Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya

Rate this book
Di balik setiap wajah yang kita jumpa, ada kisah yang nyaris tak pernah terucap. Melalui Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya, Reda Gaudiamo merangkai tiga puluh cerita pendek yang mengingatkan kita, bahwa hidup tidak pernah benar benar biasa saja. Di tangan Reda, cerita orang-orang biasa berubah menjadi potret kehidupan yang hangat lucu, dan terkadang menyayat serta membuat kita sadar, mungkin kita pun salah satunya.

136 pages, Paperback

First published October 10, 2025

43 people are currently reading
260 people want to read

About the author

Reda Gaudiamo

17 books67 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
54 (19%)
4 stars
136 (48%)
3 stars
85 (30%)
2 stars
4 (1%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 90 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,394 followers
November 2, 2025
Selalu suka tulisannya Mbak Reda. Manusiawi dan apa adanya. 'Kios Pasar Sore' berisi kumpulan cerita tentang bermacam orang dan masalah hidupnya; masalah ekonomi, keluarga, percintaan, dan lain-lain. Saya paham kenapa 'Kios Pasar Sore' yang diambil sebagai judul buku, karena memang pengalaman membacanya seperti mendengar obrolan di pasar. Ada cerita tentang orang yang hamil sebelum menikah, tertipu oleh suami sendiri, mengalami kebangkrutan, dan seterusnya. Cerita-ceritanya pun tergolong slice of life sehingga memang terasa familiar dan open ended. Namun, bukannya hidup memang demikian? Sarat hiburan dari cerita dan gagap gempita drama yang bukan milik kita?

Mungkin ada di spektrum yang berbeda dengan Na Willa. Lebih dewasa, pahitnya lebih nyata, tapi tetap khas Mbak Reda.
Profile Image for Ira Madan.
32 reviews2 followers
November 22, 2025
Kumcer ini penting dikoleksi karena anti expired oleh zaman manapun. Ibaratnya, kamu adalah seorang pegawai sensus penduduk, dan setiap kamu akan membuat pendataan, masing-masing dari penduduk mengajakmu duduk untuk menceritakan dunianya. Begitulah perasaan dekatnya kita dengan semua kisah di buku ini.
Kisahnya real, dan saya curiga ini adalah kisah nyata orang sekitar penulis, atau cerita tentang orang lain dari orang sekitar.
Untuk para gadis dan lajanger, sepertinya buku ini bisa jadi bacaan pranikah agar paham kalau warna cerah percintaan itu tidak selalu permanen, kadang terciprat warna gelap. Aseek...
Banyak yang aku suka, ada yang mirip sekali dengan orang di sekitarku, tapi untuk judul "Harapan Kita," percayalah, ada yang bernama Senter hanya karena setelah melahirkan, yang terlihat senter. Aku tidak bercanda. Lain kesempatan, kita boleh duduk sambil membahasnya.
Profile Image for Lia.
255 reviews1 follower
October 20, 2025
meskipun 1 cerita hanya dalam 2-5 halaman, tapi setiap selesai 1 cerita terasa sekali emosinya sampai harus nafas dulu sebelum pindah ke cerita selanjutnya 😂
cerita-cerita yang dituliskan terasa begitu realistis dan dekat. cerita-cerita yang mungkin pernah kita dengar dari tetangga kita, sehari-hari kita lihat atau bahkan kita sendiri mengalaminya. tulisannya ringan, tapi ngena banget :') selalu suka dengan karya-karya Bu Reda ❤️
Profile Image for Keiralika.
90 reviews5 followers
November 28, 2025
Mendung yang bergerumul ditemani rintik yang perlahan turun. Lalu ketika kubuka lembar buku dari bunda Reda, ternyata masih terpampang tanda tangan miliknya. Padahal aku kira masa pesan yang masih memiliki paraf sudah berlalu, tapi ternyata berkah dari semesta kembali datang dalam hal kecil di hidupku. Meski banyak penat dan sangka, kalut yang berlebih, kupaksa untuk memeluk diriku, dengan membaca kisah-kisah sederhana seiring hujan yang mulai menderas. Persis, juga dengan rasa syukur yang seadanya.

