Jump to ratings and reviews
Rate this book

Young Adult GPU

Two Lost Souls

Rate this book
Aku kalut karena tidak juga menemukan Edwin. Aku semakin kalut saat membayangkan beberapa bulan ke depan aku akan meninggalkan Melbourne... yang artinya aku harus benar-benar menutup kisahku dengan Edwin.
-Alenna

Saat mereka berpelukan, aku merasa ada bola baseball yang menghantam wajahku dengan keras. Setelah itu, aku ada di lapangan hoki yang ternyata lapisan esnya retak, lalu longsor. Aku tenggelam.
-Athian

Alenna datang ke Melbourne beberapa tahun lalu. Ia mengambil studi di sana dengan satu alasan kuat: menemukan Edwin. Sejak kedatangannya, tak pernah sekali pun ia melewatkan Melbourne Festival karena ia yakin ia akan menemukan Edwin di sana.

Athian masih menunggu Gemma, mantan pacarnya, yang lebih memilih pergi ke Prancis untuk mengejar impiannya. Di tengah patah hati yang mendera, Athian bertemu Alenna yang menurutnya mirip Gemma.

Alenna dan Athian tidak menyadari… hati mereka sama-sama tersesat.

208 pages, Paperback

First published January 15, 2015

4 people are currently reading
26 people want to read

About the author

Pia Devina

31 books47 followers
AUTHOR OF ONLINE NOVELS:
- Rose's Queen Anne (on going at Storial.co)
- Here and Where You Are (on going at Storial.co)
- (Un)Broken Wings (on going at Storial.co)

AUTHOR OF PUBLISHED NOVELS:
- Friends with Bittersweet-Love (2020)
- El Verano (2020)
- Placebo (2019)
- Little Secrets (E-Book) (2019)
- Camera's Eye (Memento Series) (2018)
- Afterword (2018)
- Pendulum (2018)
- Play with Fire (2018)
- Never Too Far (2018)
- Kohesi (2017)
- The Whole Nine Yards (2017)
- Pinocchio Husband (2017)
- Roma (2016)
- Dark Memories (2015)
- Kata dalam Kotak Kaca (2015)
- The Wedding Plan (2015)
- Two Lost Souls (2015)
- Weh (2014)
- Deep Down Inside (2014)
- Carrying Your Heart (2014)
- Love Lock (2014)
- Beautiful Sorrow (2014)

AUTHOR OF NOVELLA:
- Violet's Heart (E-Book) (2016)

CONTRIBUTOR OF ANTHOLOGIES AND NOVELS:
- My Beautiful World
- Heartsick (Novel)
- Senja yang Mendadak Bisu
- Januari: Titik Balik (Novel)
- Gadis 360 Hari yang Lalu
- Curhatku untuk Semesta
- Curhat LDR
- True Love Stories

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
8 (19%)
3 stars
17 (40%)
2 stars
11 (26%)
1 star
6 (14%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews853 followers
February 4, 2016
Satu setengah bintang, tapi ya udah deh daripada pusing saya buletin ke atas. Anaknya lagi baik soalnya.

Ada sesuatu yang salah dengan cara bercerita yang ada di buku ini karena semuanya terjadi begitu saja tanpa ada pendalaman materi (#hasek) mengenai konflik yang sedang terjadi di dalamnya. Padahal buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama lho. Multiple first POV lagi yang seharusnya bisa membuat perasaan pembacanya terkoyak-koyak karena bisa memahami satu konflik yang terjadi dari dua sudut pandang.

Two Lost Souls diceritakan dari dua macam sudut pandang: Alenna dan Athian yang memiliki konflik cintanya masing-masing. Alenna ingin mencari kekasihnya yang hilang dan entah berada di manaaaaa yang bernama Edwin. Keduanya mesti berpisah karena orang tua Edwin pindah kerja ke Melbourne, Australia. Awalnya, Edwin masih sering menghubungi Alenna, tapi Edwin lenyap begitu saja ditelan bumi. Sementara itu, Athian sedang patah hati karena mantan kekasihnya, Gemma, lebih memilih untuk mengejar cita-citanya ke Perancis daripada dirinya. Keduanya bertemu di sebuah konser musik, dan semenjak saat itu keduanya saling membantu untuk menemukan jalan ke rumah bagi masing-masing jiwa mereka yang tersesat.

