Jump to ratings and reviews
Rate this book

Periculo

Rate this book
Sepanjang hidupnya, Ofelia Dinata hanya menginginkan satu hal; hidup tenang tanpa harus berurusan dengan Marina Oktavia sang ibu . Sejak kecil Ofelia melatih dirinya bukan hanya untuk menjadi balerina terbaik di mata Marina, tapi juga menjadi putri yang sempurna dan bisa dibanggakan.

Kesempurnaan hidup Ofelia porak-poranda tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-22, ketika sebuah video terkirim dari nomor asing yang menampakkan sosok Alia Sugandi, beberapa saat sebelum Alia melakukan bunuh diri akibat dirundung Ofelia bersama kekasih serta kedua sahabatnya.

Demi menyelamatkan nama baiknya, Ofelia bersedia melakukan segala cara termasuk menjatuhkan sahabatnya, kekasihnya, hingga menjalin kesepakatan rahasia bersama Aksakekasih Alia. Tanpa Ofelia sadari, Aksa memegang lebih banyak lagi rahasia masa lalu yang akan mengubah seluruh hidup Ofelia.

368 pages, Paperback

Published August 18, 2025

2 people are currently reading
17 people want to read

About the author

Wiwi Suyanti

10 books56 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (36%)
4 stars
16 (64%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book276 followers
February 18, 2026
Ofelia, Nico, Axel dan Audrey menerima sebuah video dari seseorang yang bernama Alia. Video itu dibuat oleh Alia sebelum dia bunuh diri karena telah di-bully oleh keempat orang tadi. Ofelia yang paling tenang diantara keempatnya menemukan bahwa video itu dikirim oleh seseorang bernama Aksa, yang juga adalah pacar Alia.

Ofelia pun menyusun rencana mendekati Aksa, agar dia menghapus video itu. Bagaimanapun Ofelia harus mempertimbangkan reputasi ayahnya, Idris Dinata yang akan maju sebagai calon gubernur. Dia juga tidak mau membuat ibunya, Marina, menjadi marah. Kemarahan ibunya adalah hal terakhir yang diinginkan Ofelia untuk ketenangan hidupnya. Akan tetapi Aksa mempunyai syarat. Ofelia harus menjatuhkan ketiga temannya, sebagai ganti video dan rekaman lainnya yang dibuat oleh Alia.

Penggambaran karakter dari masing-masing tokoh di dalam novel ini merupakan salah satu nilai plus. Tidak ada satupun tokoh di dalam novel ini yang benar-benar baik. Misalnya Ofelia, sebagai tokoh utama. Di awal saya bisa merasakan sosok Ofelia si anak kaya yang sombong dan angkuh yang merasa bisa melakukan apapun. Namun di sisi lain dia hidup dalam ketakutan akan ibunya, juga sedikit rasa sayang dan kebaikan untuk orang-orang di dekatnya. Tapi, kalau ada yang konsisten jahat dari awal sampai akhir, dia adalah Marina, ibunya Ofelia yang sangat terobsesi pada anaknya untuk dijadikan boneka dirinya.

Banyak plot twist bertaburan... dan novel ini akan membuatmu bertahan sampai halaman terakhir. Ada trigger warning yang diberikan untuk novel ini, karena memang banyak aksi yang kejam dan dewasa di dalam novel ini.
Profile Image for aynsrtn.
574 reviews22 followers
November 17, 2025
Periculo dalam bahasa Latin artinya bahaya. Seperti halnya di buku ini, para tokohnya dalam bahaya sekaligus membahayakan orang lain.

“Nggak usah takut sama hantu. Manusia lebih mengerikan.” (p.34)

Betul. Terutama Lord Hand Body Lotion. Banyak mengelus dada sama tokoh ini. Iblis aja ngeri lihat betapa jahatnya ibu satu ini.

Atas perundungan yang dilakukan Ofelia, Audrey, Nico, dan Axel kepada Alia, membuat Alia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, sebelum itu, ia meninggalkan sebuah video. Alia menyebutkan empat nama itu sebagai dalang dari keputusannya. Video itu pun akan disebarkan oleh Aksa—pacar Alia. Ofelia tak ingin kehidupannya yang sudah bagaikan di neraka karena ibunya, harus ditambah dengan hancurnya karir serta mimpinya yang disebabkan video itu. Ofelia pun berencana “menjatuhkan” teman-temannya satu per satu untuk mencari aman dan keselamatan dirinya sendiri.