Sedari dulu aku mengenal bunda Reda melalui karya-karyanya yang menyuarakan puisi dari pak Sapardi. Sejuk dengan melodinya, aku mengagumi secukupnya. Lalu ini adalah kali pertama aku membaca karya tulis bunda Reda. Mengandung begitu banyak kisah dari berbagai bentuk dan macam orang. Menarik, kubiarkan menemani sela-sela hariku seminggu terakhir. Di meja makan, balkon rumah, dapur, bahkan toilet. Kusadari, terkadang hidup memerlukan sesuatu yang lebih apa adanya, dibanding penuh guntur dan badai.
Profile Image for Tamira Bella.
178 reviews
November 14, 2025
Buku ini terasa seperti sepotong kehidupan yang tenang, riuh, sederhana, tapi tak selalu meninggalkan gema panjang di hati kita. Kios Pasar Sore karya Reda Gaudiamo merupakan kumpulan cerita pendek tentang orang-orang biasa

Setiap cerpen dalam buku ini menyoroti hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian; tentang ibu yang menunggu anaknya pulang, tentang percakapan di kios yang sederhana, tentang kesepian yang hadir diam-diam di tengah keramaian.

Gaya tulis Bu Reda lembut dan jernih, seolah ia ingin menulis dengan napas pelan agar setiap kalimatnya terdengar seperti bisikan yang akrab.

Namun sayangnya, saya merasa ada jarak yang sulit ditembus. Cerita-ceritanya indah, tapi tidak selalu menggugah. Beberapa kisah berakhir terlalu cepat, seperti percakapan yang berhenti di tengah kalimat hingga ada rasa ingin tahu yang belum sempat terjawab.

Dari 31 cerita cerpen favorit saya ada di judul: Penulis Baru. Itu saja Rate 3/5
Profile Image for Ms.TDA.
241 reviews4 followers
November 24, 2025
Yup, sesuai dg judul nya. Kumpulan cerita orang2 biasa yg kerap dekat dan aku yakin banyak relevansi nya dg lingkungan sekitar kita. Tapi banyak cerita yg flop dan bbrp yg bagus terlalu cepat utk di akhiri. Tp seru melihat berbagai kisah masyarakat yg sebenarnya sering kita abaikan karena terlalu sibuk dg diri sendiri. 🐈‍⬛🧺
Profile Image for Henzi.
217 reviews20 followers
December 12, 2025
Meskipun sudah membaca beberapa karya kumcer, masih belum terbiasa. Jiwa introverku sepertinya berpengaruh. Agak malas memulai cerita baru sebab harus berkenalan lagi dengan tokoh-tokoh baru, mana belum puas menikmati cerita sebelumnya.

Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-Orang Biasa Lainnya termasuk pengecualian. Bahasanya lugas, ceritanya langsung pada inti, narasinya tidak berbelit-belit. Cocok buat saya yang “kurang” suka memproses sesuatu yang abstrak dari sumber data (bacaan) yang terbatas.

Beberapa cerpen yang saya sukai dari buku ini antara lain sebagai berikut.
1) Pertemuan Pertama: seorang gelandangan yang jatuh miskin setelah harta orang tuanya “dihabiskan” oleh saudaranya. Hidup yang sebelumnya bergelimang harta mesti digantikan dengan sampah—hidup memang sebercanda itu.
2) Taruni: seorang ART yang selalu “menikah” setiap tahun saat pulang kampung buat Lebaran. Yang sialnya, ia selalu ditipu oleh para lelaki itu, pun ia sendiri terlalu bebal untuk belajar dari pengalaman buruknya.
3) Ross & Joko: perseteruan Ross yang merasa Joko tidak mencintainya hanya karena tidak ada pernyataan cinta secara resmi dari Joko. Lucu memang, cinta terkadang lebih butuh validasi verbal ketimbang pembuktian.
4) Kawin: sopir tidak tahu diri yang hobi kawin. Saking hobinya semesta terus mendukungnya sampai utang menyeretnya seumur hidupnya.
5) Teman Suami: menikah dengan orang yang salah bisa memutarbalikkan hidup. Menikah memang bukan merupakan pilihan mutlak mencapai kebahagiaan.
6) Mbah ‘Niti: ada kalimat gong yang bikin tergelak. Si Mbah disarankan tetangganya buat jadi pengemis setelah suaminya tutup usia. “Katanya, muka saya pas buat minta-minta,” katanya terkekeh. HAHA
7) Harapan Kita: Deritawati 😭