Saya komentar dari segi teknik penulisan terlebih dulu kalau begitu.
Tidak ada yang sempurna di dunia ini karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan, dan kesalahan adalah milik Bunda Dorce adalah peribahasa yang saya junjung tinggi. Meskipun penerbit GPU adalah penerbit yang biasanya rapi, terkadang ada beberapa typo yang bisa saya jumpai.
Di halaman 37 ada kata semain yang harusnya semakin
Di halaman 47 ada kata kai yang harusnya kali
Di halaman 108 ditulis Beberapa hari sebelumnya. Jujur aja kepala saya nggak nyampe waktu baca bagian ini. Awalnya saya mikir ini adalah flashback, tetapi di bab berikutnya sepertinya bagian yang ada di halaman 108 itu kayaknya maju, jadi mungkin harusnya Beberapa hari kemudian. Hum, entahlah?
Di halaman 130 ada nama Valeria yang seharusnya Valerie.
Dan lain sebagainya yang mungkin mata sliwer saya ini tidak berhasil menemukannya.

Hal yang lumayan mengganggu saya adalah banyaknya dialog dalam bahasa Inggris dan juga beberapa kata yang God-have-mercy-on-me-ada-terjemahannya-dalam-bahasa-Indonesia tetapi ditulis dengan kata Inggris, seperti, misalnya, moment. Gimana saya nggak ketawa? Terus, meski karakternya orang Indonesia bahkan karakternya lebih nginggris daripada bule-nya sendiri. Bulenya bahkan lebih fasih berbahasa Indonesia daripada orang Indonesia asli karena mereka malah jarang ngomong pake Inggris hehe...

Dari segi cerita, jangan goda saya untuk memulai. JANGAN GODA SAYA!

Baiklah. Seperti yang saya bilang tadi, cerita di buku ini aneh dan penuh dengan kebetulan dan juga penuh dengan makbejujug. Bagian awal ditulis dengan baik, tetapi begitu saya melanjutkan membaca kok kerutan di dahi saya semakin banyak. Bukannya saya bertambah tua, tetapi karena saya menemukan banyak kejutan yang tidak menyenangkan dari buku ini.

Bagian flashback hingga ke konser itu cukup baik, tetapi beberapa bagian yang dilindungi oleh tag spoiler alert ini cukup mengganggu sanubari saya:

Intinya adalah semuanya serba mendadak dan terburu-buru di sini. Saya curiga kalau sang penulis ini sedang dikejar-kejar sesuatu saat nulis ini, membuat jalinan ceritanya patah-patah dan tidak mengalir dengan wajar.

Karakternya tidak berkesan seperti orang dewasa berumur dua puluh dua tahun. Saya aja yang kekanak-kanakan dan berumur dua puluh tahun (#bangga) tidak akan melakukan sejumlah tindakan kekanak-kanakan yang egois seperti yang mereka semua tunjukkan di sini. Alenna merupakan karakter wanita yang tidak wajar yang saya nggak ngerti dia ini gimana, sementara Athian seperti seorang stalker yang putus asa karena yang ia idam-idamkan tidak berhasil ia dapatkan.

Terus saya kurang paham dengan tulisan young adult yang tertera di kover belakang album ini sebab cerita ini sudah cukup dewasa, dengan karakter yang umurnya tidak muda lagi.

Keluhan saya yang terakhir adalah latar. Yes. Ja. Oui. Yha saya paham kalau latarnya di Melbourne, dan terasa kok Kak kalau ini di Melbourne, tapi penyebutan tempat-tempat yang ada di sini kayak Fitzroy Garden, Lavers Hill, Apollo Bay, dll. ini nggak ada kesan sentimental dan tidak memiliki alasan khusus untuk disebutkan, selain untuk pamer kalau ini-lho-gue-tahu-lebih-banyak-soal-Melbourne-dibanding-lo-hahahahahaha. Yah, sedikit berlebihan, sih, tapi gitulah kasarannya.

