadi namun langsung menyerang secara personal bahkan merendahkan perempuan seperti menuduhnya sebagai simpanan bandar narkoba.

Kegagalan tersebut membawa Hani ke dalam tugas jangka pendek untuk menyelidik hilangnya anak seorang konglomerat di Korea. Di sinilah letak kasus inti dan menarik dari bukunya kita akan diajak mencari petunjuk, mengumpulkan bukti, mencurigai kaitannya dengan kasus tertentu dan tentu saja menghadapi sifat dari kelompok penyidik di Korea yang cenderung meremehkan kemampuan Hani. Mereka tak suka Hani ikut campur penyelidikan yang dilakukan bahkan menutup semua akses untuknya. Di sini aku mulai bertanya-tanya sebenarnya apa yang diutamakan? Keselamatan korban atau justru mengutamakan prestasi ketika bisa menemukan petunjuk meskipun korbannya belum tentu selamat?

Alur buku ini sangat apik dan rapi menggabungkan beberapa fakta dan juga penyelesaian konflik yang kompleks tidak kurang dan tidak lebih semuanya saling berhubungan. Bukan ending yang dipaksakan atau menggantung sehingga pembaca merasa puas setelah menyelesaikan bukunya. Tidak ada yang aneh sepertinya penulis melakukan cukup banyak riset untuk memahami bagaimana latar belakang penyelidikan di lapangan, sistem senioritas dan juga bagaimana konsep wamil, perayaan penggemar setelah idol wamil, konser idol dan juga kehidupan fandom yang saling mendukung. Sebagai pecinta salah satu boyband Korea tentu saja aku paham banget dan WOW bener kok begini.

Bersama Hani dan Lee Kyungseok kita akan diajak menelusuri setiap detail kecil dari penemuan yang selama ini dilewatkan oleh Kepolisian Korea. Hani sangat cakap dan profesional sampai di tengah perjalanan dia harus bertemu dengan petunjuk yang membingungkan. Apakah memang ada hubungannya dengan Pembunuh Saputangan? Ternyata fakta yang didapatkan lebih mengerikan dari semua itu. Tentang hilangnya Felis, siapa Jinmuk dan bagaimana latar belakangnya? Apakah benar kepolisian memang salah tangkap? Pembaca akan dibuat senang dengan penyelesaian yang dihadirkan termasuk alasan Hani tidak berhasil melakukan penangkapan di awal cerita. Bukan hanya berisi ketegangan namun kita juga akan dibawa pada suasana romance tipis-tipis yang menggemaskan wkwkwkwk SUKA!

Point Menarik:
• Aku rasa penulis benar-benar melakukan riset mendalam mulai dari kehidupan sebuah fandom penggemar idol, penyidikan yang dilakukan di Korea, sistem senioritas dan juga bagaimana sebuah penanganan kasus yang terjadi.
• Wonju menjadi lokasi penting tempat hilangnya korban dari Indonesia sekaligus membawa petunjuk penting yang selama ini dilewatkan oleh Kepolisian Korea.
• Alur yang runtut dari sebab akibat, konflik dan penyelesaian yang kompleks namun tetap mudah dipahami.
• Latar yang diambil juga unik menggabungkan Kepolisian Indonesia dan Korea apalagi keduanya mampu bekerjasama.
• Ada sentuhan humor, ada sentuhan ketegangan emosional, profesionalitas, realita kehidupan dan juga romance tipis-tipis yang menggemaskan.
• Penulis mampu menyelesaikan setiap konflik dan hubungan dari setiap kasus yang ada di dalam bukunya.
• Pemilihan bahasa yang mudah dipahami namun tetap memberikan pehamanan kompleks mengenai penjelasan yang diberikan.
• Sentuhan kasus kriminal yang seru dengan plot mengejutkan bagaimana golongan atas bisa bertindak sesuka hati dan menjalani kehidupan normal seperti biasanya padahal menyimpan rahasia benar.
• Penulis mampu menjelaskan latar belakang tersangka utama secara runtut dan jelas, mulai dari sejarah, silsilah keluarga dan juga beberapa hal yang luput dari perekaman jejak.
Pelajaran yang Diberikan:
Jangan pernah meremehkan kegagalan seseorang tanpa tahu alasan sebenarnya apalagi hanya sebatas asumsi. Kita tak benar-benar tahu dan mengenal seseorang jadi berhentilah membuang waktu untuk mengulik masa lalu atau kegagalan lain yang dilakukannya. Jangan pernah menganggap sepele orang baru, siapa tahu kita tak sepintar dan seteliti orang tersebut dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. Di atas langit masih ada langit jadi jangan pernah merasa si paling paling dibandingkan orang lain apalagi sampai menutup diri dari bantuan pemikiran orang lain. Jangan putus asa beberapa hal memang harus gagal dulu agar bisa mendapatkan gemblengan lebih maksimal. Bisa jadi kegagalan itulah yang membawa kita pada sebuah pencapaian yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Benar kan??? Tetap semangat dalam menggapai mimpi maupun pekerjaanmu meskipun sulit.

