Jump to ratings and reviews
Rate this book

Teru Teru Bozu

Rate this book
Kamu pernah mendengar tentang teru teru bozu?

Atau kamu menggantung satu boneka itu di depan jendela kamarmu? Tentunya kamu tahu untuk apa benda itu ada di sana.

Namun aku yakin, kamu tidak pernah menyangka cerita mengerikan apa yang bisa teru teru bozu hamparkan
di hadapanmu. Kamu mungkin akan terkesiap ketika tahu teru-teru bozu di sekolahku punya kisah yang berbeda.

Lupakan teru teru bozu sebagai boneka pengusir hujan.
Di sekolahku, teru teru bozu meminta nyawa.

Kalau kamu berani membaca buku ini, kamu harus siap menemukan sesosok tubuh tersembunyi di balik kain putih yang berkibar. Bukan isian bulu angsa atau kain perca.

192 pages, Paperback

First published January 1, 2014

28 people are currently reading
483 people want to read

About the author

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

40 books1,450 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
174 (32%)
4 stars
234 (44%)
3 stars
98 (18%)
2 stars
19 (3%)
1 star
5 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 105 reviews
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
October 21, 2016
"Teru teru bozu, teru teru bozu, jadikanlah hari esok cerah.
Tapi jika awan menangis, aku akan memenggal kepalamu."


Bait di atas adalah bait terakhir dari cerita di balik boneka pengusir hujan, yang di sebut teru teru bozu. Serem dan sadis, kan?! Tapi kok novelnya sendiri KURANG SEREM ya? Ingat, KURANG SERAM, bukan NGGAK SERAM.

Ini bukan murni cerita detektif, tapi tiga siswa utama di novel ini berusaha mengungkap misteri pembunuhan yang terjadi di sekolah mereka. (Oke, semua cerita misteri/horor pasti akan mencari biangkeroknya sih ya haha). Dari mulai sesama siswa bahkan sampai guru mereka pun menjadi korban. Totalnya berepa korban aku lupa. Yang jelas ada kesamaan identitas pada korban-korban ini. Yang paling menonjol, para korban ini digantung seperti teru teru bozu.

Aku sih jujur kurang terhubung sama jalan cerita dan karakter-karakter di novel ini. Udah gitu endingnya bikin aku WAJIB membuka kembali halaman-halaman sebelumnya karena terlalu gak nyangka/nggak yakin sama plot twistnya (dalam artian negatif sih sebenernya), tapi itu nggak aku lakuin. Dan akhirnya aku di sini deh kebingungan sendiri dan mengira-ngira benarkah pelaku sebenarnya adalah si dia. Entar deh aku bakalan baca lagi.

Bagusnya novel ini Jepang banget. Tapi Jepang bangetnya itu dalam artian buku ini cukup banyak menyajikan pengetahuan soal festival dan jenis-jenis hantu di Jepang dan juga cerita di balik lagu-lagu anak-anak di Jepang, yang terbilang menarik. Untuk settingnya sendiri masih biasa, sih.

Menurut buku ini, lagu-lagu anak-anak tersebut punya interpretasi yang seram/sadis/memilukan. Memang sih bisa benar bisa enggak. Nah, kalo di Indonesia sendiri gimana ya? Jadi penasaran.


5 reviews
October 26, 2021
Review ini mengandung sop-iler!


Premis yang bagus, tapi eksekusinya nggak.

MCnya bener-bener bodoh dan bikin gregetan! Karena dia jelas ketemu si anu pas korban pertama meninggal, tapi dia nggak curiga sama sekali. Malahan, ngajak buat ikut investigasi. Wow, seriusan? Tokoh pendukung lainnya juga sama-sama bodoh dan gak peka, ini beneran bikin kesel. Dari segala petunjuk yang mereka temukan, dan dengan tambahan satu anggota dari klub jurnalistik, apa mereka masih nggak bisa ngeliat siapa pelaku sebenarnya?

Juga, meski genrenya horor misteri, buat aku yang penakut ini, horrornya masih kurang. Hal paling nyeremin cuma pas mereka berempat (apa bertiga ya?) ngumpul buat nyeritain cerita horor bergiliran, terus sama lirik lagu teru-teru bozu. Serem abis, apalagi lirik aslinya tentang penggal kepala:')

Misterinya sendiri juga masih kurang dan gampang ketebak. Entah kak Ziggy sengaja ngebikin gampang ketebak, atau gimana.

Terakhir, yang paling penting dari semua aspek: ending. Menurutku sendiri, endingnya nggak jelas. Bisa jadi si MC memang pelaku dan takanashi hanya imajinasinya karena dia ngobat; kalau endingnya gini, aku bakal puas. Pertanyaan yang muncul ketika membaca part awal kayak (kok dia gak ngomong ketemu takanashi sih? Jangan2 dia sendiri pelakunya?) bakalan terjawab. Tapi, kemunculan takanashi di akhir ini yang bikin gagal. Kesannya sangat dipaksakan dan kayak disengaja supaya banyak plot twist. Atau ada lagi deh satu ending yg bagus; takanashi kan bukan dari dimensi kita, jadi dia bisa bikin si MC jadi Pelaku. Sayangnya, ending yamg diberikan sama sekali gak jelas. Pelakunya pun jadi gak ketahuan. Huft. Kasian juga si MC.

Kalau ada yang paham gimana endingnya, coba jelasin. Aku serius ga paham. Ini antara kak Ziggy mau bikin pembacanya berteori dengan ending yang boom! tapi dalam pandanganku, ceritanya jadi kacau.

Yang aku suka dari novel ini adalah plot twist tentang si MC yang ngebunuh keluarganya. Ya, ternyata dia segila itu. Juga beberapa penjelasan tentang festival di Jepang yang dinarasikan dengan sangat bagus. Bagaimana suasana di musim tersebut jadi bisa lebih kebayang sama kita sebagai pembaca.

kesimpulan: aku nggak puas. Sama sekali nggak. Tapi, novel ini bisa jadi permulaan yang bagus untuk orang yang mau nyicip genre misteri. ◉‿◉ Aku lebih suka saving Ludo dibanding teru-teru bozu:/

Ku kasih rate 2, karena poin-poin positif yang kusebutkan di atas. 3 bintang lainnya ilang karena karakter yang super duper bodoh, dan (lagi) poin-poin negatif yang aku sebutkan juga di atas.

P.S :

Review ini aku edit cukup banyak. Reviewnya pertama kali kutulis sepuluh bulan yang lalu, tapi sewaktu kubaca ulang, nggak menggambarkan dengan jelas gambaran novelnya seperti apa. :-/
Profile Image for yun.
11 reviews9 followers
January 31, 2022
3,5 ⭐️
seru kok, mystery thrillernya lumayan, dan horornya ga terlalu berasa banget. aku gatau emang kak ziggy sengaja bikin pembaca dengan mudah tebak pelakunya atau gimana, tapi ini dari awal bener-bener ketebak siapa pelakunya. dan endingnya bikin aku bingung, terlalu dipaksa jadi plot twist mungkin? tapi lumayanlah. jadi si kagome ini beneran ngebunuh orang atau dia dikendalikan sama si setan mata biru? jadi si mata biru nih bukan hanya khayalan kagome? beneran setan? atau gimana?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lila Cyclist.
858 reviews71 followers
December 24, 2018


“Teru teru bozu, jadikanlah hari esok cerah,
Tapi jika awan menangis, aku akan memenggal kepalamu.”



