Sena & Para Papa || Lovaerina || Penerbit Gramedia Pustaka Utama || 272 Hlm || Terbit Tahun 2025
Nggak semua orang beruntung perihal kasih sayang atau figur orang tua. Ada yang mendapatkan full dari keduanya, ada yang hanya salah satu karena berbagai faktor, ada yang nggak merasakan dua-duanya dan ada pula yang malah mendapatkan lebih dari yang semestinya dengan faktor yang mendasari pula.
Semua orang pasti berharapnya mendapatkan kasih sayang dan figur orang tua utuh, tapi Tuhan punya rencana yang lebih baik daripada harapan manusia. Begitu pula yang dialami oleh Sena, si tokoh utama dari novel ‘Sena & Para Papa’.
Sena memiliki dua papa, dia sudah berusaha menutupi fakta tersebut mati-matian, tapi akhirnya ketahuan juga. Efeknya dia jadi dirundung kakak kelas dan digosipkan memiliki orang tua pecinta sesama jenis. Padahal kedua papanya hanya menjaga amanah mamanya.
Daripada terus-terusan jadi bahan cibiran, lebih baik Sena mencari papa kandungnya. Kalau dia tinggal dengan papa kandung, kedua papanya pasti merasa aman dan mau segera menikah. Masalahnya, Sena nggak punya informasi apa pun tentang papa kandungnya.
Akhirnya Sena memutuskan untuk mengikuti audisi Rising Idol yang bakal ditayangkan secara nasional. Siapa tau papanya menonton. Namun, rencananya jadi kacau karena Papa Rock dan Papa Dut melarang keras Sena lanjut ke tahap karantina. Kenapa mereka melarang Sena untuk lanjut? Apakah misi Sena berhasil? Kalo penasaran bisa langsung baca novelnya!!
Novel Sena & Para Papa ini dari awal mau diterbitkan udah buat aku penasaran banget sama kisahnya. Meski kisah Sena ini termasuk karya ke-4 Kak Lovaerina yang terbit, tapi Kisah Sena justru menjadi awal perkenalanku dengan karya Kak Lovaerina yang ternyata gaya berceritanya masuk ke seleraku. Ceritanya mengalir dan bahasanya nggak kaku.
Novel teenlit satu ini sedari awal aku baca udah langsung berhasil menghiburku. Apalagi aku bacanya setelah hectic dengan berbagai urusan yang menyita perhatian. Memang tema utama dari novel ini nggak bisa dibilang related untuk semua orang, tapi beberapa orang yang kutau di dunia nyata memiliki problem serupa dengan Sena. Hanya saja tetap ada hal yang membedakan.
Selama baca kisah Sena, aku dibuat ikut merasakan apa yang dirasakan oleh setiap tokohnya. Apalagi novel ini diceritakan dari sudut pandang orang ketiga serbatahu yang membuatku lebih paham semua masalah yang terjadi.
Topik utamanya memang mencari siapa papa kandung Sena, tapi konflik-konflik lain pun nggak luput dari perhatian. Seperti kasus bullying yang kerap terjadi di sekolah, restu dari orang tua pasangan, dan masalah impian. Semuanya pun diramu dengan sangat baik oleh Kak Lovaerina.
Alur yang digunakan Kak Lovaerina untuk novel ini adalah alur campuran dengan pergantian yang smooth sehingga nggak membuatku bingung selama mengikuti kisah Sena.
Baca bagian prolog seperti membawaku ke masa-masa anakku belum lahir. Aku juga sempat berpikir 'bagaimana kalau aku yang dipanggil lebih dulu untuk pulang ke rumah Tuhan, lalu bagaimana nasib anakku?' Memang masih ada ayahnya dan ada orang tuaku, tapi semisal sampai harus punya ibu tiri, aku takut anakku malah mendapatkan siksaan atau kurang kasih sayang. Jadi, aku paham banget apa yang dirasakan oleh Gita.
Kasus kehamilan yang dialami Gita ini juga dialami oleh sepupuku. Memang takdir nggak akan pernah ada yang tahu. Kita hanya bisa berdoa, tapi tetap harus punya plan lain untuk ke depannya jika hal buruk terjadi.
Baca bab-bab awal novel ini, aku langsung merasa ingin pindah rumah ke sebelah rumah Sena lantaran merasa terhibur dan suka dengan interaksi dua papa Sena. Interaksi mereka itu memang menggambarkan interaksi dari dua orang yang udah lama bersahabat. Kadang berantem dan nggak jarang pula kompak jika berkaitan tentang Sena.
Sena mungkin nggak beruntung perihal kasih sayang dari orang tua kandungnya karena ayahnya nggak tau di mana dan mamanya udah nggak ada. Namun, Sena termasuk beruntung banget karena punya dua papa yang super duper perhatian. Mereka akan melakukan apa pun untuk Sena.
Effort dua papanya ini berhasil bikin aku terharu dan merasa kalo semua ayah di seluruh dunia wajib seperti mereka. Semisal semua laki-laki di Indonesia seperti Papa Dut dan Papa Rock dijamin kasus fatherless di Indonesia punah.
Rumah Sena dengan kedua papanya terasa begitu hangat dan penuh kasih sayang. Setting tempat, suasana dan waktu dari novel ini tergambarkan begitu apik sehingga aku benar-benar seperti masuk ke dalam cerita.
