Semua tahu Ipank menyukai Aiko sejak pertama kali mereka bertemu di kos-kosan Soda. Jadi ketika cewek itu masuk kampus yang sama, Ipank jadi overprotective dan mati-matian melindunginya. Sayangnya, kelakuan Ipank itu justru membuat Aiko nggak nyaman. Belum lagi sifat Ipank yang gampang emosi dan jealous.
Tidak banyak yang tahu cewek pendiam seperti Aiko ternyata memiliki cerita kelam di keluarganya. Rahasia pun terungkap. Jawaban atas mimpi-mimpi buruk Aiko dan bola mata hitam pekat yang mengintai kos-kosan Soda.
Dan anehnya, justru Ipank orang yang paling terancam keselamatannya...
Agak nggak rela pisah sama anak-anak indekos Soda :( ditambah pas menyelesaikan ini setengah perasaanku menguap entah ke mana. Bukannya nggak suka atau bosan, sih. Justru isinya padat jadi aku nggak sempat menguap karena kebosanan. Also, Jhony selalu bikin ngakak 🤣
Sejauh ini, karakter cowok favorit masih dipegang oleh Saka. Ipank adalah karakter yang langsung berubah jadi baik-baik saja setelah membucin. Justru dia masih menggila dan sifat emosialnya belum teratasi sepenuhnya. Bahkan sampai akhir masih belum ditunjukkan bagaimana dia bisa lebih mengontrol emosi, selain duduk di tempat tinggi. I mean, ya memang nggak segampang itu, tapi melihat interaksinya dengan Aiko nggak ada tanda-tanda dia bakal lebih kontrol itu emosi, entah karena cinta atau kebucinannya.
Lalu sosok Aiko ini lebih mengejutkan di akhir. Dia ternyata cerewet, ya 🤣 agak syok bisa ngomong sepanjang itu padahal biasanya lebih banyak mendengar apa kata orang. Bukan tanpa sebab dia kayak begini, dan penulis selalu menjelaskan fakta-fakta kecil ini jadi pembaca nggak yang, "Loh, kok tiba-tiba berubah?" Excuse-nya make sense, kok 👌🏻
Satu pertanyaan besar di buku ini. Where is Coro? Kenapa dia sama sekali nggak nongol batang hidungnya? Cerita dari Mel dan Dara masih berlanjut, lah kisah cinta Saka kok nggak kelihatan hilalnya? Padahal Coro sama Saka secara harfiah sering ketemu. Rasanya aneh aja mendadak dia hilang :(
Aku nggak tahu ini penting atau enggak, tapi rasanya ngelihat Kenzo nggak dapat permintaan maaf dari si pengintai, tuh, aneh. Yah, i know, dia emang punya problem, tapi posisi Kenzo sama Aiko kan ... sama. Kenapa gitu kayaknya pernyataan "ini" harus tetap "ini", nggak ada penawaran lagi. Bingung? Soalnya kalau kuperjelas bakalan spoiler :(
Anyway, senang bisa ketemu penghuni Soda, termasuk Kenzo. Eyang Santoso adalah orang ter-dabest, lah. Dan jokes-nya Jhony sangat menghibur. Aku suka banget komedinya nggak garing samsek. Bagian paling aku demenin. Terus sampai akhir pun karakternya tetap karakter lama. Ada beberapa typo, sih, kayak pas nyebut senat malah jadi OSIS (jauh banget?). Overall oke. Aku lupa apa lagi yang agak berubah. Mungkin karakter Eyang di buku ini agak melow karena di buku pertama lebih banyak banyolan.
