Rumah tua itu akan dijual. Keluarga hantu mulai panik. Ke mana mereka akan pindah? Ke atas pohon? Bagaimana kalau hujan? Mereka tidak ingin menjadi hantu jalanan lagi. Mereka harus segera beraksi!
Bersama Raki, anak manusia yang bisa melihat hantu, mereka pun menjalankan aksi seru dan lucu demi satu tujuan rumah tua itu jangan sampai dijual!
Hantu lagi, hantu lagi. Lihat hal yang mengusik saya pada ulasan buku yang ini. Dan untuk yang satu ini, imajinasi pembaca lebih ditantang lagi karena sudah menjurus ke fantasi supranatural (nah lho, apa itu?). Saya sangsi buku ini aman dibaca anak-anak tanpa bimbingan orang dewasa. Namun, tetap, ilustrasinya ... saya suka ilustrasinya yang sungguh ciamik dan khas.
“Bagaimana cara mempertahankan rumah ini agar tidak dijual? Begitulah para hantu penghuni rumah itu menyusun strategi dengan Raki.”
Dibuka dengan keputusan nenek untuk menjual rumah tuanya tanpa tahu ada keluarga lain yang tinggal di rumah tersebut selama ini. Siapa mereka? Apakah mereka akan menggangu? Apa yang mereka siapkan untuk mempertahankan rumah tersebut? Selain keluarga hantu kita juga akan bertemu dengan Raki. Di sini dijelaskan Raki mampu melihat dan berkomunikasi dengan mereka. Oh iya jangan khawatir ilustrasi hantunya lucu WKWKWK nggak serem sama sekali bahkan unik dan absurd sehingga jalan ceritanya menjadi menyenangkan. Atas kerjasama dan penyusunan rencana yang tepat akhirnya mereka mampu menyelesaikan misi yang mereka inginkan. Lalu bagaimana dengan nenek? Bagaimana dengan perasaan nenek? Apakah Raki dan keluarga hantu itu mampu menenangkan kerisauan dalam diri nenek? Sebenarnya buku ini memiliki alur kisah cerita sangat sederhana dan bisa dipahami anak-anak. Hal menariknya meskipun ditujukan untuk anak-anak ternyata ketika orang dewasa ikut membaca, ada perspektif lain yang seolah ingin diungkap dari buku ini. Bukan hanya perihal ending membahagiakan bagi tokoh tertentu melainkan juga sebab akibat POV sang nenek harus melakukan semua itu. Nenek sempat menyebut tempat panti jombo, meskipun dipelesetkan menjadi panti asuhan. Realita suram dimana orang-orang lanjut usia menjalani kehidupan masa senjanya sendirian dan kesepian. Meskipun kita sudah menjalani kehidupan masing-masing namun apakah pantas membiarkan orang tua merasa kesepian di rumahnya sendiri? Berkaca dari kepedulian sisi Raki (anak kecil) yang memiliki rasa sayang tinggi dan kepedulian untuk menemani sang nenek agar tidak kesepian disamping dia memang ingin berteman dengan hantu-hantu yang tinggal di sana. Kemana pada orang dewasa yang seharusnya memperdulikan nenek itu? Mengapa membiarkan nenek tinggal sendiri dengan keluarga hantu? Kisah yang menarik sebagai bahan diskusi antara orang tua dan si kecil mengenai pesan-pesan tersirat yang disampaikan dari bukunya. Bukan hanya dari sisi keluarga hantu nyentrik yang asik melainkan kepedulian sesama manusia (mengerucut dalam lingkup keluarga). Bagaimana keluarga manusia kalah kompak dan peduli dibandingkan keluarga hantu? Sebuah ironi bukan? Wkwkwkw…
Point Menarik dari Buku Ini: • Ilustrasi hantu yang lucu dan unik membuat anak kecil tidak merasa takut justru semakin penasaran dengan ceritanya apalagi dari sisi pembaca orang dewasa. • Alur cerita mudah dipahami, konflik ringan dan penyelesaian yang menenangkan tidak menimbulkan pemikiran terlalu bercabang sebagai buku anak. • Buku ini memuat issue keluarga yang menarik didiskusikan dan diambil point positifnya bersama si kecil sebagai bahan refleksi diri. • Aku suka proporsi layout, ukuran font, jenis font dan juga banyaknya gambar dan tulisan yang mampu membangun cerita dengan seimbang. • Tidak banyak tokoh yang hadir, tokoh yang ada memiliki peran seimbang bukan hanya sebagai pemanis belaka.
