Seperti buku yang sebelumnya, part 1. Buku ini juga menggunakan hard cover. Kumpulan kisah hidup setiap part buku ini membuat saya mampu mengambil hikmah dan dapat berpikir dari sudut pandang orang lain.
Physically, desain covernya simpel,hardcover, dan ukurannya pas untuk dibawa-bawa.
Untuk isi, nice try lah karena penulis telah mengumpulkan kisah inspiratif dalam sebuah buku dan mengelompokkannya berdasarkan tema. Sayangnya, kisah-kisah yang ditulis dalam buku ini kebanyakan adalah kisah yang diambil dari internet dan banyak berseliweran menjadi BC, sehingga terkesan 'basi'. Akan lebih baik jika kisah-kisah yang disampaikan didominasi oleh kisah baru yang dialami atau dibuat oleh penulis sendiri.
Overall, saya banyak mendapat manfaat dari buku ini, yaitu tentang pelajaran hidup, ilmu parenting, dan yang pasti motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Salah satu kisah favorit saya adalah kisah dalam tema 'Belajar dari Anak' yang berjudul Anak Cacat itu Bernama Salim. Salah satu kisah yang membuat saya tak hentinya menitikkan air mata.
Thanks anyway buat mba penulis. Semoga semakin menginspirasi dan muncul buku-buku berikutnya yang lebih baik, bermanfaat, dan menyajikan spirit baru bagi kita semua :)
Jujur saya agak bingung dalam menikmati buku ini. Hal ini mungkin terjadi karena ekspektasi saya di buku ini adalah kumpulan cerpen yang ditulis oleh penulis. Dan ternyata tidak. Justru sebagian besar cerita yang dimuat adalah tulisan dari internet yang mungkin berkesan bagi penulis. Dan ada juga bagian buku yang bukan cerpen sama sekali. Lebih seperti tulisan motivasi.
Awalnya saya sedikit merasa kurang fair karena mungkin penulis mengambil content dari internet secara gratis dan kemudian mengomersialkannya. Tapi saat saya baca bahwa semua royalti buku akan disumbangkan untuk sekolah, maybe that will work.
Overall saya menikmati beberapa konten tapi juga kurang menikmati konten lainnya. Tapi sepertinya itu adalah hal yang lumrah karena terkait dengan selera individu.
Rasa yang diberikan juga terlalu beragam menurut saya sehingga agak susah untuk menikmatinya.
Bukan untuk dibaca jilid 2 ini cukup enak untuk dibaca, saya suka, saya cukup menikmati cerita cerita diawal buku emh... Salah satu yang saya tandai adalah "Menjual Sisir Kepada Biksu" bagaimana bisa menjual sisir pada biksu yang tidak memiliki rambut. Nah di artikel ini saya diajari untuk menjadi pribadi yang optimis dalam menghadapi masalah. Untuk mengatasi masalah itu hanya butuh membangun mental yang positif, dan selalu ada jalan keluar. Seperti itu overall baguss lah buku ini buat ngisi waktu luang.