Ada beberapa--dan mungkin banyak--pertanyaan besar saya selama baca dan ngikutin alur cerita ini:
1. Tentang Universitas Pelita Yup, ini second main setting dari 2 tokoh utama; Aiko n Ipank. Mereka berdua kuliah di sini, dengan jurusan (and of course) fakultas yang berbeda. Ipank jadi bagian dari senat, Aiko Maba. Dari informasi yang dinarasikan di sini; Univ Pelita itu lumayan besar, diukur dari perpusnya yang dibilang gede banget dan ada 3 lantai isinya buku semua (well, 'gede banget' di sini aja udah relatif ya jatohnya, tapi 3 lantai isinya buku semua berarti bisa dibilang emang gede lah masuknya), punya lapangan latihan buat wall climbing juga. Ospek mereka dinaungi langsung sama senat (Iya, senat. Agak bingung, kenapa nggak BEM aja?). Orang senat terdiri dari macam-macam fakultas dijadiin satu, menaungi langsung ospek dimulai dengan upacara antara Maba-panitia ospek di hari pertama (Di sini boleh angkat alis; upacara semua maba dinaungi senat? ini lapangan mereka besar banget dong? ato sesedikit itukah mabanya sampe bisa dikumpulin di satu lapangan?). Dengan kampus yang kemungkinan besarnya ga sempit itu juga, Aiko n Ipank yang beda fakultas sering ketemu! Ada adegan di mana Ipank tau-tau muncul di kelas Aiko begitu mat-kul berakhir, juga Ipank salting begitu lihat Aiko keluar kelas. (well, ini kampus lho... bukan sekolah...)
2. Karakter Ipank Sebenarnya nggak hanya Ipank sih yang karakternya patut dipertanyakan. Tapi karena dia main character, baiklah dibahas pertama kali. -Ipank naksir berat Aiko dan cemburu parah lihat Aiko sama Satrio (padahal cuma jalan, tapi ga jadian). Dia bilang sama Satrio, "Kalo mau saingan, yang sehat!" dengan nada marah. (Hellooo, ini di sini siapa yang ga sehat coba?) -Senat nyaris pecah karena Ipank n Satrio--si ketua senat, berantem. (Ini serius harus banget hampir pecah gara-gara cewek? Ketua senat lhooo... anak OSIS aja mungkin malu). -Ipank ajak Andari balikan, demi 'lari' dari Aiko, yang endingnya Andari dicampakkan dengan dibuka semua aibnya. (Ini apa coba maunya si Ipank ini?) -Ipank dibilang anak kos Soda yang paling banyak kegiatan. Kenapa di sini dia actnya jadi kelihatan kurang kerjaan karena buntutin Aiko terus?
3. Karakter Aiko Di awal, Aiko takut sama Ipank yang gampang marah dan suka berantem. Dan hal yang paling bikin pijat dahi adalah ketika Ipank nggak terima Aiko jalan sama Satria sampai bilang, "murahan." Aiko nggak suka dan bilang Ipank brengsek. Setelah itu (banget), Ipank cium Aiko dan Aiko nggak bereaksi apa-apa. (Ke.mana.kata.brengsek.yang.tadi.Aikooo?)
4. Karakter Kenzo Si anak kecil ini aneh banget sumpah. Ngomongnya nggak kayak anak sd biasanya, perlakuannya juga, tapi 'disentil' dikit nangis, tanpa dijabarin gimana karakternya. zzz
5. Karakter Kakek Santoso Sebagai orang tua yang tahu kalau 'cucu'-nya pada dalam bahaya, kenapa blio nggak proteksi dari awal? Malah dikasih taunya pas udah bencana dan mereka dikumpulkan seolah-olah Ipank dan Aiko yang nggak salah itu pantas dianiaya sedemikian rupa? Alasan untuk merahasiakan dari Aiko juga kurang cukup bijak buat dicerna (apalagi tokoh orang tua), jatohnya kayak kekhawatiran nggak penting.
6. Si Tomo dan mata-matanya Dengan ada will-nya yang kurang kuat, Tomo dan mata-matanya ini malah cenderung kayak cari sensasi di awal doang. Alasan ngancam yang apa banget, jatohnya jadi too much.
Lalu apa lagi ya? Mungkin sebenarnya ada, cuma yang ini-ini udah terlalu banyak. Saya ngikutin tulisan Dyan Nuranindya dari zaman Dealova, jadi baca tulisannya kayak abis ketemu 'temen lama'. Dan selayaknya ketemu teman lama, ini bentuk penilaian saya.
well, mengharu biru sekali Kak Dyan menceritakan bagian terakhir novel ini.
sosok yang mereka kagumi, pergi meninggalkan mereka.
konflik Ipank - Aiko dapet banget feelnya. Walaupun cuma masalah sepele, tapi terlihat Ipank memperjuangkan cintanya di Buku ini gak seperti buku-buku sebelumnya. Aiko juga mulai menunjukkan sisi beraninya dia, tidak melulu tertindas.