Untuk Siapa Buku Ini Wajib Dibaca?
Buku ini wajib dibaca bagi pecinta misteri dan penyelesaian kasus oleh detektif dengan konsep unik dan nuasan yang berbeda tentunya. Buku ini bisa dibaca untuk siapa saja yang mengalami kegagalan agar mendapatkan motivasi untuk bangkit kembali mengejar impian. Buku Hilang di Wonju bisa dijadikan bahan pembelajaran dan pemantik diskusi mengenai rangkaian alur, konflik dan juga rincian penemuan yang dikaitkan pada kasus khusus lengkap dengan penyelesaian yang diberikan. Banyak membaca penyelesaian kasus bisa membuat kita lebih cepat berpikir dan seimbang dengan tindakan, kritis dan mampu menyelesaikan sesuatu tepat dan cepat sesuai porsi yang dibutuhkan.
Profile Image for aynsrtn.
505 reviews16 followers
October 18, 2025
Dibandingkan karya penulis sebelumnya yang sudah kubaca yaitu Rencana Besar, Hilang di Wonju ini lebih ke versi medium lite-nya. Tidak se-darderdor dan bombastis sebelumnya, tetapi cukup seru dan menarik. Terlebih latar Korea Selatan yang diambil bukan kota-kota terkenal seperti Seoul, Incheon, atau Busan, tapi di Wonju.

Pada misi sebelumnya, Hani gagal menangkap seorang gembong narkoba. Karena itu ia dipinta untuk ke Korea Selatan membantu mengusut dan mencari seorang anak remaja yang hilang ketika menonton konser Kpop. Katanya kalau dikirim ke urusan dua negara, biasanya polisi yang tidak berguna dan inkompeten. Wah, berarti polisi di negara berbunga kebanyakan dibawa ke sana dong, eh. Di Korea, Hani bertemu dengan Lee Kyungseok, polisi yang selalu dianggap anak bawang oleh para seniornya. Mereka berdua berduet memecahkan kasus Hilang di Wonju.

Buku ini selain menguak misteri hilangnya seorang gadis, juga menelisik sikap senioritas di institusi kepolisian. Jujur marah banget saat adegan polisi dari sana mau gampar Hani karena Hani dianggap ikut campur, padahal yang dilakukan Hani itu benar. Bisa-bisanya sedang mengusut kebenaran malah disuruh berhenti karena ada titipan dari “orang besar”. Sick!

Untuk ketegangan cerita, lumayanlah. Tapi tetep lebih darderdor yang Rencana Besar (I’m the big fans of it. Nggak bisa move on). Plot twist pun agak sempat menduga ke sana, tapi ah kayaknya nggak soalnya kejauhan nggak sih? Eh … ternyata bener juga ke sana, haha.

Interaksi duo polisi Hani-Kyungseok pun suka banget sama chemistry-nya. Duh, tapi ingat ini novel thriller-mystery ya, jadi secukupnya dan tipis-tipis saja, haha.
"Dunia ini dipenuhi orang-orang yang senang melihatmu gagal dan ingin memukulmu jatuh Sebagian mereka akan benar-benar melakukannya kepadamu. Tapi, tahukah apa yang tak akan bisa mereka lakukan?"
"Apa?"
"Mereka tidak bisa menghalangimu bangkit lagi." (p.99)

"Apa pun itu, saat ini kita tak punya pilihan selain berjuang untuk bertahan hidup. Aku tak akan memberimu nasihat lagi karena keberanian tidak bisa diberikan, tapi harus ditemukan." (p.169)

Rekomendasi untuk kami penyuka genre mystery-thriller, apalagi penggemar tulisan Bang Ade, udahlah gas baca. Page turner kurang dari dua ratus halaman~

⚘️ 3.75 bintang untuk, "I'm gonna miss you."
Profile Image for raafi.
930 reviews452 followers
October 25, 2025

