Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cinta Bertepuk Sebelah Mana

Rate this book
“Naryo, mungkin nggak sih persahabatan kita berakhir di pelaminan?”

Perkara Lian suka mengganti panggilan Gusti seenak jidat memang sudah tabiatnya. Namun, pertanyaan Lian itu sukses bikin Gusti minum obat masuk angin. Masalahnya, ia tak pernah menganggap Lian lebih dari sahabat, meski orangtua mereka berharap sebaliknya.

Dengan janji akan memberikan kepastian, Gusti berangkat ke Jepang untuk melanjutkan studinya. Namun, Gusti menyimpan tujuan lain: mencari Seruni, cinta lamanya yang dulu tak pernah terbalas. Takdir mempertemukan mereka kembali dan kali ini Seruni memberi isyarat yang berbeda.

Gusti kini terjebak dalam dua pilihan yang rasanya mustahil. Cinta yang dulu bertepuk sebelah tangan, kini berubah menjadi cinta bertepuk... sebelah mana?

264 pages, Paperback

Published November 26, 2025

Loading...
Loading...

About the author

Dimas Abi

7 books25 followers
Dimas Abi adalah salah satu penulis Indonesia yang bergerak pada genre komedi. Ia telah menerbitkan beberapa novel solo, antara lain : Gorilove (bukune, 2009), Detektif Sekolah (2012), Idolku Cantik (2014), dan Berburu Restu (2023)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (11%)
4 stars
15 (55%)
3 stars
7 (25%)
2 stars
2 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
Profile Image for aynsrtn.
639 reviews27 followers
November 16, 2025
Pelet apa yang dimiliki Gusti sang penakluk Terali sampai dua wanita jatuh hati kepadanya, baik wanita yang di Jogja maupun yang di Jepang? Luar biasa, Gusti.

Cinta Bertepuk Sebelah Mana (CBSM) adalah karya penulis kedua yang kubaca setelah Berburu Restu (BR). Jadi, aku bisa melihat pattern ceritanya. Kombinasi komedi-romansa dengan kutipan-kutipan yang kadang seperti filsuf, kadang pula seperti komedian.

Komedi.

Berbicara karya penulis harus dimulai dari unsur komedinya. Secara di display nama instagram penulisnya udah branding "Penulis Komedi". Dan komedinya masih masuk selera saya. Nah, di BR yang seneng guyon itu pemeran utama laki-lakinya, Dipa sang Jambul Khatulistiwa (kangen juga saya sama dia), kalau di CBSM justru pemeran wanitanya yang guyon ne mantep.

"Ini udah aku kasih space untuk barang-barang yang belum kamu masukin ya, Gus."
"Hebat! Itu kebetulan di belakang ada gajah Way Kambas, Li. Bisa dimasukin sekalian nggak?"
"Jangankan gajah, Gus. Trauma masa kecilmu juga bisa tak masukin ke sini!"

(p.17)

Lian, kok kepikiran sih masukin trauma masa kecil ke koper?! 🤧🤏

Selain Lian, ada Herman—rekan sejawat segila sesinting sama edannya dengan Gusti—yang tak kalah komedinya. Masa saat salju turun di Jepang, dia udah siap bikin es sirop marjan? 🤧🤏

Lalu, pemikiran Herman mengenai primbon pun sangat mind blowing. Menggabungkan metafisika dengan fisika kuantum. Christoper Nolan pun bisa sungkem mendengarnya.

"Gini, Gus. Primbon itu bukan hasil nyari wangsit, tapi hasil penelitian empiris para leluhur selama ribuan tahun terhadap gejala alam yang terjadi. Mereka nyatet seluruh fenomenanya setiap hari dan menganalisis korelasinya terhadap nasib serta kehidupan. Ilmu statistik itu, Gus. Big Data! Menurutku levelnya jauh di atas jurnal-jurnal Q1." (p.41)

Tapi ini sih top notch komedinya:

"DUH, GUSTIII!"
"Saya, Pak,"
"Bukan, bukan kamu. Tuhan."
"Ooh."

(p.47)

🤧🤏🤧🤏🤧🤏

Karakterisasi.

Ceritanya dilandasi pada cinta segitiga. Gusti, sang Hero, di antara pilihan: sahabat yang sudah menyatakan cinta kepadanya atau crush dari zaman high school love on yang datang kembali mengingatkan pada perasaan yang pernah ada. Pilih siapa, kah, Gusti? Pilih mencla-mencle.