Dah… Gitu aja. Ternyata cukup banyak cerpen yang nyantol di kepalaku. Recommended buat yang suka baca cerpen “ringan”.
Profile Image for Nike Andaru.
1,644 reviews111 followers
January 1, 2026
1 - 2026

Memulai baca buku dari yang tipis dan ringan.
Kumcer kali ini sederhana tentang sehari-hari saja sebenanrnya yang kita dengar, tapi tetap menarik untuk dibaca.
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
November 28, 2025
Sesuai dengan judulnya. Kumpulan cerpen ini berkisah tentang orang-orang biasa yang sering hadir di keseharian kita—tanpa kita sadari, namun keberadaannya penting.

Berisi tiga puluh satu cerpen. Ya, bagiku yang membaca cerpen itu "melelahkan" karena serasa banyak membaca cerita—tapi hanya dalam satu buku. Dan ini ada 31 cerpen. WOW. Tidak ada klimaks. Benar-benar cerita yang "biasa". Beberapa ada yang greget, beberapa ada yang kurang jelas maksudnya apa—mungkin karena saking pendeknya. Jadi, kalau terbiasa baca cerita yang darderdor brangbrengbrong, maka kamu akan dibuat bosan di beberapa bagian.

Meski demikian ada cerpen yang kusukai (terutama di bagian awal-awal), yaitu Dengan Alamat dan Ross & Joko.

1) Dengan Alamat termasuk cerpen yang sedih nan miris. Tentang keponakan yang ingin mengundang pamannya ke acara keluarga. Tapi, alamatnya tidak jelas. Sering pindah-pindah. Menurut pamannya itu, alamat tidak penting. Karena pamannya tinggal beratapkan langit.

2) Ross & Joko ini komedi sekali, haha. Ross mau menceraikan suaminya karena suaminya tidak mau pyar pyar alias i love you dalam Bahasa India. Suaminya pun tidak mau menyanyikan lagu-lagu di film India kesukaan Ross.

Akhir kata, kumcer ini mungkin akan menarik bagi kamu yang suka cerita yang ringan dan selingan bacaan sekali duduk.

⚘️ 3.5⭐️ untuk bookmark dan stiker kucingnya yang gemas.
Profile Image for amrifaizalm.
22 reviews
December 25, 2025
Sebenarnya bukunya bagus saja, tapi kurang sesuai ekspektasi awal dan tidak terlalu cocok denganku. Ceritanya memang tentang orang biasa, tapi ternyata tidak seringan yang kukira. Cerita yang pendek-pendek juga membuat mudah dilupakan, tapi tetap bisa menjadi selingan ketika kamu ingin baca di waktu singkat.
5 reviews
January 5, 2026
My first read in 2026. Terdiri dari beberapa cerita pendek. Bacaan yang bagus untuk kalian yang sedang mengalami reading slump, karena cerita yang disajikan cukup menarik. Bahasa yang digunakan mudah dipahami, tetapi ada beberapa cerita yang membuat saya berfikir mengenai maksud dari akhir ceritanya.

Buku ini menceritakan kisah-kisah dari orang yang mungkin ga pernah terbesit dalam pikiran kita. Mengajarkan saya untuk jangan selalu melihat keatas, sebab diluar sana semua orang pasti berjuang dalam kehidupannya.
Profile Image for Witchgurl.
1 review
January 1, 2026
Membaca kumpulan cerpen ini rasanya seperti mendengar cerita yang sering kita dengar dari tetangga atau dari mulut ke mulut di perkampungan. Cerita-ceritanya terdengar tidak asing, bahkan terasa sangat dekat dengan keseharian.