Syair diatas itu sebenarnya adalah dari lagu anak-anak Jepang tentang lagu pengusir hujan, tapi baris terakhirnya begitu seram. Begitu juga legenda yang beredar tentang boneka teru teru bozu yang beredar. Sama seperti lagu untuk nina bobo di Indonesia, berjudul Nina Bobo juga beredar legenda kisah yang menyeramkan. Entah mengapa hal-hal menyeramnkan terkadang membuat anak-anak suka, bahkan terobsesi.

Review lengkap di blog ya, Teru Teru Bozu
Profile Image for Hani Mahdiyanti.
217 reviews37 followers
September 11, 2015
Aku menutup buku ini dengan perasaan puas. Exceed expectation. Aku nggak mengira bakal menikmatinya. Ini buku adikku. Jarang-jarang aku menikmati buku anak SMP (sombong kali aku ini... padahal bukunya juga cuma pinjem... hehehee... maaf, yaa... peace ^v^). Oke, aku akan mencoba menceritakan apa yang membuatku menikmati bacaan ini (ter-Kagome :D):

Pertama-tama, karakternya:

Tokoh utama atau ‘aku’ disini adalah Kagome Niwa, anak perempuan yang bersekolah di Jepang setelah sebelumnya di Swiss. Jepang adalah hal baru baginya, walaupun ia punya darah Jepang. Selain sedikit ada kesan ‘asing’ atau bukan ke-Jepang-an pada dirinya (padahal namanya Jepang banget), Kagome Niwa adalah anak perempuan yang biasa-biasa saja. Pandai, terutama dalam catur. Dan pemberani. Termasuk oke lah jadi heroine. Lalu ada Takanashi, anak laki-laki bermata biru yang misterius. Entah kenapa, kesan yang didapat Kagome pada anak ini agak menakutkan, tapi aku sendiri menangkap kalau anak ini menarik. Yah, memang menarik, tapi ternyata dalam arti lain… baca sendiri kalau kepingin tahu :D Hibari, anak laki-laki yang ceria. Kawan dekat Kagome. Oke banget dipasangkan sama Kagome, soalnya Kagome seringkali terlalu serius sampai terkesan gloomy. Ada Tsugumi, anak perempuan anggota klub jurnalistik yang kepo abis. Bakatnya menyelidik menurun dari ayahnya yang petugas kepolisian.

Itulah tokoh-tokoh penting yang membangun inti cerita. Agak sedikit kurang pada detail penggambaran fisik masing-masing tokohnya, misalnya deskripsi Kagome. Tsugumi ada gambaran kalau dia cantik, Takanashi bermata biru dan ada kesan agak mengintimidasi, tapi Hibari gambarannya agak kabur selain sifatnya yang bersemangat. Ada gambar-gambar di bukunya, jadi gambaran orang-orang itu bisa dibayangkan dari gambar-gambar yang ada. Tapi aku tetep menikmati ceritanya mengalir sih.

Lanjut ke… plot:
Sudut pandang ceritanya orang pertama atau 'aku', yaitu Kagome. Tapi alurnya maju-mundur sih, jadi pas Kagome menceritakan kisahnya, di cerita itu Kagome sebagai aku. Di luar itu, sudut pandangnya orang ketiga.

Genre, kalau dilihat dari sinopsis di belakang bukunya, dan tentu saja judulnya (Fantasteen Scary) bisa ditebak kalau ceritanya mengandung unsur horror. Tapi para tokoh adalah anak-anak yang logis, jadi mereka tidak bisa menerima begitu saja kematian-kematian yang terjadi adalah ulah makhluk halus, jadi ada unsur misteri dan penyelidikan di sini. Dan dari ending-nya …

Ending-nya, bikin logikaku jumpalitan. Yah, walaupun ada horror-nya, misteri pasti ada pemecahannya kan, seperti dalam Lockwood & Co.: Screaming Staircase. Di sini pemecahan misterinya ada, tapi nggak ada bukti, jadi you know lah gimana cerita horror berakhir. Hanging. Kayak teru teru bozu (>.<).

Pace cerita cepat. Makanya cepet selesai bacanya (hehe…). Selain itu, penyelidikan dikejar waktu dan penjahat yang mengincar nyawa, jadilah ada unsur thriller-nya juga.

Twist-nya bagus, cara menempatkannya juga oke. Walaupun bisa ditebak, tapi cara mengarahkan atau memilih ke ending-nya yang kayak ‘gitu’, nggak ketebak. Ada unsur psikologis di ending-nya. Status Kagome yang tadinya heroine jadi kayak ‘burung dengan sayap patah’. Dan karena pada dasarnya ini adalah cerita horror, ending yang menggantung pasti jadi pilihan sebagai jawaban dari misteri yang tak terpecahkan. Tapi aku puas dengan ending yang dipilih penulis. Pas rasanya.

Gaya bahasa yang dipilih baku, tapi luwes. Jadi ada dialog-dialog yang pakai kata-kata gaul. Menurutku itu lumayan, malah bikin ceritanya nggak kaku.

Oiya, salut juga buat penulisnya karena pembangunan suasana Jepang-nya, dapet lah. Terlepas dari ada-tidaknya cerita rakyat Jepang yang jadi dasar cerita ini, riset yang dilakukan untuk membangun situasinya bisa dikatakan oke.

Kalau belum baca isinya, covernya sebetulnya biasa aja. Kesan seremnya dapet, tapi nggak ngeri-ngeri banget. Tapi kalau udah baca, pasti kebayang-bayang kalau di cover, teru teru bozu itu isinya adalah mayat…

Jadi, masih suka pasang teru teru bozu di depan jendela ketika turun hujan? Pikir-pikir lagi, atau nyawamu yang ….. *ilang sinyal*
Profile Image for insightcure.
56 reviews3 followers
November 5, 2022
"Teru teru bozu, teru teru bozu, jadikanlah hari esok cerah. Tapi jika awan menangis, aku akan memenggal kepalamu."

Lirik di atas adalah bait terakhir dari lagu anak-anak Jepang tentang pengusir hujan. Aku heran, kenapa lagu anak-anak suka serem ya, kayak lagu Nina Bobo aja udah bikin ketar-ketir kalo didenger malem-malem.

Teru teru bozu sendiri terbuat dari kain putih yang digantung di tepi jendela dengan benang. Boneka ini udah populer di Jepang sejak dulu, di mana anak-anak membuatnya untuk memohon cuaca baik di keesokan hari sebelum piknik sekolah.