Karakterisasi.

Hats off untuk penulisnya yang sudah menyajikan penokohan yang begitu detail, lengkap dengan segala justifikasi dan latar belakangnya, bahkan untuk tokoh pendukung. Aku bisa dibuat kesal, geram, dan marah dengan tokoh A di act 1, tetapi bisa menjadi sedih dan prihatin di act 3. Tetapi khusus kepada Lord Hand Body Lotion, aku tetap konsisten murka dari awal sampai akhir.

Ofelia. Gadis dingin, anggun, dan “jahat”. Tetapi, menyimpan sejuta luka dan trauma. Dia adalah tokoh yang dibenci sekaligus yang paling disayangi. Sikap dan pemikirannya tuh subtil. Dia memperlihatkan secara showing bukan telling. Dan ada beberapa pemikirannya yang aku suka—meskipun banyaknya bikin kesal.

“Jadilah bunglon yang cerdas. Yang bisa berubah-ubah sesuai kemauan orang. Kelihatannya aja kita pengikut, padahal sebenarnya mereka yang tertipu.” (p.62)

“Manusia-manusia yang selalu playing victim dengan menuduh hidup ini nggak adil, selalu merasa kecil dan rendah, menganggap semua orang bersimpati. Mengeluh dan terus mengeluh. Haus perhatian. Mengemis simpati orang. Apa lo nggak capek? Kalau hidup ini memperlakukan lo dengan buruk, maka salahkan saja orang lain. Gitu? Rendah banget prinsip hidup lo.” (p.133)

“Dengar baik-baik, Alia Sugandi. Kalau emang lo sebenci itu sama gue, maka lo harus tetap hidup, untuk melawan gue.”(p.134)

Marina. Lord Hand Body Lotion. Memang benar bahwa orang tua itu tak selamanya mulia. Bisa juga hanya menganggap anaknya boneka. Orang tua seperti ini yang tidak pantas menjadi orang tua. Dia yang hamil, dia yang ngelahirin, dia yang nyalahin anaknya karena karirnya sebagai balerina rusak karena hadirnya Ofelia. GWS. Yang pantas menjadi orang tua adalah Bu Rahayu. Dia begitu sayang kepada Ofelia yang bahkan mamanya sendiri tidak seperti itu. Sayang banget hidupnya tak lama. Kenapa orang baik matinya cepat sementara orang jahatnya matinya lama? #saveburahayu :(

“Semua impian Mama hancur karena Mama hamil kamu. Maka, tanggung jawab kamu untuk menggantikan semua impian yang hilang itu. Jangan coba-coba lari, atau kamu bakal menyesal. Mama akan selalu menemukan kamu ke mana pun kamu kabur, dan Mama akan membuat semua orang yang kamu pikir lebih baik dari Mama itu—menderita dengan amat sangat, hingga kamu akan menyesal dan memohon agar Mama mengampuni kamu. Ingat itu baik-baik, O—”

“Akan, aku, ingat. Bahwa Mama adalah orang pertama yang bakal aku seret ke neraka bersama aku.” (p.242)

Lihat betapa gilanya dia. Dan kalimat Mama adalah orang pertama yang bakal aku seret ke neraka bersama aku is hit me truly madly deeply setelah menyelesaikan buku ini.

Chemistry Ofelia-Aksa.

Tag buku ini adalah romance-thriller, tetapi bumbu romance-nya—lebih ke dark romance, bikin aku pembaca sejenak melupakan kalau ini adalah buku thriller juga. Ofelia dan Aksa kalau bertemu di trope young-adult/metropop apa nggak makin tumpah-tumpah, ya, ikatan kimianya :”)

“Lo lihat itu?”
“Sebuah kayu yang sudah tertancap paku, meski paku itu dicabut, tetap saja akan berbekas.”
“Bukan. Itu meja yang mau gue kerjain sekarang. Minggir.”
(p.52)

“Bagus, jadi setiap kali kamu memikirkan atau bersama perempuan lain, kamu hanya teringat harum aku.”
“Sejak kapan kita jadi aku-kamu?”
“Sejak kapan pula, kamu berani mengendus aku?”
(p.203)

“Aku bisa jadi anjing kamu. Biar kamu nggak sedih lagi.” (p.275)

Now playing in another life I will be your girl~ repeat track 24 hours in loop.