Ibu Reda menulis dengan bahasa yang sederhana. Banyak cerpen yang terasa seperti potongan cerita, tidak benar-benar “selesai”, tapi justru itu yang membuatnya tinggal lebih lama di kepala. Seperti gosip atau cerita di gang-gang rumah, kita hanya mendapat sebagian, sisanya harus ditebak sendiri.

Yang menarik, buku ini tidak berusaha menggurui atau memancing emosi berlebihan. Kesedihan, kekejaman, dan kejanggalan hidup muncul secara alami. Kita sebagai pembaca lebih sering diposisikan sebagai pengamat, seperti orang yang mendengar cerita, mengangguk, lalu pulang membawa pikirannya sendiri.
Profile Image for Dedi Setiadi.
291 reviews24 followers
November 23, 2025
(Beberapa) Topik yang berat dan sensitif diceritakan dengan latar sehari-hari dan dengan penuh hati :”)
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
January 2, 2026
what a good book to start my 2026🫶🏻
Profile Image for Cynthia.
162 reviews
October 23, 2025
Memang cerita yang paling ngena ke hati itu, justru cerita-cerita sederhana. Yang mungkin sering kita dengar dari sekeliling kita. Cerita teman, tetangga, atau tukang gado-gado langganan.

Kios Pasar Sore ini jenis cerita pendek seperti itu. Ga butuh plot twist - plot twistan, toh buktinya malah nempel di hati.
Profile Image for Hadissa Primanda.
248 reviews3 followers
November 15, 2025
kisah-kisah sederhana yang familiar di sekitar kita tapi luput untuk diamati. Bu Reda sungguh piawai meramu cerita sederhana itu jadi sesuatu yang penting dan perlu untuk dibaca dan dicerna. setiap cerita membawa ragam perasaan berbeda; lucu, simpati, miris, haru, marah, sedih, nano-nano 🥹

Profile Image for Muhammad.
768 reviews2 followers
December 15, 2025
Market priced was only by good shelfed. Ahlussunnah wal jama'ah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lina | Adlina H.
420 reviews21 followers
January 12, 2026
Kumpulan cerpen yang sangat menyenangkan untuk dibaca.

Setiap ceritanya bisa relate banget, sangat gong, atau bisa jadi kurang terhubung karena mungkin lebih relate di orang lainnya, and that's okay. Aku merasa cerita-cerita ini tidak untuk di'makan' semua sama setiap pembaca yang baca cerita disini. Aku merasa ada beberapa cerita yang sangat berkesan, ada yang cukup menarik, dan adapula yang selewat saja atau sama sekali tidak aku pahami meskipun aku sudah berkali-kali mengulang bagian itu.

Menurutku, judulnya sangat merepresentasikan pengalaman membacaku yang rasanya seperti lagi bergosip cerita tetangga atau orang asing yang 'gong' banget padahal mereka hanya orang-orang 'biasa' tapi punya cerita-cerita yang seringkali tidak kalah menarik dengan cerita-cerita para public figure. Bisa jadi itu cerita salah satu orang di tempat kerja, cerita penumpang dari orang lewat, yang jelas mereka ini adalah orang-orang biasa yang menjadi tokoh utama di obrolan cerita tongkrongan. Dan mengangkat tema seperti ini untuk dikumpulkan menjadi cerita-cerita pendek menrutuku adalah hal yang sangat menarik. Seringkali aku dibawa flashback ke momen-momen aku mendengar kisah-kisah yang disampaikan dari mulut ke mulut yang memiliki value cerita yangs sangat tinggi. Tapi bedanya, dalam buku ini bu Reda menyampaikannya dengan sajian diksi-diksi dan gaya bercerita yang sangat enak untuk diikuti. Setiap cerita punya 'suara'nya masing-masing, disesuaikan dengan latar cerita tokoh-tokohnya.

