Yang Hilang, Yang Tak Kembali, dan Yang (Mungkin) Terlupakan
Memadukan berbagai sumber, mulai dari riset arsip, publikasi media cetak, laporan NGO, serta kesaksian korban; Mereka Hilang Tak Kembali mengajak pembaca untuk mengingat kembali serangkaian peristiwa masa lampau dalam perjalanan sejarah politik Indonesia yang (bisa jadi) terlupakan. Dimulai dari peristiwa G30S pada tahun 1965 yang melatarbelakangi pergantian kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru, penulis menyajikan perspektif baru di luar pemberitaan yang dipublikasikan ke masyarakat umum melalui berbagai narasumber yang terkurasi. Ditulis oleh empat penulis sekaligus; Aristayanu Bagus, AS Rimbawana, Deby Hermawan, dan Putro Wasista, buku ini menyajikan runutan peristiwa politik dari tahun 1965 sampai dengan 1998.
Satu kejadian bisa menghadirkan seribu sudut pandang. Mereka Hilang Tak Kembali menyajikan sudut pandang yang komprehensif dan lugas dengan menghimpun lebih dari satu narasumber. Narasi yang tegas dan to-the-point mengajak pembaca untuk mengingat dan memaknai kembali peristiwa-peristiwa sejarah yang hampir terlupakan sehingga terhindar dari amnesia kolektif. Saya mengapresiasi keberanian penulis dan penerbit untuk menyuarakan kembali serangkaian kisah yang (hampir) terlupakan. Ditambah lagi, dengan adanya catatan bibliografi sungguh memudahkan pembaca untuk dapat mengetahui kredibilitas sumber referensi yang ada dan bahkan dapat dijadikan rujukan untuk bacaan selanjutnya.
Dari kurasi berbagai narasumber yang terhimpun, saya berharap proporsi liputan mengenai kesaksian atau wawancara dengan korban bisa mendapat sorotan lebih untuk menyeimbangkan data dari NGO dan pemberitaan media yang mendominasi.
Overall, Mereka Hilang Tak Kembali merupakan sebuah pengingat bahwa perlawanan bukan hanya melalui membaca, tapi juga mengingat. Buku ini aku rekomendasikan untuk kamu yang menyukai genre sejarah dan kamu yang tertarik untuk mengeksplor perspektif lain yang kredibel dari serangkaian peristiwa yang terjadi di Orde Baru.
Terima kasih Kak Romlah dan Buku Mojok atas kesempatannya untuk dapat me-review buku ini. Sukses selalu untuk Team Buku Mojok.