Dan akhirnya happy ending di dalam sad ending eyang santoso
Bukunya cukup ringan sih, awalnya agak susah menghafal nama-nama penghuni soda dan peran mereka bagi si eyang. Cuma ada beberapa yang mengganjal aja, Aiko yang setelah bilang ke Ipank buat jangan ganggu dia, tapi merasa kehilangan, eh pas ketemuan malah nolak si Ipank, itu aneh... Terus bapaknya Aiko ini, dia terlihat obses banget pengen ketemu Aiko tapi terus dia menyerah gitu aja, dan kasus yang Kenzo dihajar sama bapaknya juga kaga ada closure-nya, malah kayaknya di akhir aku nggak inget ada si Kenzo,
Cinta adalah keindahan yang menaungi hati setiap manusia. Di dalamnya terkandung ribuan doa, pengorbanan, kasih sayang, dan air mata. Tapi semuanya tertuju pada hal yang sama… Kebahagiaan. (hal. 234) Serial terakhir dari tetralogi anak kos-kosan soda. Boleh dibilang ini termasuk salah satu novel teenlit yang bagus, seperti novel-novel sebelumnya novel ini juga menyuguhkan cerita yang menarik. Sekalipun, buat saya favorit saya dari tetralogi ini bukan novel terakhir tapi novel ketiga yang menceritakan tokoh Saka. Memang sih, saat saya membaca ketiga novel sebelum novel ini muncul, saya cukup penasaran dengan tokoh Ipank yang namanya amat teramat panjang hahaha tapi tetap saja kisah tentang Ipank masih belum bisa menggantikan kisah Saka (untuk saya). Tetralogi anak kos-kosan soda memang selalu khas dengan indonesianya, keunikan orang-orangnya, dan kisah cinta yang unik. Bagi saya, semua kekhasan itu terlihat jelas di novel ketiga. Disini memang nggak kalah menarik dengan menceritakan sedikit tentang tempat-tempat yang pernah dikunjungi Ipank yang hobi traveler keliling Indonesia (favorit saya ketika Ipank menceritakan tentang The Seven Giant Waves Wonder yang terdapat di Pantai G-Land Banyuwangi, saya benar-benar penasaran akan ombak itu tak jauh beda dengan Kenzo) dan menceritakan keindahan kota Lombok, yang jujur saja membuat saya membayangkan pantai yang ada disana. tapi jika disuruh memilih, saya akan tetap memilih Rock n Roll Onthel dan saya lebih mencintai tokoh Saka dibanding tokoh yang lainnya (walaupun agaknya Ipank jauh lebih keren daripada Saka, tapi karismanya Saka itu lho yang membuat jatuh cinta hehehe). Selain itu, dalam kisah Saka, keIndonesiaannya benar-benar terlihat, dipadukan dengan budaya modern tentang musik. Menurut saya novel itu lebih menarik dan menjadi favorit saya dari ketiga lainnya. Kisah ini diakhiri dengan meninggalnya Eyang Santoso, memang mengharukan tapi menurut saya akan lebih pas kalau ini diceritakan diakhir cerita. Jadi, biar ngena banget kesedihannya dan menutup kisah kos-kosan soda dengan kotak pelangi eyang santoso. Karena setelah meninggalnya Eyang Santoso kembali menceritakan kisah Ipank dan Aiko yang belum selesai, akhirnya ending nya jadi kurang ngeh deh (bagi saya, bagi saya, entah bagi orang lain). So, karena menurut saya ini adalah novel yang bagus maka saya akan memberikan 4 bintang untuk novel ini. 4 bintang sebagai penutup kisah kos-kosan soda huhuhu. Kalau boleh berharap sih, semoga ada cerita spesial yang menceritakan si nyentrik, Jhonny. Jujur saja, dari dulu tokoh Jhonny selalu jadi tokoh pendamping yang membuat saya tertawa. Jadi, boleh dong saya berharap mungkin saja kisahnya diceritakan secara rinci seperti anak-anak kosan soda yang lain? Hehe. Seorang bijak pernah berkata, dakilah gunung-gunung tinggi, malangkahlah di hutan-hutan, terusurilah gua-gua, jamahlah tanah di lembah, panjatlah batang-batang pepohonan, dan rasakan air dilautan karena mereka adalah guru-guru terbaik yang diciptakan Tuhan untuk mengajarimu tentang kehidupan. (hal 260)