Nah, kisah inilah yang diangkat Kak Ziggy dalam novel ini. Sejumlah siswa dan guru di SMP Nada ditemukan tergantung seperti Teru Teru Bozu. Tokoh utama (dalam hal ini MCnya adalah Kagome) berusaha memecahkan misteri pembunuhan yang terjadi.

TKP-nya beragam, berkaitan sama 10 tempat yang terkenal dengan cerita horror di sekolah tersebut. Semua korban diperkirakan dibunuh saat hujan turun di setiap hari festival dan event besar sekolah sepanjang tahun yang sama.

Kesamaan mereka semua adalah memasang Teru Teru Bozu pada hari sebelumnya.

Meski pada awalnya mereka mengira semua kejadian perbuatan arwah jahat, tokoh anak-anak di novel ini ternyata berpikir cukup logis.

Novel ini banyak dikaitkan dengan cerita rakyat, cerita legenda, dan permainan tradisional di Jepang (Permainan Kagome). Terdapat gambaran derita dan pembullyan yang dialami turunan ras asing yang tinggal di Jepang pada masa PD II.

Sudah menjadi ciri khas Kak Ziggy dalam membuat ending gila sekaligus bikin "nelongso".

Sayangnya, aku kurang menikmati eksekusi ending cerita, terutama di paragraf penutupnya.

Buat yang takut baca horror, gak perlu khawatir, boleh coba baca buku ini. Gak seram dan bisa tahu detail-detail keunikan Jepang yang mungkin belum kita ketahui.

More review on IG @insightcure
Profile Image for mira larasati.
101 reviews2 followers
January 19, 2023
3.5/5

Jujur aku baru kali baca buku tulisan Ziggy, dan teringat untuk baca beliau krn nemu di Ipusnas wkwk.. dan aku rasa gaya tulisan beliau itu enak banget.

Apalagi lagi aku sempet terheran heran kalo buku ini sebenarnya terjemahan. Soalnya beliau bener bener nulis kayak seolah buku ini terjemahan dari sekian Jp-Lit.

isi buku ini jg banyak mengandung cerita cerita lama, legenda, takhayul Jp. Ya meskipun bener atau bukannya, gatau jg… tp secara sebagai fiksi ditambahkan hal kayak gini, another story inside story gitu. Wawasan beliau atas hal itu semua, dijabarkan dengan baik disini membuat sy ikut larut dlm kisahnya. Aku bahkan sempet ngira beluau ini penulis Jp hahaha.

Selain itu Beliau juga mengutarakan wawasannya tentang catur dan berbagai kultur yang menurutku sangat menarik disini. Banyak informasi baru yang seolah menjadi artikel bebas jadi satu dalam novel ini… dan penyampaiannya tidak berat.

Cuman minusnya, karena disini terjadi banyak kejadian pembunuhan… aku ngerasa off banget krn penindakan nya kurang heboh… Masa ada pembunuhan berantai yang menewaskam banyak siswa .. tp santai banget ga ada berita besar di tv, masyarakat ngehebohin masalah ini, polisi yang bertindak sigap, bahkan cmn ditanggapi dengan ngeliburin sekolah… i mean , mana ortu demo atau menuntut buat pindah sekolah (?) jadi itu paling yg ganjil buatku. Memang, Smua kisah berpusat pada MC dan teman temannya yg sibuk menyelidiki.. dan memang genre ini mungkin bukan crime… tp tetep aja ada kasus bunuh2an , jd kerasa kurang “menggigit” kalo hal ini disepelein….

Twist yang ditaruh kemari udah cukup bagus… tapi karena twist kayak gini udah jadi makanan setiap kali baca thriller, aku dah yang ga wah lagi.

Dengan keberadaan karakter Niwa dan teman temannya yang udah sebegitu menyelidiki layaknya detektif , kerja keras melebihi polisinya (?) ekspektasiku,,, wah keren gitu ya… tp di mataku mrk menyelidiki hanya main main dan masih kayak bocah yg main tebak tebakan , emang bener “ga usah ikut ikutan”.
Akhirnya setelah mikir gitu, eh … terjawab di endingnya…

Yang menjadi alasan aku berakhir tetap rekomenin buku ini selain gaya tulis, dan penceritaannya yg seru tidak membuat bosan , karena… konsep horror dan tragedi nya kerasa banget merinding. Endingnya berasa menjawab smua pertanyaan… di satu sisi, malah jd kerasa bingung. At least ada bubuhan tragis yang bikin sy gigit jari.
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
April 21, 2025
Dari kecil Kagome Niwa menghabiskan hidupnya di Swiss. Sampai kemudian dia masuk SMP, dia bersekolah di Kobe dan tinggal bersama kakek dan neneknya. Ia pun mulai berteman dengan Hibari Todo yang mengenalkan dia tentang budaya Jepang dan Takanashi Yuki seorang siswa laki-laki bermata biru yang berbeda dari teman yang lainnya. Berbagai cerita mistis dan tahayul ada di sekolahnya. Hingga suatu hari, satu per satu di sekolahnya mati dalam keadaan mengenaskan. Tergantung dengan kain putih seperti Teru Teru Bozu.

3.5⭐

Ini adalah buku Ziggy pertama yang berhasil aku tamatkan. Hoorrayy! Setelah sebelumnya berakhir not yet finish (nyf)—bukan dnf karena mungkin suatu hari akan dibaca, tergantung waktu dan mood.

Kesanku membaca buku ini adalah alih-alih merasa seram karena ceritanya banyak mengandung horor dan mistis Jepang, aku malah merasa kagum dengan begitu banyaknya budaya, sejarah, dan folklore Jepang dalam buku ini. Kalau tidak melihat penulisnya adalah penulis Indonesia, mungkin bisa saja aku mengira ini adalah J-Lit.

#

Premisnya menarik. Namun, eksekusinya yang menurutku kurang smooth. Terutama di bagian menuju ending yang seakan dipaksakan untuk menjadi plot twist. Selain itu, motif dari pelaku terkesan dangkal dengan pembunuhan segitu banyaknya—atau just simply psikopat aja. Penjelasan cara membunuhnya pun malah bikin ku bertanya-tanya, emang bisa ya cara begitu untuk membunuh orang? Kek macam drama India yang tetiba ada tali dan menjerat leher (?)

Lalu, penanganan dari kepolisian yang juga kurang masuk akal. Ada pembunuhan di sekolah, tidak hanya satu tapi banyak, dan uniknya nggak ada satu pun orang tua siswa yang demo. Kalau aku jadi orang tua, udah minta anakku pindah sekolah. Dan juga peran media massa nggak ada juga. Seharusnya level seperti itu sudah viral satu negara.

#

Bagian yang lumayan membuat bulu kudukku bergidik adalah saat mereka gantian cerita horor satu per satu. Dan juga lirik lagu anak-anak yang ternyata menyeramkan.