Terlepas dari itu, saya cukup suka dengan kutipan-kutipan lagu yang ada di bagian awal setiap bab meski saya ngga mengerti maksudnya apa.

Burung Irian, burung cenderawasih. Cukup sekian dan terima kasih. Buat Mb. Pia teruslah berkarya. Mb. Pia kan jagonya bikin cerita berlatar luar negeri jadi pasti berikutnya bisa lebih baik lagi.

P.S.


Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
February 2, 2015
Ini bukan pertama kalinya aku membaca novel Pia, kali ini Pia membuktikan kepiawaiannya merangkai kata. Ini novel ke-8 Pia dan debutnya di GPU. Kali ini Pia mencoba membawakan kisah Alenna dan Athian, 2 jiwa yang sedang tersesat dengan “pencarian akan cinta sejati”.

Ini kisah Alenna, seorang mahasiswi yang mencari kekasihnya selama 5 tahun, Edwin Adritama. Hanya sebuah scrapbook, kenangan masa SMA mereka yang menjadi pengobat rindu. Edwin seakan hilang ditelan bumi, hari demi hari, bulan demi bulan sejak perpisahan mereka karena kepindahan Edwin ke Melbourne tidak meruntuhkan cinta di hati Alenna. Alenna masih menyimpan janji Edwin untuk kembali dan tetap setia menunggu hingga hari itu tiba, pertemuan kembali mereka untuk merajut hari yang telah terlewati.

Walau Alenna dan Edwin sudah di kota yang sama, Melbourne. Alenna belum juga bisa menemukan Edwin. Alenna senantiasa mendatangi Melbourne Festival karena dia tahu Edwin sangat menyukainya bahkan sering menyebutkannya berkali-kali. Namun, harapan tinggal lah harapan, setelah 3x datang tanpa hasil, Alenna tak jua bertemu Edwin. Dimana sebenarnya Edwin? Akankah Alenna masih sanggup bertahan dalam penantian?

Ini juga kisah Athian, seorang mahasiswa yang sedang patah hati. Athian yang harus menelan kenyataan pahit ditinggal kekasihnya, Gemma untuk mengejar mimpinya sebagai Balerina. Athian belajar untuk menerima kenyataan, hingga hari itu, saat Athian bertemu dengan Alenna. Pertemuan yang mengusik hatinya karena Alenna sangat mirip Gemma. Athian dan Alenna pun menjadi semakin dekat, ada rasa nyaman yang tumbuh perlahan dihati keduanya. Athian pula yang membantu Alenna mencari sosok Edwin, sesuatu yang dirasa mustahil untuk dilakukan.

Dikisahkan dengan 2 sudut pandang, baik Alenna dan Athian, kita seakan diajak menyelami perasaan dan pikiran keduanya. Bagaimana mereka menyikapi perasaan mereka tentang cintanya masing-masing. Bagaimana akhir kisah Alenna dan Athian? Akankah mereka merajut kebahagiaan?

Aku begitu menikmati kisah Alenna dan Athian, walau sejak awal aku sudah bisa mereka-reka akan dibawa kemana cerita ini tapi aku sama sekali tidak bosan. Membaca lembar demi lembar halaman membuatku semakin penasaran dengan kisah keduanya. Perasaanku campur aduk bersama Alenna dan Athian, hingga di penghujung cerita aku bisa tersenyum bahagia untuk keduanya.

Ide yang sederhana bisa diramu dan dieksekusi dengan baik oleh Pia. Pia bisa membuatku sebagai pembaca larut dengan setiap kata yang dia coba sajikan dalam kisah ini. Aku merasakan chemistry yang kuat baik Alenna dan Athian. Sayangnya, karakter Edwin kurang dieksplor, padahal aku juga ingin tahu isi hatinya, seakan Edwin hanya “jeda” sejenak yang muncul melengkapi cerita.