1. Aiko is annoying. Hampir setengah dari ceritanya Aiko ini merasa takut dan terganggu sama keberadaan Ipank dimana menurut saya itu aneh karena mereka satu kos-an dan udah cukup lama pula. Baiklah Aiko itu introvert, tetapi kenapa setelah satu dunia buku mengetahui perasaan Ipank ke dirinya, ia tidak ada sedikitpun rasa pengertian. Aiko tidak berusaha bertanya kepada dirinya sendiri atau orang lain kenapa Ipank bisa bertindak demikian. Dan, alasannya takut sama Ipank juga sangat shallow sekali. Lalu, yang paling mengganggu adalah si Aiko ini kan ceritanya blasteran Jepang, tapi kok malah mirip artis Korea?!? (oke, ini sentimentil pribadi, sih)
2. Ipank sangat, sangat, sangat (biar dramatis) mengingatkan saya dengan Ipank di film-nya UPI, 'Realita, Cinta & Rock n Roll' (2006) yang kebetulan juga ada tokoh bernama Ipank dengan karakterisasi yang mirip-mirip sama Ipank di sini (sama-sama sixpack dan hobi shirtless pula).
3. Sebenarnya premis tentang si 'bola mata hitam pekat' yang menghantui kosan Soda, sih cukup menarik, tetapi penyelesaiannya rasa-rasanya sangat digampangkan. Seolah-olah konflik itu cuma jadi alasan supaya Ipank bisa terluka dan Aiko sadar betapa sayangnya Ipank sama dia.
4. Sayangnya momen ketika Aiko akhirnya mengetahui siapa 'bola mata hitam pekat' berjalan datar, tanpa emosi berarti dari Aiko.
Namun, ada juga beberapa momen yang bisa membuat saya 'sakit gigi', sih. Efek yang jarang saya dapatkan dari cerita teenlit.
Oh my.. i totally love it... and totally love this quotes..
"Seorang bijak pernah berkata, dakilah gunung2 tinggi, melangkahlah di hutan hutan, telusuri lah gua gua, jamahlah tanah dilembah, panjatlah batang batang pepohonan dan rasakan air dilautan karena mereka adalah guru guru terbaik yang diciptakan Tuhan untuk mengajari mu tentang kehidupan "
Akhirnya, series ini ceritain tentang ipank dan aiko.. yang sifatnya berbeda 180°. Dan sungguh gw suka banget cerita ini.. hahaha..
Mungkin karena si ipank ini tipe cowok cowok idaman banget !! Wakil senat, ketua pecinta alam, doyan traveling, macho, berotot, six pack ,jago masak! Walau sensian bgt sih.. hahaha
Entah kenapa selalu suka novel2 dengan tokoh utama kayak gitu.. dan suka sama gaya penceritaan dyan nuranindya di kotak pelangi ini..
Dari semua series kos kosan soda ( pardon me walau udah punya semuanya tapi rock n roll onthel yang udah dibeli dari beberapa tahun lalu belom sempet kebaca..maap) ini adalah series fave gw!! Sukaakkk..
Dan suka banget sama endingnya hehehe.. its just too sweet. .
Yah maafkan yak kalo ini novel teenlit..since i'm not young anymore..tapi prinsip gw..selama gw suka pengarangnya.. dan halo gw da ngikutin series ini dari kapan tau.. dan udah suka sama dyan nuranindya dari jaman masih SMA dan jaman DEA LOVA.. jadi ga masalah kalo gw masih menyempatkan buat baca teenlit kayak gini.. abis gimana donkkk hehhee..