Pelajaran yang Diambil: Kalau dilihat dari kisah buku tersebut nenek kesepian sampai harus menjual rumah. Lalu apakah solusi kesepian adalah menjual rumah dan menepi ke panti jompo? Dari sini si kecil dan orang tua diajak untuk berdiskusi mengenai solusi yang paling tepat sebelum masuk ke penyelesaian bukunya. Kita harus saling peduli apalagi dalam sebuah keluarga, orang tua harus mampu memberikan contoh baik untuk anak-anaknya. Mana mungkin kita membiarkan nenek merasa kesepian dan tinggal di panti jompo sementara kita masih terlalu sehat untuk menemaninya? Harus ada pengorbanan untuk hal-hal baik di dunia ini seperti yang dilakukan Raki. Maukah manusia kalah dengan keluarga hantu yang cenderung lebih kompak dan saling peduli bahkan merawat nenek mereka bersama?
Untuk Siapa Buku Ini Wajib Dibaca? Labelnya memang “Buku Anak” tapi menurutku buku ini sangat aman dibaca untuk semua usia baik anak-anak, remaja sampai orang dewasa. Bahkan setelah itu kita bisa melihat POV atau perspektif dari masing-masing usia pembaca menjadi bahan diskusi yang menarik. Buku anak memang selalu menarik untuk dibedah dari berbagai sudut pandang pemikiran.
Ceritanya lucu katena hantunya beneran ada. Interaksi hantu dan manusia ini bikin entitas hantu jadi gak lagi terlaku menakutkan.
Ceritanya superpendek, hanya terdiri atas 5 bab. Setiap bab juga singkat singkat. Hanya saja, aku merasa, karena singkatnya ruang bercerita, ada bagian yang tidak tersampaikan secara utuh. Sehingga bikin cerita terasa melompat dengan terlalu cepat.
Ilustrasi ceritanya lucu Ekspresi hantunya dibuat kocak, sekalipun tampang mereka seram seram. Bukunya cocok buat anak TK dan SD yang membacanya masih mengeja ataupun yang sudah mahir membaca. Untuk sebagian anak, buku ini mungkin membutuhkan perancah (pendampingan).
Dari 2 series novel bergambar terbitan Noura Kids ini, jujur aku lebih suka ini ceritanya Lebih runut dan gak terasa terpotong potong, meski ada beberapa dialog yg terasa agak janggal khususnya di dialog karakter Rakinya.
Yang ini ceritanya lebih ke comedy, fantasi, supernatural, karna hantunya pada lucu2, dan ngingetin aku sama keluarga Hantu di buku Dial A Ghost nya Eva Ibbotson hahaha.
Buku ini cocok dibaca anak2 usia 8-9 thn ke atas Untuk yg dibawah itu usia ya mungkin bisa didampingi orang tua. Btw aku suka illustrasinya yg ini gemes ❤️
Judulnya horor bgt!! Jd ingat salah satu tontonan terhoror gen Z waktu kecil : Di Sini Ada Setan. Judulnya somehow mirip!! Dan yashhh beneran ada hantu di rumah neneknya Raki! Bukan hanya 1 atau 2, tapi ada 4! Alias sekeluarga : Kunto, Mamanya yg latah, Bapaknya yg mirip genderuwo, dan Neneknya Kunto yg sering lambat loading😆🤣 . Buku ini lucu deh, bikin ngikik apalagi kalau udah bahas pernenek-nenekan 😭💅 Tapi tetap horor! Aku skip liat gambar hantu2 itu! Krn tetap seram menurutku🤣 Takut terbawa mimpi😩 Yg paling kusuka tentu saja endingnya!🥹🩵
Ceritanya lumayan bagus, benar-benar cerita yang ringan untuk anak-anak. Ilustrasinya sederhana dengan perpaduan warna yg monokrom merah, hitam, putih sehingga terlihat menarik terutama mata anak-anak.
Ceritanya lucu, menyenangkan, agak mudah ditebak tapi tetap bagus, kok. Tokoh-tokohnya asik juga.
Bacaan segala usia, bagi orang dewasa yang ingin melepas penat harian dengan bacaan sekali duduk atau anak-anak yang ingin menambah wawasan bacaan dengan genre cerita berbeda.