Apa yang terjadi di Indonesia dewasa adalah masa yang dipenuhi oleh paradoks. Kekecewaan dan kemarahan kolektif sebagai warga negara menyeruak di banyak aspek. Publik dengan gamblang menyaksikan prosedur demokrasi, bangunan demokrasi digerogoti hingga nyaris roboh. Institusi-institusi demokrasi dibusukkan dengan cara yang seolah legal, tapi bertentangan dengan prinsip keadilan dan akal sehat.
Delapan puluh esai dalam buku ini menjadi kontribusi Okky Madasari sebagai penulis, peneliti, dan seorang sosiolog. Kondisi sosial politik, kondisi kebangsaan, fenomena sosial, dan tentu pokok-pokok pemikiran perempuan didedah dengan jernih. Butir-butir pemikiran yang mengalir ibarat kristal, dengan harapan memberi secercah cahaya menghadapi situasi yang semakin runyam.
Okky Madasari is an Indonesian novelist. She is well-known for her social criticism with her fiction highlighting social issues, such as injustice and discrimination, and above all, about humanity. In academic field, her main interest is on literature, censorship and freedom of expression, and sociology of knowledge.
Since 2010 Okky has published 10 books, comprising of five novels, one short-story collection, three children’s novels and one non-fiction book. Her newest book (2019) is Genealogi Sastra Indonesia: Kapitalisme, Islam dan Sastra Perlawanan or “Genealogy of Indonesian Literature: Capitalism, Islam and Critical Literature”, which is published online and can be freely downloaded from her website www.okkymadasari.net. Okky’s novels have been translated into English, Germany and Arabic.
Buku ini mengajak kita berpikir. Tidak selalu untuk setuju, baik dengan mereka yang terlihat vokal, influencer, maupun (dan terutama) mereka yang berkuasa
Ditengah-tengah kondisi politik Indonesia yang kacau balau, kondisi sosial yang sangat labil, dan ekonomi yang tidak stabil, masih banyak orang-orang bangsat yang "memaksa" negara ini seolah baik-baik saja.
Hampir semua topik membuat saya berpikir dan merenung. Tidak semua saya langsung setuju, tapi itu tadi, membuat saya berpikir. Mencari tau lebih jauh. Riset fakta. Mempertanyakan apa yang selama ini saya lihat.