“Bagaimana caranya supaya tak terlalu cemas?”
“Terus terang, aku berusaha tak terlalu memikirkan akibatnya.”
(hlm. 168)


Rasanya sudah lama sejak terakhir kali membaca fiksi detektif karya Bang Ade. Korea Selatan sebagai latar utama cerita menjadi pembeda dan penyegaran pada karya teranyarnya ini. Korea Selatan, khususnya Kota Wonju, merupakan tempat pengarang melakukan residensi. Di dalam cerita, pendeskripsian kotanya cukup kental dan informatif. Saya jadi googling seputar Kota Wonju. Terlihat hijau dan asri, sepertinya cocok untuk healing atau jadi tempat tinggal di masa tua.

Bagi saya, “Hilang di Wonju” ringan dan menghibur. Premis cerita menarik, dengan alibi pelaku yang terasa masuk akal dan tidak dipaksakan. Proses pengungkapan pelaku pun cukup mengejutkan—tidak mudah ditebak, tapi tetap logis saat akhirnya terkuak. Ada sedikit aksi di dalamnya. Pesan moral yang disisipkan juga terasa mengena.

Hanya saja, saya merasa ceritanya kurang dalam, terlebih untuk karya seorang pengarang fiksi detektif kawakan seperti Bang Ade. Penyelesaian kasusnya agak tumpang tindih dan terlalu cepat. Mungkin ketebalan buku sudah menjadi pertanda. Saya menerka-nerka buku ini akan lebih kaya jika sedikit lebih panjang, mengingat buku ini tebalnya kurang dari 200 halaman.

Selama membaca, saya juga dibuat bertanya-tanya soal permasalahan Hani, sang tokoh utama, yang muncul di awal yang saya nanti-nantikan jawabannya. Menjelang rampung memang terkuak, tapi justru bikin sedikit mengganjal dan bertanya-tanya, “Segini saja ya penjelasannya!?”

Saya butuh lebih. Saya mungkin harus kembali ke karya-karya Bang Ade yang terbit sebelum karya ini; ada beberapa yang belum saya baca termasuk Sisi Liar. Semoga bisa segera membacanya.

Terlepas dari itu, Hani adalah karakter utama yang kuat, berdeterminasi, dan mengesankan. Kalau akan dilanjutkan jadi seri fiksi detektif dengan Hani yang memecahkan kasus-kasus lain, saya tetap akan menantikan.

“Apa pun itu, saat ini kita tak punya pilihan selain berjuang untuk bertahan hidup. Aku tak akan memberimu nasihat lagi karena keberanian tidak bisa diberikan, tapi harus ditemukan.” (hlm. 169)
Profile Image for Lelita P..
632 reviews58 followers
October 16, 2025
Seruuu :)))
Cepet banget bacanya :)))

Cerita misteri yang ringan, menyenangkan, alurnya satset (banget!!!) dengan bab-bab pendek dan kalimat-kalimat efektif--bener-bener nggak membuang halaman sedikit pun untuk sesuatu yang nggak terlalu berpengaruh ke alur utama. Pengemasan kasusnya rapi, kelihatan bangetlah jam terbang penulisnya berkutat di genre ini--meskipun kasusnya bukan yang terlalu rumit (bahkan cenderung sangat simpel), tapi tetap dibangun dengan neat dari segala sisi. Sebab akibatnya juga makes sense. Kasusnya nggak diakhiri dengan plot twist yang mindblowing, tapi saya nggak keberatan sama kebenaran di balik misterinya, dan suka-suka aja sih sama ending definitifnya (last page) karena semua kembali ke tempatnya (full circle).

Berhubung saya lumayan menggemari drama detektif Korea, jadi cukup familier dengan serba-serbi kepolisian Korea di novel ini dan cara kerjanya. Latar Korea di novel ini detail banget, mengingat novel ini memang hasil residensi di sana ya. Mungkin 1 aja yang mengganjal: nama kakak adik Han Chang-won dan Han Jin-muk. Kalau lihat di drakor dan literatur Korea sih, nama siblings di Korea umumnya mengandung 1 suku kata/huruf yang sama dari 2 suku kata/huruf namanya (mis: Dong-kyung dan Sun-kyung, Sang-tae dan Gang-tae, In-joo dan In-hye, dsb). Tapi bisa jadi ada juga siblings yang nggak mengikuti pakem tersebut.