Hal yang menjadi “catatan”.

1. Kurangnya eksplor tentang Balerina
Sampul buku ini sudah memperlihatkan tentang sepatu balet, jadi aku sebagai pembaca mengharapkan ada unsur pendalaman balet di buku ini. Teknik dan nuansa baletnya pun nggak dapet. Lebih banyak ke ambisi dan intriknya.

2. Bagaimana awalnya Ofelia dkk bisa berteman
Nah, ini apa aku kelewat atau bagaimana. Tak kira mereka satu kampus, tapi yang kuliah hanya Audrey saja. Axel kayaknya kuliah tapi aku lupa juga. Ini mereka awalnya bisa jadi circle bagaimana. Dan bagaimana menjadi “dekat”. Karena sepenangkapanku Ofelia ini nggak kuliah.

3. Kematian [redacted] yang udah gitu aja
Seperti matinya Voldemort, matinya Snow, matinya “penjahat” yang sebenarnya di sini pun anti klimaks. Sangat mudah. Bahkan gitu aja. Penulisnya lebih banyak “menyiksa” sang anti hero daripada villain-nya. Minimal dibuat menderita dulu. Malah hukuman buat Nico lebih “asyik” padahal jahatnya si villain lebih lebih.

Rekomendasi.

Well, panjang juga, ya, haha. Tapi ini karena bukunya berbekas kepadaku. Jarang banget novel lokal yang piawai menulis dark romance-thriller seperti ini. Peluk untuk semua yang seharusnya bahagia, tetapi malah menderita di buku ini. Cocok buat kamu yang suka thriller-romance yang menyesakkan hati.

Kutipan Favorit(s).

“Kita bisa menyesal besok. Jangan khawatir. Kita masih punya banyak waktu untuk menyesal. Tapi, bukan hari ini.” (p.220)

“Kalau kamu sudah lelah menjadi tangguh … kamu boleh meninggalkan segalanya dan beristirahat sejenak. Sesekali lakukan apa yang benar-benar kamu mau dan bahagiakan diri kamu sendiri, karena kamu tidak akan hidup dua kali. Dan kamu tidak hidup untuk ibu kamu.” (p.226)


⚘️ 4 bintang untuk scarf merah.
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books155 followers
January 19, 2026
Setelah beberapa hari dan masih dihantui, akhirnya reviu ini aku tulis.

Periculo adalah buku pertama penulis yang kubaca, meski aku tahu namanya sudah malang-melintang dan banyak teman-temanku yang memasukkan karya-karya penulis ke daftar "otomatis beli". Sampai sekitar 50% cerita, aku pun ingin demikian, tapi setelah baca act 3 buku ini... aku menangis. Aku nggak sanggup kalau harus disiksa semacam ini. Hatiku rapuh dan nggak tahan diacak-acak begini.

Aku benar-benar suka cerita dan karakternya. Sungguh konsisten, plotnya juga oke, dan secara substansi sama sekali nggak ada yang bisa aku protes. Sayangnya, aku nggak bisa berkata demikian untuk teknisnya. Sungguh gatal aku ingin komen: sini, aku editin gratis daripada teknisnya tabrak lari. Typo-nya cukup banyak dan ini ganggu banget karena lagi khusyuk baca, tiba-tiba tersendat. Bayangin aja, kalau di jalan tol ada polisi tidur. Nah, itu yang kurasakan, lalu dengan sangat menyesal aku pun mengurangi bintang.

Balik ke isi bukunya, aku kagum karena penulis bisa menciptakan karakter-karakter secara konsisten. Segar banget baca tokoh utama yang anti-hero. Chemistry antara Fei-Aksa juga bikin aku gelundungan, sampai akhirnya meraung-raung di akhir ... karena aku sayang mereka, hiks. Aku juga suka interpretasi penulis buat nama Ofelia (yang mana lebih oke menurutku daripada penyanyi yang baru-baru ini rilis lagu dengan judul serupa, tapi kebalik sama Rapunzel penggambarannya).