Duh, kesel e poll aku sama Gusti. Emang udah siap buat nimpuk Gusti sih. Bener kata Herman, harusnya Gusti yang jelasin ke Lian kalau dia cuma anggap teman (pada waktu itu), jadi bisa leluasa ke Seruni. Tapi, ya, nggak mau yang satu sakit hati, tapi ke sini juga bohong. Kalau ditanya jawabnya bingung dan nggak bisa mengontrol perasaan orang lain, ya dirimu jujur, Gus! (#hanyaluapanemosipembaca).

"Lagian yang bikin rusuh dirimu, aku yang kena sialnya. Padahal kan udah tak wanti-wanti, Gus. Kalau ada apa-apa, aku nggak ikut-ikut."
"Kan aku nggak bisa ngontrol mereka, Her."
"Terus besok dirimu mau ngomong opo ke Mbak Lian?"
"Nggak tahu. Bingung aku."
"Dulu jawabanmu dipikir nanti aja, sekarang pas udah kejadian malah nggak tahu. Piye toh, Gus? Ini menyangkut perasaan orang lho."
"Menurutmu, aku kudu piye?"
"Kalau aku jadi dirimu, Gus, tak nikahi dua-duanya.

(p.217)

Lagi dan lagi bener lho kata Herman, bisa nikahi dua-duanya kan maksimal empat, Gus (tak lempar bakiak kalau iya begitu).

Karakter yang aku suka di sini adalah Lian. Sesuai dengan namanya Berlian. Wanita tangguh dan tegas. Dia mempraktekan emansipasi wanita, meredakan segala rasa malunya, demi "nembak" Gusti, halah dalah yang malah wis lah emosi kalau inget Gusti *sabar. Dan makasih lho Lian sudah menyuarakan isi hatiku sebagai pembaca kepada Seruni. Jujur, aku pun sebel sama yang nyebut diri sendiri pakai nama 🤧🙌

"Apa yang Lian benci dari Uni?"
"Kamu kenapa sih nggak pake aku-kamu aja? Atau lo-gue juga boleh! Kenapa harus manggil diri sendiri dengan nama? Sok imut tauk! Sebel aku!"

(p.222)

Rasanya nggak afdol kalau nggak berbicara siapa MVP di kisah ini. Njelimetnya romansa cinta segitiga, harus butuh juru slamat dari dua belah pihak. Kalau di pihak lakik, ada Herman (ini bisa kali spin-off Herman? #sebataskeinginanpembaca). Sedangkan di pihak wanita, ada Bundanya Lian. Top markotop. Kalau nggak ada dua orang ini, Gusti makin halah dalah, Lian makin terbutakan oleh Terali eh Gusti.

"Kamu dari dulu kan Gusti-minded. Susah senangmu tergantung sama Gusti. Kalau kalian berantem, kamu bisa murung dua hari. Kalau Gusti bikin kamu seneng, di rumah kamu pringas-pringis terus. Ya, toh?
"Berbahagia karena seseorang itu boleh. Tapi menggantungkan kebahagiaan hanya ke segelintir orang, nah iku sing bikin mumet, Nduk."
(p.187)

Plot.

Namanya juga trope cinta segitiga, maka ada dua kepada satu. Nah, ini tricky-nya adalah ketidakseimbangan "kesempatan" atau screentime antara dua orang yang akan dipilih. End game-nya dengan siapa, tapi banyaknya Gusti dengan siapa. Lalu kemudian menyesal dan menyadari bahwa perasaannya hanya untuk [redacted]—setelah sang pacar ternyata lebih sering keluar tanduknya, menurutku fasenya agak dragging. Karena menuju akhir, ya, jadi kek diburu-buru. Dan yang pihak nggak dipilih pun hilang begitu saja dari plot secara signifikan.

Insight(s).

1. Pentingnya kejujuran
Pahit dan manis tapi kalau sudah diutarakan sejak awal, jadi lebih clear. Meminimalisir yang namanya sakit hati.

2. Wanita bisa bertindak lebih dulu
Udah bukan zamannya lagi wanita menunggu, kalau lakiknya lama bertindak atau bahkan belum sadar, mungkin harus dipecut dahulu. You go, girls!!

3. Jangan cerita ke nenek perihal patah hati
Bahaya sih ini bisa-bisa satu pasar tahu semua. Atau malah satu kabupaten. Persebaran informasinya begitu cepat landas.

Rekomendasi.

Dengan segala gonjang ganjing kehidupan Gusti, buku ini tetap seru untuk dibaca. Cocok buat kamu yang butuh asupan romcom yang ringan dan butuh luapan emosi untuk menjitak pemeran utamanya, buku ini bisa banget untuk kamu baca.