Cukup bisa dinikmati. Menambah pengetahuan tentang folklore Jepang. Bisa dibaca sekali duduk. Cocok buat yang suka teen-thriller-horror dengan latar Jepang.
Profile Image for Aldrina.
84 reviews15 followers
February 26, 2022
INI BAGUSSS🤩

Suka sama cara penulis mengiring pikiran pembaca biar mikir "ini mah jelas bgt anjir dia pelakunya" dan ternyata.. wahh

Sepanjang w baca cuman antara ngeri, kalem, rada parno, kasian, atau surprised

Per babnya jg pendek2 jd berasa mau baca terus, dan w suka ada bbrp bab yg akhir babnya tuh kayak ada bibit2 misteri/ngasih feel ngeri ke pembaca dan lgsg kepotong gt aja dan lanjut bab baru

W jg suka cara penulis ngegambarin perasaan dominan yg dirasain si tokoh utama, diksinya jg bagus jd bikin pembaca bs ngerasain dan ngebayangin latar tempatnya kayak apa. Suka jg cara penulis bikin pembaca bingung nebak siapa pelakunya krna terduga utama sempet digambarkan sbg yg tdk bersalah. Endingnya jg mantep, dan buat w sih bisa dibilang haunting.

Tpii, buat w penjelasan di endingnya tuh malah nimbulin banyak pertanyaan, karna dijelasinnya ga sedetail itu. But overall, still a fun ride.

W baca di ipusnas dan skrg pengen punya buku fisiknya wkwk. From mee, intinya sih expect the unexpected.
Profile Image for Asha.
94 reviews8 followers
July 31, 2024
Baca buku ini pertama kali waktu zaman SMA & memutuskan utk re-read karena lupa ceritanya.

Yaallah MCnya dongo & denial bgt gregetan sendiri🤬🤬 pelakunya udh ketebak dari awal cerita karena emg penulisnya entah sengaja or something sama sekali gak berniat untuk nutupin siapa pelakunya😅

Sesuai dengan taglines di bukunya, yaitu "fantasTEEN" harusnya buku ini dibaca anak2 remaja karena emg target pasarnya seperti SMP or SMA. Pokoknya utk yg baru pertama kali baca genre semacam ini lumayan oke.
Profile Image for Araaaa ➹.
133 reviews12 followers
November 26, 2021
Tentang boneka hujan. Tentang legenda Jepang. Tentang teror dan pembunuhan. Aku baca ini sewaktu lagi sendirian di rumah, dan saat hujan. Sangat mendukung suasana membaca buku ini :) jadi serem, ngeri, dan takutnya kena banget di aku. Kalian cobain deh ☺

Semua kejadian korban rasanya kayak beneran nyata di depan mataku, serem dan ngeri, jujur. Aku suka perasaan ini karena jarang banget dapet 𝘯𝘨𝘦𝘳𝘪 sewaktu baca buku horor dan thriller.

Untuk ending, yah, aku sudah tidak ada tenaga untuk menjerit atau marah2 di sini. Cukup kukatakan, nice try 😉 kau membuatku sedikit terkecoh, Kawan.

But yeah, it's a wonderful story for me. Berkesan banget.
Profile Image for Yandi Asd.
116 reviews4 followers
March 11, 2023
3.5⭐

Seperti biasa, tulisan Ziggy tuh asyik. Aku nggak tau mau komen apa, tapi aku enjoy aja gitu pas baca novel ini. Idenya udah terkesan "berat" untuk novel misteri-thriller dengan segmen pembaca Fantasteen. Tapi, menurutku Ziggy bisa meramu cerita ini dengan baik. Plot dan konfliknya rapi. Untuk karakternya, aku agak kesel ya wkwk. Untuk bagian paling kusuka tuh klimaksnya. Untuk ending, aku cukup nggak nyangka ternyata dibawa ke sana. Kupikir karena sesuatu lain. Dan, aku suka banget cara Ziggy bikin paragraf penutup novel ini. Ya, aku selalu suka sama cerita misteri/thriller/horor yg ditutup begini wkwk. Kalian wajib baca!
Profile Image for Julian.
37 reviews1 follower
July 21, 2025
Untuk ukuran novel horror remaja ini keren banget menurutku. Aku nggak akan spoiler, tapi ini ceritanya tentang kasus pembunuhan di sebuah SMP Jepang, dengan motif yang disangkutpautkan dengan boneka penangkal hujan, Teru Teru Bozu. Ceritanya juga bukan yang berat banget mengingat ini novel remaja. Pokoknya harus baca. Keren! Mungkin aku bakal re-read lagi nanti.
Profile Image for Seara Maheswari.
80 reviews1 follower
June 30, 2024
Baca ini mumpung ada slot di ipusnas. Karya lawasnya Ziggy, yang mengangkat tema soal teru teru bozu.

Teru teru bozu sendiri merupakan boneka penangkal hujan, yang cukup populer di negeri sakura. Dan ternyata... ada kisah kelam dibaliknya.

Buat misterinya, sebetulnya cukup ketebak siapa pelakunya.
Profile Image for bita.
15 reviews1 follower
December 7, 2022
ini bagus!! sepanjang cerita aku dibuat merinding HAHA dan endingnya cukup menarik sekaligus buat aku bengong.
1 review
Read
December 3, 2023
My review on the "Teru Teru Bōzu" novel

I think this is quite an interesting book, especially the plot twist which is executed perfectly, even though the twist is predictable because the killer is near them and from first impressions the killer is already suspicious but the way the author writes the ending that leads to it is unforeseeable for some readers, including me because if you look at the ending there is a psychological element.

In terms of language style, standard but flexible language is chosen, so there are still slang words in various dialogues. The author, Ziggy Z. is a local writer but she explains very neatly the history of the story of Teru Teru Bōzu along with the legend of the ghosts at school. Regarding the skill, the details of the murder can be predicted beforehand, because I have read the 'sadism' in the novel "Seaside", another thriller novel from the author that makes my skin crawl! T^T

The pace of the story is fast, so you could finish reading it quickly. Apart from that, the investigation is pressed against time and criminals are targeting lives, so there are thriller elements too.

Overall, this is a book that can fill your free time, just for entertainment if you are bored, 9/10 for me.
Profile Image for Nie Cha Cha.
52 reviews1 follower
November 28, 2023
Awalnya kukira Teru-Teru Bozu ini adalah cerita tentang hantu. Karena sesuai dengan genrenya yang berjudul: Fantasteen Scary. Namun, Scary juga tidak selalu karena hantu, arwah gentayangan, atau mahluk aneh lainnya. Takut seringkali akibat aksi misterius sehingga seseorang membayangkan hal-hal yang menyeramkan atas kemisteriusan itu.

Pertama-tama, karakternya:
Tokoh utama adalah ‘aku’ disini Kagome Niwa, anak perempuan yang bersekolah di Jepang setelah sebelumnya di Swiss. Jepang adalah hal baru baginya, walaupun ia punya darah Jepang. Selain sedikit ada kesan ‘asing’ atau bukan ke-Jepang-an pada dirinya, Kagome Niwa adalah anak perempuan yang biasa-biasa saja. Pandai, terutama dalam catur. Dan pemberani.