Overall, kalau kamu penyuka kisah romance, aku rekomendasikan novel ini untukmu. Selamat berkelana bersama Alenna dan Athian...
Profile Image for Titish A.K..
Author 1 book133 followers
January 10, 2019
Cara bertuturnya bukan tipe favorit saya. Sedangkan ceritanya... hmmm... kok semua terasa ujug2 sehingga saya nyaris nggak peduli Alenna ini nantinya sama siapa. Ada juga beberapa kejanggalan yang sebenarnya nggak terlalu ngefek ke cerita, tapi lumayan mengganggu, misal:

- Disamperin waitress Hungry Jack's dan ditanyain pesenan makanan (hlm. 147)
- Alenna ini ngapain deh mudik ke Indonesia aja ngurus visa (hlm. 195)

Kalau novelnya dipertebal sedikit dan karakternya diperdalam lagi, mungkin saya akan lebih bisa menikmati.
Profile Image for Hidya Nuralfi Mentari.
149 reviews15 followers
February 5, 2015
"Melbourne Festival. We'll go for a date. Gimana?"


Alenna dan Athian pertama kali bertemu di sebuah konser band Perfect Phoenix. Kesamaan rasa kecewa di masa lalu membuat keduanya seperti terpaut sebuah benang merah, yang pada akhirnya membuat hubungan mereka dekat dan seakan memiliki kesepahaman.

Masa lalu Alenna yang diketahui Athian kemudian membuat lelaki itu berusaha membantu Alenna untuk mencari kekasih gadis itu yang telah lama hilang kontak. Satu-satunya yang mereka tahu adalah, bahwa Edwin--nama kekasih Alenna, selalu mendatangi Melbourne Festival setiap tahunnya. Dan siapa sangka, pencarian Alenna bersama Athian itu ternyata tak sia-sia.


"Saat mereka berpelukan, aku merasa ada bola baseball yang menghantam wajahku dengan keras. Setelah itu, aku ada di lapangan hoki yang ternyata lapisan esnya retak, lalu longsor. Aku tenggelam."

"Rasanya, seperti ada gletser yang mencair di dalam tubuhku. Seperti ada topan yang bergemuruh di dadaku. Dan... tiba-tiba hujan turun lebat di mataku."


Hanya saja, kejadian demi kejadian yang berlalu membuat mereka berdua berpikir ulang; apa cinta masa lalu yang mereka agung-agungkan itu akan tetap bertahan pada akhirnya? Karena, tanpa mereka sadari, ada benih-benih baru yang muncul di antara lingkar relasi mereka.
.
.
.
Two Lost Souls by Pia Devina
.
.
.
Aku selalu menyukai sebuah novel yang ditulis dengan menggunakan multiple point of view. Karena dengan begitu, para pembaca akan lebih mudah mendalami perasaan karakter masing-masing jika dibandingkan dengan cerita yang ditulis menggunakan sudut pandang orang ketiga. Begitupun dengan novel Kak Pia ini. Sudut pandangnya menjadi salah satu yang membuatku tertarik untuk membacanya.

Dan ... serius, diksi yang Kak Pia pakai untuk deskripsi perasaan tokoh di sini bagus sekali :') suka sekali penggambarannya. Tidak terlalu melankolis tapi tetap mengena.

Hanya saja, aku merasa belum ada perbedaan yang khas antarsudut pandang Alenna dan Athian di sini. 'Suara' mereka masih agak sama. Meski ada beberapa ciri khas monolog Athian yang lebih cowok, tapi perbedannya belum begitu terasa. Lalu tentang hubungan Alenna dan Athian yang terkesan cepat sekali dekat. Aku jadi merasa perkenalan awal-awal mereka itu kurang diperdalam. Dan juga, tentang perasaan Athian yang seolah 'ngambang'. Awalnya dideskripsikan kalau Athian tertarik pada Alenna karena gadis itu sangat mirip dengan Gemma--mantan kekasihnya. Tapi, mengapa sebegitu patah hatinya saat Alenna kembali pada Edwin? Jadi, aku hanya ragu apa Athian benar-benar mencintai Gemma? :3 dan endingnya ... seperti terlalu terburu-buru :') mungkin jika perasaan mereka diperdalam lagi akan semakin cantik ceritanya. Walau ini udah amazingly good story!