Secara umum sih novel ini cocok banget bagi mereka yang baru mau mulai terjun ke genre mystery karena kasusnya terbilang ringan, sederhana, dan nggak gory. Apalagi bukunya tipis dan sangat fast-paced--tipikal buku yang sangat cepat selesai dibaca, cocok juga buat memulihkan diri bagi yang lagi reading slump. Menurut saya porsi cerita segini udah pas, cuma kalo misalnya backstory kedua detektifnya lebih digali lagi mungkin akan sedikit menambah bumbu dalam cerita yang sudah solid. Di novel ini cuma disinggung sekilas-sekilas saja soal latar belakang Hani dan Kyungseok. Yaaa barangkali biar tetap fokus ke cerita utama tanpa terdistraksi hal lain (it works).
Profile Image for Kern Amalia.
355 reviews1 follower
October 29, 2025

3.75/5 ⭐ Fast, and thrilling.

Kalau kalian suka kasus pembunuhan berantai Hwaseong kayak aku, kalian bakal suka banget sama buku ini. Soalnya di Hilang di Wonju ada sosok pembunuh legendaris yang disebut pembunuh saputangan, karakter yang langsung bikin gue merinding karena mirip banget sama pelaku di kasus Hwaseong yang juga suka mengikat korban dengan pakaian dalam mereka sendiri.

Seperti biasa, Bang Ade jago banget nulis adegan aksi. Ceritanya fast-paced, padat, dan nggak pernah bertele-tele. Bener-bener sat set sat set dari awal sampai akhir. Kayaknya kalau niat banget, buku ini bisa tamat dalam sekali duduk.

Tapi justru karena alurnya segitu cepatnya, gue sedikit ngerasa kehilangan ruang buat napas. Detail kecil yang biasanya bikin cerita detektif terasa “dalam” di sini agak tipis. Bukan berarti jelek, cuma rasanya kayak kurang dalam jadinya. Twist-nya sendiri masih bisa ditebak, tapi proses menuju ke sana tetap bikin tegang dan seru.

Untuk setting-nya, bagian Korea menurutku lumayan terasa, meskipun di awal masih agak kaku. Tapi makin ke belakang, suasana Korea nya mulai hidup di kepala gue, dari dinamika penyidik lokal sampai cara mereka berinteraksi dengan Hani.

Yang paling bikin gue tertarik adalah kemiripan kasus “pembunuh saputangan” dengan kasus Hwaseong yang legendaris di Korea Selatan. Gue sempat mikir jangan-jangan memang terinspirasi dari situ, apalagi Bang Ade nulis buku ini setelah ikut program residensi penulis di Wonju. Jadi nggak heran kalau atmosfernya terasa sangat nyata dan menegangkan.

Secara keseluruhan, Hilang di Wonju adalah crime thriller cepat dan intens dengan tema lintas budaya yang jarang banget diangkat penulis Indonesia. Mungkin bukan bacaan yang dalam secara psikologis, tapi jelas menegangkan, seru.
Profile Image for kitty.
251 reviews3 followers
October 30, 2025
Oke, bestie. Sebelum kita mulai, gue mau bilang: jujur aja, gue angkat topi sama Tsugaeda. Tapi... ada tapinya, lur. Buku Hilang di Wonju ini beneran bikin nagih, tapi di saat yang sama bikin gue pengen ngelempar buku saking kesel-nya sama karakter utamanya. Pokoknya, ini bukan buku buat yang suka bacaan menye-menye yang semua konfliknya selesai dengan happy ending dan vibes positif. No, no, no.

Penulisnya kayak ngajak duel, beneran. Kadang gue harus scroll Google buat ngecek, "Ini kata apaan lagi, anjir?" Tapi justru level penggunaan bahasa yang nendang itu yang bikin tulisan ini keren dan nggak pasaran. Rasanya kayak lagi dengerin podcast yang informatif tapi disampaikan dengan zero filter yang jujur banget.

Kritik gue yang paling frontal. Pacing-nya itu lho, nggak konsisten banget! Di bagian awal dan menjelang ending memang ngebut dan bikin jantung jedag-jedug. Tapi di tengah-tengah? Ya ampun, rasanya kayak muter-muter di situ aja. Tahu nggak sih, kayak naik rollercoaster terus tiba-tiba macet di tanjakan? Beberapa keputusan karakternya juga nggak masuk akal banget secara logika, bikin gue gemes pengen teriak, "Woi! Otak dipake dong!" Tapi mungkin di situlah letak personal touch-nya, manusia memang nggak selalu logis kan. Jadi ya, gue maafin dikit.