Lalu ada Takanashi, anak laki-laki bermata biru yang misterius. Entah kenapa, kesan yang didapat Kagome pada anak ini agak menakutkan, tapi aku sendiri menangkap kalau anak ini menarik.

Hibari, anak laki-laki yang ceria. Kawan dekat Kagome. Oke banget dipasangkan sama Kagome, soalnya Kagome seringkali terlalu serius sampai terkesan gloomy. Ada Tsugumi, anak perempuan anggota klub jurnalistik yang kepo abis. Bakatnya menyelidik menurun dari ayahnya yang petugas kepolisian.

Itulah tokoh-tokoh penting yang membangun inti cerita. Agak sedikit kurang pada detail penggambaran fisik masing-masing tokohnya, misalnya deskripsi Kagome. Tsugumi ada gambaran kalau dia cantik, Takanashi bermata biru dan ada kesan agak mengintimidasi, tapi Hibari gambarannya agak kabur selain sifatnya yang bersemangat. Ada gambar-gambar di bukunya, jadi gambaran orang-orang itu bisa dibayangkan dari gambar-gambar yang ada. Tapi aku tetep menikmati ceritanya mengalir sih.

Sudut pandang ceritanya orang pertama atau 'aku', yaitu Kagome. Tapi alurnya maju-mundur sih, jadi pas Kagome menceritakan kisahnya, di cerita itu Kagome sebagai aku. Di luar itu, sudut pandangnya orang ketiga.

Genre, kalau dilihat dari sinopsis di belakang bukunya, dan tentu saja judulnya (Fantasteen Scary) bisa ditebak kalau ceritanya mengandung unsur horror. Tapi para tokoh adalah anak-anak yang logis, jadi mereka tidak bisa menerima begitu saja kematian-kematian yang terjadi adalah ulah makhluk halus, jadi ada unsur misteri dan penyelidikan di sini. Dan dari ending-nya …

Ending-nya, bikin logikaku berpikir keras. Walaupun ada kesan horror-nya, misteri pasti ada pemecahannya kan. Selain itu, penyelidikan dikejar waktu dan penjahat yang mengincar nyawa, jadilah ada unsur thriller-nya juga.

Twist-nya bagus, cara menempatkannya juga oke. Walaupun bisa ditebak, tapi cara mengarahkan atau memilih ke ending-nya yang kayak ‘gitu’, nggak ketebak. Ada unsur psikologis di ending-nya. Status Kagome yang tadinya heroine jadi kayak ‘burung dengan sayap patah’. Dan karena pada dasarnya ini adalah cerita horror, ending yang menggantung pasti jadi pilihan sebagai jawaban dari misteri yang tak terpecahkan. Tapi aku puas dengan ending yang dipilih penulis. Pas rasanya.

Gaya bahasa yang dipilih baku, tapi luwes. Jadi ada dialog-dialog yang pakai kata-kata gaul. Menurutku itu lumayan, malah bikin ceritanya nggak kaku.

Oiya, salut juga buat penulisnya karena pembangunan suasana Jepang-nya, dapet lah. Terlepas dari ada-tidaknya cerita rakyat Jepang yang jadi dasar cerita ini, riset yang dilakukan untuk membangun situasinya bisa dikatakan oke.
Profile Image for Rif.
279 reviews35 followers
December 27, 2014
Sebenarnya 3,5 bintang tapi aku bulatkan ke 4 bintang karena premisnya menarik. Ini kisah tentang "Teru Teru Bozu" yang didasarkan pada lagunya yang memang cukup menyeramkan.
Buat yang mau dengar lagunya ---> https://www.youtube.com/watch?v=JnXl9...

Teru teru bozu (literally: shining shining buddhist-monk) adalah sebuah mitos di Jepang. Konon, kalau kita memasang teru teru bozu di jendela, hujan tidak akan datang. Fungsinya kurang lebih seperti pawang hujan(?)

Yang membuat premisnya menarik adalah karena di dalam kisah ini, beberapa orang ditemukan tewas dalam posisi seperti teru teru bozu. Semua mayat dilapisi kain putih, dan digantung dengan tali di bagian lehernya. Menurutku, buku ini akan jadi sangat keren kalau difilmkan.

Nilai plus berikutnya adalah keseriusan penulis. Entah benar-benar suka Jepang dan catur, atau dia melakukan riset mendalam sebelumnya.. cerita ini terkesan detail dan cukup nyata. Karena aku juga familiar dengan film-film Jepang, rasanya mudah sekali membayangkan latar tempat dan suasana yang dideskripsikan oleh si penulis. Bahkan aku dapat beberapa pengetahuan tambahan, dari berbagai legenda di Jepang, jumlah kisah hantu di sekolah, sampai makna hana yori dango atau boys before flowers.

Omong-omong, ini lirik lagunya:
Sunny, sunny monk boy, sunny monk boy,
Tomorrow, make the weather nice for me
Like a heavenly dream once upon a time
If it clears, I'll give you a gold bell.

Sunny, sunny monk boy, sunny monk boy,
Tomorrow, make the weather nice for me
If you listen to my wish
We'll drink lots of sweet sake.

Sunny, sunny monk boy, sunny monk boy,
Tomorrow, make the weather nice for me
If it should get cloudy and you weep (make rain)
Then I SHALL SNIP YOUR HEAD OFF!

P.S. Yang membuatku ingin mengurangi rate-nya sebanyak 0,5 adalah penulisan tanda bacanya. Aku tidak tahu apakah ini salah si penulis atau editor. Jika salah penulis, mengapa tidak diperbaiki editor? Jika memang ini keputusan editor, baiklah.. mungkin pengetahuanku yang amat sangat kurang.
Profile Image for Dian Achdiani.
207 reviews26 followers
September 15, 2015
Cakep banget ceritanya, plot-nya rapi, padahal yg nulisnya 'anak kecil'. Tidak seperti tulisan 'anak kecil' lain yang 'pokoknya gua mau nulis setting Jepang'. Setting Jepang-nya di sini masuk banget...
Profile Image for Sal sczophrn.
66 reviews4 followers
January 10, 2023
Ini buku seruuuuuu banget. Aku mulai baca sore tadi, terus hampir jam 9 malem ini baru selesai baca. Maklum, diselingi banyak iklan hehe. Buku Fantasteen kedua dari Ziggy yang aku baca. Kemarin aku selesai baca yang judulnya Lucid Dream, sekarang Teru Teru Bozu.

Aku tau tentang tradisi teru teru bozu ini sejak SMP. Bahkan dulu aku pernah buat sendiri dan aku gantung di kamarku. Suatu ketika teman SMP ku mampir ke rumah dan kami masuk ke kamarku, dia lihat boneka teru-teru bozu yang aku gantung itu, katanya serem. Well, aku awalnya biasanya aja bahkan anggap itu boneka lucu tapi setelah dia bilang gitu, aku lepas itu boneka hehe.