Well, itu dari segi konten cerita. Kalau dari segi konten penulisan, aku juga masih menemukan beberapa typo (maaf kalau ada yang kelewat ehe):

1. "kai" yang seharusnya "kali" pada halaman 47

2. "Memanggut bibir" yang seharusnya "memagut bibir" pada halaman 88 (karena aku cari di kbbi tidak ada kata memanggut xD)

3. Di halaman 92, ada percakapan telepon yang lupa di-italic. Di dialog bagian Alenna.

Kemudian, untuk penggunaan elipsis (...) tanda titik tiga, kalau tidak salah, seharusnya diberi spasi antarkatanya. Contoh: "kamu ... nyari aku?" Setahuku begitu, but, CMIIW ya! xD karena aku lihat di cerita ini ada cukup banyak pemakaian elipsis yang tanpa spasi antarkata.

Di luar hal-hal di atas, aku sangat-sangat menikmati novel Kak Pia ini. Suka dengan premisnya yang mungkin terkesan simpel dan mainstream. Tapi, tentu saja cerita ini memiliki ciri khasnya sendiri :)

Dan ... apa aku udah bilang? Aku sangat sangat jatuh cinta dengan prolog dan epilognya! Diksi pendeskripsiannya itu lho x) bikin melting abis. Aku sangat suka dengan deskripsi-deskripsi seperti itu. Tidak perlu banyak dialog, tidak perlu banyak penjabaran to the point, tapi ngena. Overall, cerita ini dibuka dan ditutup dengan sangat baik sekali.

Sukses terus untuk ke depannya, Kak! Keep productive, keep writing! Selalu ditunggu karya-karya menawan lainnya, Kak Pia. Dan sekali lagi, makasih banyak hadiah Two Lost Souls-nya :3

With love,
Hidya :*
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
January 22, 2015
Awalnya saya ga niat baca & jujur ga pny ekspektasi apa2 terhadap buku ini. Tapi berhubung ada seorang teman yg baik hati meminjamkan & sgt merekomendasikan buku ini, akhirnya saya baca jg. Untungnya buku ini sangat menghibur, cocok untuk menemani pagi yang dingin terguyur hujan di Jakarta ini.

Ceritanya tergolong simple & klise, tp cara Mbak Pia merangkai kata demi kata menjadi sebuah tulisannya ini yang bikin saya betah baca ceritanya smp akhir. Topiknya ttg seseorang yg mengejar cinta hingga ke negeri Kangaroo, tak disangka disana dia malah bertemu cinta yg baru. Ibaratnya sebuah masakan, smua org bisa memasak makanan yg sama dgn bahan yg sama, tp akhirnya keahlian sang koki yang menentukan apakah masakan itu enak atau tidak. Saya yg blm pernah membaca karya Mbak Pia bs menyimpulkan bahwa ia adalah seorang penulis handal.

Saya salut sama usaha Athian yg rela bantuin Lena untuk mencari Edwin walaupun waktu itu dia masih blm menyadari perasaannya. Edwin itu emg dr awalnya mgkn ga niat untuk menghubungi Lena lg, alasannya untuk memutuskan hubungan dgn Lena sy rasa ga cukup kuat, toh akhirnya stlah kondisi finansialnya kembali, ia ttp tdk mengubungi Lena.
Mnurut saya alasan Lena buat pergi skolah ke Melbourne hny untuk menemui Edwin itu bnr2 ridiculous. Ga seharusnya dia membuat keputusan yg menyangkut masa dpn berdasarkan cintanya pd Edwin. Well tp klo dia ga ke Melbourne, dia ga akan ktm Athian jg sih. At least setelah perjuangannya nyari Edwin di Melbourne yg berujung menyakitkan, masih ada Thian yang mencintainya dgn tulus. Konflik brsama Edwin & Gemma jg krg dieksplor, but it suits me just fine, krn emg sy lbh suka baca ttg Thian & Lena.