Anyway buat yang suka novel2 teenlit. .wajib baca banget series kos kosan soda ini!! Cuma 4 buku aja
jujur saja, saya senang dugaan saya yang sok tahu ini tidak terealisasikan dalam novel ini. saya kira Aiko dikejar-kejar yakuza, Satrio mau balas dendam ke keluarga Aiko, Aiko takut Ipank karena merasa bersalah atau Ipank mirip orang di masa lalunya (pikiran saya kenapa klise sekali sih).
jadi Ipank mungkin sakit hati. perempuan yang setengah mati disayangnya dan dilindunginya malah takut dengannya. tapi Aiko tidak bisa dipersalahkan. Ipank memang seram. apalagi kalau sudah menyangkut Aiko. seramnya dua kali lipat. sisi yang Ipank sering tunjukkan ke Aiko memang hanya sisi yang super seram itu sih. Aiko pun jadi hanya bisa melihat Ipank sebagai sosok yang seram, tidak lebih.
(spoilers ahead) yang disayangkan dari novel ini adalah ketika Eyang Santoso meninggal. memang novel ini adalah cerita mengenai Ipank dan Aiko. tapi Eyang Santoso adalah tokoh yang sangat penting dalam tetralogi ini, sehingga saya rasa seharusnya ketika Eyang Santoso meninggal, tokoh-tokoh lain juga perlu disorot lebih banyak (secukupnya saja, karena kalau tidak, novel ini bukan lagi tentang cerita bahagia Ipank dan Aiko). menurut saya, tokoh lain kurang terasa kehadirannya (kecuali Dara dan Jhony) dalam novel ini.
ga tega sebenernya kisah kos2an Soda abis, masih penasaran kisah Dido si manusia genius dan Bang Jhony si rambut bonsai ajaib.
"Kadang keindahan tak perlu bersuara, hanya perlu hati utk bisa merasakan." - Ipank
Ga percaya Ipank si wakil ketua senat, ketua pencinta alam, jago karate, bisa speechless deg2an ga karuan klo udah ketemu Sakura-nya. Aaah... Aiko, si gadis blasteran Jepang-Lombok yg terlalu introvert. Tapi, jago menggambar dan baik hati.
pengen review panjang lebar, tp apa daya kisahnya terlalu manis buat diumbar. *tsaaaah*
Ke gramedia, sebenarnya yang dicari tuh metropop, tapi pas ngeliat bukunya mbak dyan nuranindya yang ini, langsung deh dibeli. jujur buku ini menurut aku rangkuman dari cerita kos-kosan SODA, aku udah baca semua ceritanya, dan ini yang kayaknya yang terakhir. ceritanya bagus, tapi endingnya aku kurang suka. baca buku ini tuh kayak menjelajah Indonesia. after all, you must be read this book.
akhirnya terbit juga dan aku telat tahunya, huhuhu. Nunggu seri terakhir terbit sejak bertahun-tahun lamanya #halah, karena seri kos-kosan Soda ini adalah buku favoritku yang ditulis oleh Dyan Nuranindya.
Baca ulang semua serinya ah *lupakan timbunan* :))
Series Kos-Kosan Soda dari Dyan Nuranindya ini memang punya daya tarik yg besar.
Kelemahannya buat saya cuman satu. Kadang pengarangnya lagi nyeritain tentang keadaan seseorang, tapi tiba2 aja pengarangnya nyeritain tentang orang lain. Jadi gak nyambung
Selesai baca buku ini, nyaris enggak percaya kalau tetralogi Soda akhirnya... selesai :( padahal masih penasaran sama cerita Dido dan Bang Jhonny. (semoga suatu hari Kak Dichiel bikin cerita soal mereka ya hehe).
Canting cantiq the series emang gak ada yang gak seru. Ini seri yang paling tebel diantara tiga sebelumnya dan gak maksud nyalahin closing dan pembetulan ppn
Suka sama ceritanya, apalagi sama Ipank, posesif kalo urusan cewek yang disukainya. Tapi sedih banget Eyang Santoso harus meninggal. Jadi pengen tau nanti Kenzo kalau udah besar gimana.