Dari cerita yang dibawakan oleh Ziggy dinovel Fantasteen Teru Teru Bozu ini, ada banyak plot twist atau suspend. Well, sejak aku baca yang Lucid Dream kemarin aku sudah bisa menebak gaya penulisan Ziggy dan kemungkinan plot/ending yang dia tulis. Meski aku sudah bisa menebak semua kemungkinan saat baru sampai di tengah jalan, ending dari cerita ini tetap saja memberikan twist dan suspended tu sendiri.

Sebenarnya dijalan cerita aku sudah geram dengan tokoh utama, Niwa, karena bisa-bisa dia jalan berdua dengan tersangka bahkan membuat tersangka yaitu Yuki, ikut dalam penyelidikan. Aku terus mengumpat dan mengatakan dia bodoh, bodoh, dan bodoh. Aku terlalu terbawa suasana, sepertinya. Tapi karena aku sudah mulai mengenal gaya penulisan Ziggy jadi aku sudah menebak siapa dalang pembunuhan itu.

Untuk menghemat uang, aku baca lewat secara ebook di iPusnas. Cukup butuh waktu untuk mengantre tapi dengan kekuatan keberuntunganku, aku bisa dengan cepat mendapatkannya, hehe. Tapi meski ini ebook, tata letak masih berantakan banget. Masih bisa terbaca sih. Hanya saja selama cerita berjalan, tidak ada footnote atau catatan kaki untuk menjelaskan kosakata atau istilah asing.

Untuk mereka, orang awam yang tidak mengenal budaya Jepang dan bahasa Jepang sama sekali, akan bingung dengan jalan cerita. Karena ada banyak budaya Jepang yang dimasukkan ke dalam cerita ini. Aku sendiri lumayan bisa paham, karena aku sempat belajar bahasa Jepang meski otodidak dan belajar budaya Jepang jalur otaku hehe. Aku baca versi ebook, jadi kurang tahu apa versi buku fisik ada footnotenya atau tidak. Aku sempat menemukan buku ini di perpustakaan tapi saat itu aku belum tertarik.

Well, overall cerita ini seru. Diakhir cerita, bikin senyum-senyum sendiri. Aku sih senyum-senyum karena sudah paham maksudnya tapi buat mereka yang belum paham mungkin bakal bingung. Tapi sungguh, buku Teru Teru Bozu ini harus dibaca dengan kefokusan tertentu. Sehingga bisa paham alur ceritanya.

Kalau bingung kenapa aku malah baca buku fiksi remaja ini, apalagi seri Fantasteen, itu karena aku sedang ingin bernostalgia. Buku terbitan mizan dulu yang menemani aku saat kecil, buku-buku seperti KKPK, Fantasteen, dan sejenisnya itu yang membuatku menjadi seperti ini. Mereka temanku, disaat dulu kecil aku gapunya teman. Jadi, ada kenangan spesial aja, jadinya pengen baca lagi deh.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dea.
16 reviews3 followers
September 23, 2023
Pertama kalinya gak ngerti dengan ending buatan Ziggy. Padahal, penulis cukup sering membubuhi plot twist di akhir ceritanya. Saat di bab keempat/lima/ enam, saya mulai menyadari kemungkinan buku ini punya plot mirip dengan Lucid Dream dan The Other Side. Dan ternyata memang benar.

Kesulitan dalam memahami buku ini ada pada penyebutan nama-nama tokoh. Saya tahu, di Jepang, nama seseorang ditulis dengan format marga lalu nama panggilan. Saya juga tahu kalau menyebutkan nama panggilan di Jepang itu termasuk tabu, kecuali kita kenal dekat atau punya hubungan khusus. Dan, menurut saya, Jepang mempunyai sistem penamaan yang sangat panjang dengan penyebutan mirip-mirip. Terlebih penulis atau pun editor tidak memberikan catatan kaki istilah-istilah Jepang yang muncul, seperti nama festival, ritual, maupun tahayulnya. Semua disebut hanya dalam dialog tokoh.

Selain adaptasi budaya-budaya Jepang dan teori catur seperti acara serial The Queen Gambit yang sangat saya sukai, sepertinya tidak ada hal lain lagi yang benar-benar membuat saya terkesima. Kalau bisa diibaratkan, alur buku ini sama seperti ketika kita lagi bawa motor dengan kecepatan lambat yang stabil, kemudian digas tiba-tiba, direm lagi ketika melewati polisi tidur, jalan dikit, berakhir direm tiba-tiba. Sepuluh bab pertama: L A M B A T! Isinya cuma deskripsi kasus pembunuhan serta penyelidikan yang terasa diulang-ulang. Terus dibab selanjutnya, tiba-tiba semuanya di-spill: siapa pelakunya, dengan cara apa, motivasinya. Makanya tadi saya ibaratin kayak naik motor. Sebab, dibab keduabelas, ending-nya kayak ditahan-tahan seolah Ziggy gak mau bukunya berakhir, atau gak mau kita tahu akhirnya gimana.

Gak ada perasaan gimana-gimana yang saya rasain selama dan sesudah baca buku ini. Rasanya 2 bintang untuk rating sudah cukup mewakili perasaan saya. Padahal, saya tahu ini bukan buku pertama Ziggy. Padahal, buku ini terbit setelah ia menerbitkan The Other Side dan Lucid Dream. Sepertinya ketika buku ini ditulis, Ziggy sudah kehabisan ide meramu cerita detektif bercampur unsur-unsur mental illness dan sedikit tahayul supaya hasilnya sesempurna dua buku lainnya itu. Sehingga, pengungkapan motif dan pelaku pembunuhan terasa masih kosong, kayak ada yang kurang bahkan hingga akhir halaman. Ada dua kemungkinan kenapa si Mata Biru masih berkeliaran hingga bisa ngasih keterangan ke polisi: a) ada sindikat, b) dia arwah yang dapat merasuki orang lain dengan gampang.
Profile Image for Clavis Horti.
125 reviews1 follower
July 11, 2024
Apakah kamu pernah mendengar tentang teru teru bozu? Boneka tradisional Jepang ini, dibuat dari kertas atau kain putih dan digantung di tepi jendela dengan benang, memiliki sejarah yang menarik. Pada zaman Edo, anak-anak dengan penuh harapan membuat teru teru bozu sambil bernyanyi, memohon agar cuaca cerah keesokan harinya.

Namun, pernahkah kamu membayangkan kisah menyeramkan yang tersembunyi di balik teru teru bozu? Lupakan sekadar boneka pengusir hujan yang biasa kamu kenal. Di dalam buku ini, teru teru bozu menjadi simbol kengerian yang menuntut nyawa. Bayangkan, di balik kain putih yang berkibar, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada kertas atau kain perca.

Beranikah kamu membaca buku ini hingga akhir, mengetahui bahwa setiap lembar membawa ancaman yang lebih menakutkan dari sebelumnya?