All in all, I can say that this story is short & sweet, I wouldn't want it any other way.
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
February 10, 2015
Membaca buku Pia Devina semakin tambah menarik aja. Pia Devina aku rasa adalah satu penulis yang punya teknik penulisan baik. termasuk di buku ini.
Buku ini bercerita tentang perjalanan cinta Allena mencari kekasih nya Edwin yang menghilang tanpa kabar di Melbourne. Bertahun- tahun mengunjungi Melbourne festival hanya untuk mencari Edwin. sampai ketemu dengan Athian, konflik percintaanya mulai muncul. Gimana Akhirnya? kalian harus baca sendiri :p
Aku selalu suka teknik penuliaan Pia Devina. Penggambaran setting tempat nya juga seperti real pembaca bisa rasakan. walau belum pernah mengunjungi nya. tapi, ada juga kekurangan yang aku temukan,
Banyak ungkapan-ungkapan puitis kali ini di novel two lost soul. entahlah Pia Devina emang lagi mencoba untuk bersastra. tapi buat aku yang baca nya sedikit menganggu.
Ide cerita yang diangkat juga terlalu aneh buat aku. seorang cewek cari pacar nya ampe ke Melbourne tanpa tau informasi tempat tinggal ataupun hal mengenai cowok tersebut. bodoh nya mengunjungi suatu acara di melbourne ampe bertahun-tahun nyari 1 cowok. (hello!)
lalu kekurangam yang kutemukan lagi, tidak pas nya pergantian setting tempat. Misalnya, Edwin lagi nge date sama Allena, lalu di halaman berikutnya sudah bercerita tentang yang lain lagi. Menurut aku kurang clear aja jadinya.
Banyak sekali kebetulan-kebetulan cerita di novel ini. Bagaimana Allena dan Edwin akhirnya bertemu di Melbourne dan bagaimana Allena bertemu dengan Athian.
Overall, 3 bintang dari 5 aku berikan buat novel ini.
ini cerita romance ringan yang cocok kalian baca, terlebih dengan teknik penulisan yang baik.
Selamat membaca.
Profile Image for Erbe.
129 reviews
August 20, 2019
Berkisah tentang Rachel Alenna, cewek Indo yg melanjutkan studi di Melbourne dengan alasan mencari Edwin, pacarnya semasa SMA yg pindah kesana karena tuntutan pekerjaan Papanya. Setiap tahunnya, Alenna selalu datang ke Melbourne Festival karena yakin dapat bertemu Edwin disana.

Disaat bersamaan, Athian dengan sabar menanti kembalinya sang pacar, Gemma yg bertekad mengejar mimpi menjadi ballerina di Prancis. Dan perasaannya makin kacau balau setelah bertemu Alenna yg menurutnya mirip Gemma.

Karena kedekatan Alenna dan Athian, terungkaplah beberapa misteri yg tak terduga.

•••

Diceritakan menggunakan bahasa yg cukup ringan sehingga pembaca dapat enjoy menikmati cerita.
Dikisahkan menurut suduh pandang tokoh utamanya, yaitu Alenna dan Athian.
Unsur yg terdapat dalam kisah ini ada senang, sedih, persahabatan, roman, humor, menegangkan dan haru.
Konflik yg terdapat pada cerita ini cukup umum namun cukup mengejutkan, dengan penyelesaian yg oke punya.
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 31, 2015
' "Cinta itu gila" jawabku sambil memukul pelan perutnya, "Emang kamu nggak pernah melakukan hal gila karena cinta? Kalau gitu, nggak seru banget" '(Alenna pada Athian, pg 51)

Done!!Endingnya kurang panjang mb Pia. Hehehe...

Aku suka covernya. Dua pohon yang awalnya tumbuh bersebelahan, lalu tumbuh dengan arah yang berbeda, dan kemuadian bertemu di ujungnya. Penggambaran bentuk hati yang bagus banget :). Dan kupikir itu juga menggambarkan perjalanan Alenna dan Athian demi mencari soulmatenya :).