Buku ini nggak akan jadi karya terakhir penulis buat kubaca. Meski aku seperti disiksa bacanya, suatu hari aku akan beli lagi karya lainnya (tapi cari spoiler dulu biar nggak dibantai kayak yang ini wkwkwk).
Profile Image for ileftmybookshere.
242 reviews84 followers
April 27, 2026
Thanks to Helen & Rue yang bikin aku baca Periculo akhirnya setelah sekian lama buku ini ngendap di TBR listku😌 and I’m not gonna lie, Periculo memang buku yang super worth to read apalagi kalo kalian suka romance-thriller! Jujur, aku masih speechless banget sama 𝗽𝗹𝗼𝘁 yang disuguhi kak Wiwi di sini karena kayak gak bisa ketebak banget deh arah ceritanya mau kemana, bener-bener terbuai sama ceritanya sampai akhirnya nyentuh bagian paling “deg” alias 𝗽𝗹𝗼𝘁 𝘁𝘄𝗶𝘀𝘁-nya yang gila bangettt🤯 aku tuh pas sampai di bagian plot twist-nya rasanya cuma mau menjerit karena gak percaya sama apa yang kubaca dan gak sampai di sana setelah satu plot twist muncul, muncul lagi plot twist lainnya yang bikin makin shock wkwkwk😭 bener-bener aku gak bisa nebak sama sekali jalan ceritanya, tiap konflik yang dimunculin tuh bikin aku penasaran terus dan gak bisa stop baca terus yang paling gong tu penyelesaian ceritanya wkwkwk kayak bittersweet gitu lho, aku speechless banget jujur pas nutup buku ini 🫠 gatau mau komen apa, terlalu cakep cerita ini buat dideskripsiin pake kata-kata jadi tolong banget kalian baca aja sendiri ges biar tau sensasinya wkwkwk😭

𝗔𝗹𝘂𝗿 yang digunain itu alur maju-mundur dan rapi banget perpindahan timeline-nya, gak buat aku pusing sama sekali malahan aku enjoy banget sama flow maju-mundurnya✨ duh asli kayak enak aja gitu lho ges pas dibaca terus pergantian antar scene-nya juga okei menurutku, gak ada yang jumpy jadi selama aku baca, aku bisa mahamin pergerakan alurnya👍🏻 Menurutku, Periculo ini termasuk fastpaced apalagi kalo kalian udah nemu bagian serunya, duh makin gak bisa stop baca! Candu since first page🤭 Asli dah Periculo ini super pageturner terus tension di tiap konfliknya juga kerasa jadi makin enak pas dibaca, gak bosen sama sekali!😎 love banget sama flow alurnya, udah lama rasanya gak nemuin buku yang bikin aku lupa lagi baca buku xixixi

𝗡𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya kak Wiwi duh best banget, aku tuh suka karena gaya bahasanya lugas terus simple juga jadi aku pas baca gak bingung sama sekali malahan langsung paham gitu apalagi ini ceritanya cukup kompleks ya jadi butuh narasi yang ringan buat nangkep semua hal yang terjadi dalam Periculo 😌☝🏻terus menurutku showing dan telling-nya termasuk imbang jadi gak buat bosen sama sekali pas baca, asyik gitu lho kayak kebayang aja tiap momen dalam cerita ini di benakku!💁🏻‍♀️ bahkan emosi tiap tokohnya pun tersampaikan, gatau deh rasanya tuh kayak exhausted tapi lega terus emosi tapi sedih juga selama baca ini wkwkwk😭 best reading experience sih menurutku!