Teru Teru Bozu karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie adalah salah satu buku dari seri Fantasteen yang telah saya tamatkan dengan penuh antusias. Dalam buku ini, saya dibawa menikmati petualangan cerita dengan latar tempat dan budaya Jepang yang sangat kuat dan autentik. Ziggy berhasil membangun suasana yang kaya akan detail, membawa pembaca langsung ke jantung kehidupan sehari-hari di Jepang dengan segala tradisinya.

Cerita ini berpusat pada kehidupan anak-anak sekolah, yang melalui sudut pandang mereka, kita diajak menyusuri berbagai peristiwa misterius dan menegangkan. Gaya penulisan Ziggy membuat saya dengan mudah mengikuti alur cerita dan terhanyut dalam setiap kejadian. Saya sangat mengapresiasi bagaimana Ziggy menyelipkan elemen-elemen kejutan yang membuat pembaca terus penasaran tentang bagaimana kisah ini akan berakhir.

Namun, meskipun saya sangat menikmati buku ini, ada beberapa kekurangan yang saya rasakan. Ada bagian-bagian di mana hubungan antara tokoh dan kejadian terasa kurang jelas dan sedikit membingungkan. Beberapa interaksi dan latar belakang karakter terasa belum sepenuhnya terjelaskan, membuat saya harus berpikir keras untuk memahami kaitannya dengan plot utama.

Meski demikian, secara keseluruhan, saya sangat menikmati buku Teru Teru Bozu karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Akhir cerita yang penuh ketegangan sukses membuat saya merinding dan meninggalkan kesan yang cukup mendalam. Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie sekali lagi membuktikan kemampuannya dalam menulis cerita yang tidak hanya menarik tetapi juga penuh misteri, membuat pembaca tidak sabar menunggu karya-karya berikutnya.
Profile Image for Wine A.
7 reviews4 followers
April 22, 2022
Teru Teru Bozu, sebuah fantasteen dari seorang Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Sebenarnya setelah membaca fantasteen ziggy yang satunya (Saving Ludo), aku sudah mengantisipasi yang satu ini akan sama gilanya. Dan rupanya? Ya, memang gila.

Nuansa horror yang dibangun dari awal cerita sudah kental tanpa cela. Latar tempat yang cukup beragam dan sangat Jepang juga membuatnya semakin Bagus. Untuk tokoh tokohnya sendiri, tidak dijelaskan secara detail dari penampilan fisik, namun pembaca sudah akan bisa membedakan mereka dari sedikitnya informasi tentang tokoh. Niwa si penuh rancangan, Hibari si ceroboh, Tsugumi yang agresif, dan Yuki yang misterius.

Sejak awal, sebenarnya aku sudah amat tertarik dengan sosok Yuki(Ya bagaimana tidak, Mata birunya itu). Namun dari sudut pandang Niwa, mata biru Yuki itu sedikit menakutkan dan mengintimidasi. Jadi aku agak kesusahan untuk menempatkan diri sebagai Niwa karena aku pribadi malah menyukai mata birunya.

Hal lain, sejarah dan informasi tentang Jepang dijelaskan dengan banyak di buku ini. Jelas sekali sang penulis melakukan research yang tidak sederhana. Aku jadi tahu banyak festival, istilah, tempat, yang tidak pernah aku dengar sebelumnya.

Lalu sampailah pada 3 bab terakhir. Dari pengalamanku membaca buku Ziggy (Saving Ludo dan Di Tanah Lada), 3 bab terakhir di bukunya adalah bab paling krusial. Penulis yang satu ini hobi sekali tiba tiba menendang pembaca dengan fakta atau kejutan dalam plot nya. Dan ternyata dugaanku benar. Buku yang satu ini pun sama. Aku sampai tercengang beberapa saat, "Wah, serius seperti ini?" rasanya seperti ditipu di depan mata.

Namun secara pribadi tanpa mengurangi kecintaanku pada buku ini, menurutku eksekusi di bagian akhir agak kurang memuaskan. Premis yang sudah sangat membuatku kagum tidak berhasil di eksekusi dengan sempurna. Tapi tentu saja itu hanya pendapatku saja, dan itu sama sekali tidak mengurangi kualitas buku ini.

Buku ini tetap sangat cerdas, dan menipu. Yang jelas, dengan membaca ini aku jadi ingin membaca semua karya Ziggy yang lain!!

4 Bintang kali ini, Ziggy.

Xoxo,
Wine.
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
February 12, 2024
Oh boy, let's dive into the mysterious world of this book that had me dancing on the edge of my seat—or at least, it tried to.

So, imagine my excitement as I cracked open this book, expecting a rollercoaster of suspense, only to find myself on a kiddie ride. Seriously, I ordered a thrilling mystery and got a gentle stroll in the park instead.

This story introduces us to three middle school sleuths attempting to crack the murder case haunting their halls. I'm all for a good murder mystery, but this one left me feeling like I was trying to solve a Sudoku puzzle with half the numbers missing.

The murders, though, were straight out of a horror flick. Picture this: victims hung like teru-teru bozu dolls. You know, those Japanese charm things that are supposed to keep rain away? Well, it rain wasn't that the only thing they kept away—spoiler all from. The spoiler didn't work out so well.

The investigation starts, and you'd think it'd be a page-turner, but it was more of a page-stroller. The first meeting between our main character and the mysterious blue-eyed man felt as natural as a cat trying to swim—it just didn't sit right.

The book might be slim, but finishing it felt like a marathon. The mystery was as clear as mud, and the puzzles were more confusing than a Rubik's Cube in the dark. The characters had potential, but their chemistry felt like mixing oil and water—awkward.

And let's talk about that plot twist—I saw it coming from a mile away. It's like the author left breadcrumbs, but instead of leading me down a mysterious trail, they practically drew a giant arrow saying, "Here's your surprise."

But hey, there's a silver lining. The story's moral hit me like many bricks: trust your instincts and stop ignoring those gut feelings. Plus, sensitivity is not a weakness. It's a superpower. Who knew I'd find life advice in a book that left me scratching my head?

So, here's the deal, if you're into mysteries that tiptoe around suspense and prefer your puzzles with a side of simplicity, this might be your cup of tea. As for me, I'll be on the lookout for a murder mystery that doesn't hold my hand through the entire investigation.
Profile Image for Zulfy Rahendra.
284 reviews77 followers
November 11, 2016
Setelah jatuh hati sama Di Tanah Lada (padahal belom tamat karena 15 halamannya ilang di tengah), saya memutuskan mencari buku-buku yang ditulis sama mba Ziggy Zezsomething. Yha maksudnya sambil nunggu Di Tanah Lada dicariin sama mas-mas tobuk online (yang mana katanya bukunya udah agak susah padahal mba Ziggy ini masuk nominasi KLA), ga nyangka ternyata bukunya banyak juga, dan banyak yang kaategorinya fantasTEEN!! TEEN!!