Alenna melanjutkan sekolah ke Aussie demi bertemu kembali dengan Edwin, cinta masa SMA nya. Selama tiga tahun terakhir, Alenna tidak pernah absen untuk mengunjungi Melbourne Fest. Karena di masa lalu Edwin pernah mengatakan, bahwa tiap tahun ia akan hadir dalam Melbourne Fest. Tapi sayang, hingga tiga tahun lamanya, Alenna tak berhasil bertemu dengan Edwin. Hingga suatu ketika ia berkenalan dengan Athian. Di awal pertemuan, Athian cukup terpana melihat sosok Alenna karena kemiripan gadis itu dengan Gemma, kekasihnya di masa lampau. Kemiripan itulah yang membuat Athian memutuskan untuk dekat dengan Alenna. Apapun ia lakukan demi dekat dengan gadis itu, termasuk membantu Alenna menemukan Edwin di Melbourne Fest. Dan akhirnya Alenna pun bertemu Edwin di tahun keempat kunjungannya ke Melbourne Fest. Tapi, apakah Edwin yang sekarang masih sama dengan Edwin yang ia kenal dulu? well, waktu bisa merubah segalanya kan?. Dan apakah Athian akan kehilangan sosok Gemma dengan bertemunya Alenna dan Edwin? dan mengapa hatinya sakit saat melihat Alenna dan Edwin berpelukan?. Ketika menyadari perasaan yang sesungguhnya, apa yang Athian akan lakukan saat Gemma kembali lagi padanya? hmm, part2 akhir malah mulai complicated nih :))

Aku suka cara bercerita mb Pia. Rapi dan ngalir pas dibaca. Nggak rumit dan nggak bikin mikir. Deskripsi Melbourne Fest bikin aku pengen berkunjung ke Aussie. Hihi. Ide ceritanya aku juga suka banget. Dua tokoh utama yang masih hidup dengan masa lalu mereka masing2, dipertemukan dan dikaitkan oleh takdir yang seolah mengikat mereka. Ketika masa lalu itu kembali, apa yang bakal terjad dengan hidup mereka sekarang. Itu tema2 yang cukup aku sukai :). And Athian ini sweet banget ya, perhatian2 yang ia kasih untuk Alenna itu menenangkan. Hihi.

Ciri khas cerita mb Pia adalah penggunaan alur maju-mundur dalam kisahnya. Dan menurutku, salah satu kelebihan mb Pia adalah dia detail banget dalam mengatur waktu, hingga tidak bertabrakan dan enak aja pas dibaca. Walau tetap harus konsen juga pas baca biar gak miss understanding tentang timing di novel.

Alasan Alenna melanjutkan sekolah ke Aussie hanya demi menemukan Edwin, kupikir kurang menggigit. Kurang kuat aja untukku. Konflik di bagian akhir ceritanya agak kurang di 'bangun', jadi aku kurang ngeblur dengan perasaan yang dialami tokohnya. Tapi oke sih sebenernya, cuma kalau lebih dipoles lagi, kupikir ceritanya bakal lebih menggigit. Terutama di bagian Edwin yg "berubah", lalu kemunculan Gemma, keputusan Athian di akhir cerita. Bagian2 itu kurasa terlalu terburu2, but it was okey. Masih bisa enjoy pas dibaca.


Well, semoga senantiasa produktif ya mb Pia. Semangat :)

Profile Image for Qiserra.
42 reviews1 follower
March 13, 2015
yihaaaa tulis reviewnya piaa . cus aja ah

^ _^ ---> pertama kali tahu pia nulis lagi hmm sueneng banget , nggak kebayang ceritanya bakalan kayak gimana hmm nggak tahunya bikin sedih tahu .

^_^ ---> kedua konfkilnya aduhhh sedih tahu , si cewek kudu milih masa lalu atau masa depannya . eh si cowok yang nolong dia juga ngalamin yang sama . tambah nyesek yang baca juga lagi nglamin , hmm pas dah nyesek .# eh curcol

^_^ ----> ketiga covernya warna kesukaanku , seru pokoknya baca buku pia yang ini .