𝗣𝗲𝗻𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻nya apik banget nget nget! Memang cerita berfokus ke Ofelia sebagai main star tapi kak Wiwi ngespotlight tokoh lain dengan baik. Latar belakang mereka dijelasin dengan baik tanpa menggeser spotlight utama dari Ofelia🤩 Aku jarang sih nemu penokohan kayak punya kak Wiwi ini ehehe terus juga uniknya tuh sebenernya kalo dipikir-pikir lagi, gak ada tokoh yang bener-bener bisa dibenci 100% kecuali Marina, mamanya Ofelia yang emang jahatnya konsisten dari awal sampai akhir karena tokoh-tokoh yang lain itu kalo ditelusuri lebih lagi latar belakang idupnya tuh rada kasian sebenernya kayak korban sakit hati gitu lho sebenernya terus yang aku sukanya juga kak Wiwi selipin plot twist di balik sifat dan sikapnya tokoh-tokohnya jadi kayak bakalan dibuat tercengang, “oh selama ini tuh dia kayak gini karena gini”🤭 Bener-bener penokohannya yang gong! Oiya belum bahas 𝗿𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲-nya! Romancenya tuh menarik ya antara si Ofelia dan Aksa, pacar si Alia. Jangan tanya gimana mereka bisa bermadu kasih, just read this book aja ges! Menarik karena ada benang merang or invisible string yang menyatukan mereka cuma memang sih progress hubungan mereka itu terlalu cepat aku rasa jadi romance-nya agak terburu-buru gitu cuma still good, aku tetep demen sama cerita mereka xixixi😚

And lastly, aku ambil 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 kalo nggak semua orang itu baik atau jahat sepenuhnya, kadang mereka jadi korban dan pelaku dari pilihan mereka sendiri terus juga yang paling penting tuh hati-hati sama perbuatan maupun perkataan kita karena yang kita anggap sepele bisa jadi masalah berat buat orang lain💁🏻‍♀️✨

Overall, it’s a great dark romance-thriller dan aku super highly recommended this book buat yang suka cerita thriller dengan bumbu romansa yang cakep pokoknya KALIAN HARUS BANGET BACA PERICULO ONCE IN YOUR LIFETIME! 👊🏻
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book38 followers
February 8, 2026
Periculo
oleh Wiwi Suyanti
4 dari 5 bintang

”Kelak, aku akan memberi sebuah pertunjukan megah, begitu megah hingga Mama, dan semua orang, tidak akan bisa melupakannya. Aku akan membalas semua kebaikan Mama.”

— Ofelia, hlm. 343.


Periculo menjadi salah satu rekomendasi novel yang kudapatkan dari 12 Book Challenge in 2026. Kesanku di awal saat membaca blurb dan bagian pembukanya adalah… kerasa teenlit banget. Aku sempat membaca kalau penulisnya ingin menghadirkan karakter-karakter yang semuanya punya sisi yang nggak baik. Jujur saja, di bagian-bagian awal semua itu kerasa banget. Mulai dari Ofelia yang angkuh, Audrey yang suka nyinyir, Nico yang licik, sampai Axel yang manja dan sombongnya minta ampun. Untungnya, Rachi meyakinkanku kalau akan ada character development yang baik untuk Ofelia.

Sepanjang ia hidup, Ofelia hanya punya satu tujuan hidup, hidup tenang tanpa harus berususan dengan mamanya. Marina Oktavia selalu menuntut kesempurnaan dari Ofelia, termasuk menjadikan anak semata wayangnya itu sebagai balerina terbaik. Tak dipedulikan bagaimana Ofelia yang sakit atau cidera, ataupun tak ingin menjadi balerina, Marina akan memaksa. Sebuah penebusan dendam masa lalu menjadi alasan utama Marina. Tentu saja hal ini membuat Ofelia terus mempertanyakan makna kehidupannya. Apakah mungkin ia bisa lepas dari cengkeraman mamanya?

Sampai kemudian, Ofelia dan ketiga sahabatnya mendapatkan video Alia Sugandi sebelum melakukan bunuh diri. Video tersebut terkirim dari nomor asing dan pastinya mengancam keberadaan dan nama baik Ofelia dan teman-temannya. Tak mau hidupnya berantakan, apalagi dengan sikap mamanya, Ofelia pun rela melakukan apa saja untuk bisa mengeyahkan video itu. Mulai dari menjalin kesepakatan rahasia dengan kekasih Alia, Aksa, hingga menjatuhkan sahabat dan kekasihnya. Tapi ternyata, banyak rahasia masa lalu yang terungkap dalam prsesnya dan mengubah hidup Ofelia sepenuhnya.