Cerita-cerita disini tidak selalu menawarkan pesan kehidupan. Kadang ada, kadang hanya cerita tanpa ending, kadang hanya selewat saja, kadang bikin cengoh. Aku merasakan banyak pengalaman di buku setipis ini.

Aku yakin siapapun yang sudah selesai membaca buku ini memiliki kisah favoritnya masing-masing, dan top 3 aku di buku ini adalah:
1. Pertemuan pertama: cerita pengemis dengan latar belakang kehidupan yang gong banget.
2. Dengan alamat: kenapa si paklik susah banget ditengok keluarga
3. Penulis Baru: kadang tidak tahu banyak itu lebih baik

Ini adalah cerita bu Reda yang pertama aku baca dalam bentuk kumpulan cerpen, dan aku harap aku akan berkesempatan mendapatkan cerita-ceritanya dalam bentuk novel yang memberikan kehangatan dan pelajaran hidup. Aku penasaran akan seperti apa pengalaman membacaku nantinya.
Profile Image for Noona Nunna.
12 reviews2 followers
January 4, 2026
Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya || @reda.gaudiamo   || @shiramedia ||Cetakan Kelima, Oktober 2025 || 126 halaman 

Rate : 5/5 ⭐

"Kalau yang lain panas jangan ikut panas. Kalau yang lain terbakar, bikin dingin pikiran, hati. Sembahyang. Sembahyang. Api nyamber barang yang panas, kabur dari yang dingin."
- Koh Lauw -

🐱🐱🐱

Membaca Kios Pasar Sore saat reading slump itu benar-benar jalan ninja terbaik yang saya ambil. 31 kisah yang dituliskan ibu Reda dalam buku ini sangat heart warming. Tak hanya ringan dibaca tapi menghangatkan hati.

Kisahnya beragam dari banyak point of view banyak keluarga dan orang-orang biasa. Kisah tentang supir, biduan, penerbang gagal, tukang semir sepatu, petugas Oranye, penjual peniti, pengemis, office boy, pekerja, penjual kopi, bahkan tentang kucing dan masih banyak lagi. Di setiap chapter kisahnya tidak pernah gagal membuat saya merasa nyes di hati dan mata.

Seperti kisah Koh Lauw, penjual kopi di sebuah pasar. Kedai kopi yang berada di ruang memori perjalanan hidup salah satu pelanggannya. Yang menjadi menarik dari kisah ini adalah pasar tempat Koh Lauw berada sudah empat kali mengalami kebakaran. Namun ajaibnya, kios Koh Lauw selalu selamat dari kebakaran.

Membaca 31 kisah dari orang-orang biasa di luar radar keseharian saya tuh seperti menyegarkan sekaligus menyadarkan. Membuat saya memahami kalau setiap orang di dunia ini, di luar sana, memiliki struggling hidupnya masing-masing. Berkali-kali menemukan "Oh Moment" dan "Kok gitu moment" ketika membaca kisah-kisah orang lain dalam buku ini.

Buku ini sangat ringan tapi sarat pesan dan value. Nyaman banget dibaca dalam sekali duduk sebenarnya. Tapi karena saya berada dalam fase reading slump, saya perlu waktu 3-4 hari untuk menyelesaikannya. Ini bukan karena buku ini tidak menarik, tapi karena saya saja yang masih struggling mengembalikan kebiasaan membaca.

Jadi, kalau kamu suka cerita-cerita slice of life yang penuh kehangatan. Wajib sekali coba baca Kisah Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya

#hayukitabacachallenge
#hayukitabacabookstagramchallenge

@hayukitabaca
@cinebookish
@30harimembaca
Profile Image for Rayya Tasanee.
Author 3 books23 followers
November 11, 2025
Aku beli buku ini pada masa PO. Ternyata cepat banget sampai, gak mesti nunggu seminggu. Bonus stiker lucu dan pembatas buku dari Solusi Buku, bonus stiker kucing dari bukunya, juga kartu ucapan terima kasih dari Bu Reda yang gambarnya sama dengan sampulnya yang manis.