^_^ keempat suka karakter si cowok yang nolong si cewek , manis banget meskipun galon alias gagal move on euy .

tuh tadi baeknya , sekarang jeleknya ya

:( ---> jeleknya kenapa nggak minta alamat si mantan coba , kalau nggak putus aja deh . mpek segitunya niatnya hehehe.

:( ---> jeleknya tega banget si mantan ninggalin gitu aja si cewek n sedikit klise nggak balikan sama mantan karena ciuman sama orang lain. hehehe menurutku sih .

itu aja yang bisa aku tulis, buat buku yang selanjutnya aku review sabar ya hehehe

maaf kalau ada kesalahan dalam reviewku di sengaja atau tidak di sengaja. karena saya menulis apa adanya. terima kasih
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
January 31, 2015
Ini novel pertama dari penulis yang saya baca. Idenya sih nggak baru lagi, tapi digarap dengan apik. Seru. Setting tempatnya, Melbourne juga dapat banget.Nyaris tanpa kesalahan tulis. Berkisah tentang Allena yang mencari cinta SMA nya, bahkan bela belain untuk kuliah di tempat yang sama.Di tempat yang sama pula, dia kenal dengan Athian, seorang mahasiswa dari Indonesia juga. Athian ditinggalkan ceweknya yang berniat jadi penari balet prof di Paris. Dari situlah masalah masalah berkumpar. Ditulis menggunakan sudut pandang 2 orang, cerita mengalir. Tapi....sayangnya, saya nggak suka gayanya menulis. Mungkin berkenaan dengan selera ya. Dan tulisan Pia bukan type saya.Oh ya, satu lagi tentang epilog, khususnya halaman terakhir, saya ngerti maksudnya, tapi ditulis dengan bahasa yang berbelit- belit dan kaku. Menurut saya lho ya, abaikan kalau menurut yang lain nggak...
19 reviews2 followers
May 9, 2015
ini novel Pia Devina pertama yang kubaca (meski udah cukup lama tahu beliau banyak nulis).

well, penulisannya lancar, mengalir, meski gak begitu spesial sampe bikin diriku mendayu-dayu gitu..

kalo dari sisi cerita, sebenarnya aku nggak ngarepin cerita yang unik dan wow, (toh dari awal tujuan beli buku ini cuma pengen lihat gaya penulisannya mbak Pia),

cuma agak surprise sih pas baca, kok ternyata kelewat biasa banget, udah gitu kurang berkembang lagi ceritanya..
udah gitu, yang tambah bikin klise :3
kirain akan lebih kreatif dari itu..

kelar baca dalam sehari (di akhir banyak skip) hehe..
abis masih banyak buku lain yg ngantri buat dibaca sih.. agak keburu jadinya.
tips, baca buku ini pas lagi santai aja..
Profile Image for Rei Pusvita.
78 reviews7 followers
December 13, 2015
Jadi begini... Gue gak mau sotoy sih... tapi baca novel ini kok gue kesel sendiri ya... Ga ko...

Ceritanya encer buat ukuran YA. Romens jadi balutan utama, tapi ya gitu doang. Setting pun tempelan. Terus kebetulan yang ada buat gue makin ngejureng. Entahlah. Tapi rasanya ini YA GPU yang ga gue suka.

Karena baik, gue kasih dua bintang deh... Satu bintangnya bonus buat pengarang yang bisa nyelesaiin novelnya.
Profile Image for Mellisa Assa.
144 reviews9 followers
February 24, 2015
Ceritanya simpel, tapi kepiawaian Pia merangkai kata membuat novel ini mudah dinikmati.
Resensi lengkapnya menyusul :)
Profile Image for Michelle.
10 reviews
April 14, 2015
Why oh why...

Gue berekspektasi YA adalah lini remaja dewasa dengan pemikiran matang. Ini sih kekanakan. Mana isinya cinta doang. YA encer buat gue. Satu bintang untuk deskripsi tempatnya.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.