Hilang di Wonju ini worth it banget buat lo yang nyari thriller yang nampol, vocabulary-nya nggak kaleng-kaleng, dan suka deep dive ke psikologi karakter. Kalau lo nggak masalah sama pacing yang kadang bikin emosi dan open ending yang menggantung, sikat deh! Ini buku yang bakal lo omongin ke semua bestie lo.
Profile Image for Shinta_read.
303 reviews13 followers
October 1, 2025
Polisi wanita bernama Iptu Hani ditugaskan pergi ke Korea Selatan untuk mencari seorang WNI yang dilaporkan hilang. Di sana Hani dibantu detektif Korea muda bernama Kyungseok. Sebenarnya Kyungseok bisa dibilang anak bawang, junior yang masih diremehkan oleh rekan-rekan detektifnya, namun keberadaannya untuk membantu Hani justru sebuah keberuntungan.

WNI yang hilang tersebut spesial karena merupakan putri seorang konglomerat di Indonesia. Penyelidikan Hani dan Kyungseok tampak menuju jalan buntu namun tanpa mereka sadari sesungguhnya semakin dekat kepada sebuah jawaban besar.

Kisahnya ditulis dengan cukup meyakinkan, penyelesaiannya lumayan memuaskan, meski dengan kondisi saat ini, enggak yakin polisi Indonesia ada yang sekompeten Hani 😁. Yah, semoga dugaanku keliru. Bagaimana pun juga, tetap saja senang kalau ada tokoh polisi Indonesia keren di dalam novel.

Ke depannya semoga Tsugaeda bisa menulis kisah yang lebih kompleks dengan aksi yang semakin mendebarkan.
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 7 books31 followers
January 6, 2026
"Dunia ini dipenuhi orang-orang yang senang melihatmu gagal dan ingin memukulmu jatuh. Sebagian mereka akan benar-benar melakukannya kepadamu. Tapi tahukah kamu apa yang tak bisa mereka lakukan? Mereka tidak bisa menghalangimu bangkit lagi."

woman written by man yg aku suka banget! sosok Hani digambarkan cerdas, bertanggung jawab, punya analisis yang tajam, pemberani, dan jago bela diri.

sepanjang baca sangat menikmati sekali, sampai rela dibawa plot ke mana aja. 🤣 gak berusaha nebak twist, jadi pas ketauan momen OOOH-nya dapet bgt.

paling suka bagian actionnya. kayak kegambar aja gitu visualnya gimana. tanpa onomatope sama sekali, kegentingannya tetap terasa.

my very first book of Tsugaeda i read. abis ini siap baca buku yg lain.

- AF
Profile Image for dip..
24 reviews
November 15, 2025
Baca buku aksi misteri ini seru banget! Aku bacanya sambil bayangin, dibuat netflix series keknya keren deh. Penyelidikannya diceritakan dengan jelas. Plot twistnya dapet banget, jujur rada kaget tapi menarik. Kurang suka sama endingnya karena berharap ada kelanjutan si Felis ini pulang begitu saja atau gimana. Semacam, butuh epilog nih jujuurrrr.

Aku gak banyak koleksi buku se-vibes ini, jadi setelah baca jadi nagih buat baca novel yang sefrekuensi sama novel ini.

Mbak Hani, lo keren, mba! Rispek mbakkuuuhh!
Profile Image for Elisa.
325 reviews10 followers
November 29, 2025
Penggambaran suasana di Korea Selatan menurutku sudah cukup baik. Alur cepat. Elemen elemen yang mengisi cerita aku suka. Ada ttg idol grup, juga misteri tentang serial killer yang mewarnai cerita pencarian Felis. Tetapi karena bukunya tipis jadi ceritanya juga terkesan cepet banget selesai.
Reaksiku pas sampe di plot twistnya "hah, masa iya",sedikit tidak percaya.

Ini adalah pertama kali baca karyanya penulis. Setelah ini aku akan mencoba baca karya penulis yang lainnya.
Profile Image for sesamesyrup.
58 reviews1 follower
November 26, 2025
⭐4,3/5

Wow, sebuah novel misteri yang cukup ringan dan sangat page-turner! Halamannya cuma 186 jadi bisa dibaca sekali duduk, ditambah ceritanya yang tergolong fast-paced dan tiap halamannya bikin penasaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Sangat direkomendasikan buat yang lagi nyari buku misteri-crime yang halamannya sedikit tapi seru!
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.