Honestly, banyak sekali hal-hal tak terduga yang muncul dalam buku ini. Mungkin banyak kelindan yang terlalu tiba-tiba dimunculkan, tapi tetap saja hal itu membuatku cukup terkejut. Wow. Kak Wiwi berhasil membuatku kagum dengan plot yang ia sodorkan.

Mungkin di awal kita akan dibuat sebal setengah mati dengan sikap Ofelia yang kerasa banget angkuhnya. Tapi, aku juga sudah bisa menduga kalau ada kebaikan dalam diri Ofellia, mulai dari dirinya yang enggak terlibat terlalu dalam terkait banyak hal, termasuk soal perundungan Alia. Meski begitu, Ofelia tetap punya sisi yang begitu licik. Sepertinya, anugerah kepintaran itulah yang dimanfaatkan Ofelia sebaik-baiknya. Gimanapun, she is her mother’s daughter after all.

Penyelesaian dari seluruh konfliknya menurutku memang epic. Seperti kata Fei sendiri, ia ingin menyajikan grand finale untuk mamanya, dan dia memang berhasil. Cerdas tapi tragis. Meski perjalanan menuju final ini menurutku agak tiba-tiba. Maksudku, proses jatuh cinta antara Fei dan Aksa terasa terlalu cepat. Yaaa, meski mereka ternyata punya sejarah di masa lalu dan memiliki luka yang sama. Entah kenapa, sewaktu aku membaca, aku teringat dengan Harapan dari Tempat Paling Jauh. Aku merasa keputusan Fei mirip dengan apa yang diambil Oliver. Sigh.

Kalau kamu sedang mencari kisah thriller nan misteri, kamu bisa coba membaca buku ini. Pastikan kamu kuat membaca banyak sekali sisi gelap dan gila dari manusia dalam perjalanan kisahnya.
Profile Image for Day Nella.
294 reviews6 followers
January 3, 2026
Dua kata untuk Periculo, gila dan bahaya.
Nggak ekspektasi kalau akan se-page turn dan plot twist banget. Buku yang bikin pembaca kayak aku emosi dan ikutan nyumpahin ibu kandung yang rasanya kayak ibu tiri. Ditambah temen dan kekasih yang penuh kepalsuan.

"𝙋𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙝𝙖𝙗𝙖𝙩 𝙜𝙪𝙚. 𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖, 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙞𝙣𝙩𝙖𝙧 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞." 𝙃𝙖𝙡 96

Kehidupan Nico, Audrey, Axel, dan Ofelia menjadi makin mencekam ketika mendapatkan video kiriman dari Alia, perempuan yang mereka rundung dan berakhir bunuh diri. Alia bersumpah hidup mereka akan sama hancurnya seperti dirinya.
Alia sudah mati, lalu siapa yang menyebarkan video-video itu pada mereka berempat?
Kenyataannya ada sosok lain yang membantu Alia, dan mengetahui masa kelam empat sahabat tersebut. Membuat Ofelia berpikir keras. Kalau Alia ingin menghancurkan mereka, maka dia harus membuat sahabat-sahabatnya hancur lebih dulu.

Di sisi lain, kehidupan Ofelia mungkin seperti putri. Seorang balerina terkenal dari keluarga terpandang. Apa pun yang diinginkan akan terpenuhi asal menjadi boneka penurut yang diinginkan ibunya. Tidak ada penolakan, melainkan keharusan dan tanggung jawab tanpa rasa sayang. Beneran dibuat gondok sama wanita satu ini dari awal sampai akhir.

Karakterisasi para tokoh di sini jempol pisan. Konsisten dari awal dan speechless di akhir. Konfliknya bertumpuk kek kue lapis nggak ada habisnya. Toksiknya mereka itu bikin pengen pites. Yang baik jadi jahat udah bertebaran di mana-mana. Hanya dua sosok itu yang aku ingin peluk. Bu Rahayu dan Aksa.