Kumpulan 30 cerpen ini memang merekam cerita-cerita masyarakat yang mudah kita temui dalam kehidupan nyata. Dari kisah ART, penjual peniti, pemilik kucing, penjaga sekolah, semuanya memiliki kisah hidup yang tak mulus. Benang merah hampir semua cerpen di sini adalah tentang mengambil keputusan. Kalau dijelaskan dari self determination theory pasti jadi panjang. Wkwk

Aku suka cara Bu Reda bercerita. Membaca antologi ini, seperti menengok kehidupan tahun-tahun ketika era digital belum menguasai zaman. Beberapa tempat yang disebutkan ada di wilayah Jabodetabek, terutama Rawamangun, adalah tempat yang familiar buatku.

Orang-orang Jakarta zaman dulu hingga sekarang, tetap memiliki problem masing-masing. Barangkali cocok jika disebut setiap tokoh utama cerpen ini mendapat ujian hidup. Sangat sangat manusiawi dan relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Apa pun keputusan yang kita ambil, baik kecil maupun besar, akan membawa konsekuensinya masing-masing. Namun, ya, menjalani kehidupan sosial memang tak selalu mudah. Ada norma dan tuntutan tak tertulis, meski seseorang tak melakukan kesalahan kepada masyarakat sekitar, terlambat menikah misalnya.

Kalau dibilang antologi cerpen ini memuat kisah yang lucu, kurasa tidak ada yang lucu, beberapa saja yang jenaka. Sisanya pahit, tapi dikemas dengan apik, sehingga getirnya tak terasa menyakitkan. Cerpen favoritku adalah beberapa cerpen terakhir. Ibarat makanan enak, memang lebih baik dinikmati paling akhir. Kumpulan ini tidak perlu dibaca berurutan, tapi untuk mempermudah saja (biar ga membolak-balik lembar kertas), aku memutuskan membaca secara berurutan. Lalu hasilnya tidak mengecewakan. :)
Profile Image for Tri Wahyudi.
49 reviews
November 17, 2025
Selesai baca buku Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-Orang Biasa Lainnya karya Reda Gaudiamo. Bukunya berisi tiga puluh satu cerita pendek. Sesuai judulnya isinya cerita orang orang biasa yang kita temukan dalam kehidupan seharI-hari. Mulai dari teman yang memelihara kucing, kelakuan teman kerja, tukang sayur di pasar, kuli bangunan, sopir baru, bahkan cerita-cerita dari sanak saudara.

Favoritku ada beberapa nih; Cerita “1,37” ini ada kucingnya gitu, bingung mau ketawa, kesel atau sedih bacanya, campur aduk. Terus ada “Dengan Alamat”, tentang pria yang merantau ke Jakarta dipaksa ngasih tau alamatnya, twist nya lumayan haha.

Terus cerita “Akbar”, sedih baca ini, impian remaja yang sirna karena, pokoknya baca sendiri deh huhu. Kalau yang lucu ada cerita “Harapan Kita”, awal baca kasihan cuma lucu sih haha.
Terus cerita “Ross dan Joko” ini kocak juga sih, tentang perempuan minta cerai dengan alasan yang sepele.

Nah kalo cerita “Madame I’usherette” ini manis dan hangat, tentang wanita tua yang jadi usher di teater. Gue kan baru tau bu Reda, mantan pemimpin redaksi Cosmopolitan, jadi cerita “Lelaki dengan Tas Kertas” itu bisa saja benar terjadi haha.

Bukunya ringan, 126 halaman aja, bahkan ada cerita pendek yang sehalaman doang. Cocok dibaca buat yang suka slice of life atau sedang reading slump. Oh ya beli ini buku ini bonus stiker kucing calico gemas *penting banget haha*.
Profile Image for Ursula.
305 reviews19 followers
December 2, 2025
The good thing about Reda Gaudiamo is that she seems like a genuinely pleasant person to be around, and she can write. That alone makes her a walking story generator, and this book feels like proof of that.

These are stories about people we encounter in everyday life but rarely stop to talk to, let alone write about: the beggar or scavenger who appears on our daily commute, the quirky neighbour, the eccentric relative we see once a year. In Gaudiamo’s hands, their lives become heartwarming, funny, and sometimes unexpectedly heartbreaking.

