Bagi Bestari, kematian bukanlah akhir, melainkan kesempatan kedua.
Ia pernah menjadi badai dalam hidup Munggaran Adimulia—lelaki yang meninggalkan segalanya demi menikahi Bestari saat dunia tak berpihak pada mereka.
Ketika Munggar pergi setelah lima tahun pernikahan, Bestari hanya mampu berharap: Jika ada kali kedua, biarlah ia tak pernah bersinggungan dengan lelaki itu.
Nama yang harum, bayaran atas duka. Bestari kembali bangkit dari kematian. Kali ini, keputusannya jitu, langkahnya nyaris tak tertebak. Ia membawa kehidupan yang utuh, sedangkan Munggar datang tanpa kenangan.
Dan jika cinta memang benar-benar abadi, apakah mereka akan memilih luka yang sama—atau menulis akhir yang tak sempat jadi?