Mengikuti kisah Sena ini aku kadang dibuat sejalan dengan pemikiran dia, tapi nggak jarang juga aku dibuat kesal dengan apa yang dia rencanakan serta sikapnya. Saat dia mendapat perlakuan bully dari kakak kelas dan digosipkan oleh satu sekolah, dia malah diam aja dan berharap semua akan berlalu seperti sebelumnya. Namun, justru aku yang gregetan dan pengen langsung jelasin di depan satu sekolahan apa yang terjadi sebenarnya.
Aku paham banget kalo misalnya Sena nggak ingin membuat kedua papanya khawatir, tapi aku lihatnya malah kesal dan pengen bilang ke Sena untuk terbuka sama orang tuanya biar kalo ada apa-apa itu bisa teratasi dan kedua papanya bisa bantu.
Aku bersyukurnya wali kelas Sena--Bu Meira termasuk guru yang selalu ada di pihak yang benar dan nggak pernah melindungi pelaku bullying. Kehadiran Moni dan Raga sebagai sahabat Sena pun nggak kalah membuatku lega. Mereka berdua setulus itu sama Sena. Aku suka melihat Moni dan Raga yang begitu perhatian sama Sena.
Tokoh-tokoh di novel ini memang nggak banyak, tapi semuanya punya peran penting dalam menghidupkan cerita. Aku suka dengan perkembangan tiap tokohnya untuk menjadi dewasa atau lebih baik.
Aku begitu kagum dengan Papa Dut dan Papa Rock, mereka ini begitu siap untuk menjadi orang tua sampai hal terkecil untuk Sena nggak pernah luput dari perhatian mereka. Melihat mereka mengurus Sena dengan begitu baik, bikin aku pengen jadi anak mereka juga.
Entah kenapa di setiap jenjang sekolah selalu aja ada anak seperti Raya and the genk. Di depan guru berlagak seperti anak sopan dan baik, tapi di belakang guru suka melakukan hal kurang terpuji. Kata-kata yang sering terlontar saat menindas teman atau adik kelas adalah mempermalukan sekolah, padahal mereka nggak sadar kalo yang mereka lakukan justru membuat nama sekolah menjadi buruk.
Aku suka banget dengan cara Kak Lovaerina mengeksekusi setiap konflik yang ada. Emosiku terasa nano-nano, takut, sedih, bahagia, marah, dsb. Semuanya teraduk dengan rata selama baca. Apalagi aku beberapa kali berhasil menebak sesuatu yang berkaitan dengan jalan cerita di novel ini.
Novel Sena & Para Papa menggambarkan bagaimana dunia entertainment sebenarnya, menggambarkan bahwa nggak harus memiliki hubungan darah untuk menjadi keluarga karena yang memiliki darah sama pun sifat dan sikapnya nggak layak disebut sebagai keluarga. Menggambarkan bahwa seorang ibu akan melakukan apa pun untuk anaknya, menggambarkan seseorang yang sangat tidak layak disebut sebagai orang tua, serta menggambarkan pertemanan laki-laki tidak seribet pertemanan perempuan.
Saat semua rahasia terbongkar, aku pengen meluk Sena. Bagaimanapun yang terjadi bukan salah Sena dan ingin rasanya aku menendang villain yang berhasil bikin aku emosi jiwa. Dari scene terbongkarnya semua fakta tersebut, aku jadi semakin paham kalo selama ini di dunia nyata juga ada laki-laki yang janjinya palsu dan nggak bertanggung jawab. Nggak sedikit dari mereka yang hanya mementingkan nama baik sendiri.
Di bab-bab terakhir, ingin rasanya aku bilang ke Vio dan ibunya kalo merekalah pihak yang salah. Kesal banget aku melihat sikap Vio selaku anak orang terkenal. Rumah keluarganya memang bagus, tapi nggak menghadirkan kenyamanan sama sekali. Apalagi Vio terlalu dimanja sampai nggak bisa bersikap baik.
Aku dibuat lega dengan resolusi yang dipilih oleh Kak Lovaerina untuk kisah Sena karena itu benar-benar sesuai harapanku. Kalo aku jadi Sena pun rasanya sedari awal malah memilih langkah berbeda dari apa yang Sena pilih.
Dari kisah Sena di novel ini aku belajar untuk bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan beri untuk kita, belajar bahwa nggak semua masalah akan selesai hanya dengan didiamkan, belajar untuk nggak terlalu bucin dengan lawan jenis, dan belajar bahwa ada kalanya masa lalu memang sebaiknya ada di belakang tanpa dibuka atau ditoleh kembali.
Aku jatuh cinta banget sama cover novelnya karena tergambar sekali betapa hangatnya keluarga Sena dan kedua papanya, serta betapa sayangnya Papa Dut dan Papa Rock ke Sena. Bookmark novel ini pun unik karena berbentuk photostrip. Untuk layout isi novelnya nggak usah diragukan lagi betapa menarik perhatianku tiap kali melihatnya, selain menggambarkan isi cerita, juga bikin aku ingat scene di tempat biasanya Sena dan Raga main. Tempat kedua yang kusuka setelah rumah Sena dengan kedua papanya.
Novel teenlit satu ini nggak membutuhkan waktu yang lama untuk selesai kubaca karena saking page turnernya. Nggak berasa udah ending dan rasanya aku nggak rela berpisah dari Sena dan kedua papanya. Selama baca pun aku nggak menemukan plot hole dan typo. Aku suka dengan pemilihan font dan ukurannya yang terasa pas serta nggak membuat mataku sakit selama baca.
Novel ini kurekomendasikan buat kalian yang suka baca novel teenlit, buat yang lagi butuh bacaan menghibur dan novel ini bisa dibaca mulai usia 15+