Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Di balik citra sempurna para klien The Capital, ada mereka yang menciptakannya diam-diam: Chirping Town (ChirTo), departemen yang berada dalam bagian “other services” di perusahaan elite tersebut. Tugas para pegawai ChirTo terdengar sederhana: menjadi penonton bayaran profesional. Namun, kenyataan yang terjadi di lapangan tidak sesederhana itu. Pekerjaan ChirTo selalu penuh strategi, drama, dan tipu daya tingkat tinggi. Di tengah kekacauan itulah berdiri dua pemimpin yang sangat kompeten, tetapi tak pernah akur. Namun, sekeras apa pun mereka saling menjauh, pekerjaan di ChirTo memaksa mereka untuk terus bersama. Dan, semakin sering mereka bertengkar, semakin jelas bahwa yang belum selesai bukan hanya pekerjaan, … tetapi juga perasaan.

344 pages, Paperback

Published September 29, 2025

1 person is currently reading
27 people want to read

About the author

Aranindy

8 books96 followers
Pseudonym: Orihara Ran

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (27%)
4 stars
18 (50%)
3 stars
8 (22%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for aynsrtn.
525 reviews18 followers
October 13, 2025
“There was a time when we were the best friends.”
“Yes. And now we are the worst enemies. I will never forgive you, Tharen.”
“Likewise. I will never forgive you, Ameira. Ever.”
(p.37)


Childhood friends to best friends to rivals hate each other but care in disguise to *uhuk life partner. Buku kedua Aranindy dalam The Capital Series. Again, another strike!

Ringkasan Cerita
Chirping Town (Chirto) adalah sebuah departemen yang bergerak dalam senyap memberikan personal branding kepada kliennya dengan pemberian jasa berupa Professional Audience Member (PAM). Ibarat kata Fauzi, Chirto seperti agen CIA. Sebisa mungkin jangan sampai terendus oleh klien tingkat atas karena mereka adalah targetnya. Bingung, kan? Nanti akan mengerti bagaimana cara Chirto “bekerja” saat membaca buku ini.

Ameira adalah Team Leader Talent Coordinator (Talco) dan Tharen adalah Team Leader Public Relations (PR) di Tim A yang bekerjasama tetapi diselingi dengan saling bickering—namun diam-diam melindungi satu sama lain—dalam memenuhi keinginan para klien dan melawan sang anti hero.

Karakterisasi

Ameira.
Ciri khas pemeran utama wanita di novel Aranindy adalah independent woman yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Dan yang pasti powerful. No menye-menye club apalagi mencla-mencle. Karakternya as always tough, smart, anggun, mesti kadang dingin dan nggak bisa menutupi resting b*tch face-nya. Itulah Ameira Tilada yang mendapat panggilan “sayang” dari Tharen, yaitu Amoeba.

Layering karakter Ameira itu banyak. Dan uniknya, aku sebagai pembaca tidak menangkap kesan keren, powerful, dan smart Ameira dari penceritaan sang penulis. Tetapi, dengan showing dan perspektif para rekan kerjanya Ameira, terutama dari Tharen.

Contohnya saat Fauzi, anak baru di tim Ameira yang kesulitan menangkap arahan Ameira karena dia terkesan dingin dan tanpa basa-basi. Fauzi pun jadi yes man, yang iya iya aja, padahal belum mengerti maksudnya apa. Lalu, saat mengobrol dengan Tharen, dia bilang, “Your boss is annoying and all, but she’s not an irresponsible person. Just ask her if you don’t understand, she will guide you properly.” (p.69). Layering karakter Ameira seperti ini yang akan sering kita temui selama membaca Chirto. Ameira dengan segala in disguise-nya.

Tharen.
Tiren adalah panggilan sayang Tharen dari Ameira. Dan as always ciri khas Aranindy yang cowoknya itu pasti fell first fell harder. Selamat Tharen masuk cowok bucin club semesta Aranindy bersama Lakis Garengga, Aydan, Galen, Elgar, Kalev, dan Keyga. Welcome to the club.

Karena kita selalu dibuat ambigu dengan sosok Ameira, sosok Tharen lah yang hadir untuk men-debunk dan menjelaskan kepada khalayak bahwa Ameira is the best thing ever that the world ever had. Pokoknya kalau Ameira udah mode gelut, Tharen akan menyimak sambil ketawa dan ketika dunia mulai menyerang Ameira, Tharen duluan yang pasang badan. Karena baginya, cuma dirinya yang bisa berantem dan misuh-misuh ke Ameira—yang lain nggak boleh.

Interaksi dan Dinamika Ameira-Tharen
Padahal udah ku jelaskan di karakterisasi Ameira dan Tharen, tapi kayaknya perlu dibahas tersendiri khusus dinamika mereka.

Mereka berdua ini dibilang rivals to lovers pun rivals-nya kayak berantem anak SD. Saling sebut nama aneh masing-masing. Ketika Chirto lagi dalam keadaan darurat, tapi sempet-sempetnya berantem soal nilai waktu SMA, yang woi itu udah belasan tahun lalu. Tapi, soal menjaga satu sama lain, mereka jagonya. Pokoknya nggak boleh berantem sama yang lain, Ameira harus berantemnya sama Tharen, and vice versa.

“Tapi, aku kan udah nunggu bertahun-tahun.”
“Gue geli!”
“Gue juga geli, sih!”
(p.335)

Haha, dan ketika mereka [...] malah geli sendiri. Ampun emang kalau udah kenal belasan tahun, udahlah ga usah fafifu udah paham urusan hati masing-masing.

Klien
Nggak afdol kalau nggak bercerita soal klien(s) di universe ini. Apalagi Chirto ini beda dari Paracosm D’Arte (Parade) yang antar team leader sampai berlomba mendapatkan klien VIP, kalau Chirto malah bergerak secara gerilya. Ku kira awalnya perihal jasa penonton bayaran yang jasa Chirto berikan kayak di program-program TV. Ternyata untuk personal branding. Dan orang-orang kaya membutuhkan hal itu demi menjalin relasi dan menaikan kelas mereka. Yang paling bikin mind blowing adalah jasa Chirto di pemakaman. Wow! Tapi, semua klien di buku ini bukan cuma tempelan atau sekadar lewat. Semua ada untuk memberikan pengembangan karakter kepada pemeran utama dan bridging ke konflik maha konflik. Yoksi, Aranindy.

Yang menarik perhatianku.
Sebenarnya nggak banyak “keluhan” di buku ini. Benar-benar ditulis rapi dan mengalun sampai BOOM! ketemu alasan mengapa Ameira dan Tharen berubah dari childhood friends to rivals.

Tapi, karena sudah membaca semua buku Aranindy (yang broadcasting series udah ku baca semua), jadi sudah membaca pola dari penulis. Demikian pula dengan ini. Ketika MC terlihat menyerah, kataku, ah nggak mungkin pasti ada kejutan. Dan benar, kan, haha. Ketika si anti hero berulah, kataku, udah pasti ada counter, dan benar juga (hehe, proud of myself).

Untuk penyelesaian akhirnya, ku suka banget. Kataku sih MVP di buku ini adalah Nenek Dalimah. Kalau tidak ada beliau, ini si anti hero kayaknya makin berulah *salim kepada Kakek (tetap sopan meskipun kesyaal, seperti yang Tharen lakukan).

“Terkadang, kita punya cara dan pandangan yang berbeda, tapi kita sama-sama melindungi keluarga ini, ya, Mas?” (p.329)

Rekomendasi
Buku kedua dari semesta The Capital ini sungguh layak dibaca bagi kamu yang:
1. Menyukai romansa tipis-tipis tapi penuh persaingan dan intrik politik keluarga dan pekerjaan.
2. Mengikuti The Capital Series. Tapi, kalau belum baca Paracosm D’Arte, apakah bisa langsung bisa baca Chirping Town? Kataku sih bisa-bisa saja, karena di sini pun dijelaskan kembali soal strata klien di The Capital dan mekanisme cara kerja Parade.

⚘️ 4 bintang untuk Ameira dan Tharen yang lomba makan pedes sampai terdampar di rumah sakit barengan pula. Bener-bener ya pasangan ini, haha.
Profile Image for R. Karina.
58 reviews6 followers
October 25, 2025
Another masterpiece by Aranindy.

Chirto ini buku keenam yang saya baca setelah seri broadcast. Harusnya sebelum ke ChirTo ini baca dulu seri pertamanya (Eh iya gak sih?)

Chirping Town atau biasa disebut Chirto adalah sebuah unit departemen di The Capital yang fokusnya menyediakan "penonton bayaran" tapi jangan salah, bukan penonton bayaran yang sering kita liat di acara musik yang tugasnya joget cuci kucek, Chirto ini menyediakan human resources in another level.

Dari ide cerita ke eksekusinya suka pake banget banget banget. Emang dasar cocok aja gitu ya sama karya aranindy jadi sepanjang baca seru aja dan endingnya menurut saya tetep logis dan gak maksa. As usual, cinta sekali dengan karakternya yang menurut saya cukup dan pas sesuai porsinya. Gak lebay, gak sotoy, gak out of the story. COCOK!

Dari awal sampai hampir akhir dibuat penasaran konflik antara dua tokoh utama yang ternyata AHHHH YA PANTESAN! wkwk.

Siap-siap buat baca Paracosm D'Arte. Can't waitttt
Profile Image for Amaya.
760 reviews58 followers
December 18, 2025
Harusnya nggak syok lagi dengan konsep buzzer, tapi tetap kaget karena "varian" buzzer di buku ini benar-benar baru buatku. Chirping Town, divisi yang disamarkan sebagai departemen humas umum, menawarkan jasa talent yang akan membuat acaramu kelihatan semakin wah dengan kehadiran banyak orang. Orang-orang ini akan menyemarakkan acara senatural mungkin, sampai-sampai orang awam pun nggak tahu kalau mereka adalah orang bayaran.

Ada dua tim dalam satu divisi; PR (public relations) Dan Taco (talent coordinator). Khusus penggambaran di divisi A, PR dan Taco nggak pernah rukun. Adu mulut udah jadi hal biasa banget di sana. Bahkan TL (team leader) kedua tim pun dikenal sebagai musuh bebuyutan. Pokoknya nggak ada sejarah Ameira Tilada Bastaraja dan Tharen Walugi bisa akrab. Walaupun sering ribut, kerjaan tetap berjalan dan beres.

Konflik di buku ini dipancing oleh one of antagonist in Bastaraja side, Jatmiko. Kakek satu ini berulah dengan menyabotase kinerja salah satu proyek tim A dengan harapan Ameira dan Tharen dipandang tidak mampu menjalankan perintah dengan baik sebagai TL dan pindah ke departemen yang lebih bonafide, Parade. Tapi, sayang banget, Mei sama Tharen nggak bikin jalan si kakek-kakek tukang perintah dan keras kepala ini mulus. And the game begins~

Masih dengan sentuhan emosi karakter yang lebih kuat seperti buku pertama, di sini memainkan background both Mei dan Tharen. Dua musuh ini dulunya sahabat karib, sampai sebuah fakta yang menyakiti keduanya bikin hubungan mereka mendingin. Momen katarsis di masa lalu itu duh, rasanya langsung masuk ke hati. Ikutan sakit juga. Enggak bisa nyalain siapa pun karena memang nggak ada yang salah. Orang egoisnya ya orang yang bikin hubungan mereka berdua kayak sekarang, nggak akur. Peran Dalimah, istri Jatmiko di sini besar dan apa ya, hubungan antara Dalimah, Jatmiko, maupun hal yang jadi sebab Mei-Tharen putus hubungan baik ini rumit. Di satu sisi kesal maksimal sama Jatmiko, di sisi lain agak kasihan karena dia nih sombong banget tanpa tahu kalau hal yang disembunyiin sama istrinya bakal destroyed him brutally. Yah, aku nganggepnya bakal brutal, mengingat keputusan dia ke keluarga Asih gimana.

Baca ini berasa lagi makan mi instan, deh. Nunggu dari buku pertamanya setahun lebih, bacanya nggak sampai seminggu. Semoga buku ketiganya segera terbit karena nggak sabar banget ketemu Lakis. Cuplikan dia di sini kayaknya seru orangnya. Tapi lebih kepo sama konflik yang disuguhkan, sih, sama background karakter yang kayak gimana lagi yang bakal dikulik.
Profile Image for Riila.
12 reviews2 followers
December 4, 2025
Iseng iseng buka gramdig dan baru tau kalo ini udah terbit. Langsung kubaca deh dalam semalam.

Sebagai pembaca karya aranindy dari the supernumery project, aku ngerasa novel yg ini punya pola alur yg beda dibanding karya lainnya.

Biasanya di buku lain tuh kita kaya dijelasin apa yg lagi dipikirkan karakter utamanya. Tapi yg ini tuh seakan akan kita kaya lagi di pov anak bawahannya yg ga bisa nebak pola pikir para TL nya
Profile Image for Bana_Ez.
244 reviews1 follower
December 26, 2025
Buku kak Aranindy selaluuu Baguss! Hubungan antar tokoh utamanya bener-bener di build dengan serius dan minim plot hole. Bahkan ga ada plot hole di cerita ini, makanya enjoy banget karena ga ada yg aneh samsek.

Konflik yang diangkat juga jelas dan tidak rancu. Baca ini seru, anti mbosenin. Ga cuma terpaku sama romance aja, jadi ga eneg.
Profile Image for Semi.
85 reviews1 follower
October 27, 2025
RAME BANGET RAME BANGET! Emang cocok bgt gue dah sama karya kak Aranindy, penyelesaian masalahnya selalu top, strategical, PUASS BGT BACANYAA LOVVV
Profile Image for mzya.
80 reviews2 followers
December 11, 2025
IMUYTTT KENAPA SI BAGIAN PALING LUCUNYA MALAH DIKITTTT
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.