In a way, the book reminds me of People From My Neighbourhood by Hiromi Kawakami, just minus the magical realism. The stories here are absurd, yet believable enough that you can easily imagine them happening to someone you know. A neighbour. A friend of a friend. And you might know if only you talk to them.

It’s the perfect book to read on a slow Sunday morning, with a cup of tea and a cat on your lap.
Profile Image for KALAU WEEKEND BACA BUKU.
58 reviews
December 26, 2025
Buku ini selesai dalam sekali duduk (eh bukan, sekali berbaring telungkup di kasur, bersandarkan guling) di tengah malam dan selesai tepat saat langit berubah terang.

Kios pasar sore dan cerita orang-orang biasanya lainnya tulisan Reda Gaudiamo. Kisah nyata orang-orang yang hidup di sekitar kita. 31 cerita banyaknya dan setiap cerita menyimpan keunikan, pesan, perasaan hangat, lucu dan terkasan menyayat.

Reda pun bilang, mungki kita juga punya satu cerita atau lebih? Sudahakah kita bercerita hari ini?

Berikut adalah ratting saya untuk ke 31 cerita di dalam buku ini :

1, 37, … 1/5
Ni mas 1/5
Bini baru 1/5
Dengan alamat 3/5
Ross & Joko 3/5
Taat 0/5
Kawin 3/5
Romantis 1/5
Teman suami 0/5
Taruni 1/5
Di hari ke-89.765 4/5
Pertemuan pertama 4/5
Bintang cemerlang 1/5
Akbar 4/5
Harapan kita 0/5
Sang penerbang 1/5
Setia 4/5
Sayangku padamu 2/5
Cita-cita 2/5
Beda Jalur 3/5
Lelaki dengan tas kertas 3/5
Semir sepatu 2/5
Madame l’Usherette 5/5
Warung jalan tanjung 4/5
Timbang dohlan 4/5
Penuh rahmat 3/5
Sang biduan 3/5
Kios pasar sore 3/5
Mbah ‘Niti 3/5
Penulis baru 3/5
Pulang 5/5

Dan untuk keseluruhan buku ringan ini saya memberi 3,8⭐️/5⭐️
Profile Image for Itsthe_Pra.
49 reviews6 followers
January 12, 2026
Papaku merekomendasikan buku ini dari dr Andre, katanya buku ini cocok untuk bahan pelajaran bahwa di setiap miliaran manusia pasti ada cerita menarik yang tidak pernah dilirik oleh orang2, aku awalnya sih kayak ogah membaca Novel ini tetapi ada rasa-rasa kayak aku harus membaca Novel ini, dan ya aku tidak menyesalinya.

Novel Antologi Pasar Sore ini adalah kumpulan cerpen dari kisah-kisah yang mungkin saja bisa terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari, entah kita tidak melihatnya atau bisa saja menjadi saksi, aku cukup mengagumi kalimat-kalimatnya yang sederhana dan pendek walau aku gak mengingat apa-apa tentang satupun cerita di buku ini. Mungkin saja aku memang tak perlu tau lebih jau mungkin seperti kisah yang ingin disampaikan.

Maka yang bisa aku jelaskan adalah hidupmu tidak membosankan dan semu, kitalah yang membuat segalanya bahagia walau kondisi dunia tidak bisa diprediksi dan hanya perkiraan ilmiah semata. Lewat buku ini kita bisa tahu bahwa dihati dan pikiran kita dan orang2 yang kita tidak kenali semuanya Istimewah
Profile Image for Marsha28.
146 reviews9 followers
November 10, 2025
Baru kali ini aku coba membaca karya Bu Reda dan boleh aku bilang ini adalah pengalaman baca yang menyenangkan!