⚘️ 4 bintang untuk dua kali Gusti kejebak dalam Terali.
Profile Image for Thessalivia Thessalivia.
Author 4 books27 followers
November 30, 2025
Hubungan menggantung jarak jauh, jenis hubungan yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kuat, sehat lahir batin, dan suka cari penyakit. Hal 173
*
Boleh gaa siih kesel sama Gusti? 😆 Jadi Gusti ini sebelum berangkat kuliah ke Jepang, ngegantungin sahabatnya, Lian. Lian abis nyatain perasaannya ke Gusti.
Masalahnya selian buat kuliah, Gusti punya tujuan tersembunyi ke Jepang, ketemu cinta pertamanya, Seruni! Bentar, mau elus dada dulu sama kelakuan Gusti yg agak take for granted loh 🫠
*
Cinta Bertepuk Sebelah Mana ini defenisi buku page turner yang sangat mengibur. Aku tamat cuma sehari donk saking menikmati ceritanya. Hehe.. Cerita ringan, lucu, kocak, plus sambil diajak jalan2 ke Jepang. Pohon momoji yang memerah, ramen, sunset di rooftop, taiyaki, toilet yg ada bunyinya 🤣.
*
Karakter favorit aku itu Lian, si cewek tangguh, to the point n no menye2 club. Jago bikin cilok lagi (mendadak jd pengen cilok pas baca ini 😝). Keren! Karakter kedua favorit aku itu Herman, temen baik Gusti yg kelakuannya suka ajaib. Masa di Jepang cm bermodal 'daijobu', jd aja salah paham mulu kan. Hahaha.. Kalian hrs baca deh, pasti ngakak geleng2 ini baca kelakuan Herman.
*
Aku udah baca buku Abi sejak jaman terbit di Bukune, terakhir Berburu Restu, dan sekarang Cinta Bertepuk Sebelah Mana. Suka banget liat perkembangan tulisannya. Khas dengan karakter2 uniknya dan romance tipis2 yg selalu bikin after taste bacanya itu di hati hangat n happy 💖 Makasii yaa Bi, udah nulis sebagus ini. Keep writing dan ditunggu karya2 berikutnya.
*
4 bintang buat Cinta Bertepuk Sebelah Mana by Dimas Abi.
Profile Image for Ovy Rama.
120 reviews3 followers
December 25, 2025
Cinta Bertepuk Sebelah Mana || Dimas Abi || Penerbit Gramedia Pustaka Utama || 263 Hlm || Cetakan Pertama, Oktober 2025⁣

Sudah banyak yang mengatakan bahwa persahabatan lawan jenis akan susah bertahan lama karena salah satunya pasti akan memiliki perasaan lebih dari sekadar perasaan sayang terhadap sahabat. Jika salah satunya sudah berharap lebih dari sekadar sahabat, maka pilihannya adalah menyatakan dengan konsekuensi persahabatan yang selama ini terjalin akan hancur bila salah satunya menolak dan pilihan lainnya adalah dengan memendam atau mengubur dalam-dalam rasa tersebut.⁣

Di dalam benakku pun nggak pernah terbayangkan harus menjadi sepasang kekasih dengan sahabat atau teman sendiri. Syukurnya aku nggak pernah mengalami drama suka dengan sahabat meski lingkar persahabatanku adalah persahabatan lawan jenis. Akan sangat melelahkan bila itu sampai terjadi, sama dengan yang terjadi pada Lian dan Gusti di novel terbarunya Kak Dimas Abi yang berjudul Cinta Bertepuk Sebelah Mana.⁣

Novel Cinta Bertepuk Sebelah Mana berkisah tentang Lian yang suka sekali mengganti nama panggilan Gusti seenak jidatnya tiba-tiba mengajukan pertanyaan yang sukses bikin Gusti minum obat masuk angin. Masalahnya, Gusti nggak pernah mengganggap Lian lebih dari sahabat, meski orangtua mereka berharap sebaliknya.⁣

Dengan janji akan memberikan kepastian, Gusti berangkat ke Jepang untuk melanjutkan studinya. Namun, Gusti memiliki tujuan lain yaitu mencari cinta lamanya yang dulu tak pernah terbalas. Takdir mempertemukan mereka kembali. Gusti kini terjebak dalam dua pilihan yang rasanya mustahil.⁣

Siapakah yang akan Gusti pilih? Akankah dia menepati janjinya atau akhirnya bersama dengan cinta lamanya? Kalo penasaran bisa langsung baca novelnya!!⁣

Kisah Gusti ini merupakan adaptasi dari cerita wattpad dan aku sempat baca beberapa chapternya. Saat di WP kisah Gusti ini masih menggunakan judul yang lama dan sama-sama identik dengan isi novelnya. ⁣