Walaupun aktivitas balerina sedikit, tidak seperti yang ada di cover. tapi ada beberapa hal yang aku rasa cukup. Karena sejak awal mungkin penulis memang menonjolkan ambisi, egois, trauma, kepuasan dan semua emosi yang dimiliki mereka yang berkuasa, old money. Aku rasa semua pas. Pesan lainnya, pola asuh anak, keinginan yang disesuaikan dengan kantong, nggak semua teman baik itu baik, dan nggak semua teman jahat itu jahat.

Dark Romance-nya mantul. Sisipan time line kejadian masa kini dan awal mereka ketemu dengan Alia hingga terjadinya kematian itu detail banget. Ikutan emosi dari awal hingga akhir. Penulis cuma kasih napas bentar banget buatku hahaha.
Gaya ceritanya mengalir dan turun naik kayak rollercoaster. Plot twist-nya edan. Nggak kepikiran kalau bisa gituuu. Aku juga kejebak.

Untuk penyelesaian, sebenarnya aku nggak suka, tapi kalau nggak gitu rasanya jadi potek-potek. Juga ada yang kurang tentang persahabatan mereka. Cirlce awal mereka sampai bisa jadi sahabat yang cenderung agak timpang aja. Lalu akhirnya setuju dengan endingnya yang terasa lebih baik. Meski aku tetap pengen ganjaran harus lebih keras bukan yang lembut kek marshmallow.
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
November 5, 2025
Ah, finally novel yang sudah kutunggu sejak 2021 ini terbit!

Cerita Ce Wiwi memang nggak pernah mengecewakan, but this one is on another level! Ceritanya masih sama bagusnya dengan yang aku ingat pas pertama kali baca di WP. Mungkin satu saja yang aku sayangin, aku ngerasa pace Aksa-Fei di versi novel ini cepat banget. Dulu di WP pacenya lebih slowburn dan chemistrynya sangat dapat. Contoh, aku masih inget 2 memorable scene lama di WP: waktu Fei dihadang Marina abis latian balet, dan Aksa kayak nanyain "percakapan nggak berjalan dengan baik?", dan tuxedo Aksa :")) Tapi aku paham sih, mungkin supaya novelnya nggak ketebelan.

Tapi overall, aku masih sangat mencintai novel ini dan akan merekomen siapapun untuk baca. Definitely one of the best dark romance novels I've ever read. Aku suka banget dengan kerapian alur dan plot twist yang disimpan di belakang. And of course, I really liked the ending tho.

Thanks Ce Wiwi karena sudah melahirkan karya ini <3 ditunggu karya-karya lainnya!
Profile Image for Nike.
3 reviews
March 5, 2026
Memang kebetulan cara penulisan ci wiwi trs dari segi plot cerita selalu gong sih gak ketebak.

Bikin pembaca makin penasaran kayak pengen tau kelanjutannya dan terus ngebalik tiap halaman bukunya.

Ini buku pertamanya yang ku beli, totally worth it karena aku selesai baca dalam 2 hari. Setelah baca ini, bisa ku bilang kalau tiap karakter ada sisi abu-abu atau bahkan gelap.

Perasaan campur aduk sekitar 60 halaman terakhir. Sebenernya belum begitu dapet chemistry di antara Aksa & Ofelia yang kerasa agak rush, di pertengahan juga masih berharap happy ending buat keduanya tapi di sisi lain kyk "ya mungkin akhirnya memang harus begitu."

Menurutku buku ini ga se dark karya nya yang lain, lebih ke kasian sama tokoh-tokoh hasil imbas dari keserakahan & keegoisaan si ibu babi a.k.a Marina.
Profile Image for nan’s.
71 reviews
August 24, 2025
fresh banget ini barusan selesai baca langsung ke sini, edan, ga nyampe 1 x 24 jam habis bukunya dateng langsung selesai.

as always, tulisannya page turner banget 👏🏻
Profile Image for kik.
164 reviews1 follower
March 1, 2026
Wuanjay gak espek banget sama plot twistnya. Udah suudzon berbab2, taunya tbtb dikasih reasoning di belakang😭 cuma agak kurang sreg aja di bagian kisah cintanya fei dan aksa idk.
9 reviews
April 16, 2026
4/5

awal dan pertengahannya agak dragging, mulai masuk ending baru berasa tegangnya.
cara penuturannya menurutku lebih cocok jadi skenario drama/film.
would love to read another books from author.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews