Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bolpuna Mania: Cerita-Cerita dari Nusa Tenggara Timur

Rate this book
Kampung selalu menyisakan kenangan-kenangan masa kecil yang tak terlupakan. Ada yang bermain bola buatan sendiri dari kertas bekas, pelepah pisang kering, pula batu seukuran kepalan tangan bayi. Ada juga yang harus membantu sang ayah menjala ikan dan agar tidak kedinginan karena hari masih terlalu pagi, ia malah harus terjun ke laut. Di tempat yang lain, seorang kawan mengira mama-mama bertangan biru pekat di area rumahnya adalah penyihir jahat, padahal itu karena ketekunan mereka menenun berpuluh tahun.

Kenangan-kenangan itu menciptakan rumah untuk pulang sekalipun kau adalah orang asing di tempat itu. Ada kemungkinan kau akan bernyanyi sebuah lagu lama ketika mendaki gunung karena itulah yang bisa membawamu kembali ke masa lalu.

Bolpuna Mania, buku kedua seri Cerita Istimewa baNANA, mengajakmu ke Nusa Tenggara Timur untuk menikmati memori-memori seru dari lima pencerita pilihan sekaligus menjadi bagian dari tempat itu.

112 pages, Paperback

Published October 1, 2025

Loading...
Loading...

About the author

Armin Bell

5 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (25%)
4 stars
13 (54%)
3 stars
4 (16%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,451 followers
Read
December 23, 2025
Buku ini berisi cerita-cerita pengalaman pribadi para penulis asal Nusa Tenggara Timur. Lewat cara masing-masing dan kepingan hidup yang berbeda, lima penulis membiarkan kita mengintip sedikit kehidupan kampung halaman mereka. Ada cerita masa kecil bermain bolpuna, mengikuti 'Penyihir Bertangan Biru', atau mengunjungi Wuring dengan sajian lautnya yang menggugah selera. Tak sekadar nostalgia, buku ini juga mengingatkan kita tentang masyarakat adat dan dinamikanya dengan modernitas; kekuatan komunitas, kerinduan perantau akan rumahnya hingga ragam pangan lokal yang harus tergusur karena beras.
Profile Image for Tata.
22 reviews
October 27, 2025
mengobati rindu kerja di alor dan maumere. baca 2 jam rasanya nggak mau kalau bukunya habis. 2 tahun dengan pengalaman belajar paling menyenangkan dan ketemu banyak orang-orang baik.

yang terutama adalah, kerja di sana mengingatkan aku lg kalau aku sukaaa sekali berenang, kesempatan untuk self-discovery lagi. i owe you plenty @ ntt.
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books361 followers
December 6, 2025
Berbahagialah kita yang masih punya kampung halaman dan kenangannya. 💗

Betapa rindunya hati ini selepas membaca Bolpuna Mania: Cerita-Cerita dari Nusa Tenggara Timur. Baru melihat sampulnya saja, spontan terkenang kisah perjalanan di sana.

Berpetualang dari Ende ke Larantuka untuk ikut perayaan Paskah Semana Santa berusia 5 abad, melewati jalanan rusak menuju Titik Nol Kilometer Selatan di Pulau Rote, mengenakan tenun cantik dari Maumere, melihat langsung Uem Bubu di Mollo, hingga bertemu pejuang lingkungan Mama Lodia di Fatumnasi.

Betapa nostalgianya membaca buku ini, membangkitkan memori akan magisnya tanah Timur, pun dengan kebaikan orang-orang di sana.

Iri sekali membaca cerita kampung halaman yang ditulis Romo Amanche Franck Oe Ninu (tulisannya lucu betul!), Diana Timoria, Armin Bell, Carlin Karmadina, dan Romo Ansel Langowuyo.

Mayoritas nama yang asing di telinga, tapi justru di situ letak penasarannya. Tiap-tiap penulis dan kisahnya punya sesuatu yang spesial. Serunya bermain bola bersama kawan, mendaki gunung diiringi lagu masa kecil, juga belajar menenun bersama ibu & nenek.

“Sederhana, tapi gak semua orang punya (kenangannya).” Begitulah kira-kira.

Di baliknya, ada hal lebih penting yang diangkat untuk dicermati bersama, yakni soal isu ekologi & pergeseran budaya.

Tau-tau di kepala udah bersarang pertanyaan lanjutan:
1. Mungkinkah anak-anak yang jago bermain bolpuna mendapat kesempatan untuk berkembang dan masuk tim besar?
2. Bagaimana cara agar anak-anak di wilayah timur bisa terpapar lebih banyak bacaan berkualitas?
3. Bagaimana peran perempuan dalam komunitas adat membuka peluang kerja baru di era modernisasi?
4. dll.

Omong-omong, aku sedikit kecewa sehabis membaca halaman terakhir. Kurang puas. Ingin rasanya membaca kisah-kisah lain dari timur sana karena 112 halaman gak cukuuup~

Semoga Bolpuna Mania bukan cuma mengajak kita untuk mengarsip dan merawat ingatan, melainkan mencari jalan keluar akan isu-isu sistemik dan sosial-budaya di NTT, yang nyatanya masih terjadi hingga kini.
Profile Image for Steven S.
740 reviews67 followers
December 18, 2025
setelah membaca Gongka, lalu tahu akan ada lanjutan serinya. Aku menunggu-nunggu sedikit.
Saat akhirnya di akhir tahun membaca Bolpuna Mania. Aku masih merasakan kesenangan membaca memori masa kecil yang hangat dan berkesan.

Usaha yang bagus untuk memperkenalkan beragam budaya dan cerita dari daerah-daerah di Indonesia.
Profile Image for viandira.
21 reviews
February 1, 2026
Going through this book somehow gave me bittersweet feelings? Sense of nostalgia, warmth, but also the fear of witnessing everything changing: privatisation, exploitation, bad political decision… overall this book made me want to read more on eastern part of Indonesia.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
313 reviews6 followers
January 22, 2026
Bolpuna Mania merupakan cerita istimewa yang ditulis oleh lima penulis yaitu Armin Bell, Amanche Franck OE Ninu, Anselmus Langowuyo, Carlin Karmadina, dan Diana Timoria tentang kepingan hidup mereka yang paling jujur. Buku ini bukan sekadar nostalgia, tapi sebuah upaya merawat ingatan yang sangat "manusiawi" dan jauh dari kesan eksotis yang sering ditempelkan pada Indonesia Timur.

Yang paling menyentuh saya adalah bagaimana benda sederhana seperti bolpuna menjadi simbol masa kecil yang tangguh sekaligus kreatif. Lewat tulisan mereka, kita diajak melihat NTT bukan sebagai destinasi wisata, melainkan sebagai "rumah" dengan segala dinamikanya: dari mama-mama yang tangannya biru pekat karena setia menenun, hingga kerinduan akan pangan lokal yang perlahan tergeser. Karakter dalam cerita-cerita ini terasa sangat nyata karena mereka adalah para penulis itu sendiri yang sedang membuka ruang privasi mereka untuk kita intip.

Kekuatan buku ini ada pada kejujurannya. Ada rasa getir saat membahas isu sosial, namun ada juga kehangatan yang luar biasa saat bicara tentang komunitas dan leluhur. Membaca 112 halaman ini rasanya terlalu singkat, saya ingin mendengar lebih banyak lagi cerita tentang gunung, laut, dan aroma dapur dari sana. Ini adalah bacaan wajib bagi siapa pun yang ingin memahami NTT lewat kacamata orang-orang yang tumbuh dan mencintai tanah tersebut. Sebuah "Cerita Istimewa" yang benar-benar terasa istimewa di hati.
Profile Image for Poppy.
83 reviews3 followers
January 12, 2026
Tipis, hanya 112 halaman. Lima penulis NTT. Delapan Cerpen yang rata-rata kisah masa kecil dari masing-masing penulis dengan keresahan yang berbeda. Wajib dibaca bagi yang suka cerpen.

Bukan hanya kumpulan cerita masa kecil biasa. Melalui cerpen ini, kita akan tahu tentang permainan sepak bola di NTT, tenun ikat (ini paling favorit), lagu masa kecil, pulau kecil yang ironisnya hanya didatangi pejabat saat akan kampanye, moké, dan pantai untuk berenang.

Saya takut, kalau kerinduan mencapai laut itu tidak terpenuhi, lautlah yang akan mendatangi setiap orang yang rindu padanya — cerpen berjudul Heboh Tahik.

and.. i'm thinking about tsunami 😭😭😭
Displaying 1 - 7 of 7 reviews