Menurut twitternya fantasteen, fantasteen adalah seri cerita fantasi yang dibuat remaja berusia 13-18 tahun. JADI MBAK ZIGGY BIKIN INI USIA 18 TAUN??!!! Walaupun saya sempet agak sangsi karena menurut riwayat penulis di akhir buku, mbaknya udah kuliah. Tapi saya mulai kuliah juga umur 17 sih.. Intinya, "wow, bikin tulisan sebagus ini pas umur 18 wow." Tebak saya umur 18 ngapain. Yha, bikin paguyuban anti-geng-populer di kampus tentu saja.

Udah ancang-ancang ngarep sama buku ini karena ratingnya di GR tinggi, tapi berusaha ga terlalu antusias karena..... hmmm ini fantasteen, dan saya sangat jauh dari usia teen. Begitulah. Tapi ternyata sukaaa!!!! Plotnya rapi, dan twistnya juga kena di saya. Hahahahaahahahaha..

Ceritanya bagus (banget sebenernya), apalagi buat saya yang lagi agak sedikit tertarik sama folklore dan urban legend Jepang. Ziggy pinter banget mix semuanya di cerita yang dibikin jadi thriller misteri ini. Novel ini jadinya bukan cuma serem tapi juga informatif. Walaupun buat ukuran thriller, thrillnya masih agak kurang dapet buat saya. Lebih dapet detektif-detektifannya. Hahahahahahahahahaha..

Jadi itulah kenapa bintangnya naik dari 3 ke 4. Karena ada folklorenya dan karena saya salut sekali mbak Ziggy nulis ini pas masih remaja..
Profile Image for Meta Morfillah.
679 reviews23 followers
August 3, 2024
Judul: Teru teru bozu
Penulis: Ziggy Z.
Penerbit: Dar! Mizan
Dimensi: 13 bab, cetakan pertama September 2014 (edisi digital ipusnas)
ISBN: 9786022424819

Boneka teru teru bozu (penangkal hujan) yang lucu ternyata menyimpan kisah menyeramkan. Apalagi setelah terjadi pembunuhan di Sekolah Nada, tempat Kagome belajar. Korban ditemukan persis bentuk teru teru bozu, berselimut kain putih, dengan kepala menggembung bulat, leher terikat dan tergantung.

TKPnya pun di lokasi yang menjadi cerita hantu sekolah. Namun, Tsugumi dan Hibara menyelidiki kemungkinan bahwa itu adalah pembunuhan berantai. Namun, apa yang menghubungkan para korbannya? Siapa yang melakukannya? Apa motifnya?

#Novel fantasi remaja ini ternyata begitu menarik. Sekilas saya teringat Creepy case club kasus soleram. Mengungkap kisah gelap di balik lagu anak-anak. Bedanya, latar yang digunakan adalah Jepang. Penulis piawai sekali menjelaskan kebudayaan Jepang dengan ragam festival dan kisah misterinya.

Namun, untuk tokohnya menurut saya kurang detail deskripsinya. Fokus penulis membangun kisah hantu teru teru bozu, sehingga saat sampai ke ending yang tidak disangka, agak sulit bagi saya membayangkan kronologi peristiwa dan fisik tokoh pembunuhnya. Itu bila sesuai prasangka polisi, beda lagi jika memang itu hantu.

Dari ending itu, saya merasa agak kurang jelas penyelesaiannya dan membuat pembaca menebak akhirnya sepemahaman mereka. Meski begitu, #buku ini cocok untuk kamu yang suka kisah misteri/hantu/pembunuhan dengan latar Jepang.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #teruterubozu #ziggyzezsyazeoviennazabrizkie #fiksi #metamorfillah
Profile Image for Maria.
223 reviews1 follower
December 10, 2022
Buku ini punya cerita yang agak rumit, kompleks dan ternyata sedikit membingungkan akhir ceritanya.

Berawal dari pembunuhan murid-murid dilokasi berhantu, total korbannya ternyata hanya 7 orang dan sisa ketiganya, menurut pelaku adalah kenyataan.
Ketiga teman, Tsugumi, hibari dan tokoh utama Kagome menyelidiki kasus pembunuhan tersebut. Bersama dengan yuki takanashi yang diduga seorang yurei (arwah penasaran). Menuju akhir cerita, alurnya mulai berjalan lebih cepat, mereka bertiga mengetahui siapa pelaku aslinya. Tapi sayang, mereka telat menyadari dan ya malah mengundang malapetaka sendiri dengan menggantung teru-teru bozu di rumah mereka.
Hanya tersisa kagome yang menjadi saksi nyata dari kejadian tersebut..

Awalnya aku merasa tertarik karena diksinya enak dibaca, alurnya juga mulai seru. Tapi lama-lama terlihat dibagian munculnya konflik, kurang ada kemajuan yang mendukung penyelidikan ketiga remaja tersebut. Seputar konflik hanya sebatas menunggu satu persatu korban tewas dan itu terlihat cukup membosankan dibagian tersebut.
Baru sampai menuju puncaknya (klimaks), tensinya naik dan feelnya dapat ketika bagian pembunuhan dan penyerangan terjadi sampai menuju akhir cerita dimana kagome dituduh gila.

Benar-benar tidak menduga endingnya walaupun konfliknya bisa ketebak siapa pelakunya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Kai.
84 reviews2 followers
April 8, 2024
Sebelum nya, pernah denger dan sering denger nama Kak Ziggy. But here I am, new to her book, just starting it~

Kisah dimulai dengan percakapan seorang wanita muda yang diminta untuk menceritakan apa yang dialami nya selama di Jepang—sebuah kilas balik tentang pembunuhan berantai di sebuah sekolah menengah pertama di Kobe, Nada Junior High School.

Teru Teru Bozu sendiri isi nya kental dengan cerita-cerita lokal dan kebudayaan Jepang seperti festival obon dan hanami—sampai merasa lagi baca buku J-lit padahal penulis nya asli Indonesia—. Plot cerita nya juga menarik, cukup bikin nerka-nerka—sampai kayak kalau mikir dah masuk ke klimaks, pasti salah wkwk.

Baca ini di Ipusnas, tapi saya menemukan ada nya typo dan penulisan yang bikin kurang nyaman dibaca seperti tidak ada spasi atau cara memenggal kata yang kurang sesuai. Lalu, beberapa plot juga terkesan dipaksakan dan terlalu "aneh" berpindah nya.

Dalam beberapa part cerita juga ditemukan hal yang kurang masuk akal seperti penggambaran kematian para korban yang tiba-tiba di sekeliling nya langsung dipenuhi air yang meninggi atau dijerat tali tambang dan tergantung ke atas padahal saat itu di dalam ruangan.

Terakhir, untuk siapa dan apa alasan pelaku pembunuhan terungkap, benar-benar ngga saya duga. Kayak, "lah, jadi selama ini ketipu?" wkwk. Over all, worth to read dan applause buat Kak Ziggy !!
Displaying 1 - 30 of 105 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.