Kumpulan cerpen Bu Reda mengambil kisah yang benar-benar terasa dekat, bahkan ketika aku membaca beberapa judul, aku terbayang orang-orang di sekitarku yang mengalami hal serupa (meski tidak sama persis, tentu saja)

Selain itu tulisan Bu Reda memberikan rasa nostalgia yang nyaman, bahasanya luwes saja, mengalir cepat dan akrab, mudah dibaca di sela kegiatan karena cerpennya memang benar-benar pendek, kadang tidak sampai penuh 2 halaman

Aku tidak akan menceritakan detail buku ini, karena ini memang tipe buku yang sebaiknya langsung baca aja tanpa banyak mengetahui isinya. Cerita favorit aku adalah “1, 37,..” (halaman pertama), “Teman suami” (Halaman 44), Taruni (Halaman 46) dan Pulang (Cerita terakhir)

Profile Image for Latu  Sukandar.
46 reviews
December 9, 2025
Aku baca potongan cerita pendek dari story instagram temanku dan memutuskan untuk langsung membeli buku ini tanpa membaca review, karena sepertinya dari potongan cerita saja sudah menarik. Ternyata benar, reading slump-ku sembuh setelah baca buku ini.

Bukunya seru, alur ceritanya mengalir, latar suasana dan tempatnya membawa kita seperti seolah-olah hadir ada di tempat itu. Penulis sangat hebat membawa pembaca memahami beberapa hal di dunia ini memang ya seperti itu banyak ditemukan terjadi di dunia nyata, nggak selalu happy ending, tapi selalu bisa disyukuri. Sampai-sampai tiap di lembar bab baru, aku selalu membatin dalam hati, ada kisah pilu menyedihkan apalagi ya selanjutnya.

Tipe cerita pendek yang bisa dibaca sekali duduk dan nggak membuat kepikiran sampai sedih. Cukup dibaca, diresapi, dipahami, dan wah ada yang yang seperti itu di dunia ini ternyata.
Profile Image for Isah.
82 reviews
November 27, 2025
Diksinya sederhana namun tetap mengalir. Begitu pula kumpulan cerita di dalamnya. Yang cukup membekas dalam benak saya ada pada 2 judul terakhir: “Penulis Baru” dan “Pulang”. Sebetulnya (kalau memang mau) buku ini bisa dibaca dalam sekali duduk. Tapi entah kenapa, saya masih merasa ada yang mengganjal dan nggak terselesaikan setiap kali menamatkan satu per satu cerpen di dalamnya. Itulah kenapa saya agak mandek-mandek sepanjang proses membaca. Tapi barangkali, seperti itulah gambaran dari kehidupan yang asli, ya. Abstrak, monoton, jauh dari hingar bingar, namun terkadang tetap bisa memancarkan sisi hangatnya.
26 reviews
November 30, 2025
Kumpulan cerita luar biasa dari orang-orang biasa. Spektrum ceritanya sangat luas membentang dari percintaan, keluarga, kehidupan, dan lainnya. Tetapi menghunus tajam ke inti baik dan buruknya hidup: kebodohan dan penerimaan.

Siapa yang mengira hidup akan terjungkir balik hebat akibat salah memilih cinta? Penyesalan yang teramat karena memilih mengubur mimpi karena kadung kecintaan? Atau kesal hebat karena salah memahami bahasa cinta? Tetapi di sisi lain, cinta juga bisa dalam bentuk rahmat dan keselamatan yang menahan diri untuk mengeluh.

Bukunya apik merajut alur-alur tidak terduga. Menjadikanku berpikir, ternyata hidup tidak sebiasa saja seperti yang dikira.
Profile Image for A. Rahmadani.
3 reviews
January 4, 2026
I thought this had something to do with stories on a small shop somewhere in the corner of the city or a rural area, but it's not. It's a bunch of stories that have no correlation with each other, a simple anthology of shorts perfect for quick reads. Almost like flash fictions. All set in the urban area of Jakarta, which is a fascinating location on its own. Some stories, for me, fall short. Others capture how life is not so simple for the simple people living in the streets of Jakarta. Nevertheless, I enjoyed how it's colloquially written. It doesn't further complicate but it doesn't simplify either.
Displaying 1 - 30 of 90 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.