Novel CBSM ini kali keduaku baca karya Kak Abi. Sebelumnya aku dibuat kesal dengan tingkah laku Dipa di novel Berburu Restu dan kali ini aku dibuat kesal luar biasa oleh Gusti. Aku masih sangat enjoy dengan gaya bercerita Kak Abi yang begitu khas karena karya-karya Kak Abi tuh male leadnya konsisten bikin darahku naik lantaran emosi dengan tingkah lakunya.⁣

Kalo aku jadi female leadnya sudah pasti langsung kibarkan bendera putih karena saking nggak kuatnya menghadapi Dipa dan Gusti. Dan untung aja bukan aku female leadnya. Novel bergenre romance komedi ini mengangkat tema yang dekat dengan kondisi persahabatan dan percintaan yang kerap terjadi di Indonesia.⁣

Di bab-bab awal novel CBSM, aku masih belum menentukan akan berada di pihak mana karena semua tokohnya silih berganti bikin aku kesal. Meski begitu, aku paham sekali dengan pilihan mereka dan kenapa mereka berlaku seperti itu.⁣

Dikisahkan menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu membuatku bisa lebih mengerti semua masalah yang terjadi, serta mengerti apa yang dirasakan dan apa yang dipikirkan oleh tiap tokohnya. Alur yang digunakan adalah alur campuran (maju dan mundur) dengan diberi keterangan tahun sehingga nggak membuatku bingung dengan pergantiannya.⁣

Seperti yang tergambar jelas di cover novelnya, novel ini memiliki 2 setting tempat, yaitu Sleman dan Jepang. Meski memiliki 2 setting tempat, tapi Kak Abi sukses membuat 2 tempat tersebut nggak hanya sekadar angin lalu. Jadi, aku berasa diajak berkunjung ke tempat-tempat yang belum pernah kudatangi sebelumnya.⁣

Bukan hanya piawai dengan urusan setting tempat, tapi cara Kak Abi memunculkan tiap-tiap konflik di novel CBSM mantap banget karena berhasil memainkan emosiku. ⁣

Tokoh di novel ini nggak begitu banyak dan semua tokohnya punya karakteristik yang kuat. Bahkan saat berkenalan dengan tiap-tiap tokohnya seperti mengenal mereka di dunia nyata karena beberapa kenalanku memiliki karakter seperti karakter tokoh di novel CBSM ini.⁣

Lian. Awalnya aku kurang suka dengan kebiasaan Lian yang suka sekali mengganti nama panggilan Gusti, tapi lama-kelamaan aku terbiasa dan melihat bagaimana besarnya perasaan Lian. Termasuk perempuan yang nggak menye-menye dan aku takjub sekali dengan usaha atau bisnisnya yang dilakukan oleh Lian terbukti dengan bagaimana dia memperlakukan karyawannya. Aku pun sempat kesal sama reaksi Lian di masa dia masih duduk di bangku putih abu-abu, tapi aku pun akan berlaku hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Lian. Regulasi emosi Lian di bab-bab menjelang akhir pun bikin aku salut sama dia.⁣

Gusti. Dari awal kenalan dengan Gusti, entah kenapa selalu bikin aku kesal. Nggak pernah aku setuju dengan pilihan yang dia pilih. Kalo ketemu langsung ingin rasanya kutonjok dia saking kesalnya aku sama Gusti. Meski konsisten bikin aku gedeg, bukan berarti Gusti nggak punya kelebihan. Kelebihan yang kusuka dari dia adalah urusan study dan pekerjaannya.⁣

Seruni. Dia ini adalah cinta lama tak pernah terbalasnya si Gusti. Untuk urusan study dan hal lain dia punya point plus, tapi untuk urusan panggilan namanya dia sendiri bikin aku kesal. Entah kenapa aku kurang suka dengan orang yang selalu menggunakan nama untuk panggilan mereka, alih-alih menggunakan kata ganti aku atau saya. Dan aku punya kenalan seperti dia di kehidupan nyata. Setelah lama berkenalan dengan Seruni, akhirnya muncul juga sifat aslinya dia yang bikin aku kesal luar biasa. Sebagai perempuan aku melihatnya muak, apalagi sebagai pasangan. Terlalu egois jadi pasangan soalnya.⁣

Herman. Teman seperjuangan Gusti S2 di Jepang ini emang suka bikin ilfeel tiap muncul, tapi pemikiran dia masih lebih bagus mengenai masalah Gusti dibandingkan Gusti sendiri.⁣

Mila. Dia ini sahabatnya Seruni, termasuk sahabat yang peka akan situasi dan kondisi, tapi nggak bisa menyadarkan sahabatnya saat Seruni bertingkah kelewat batas.⁣

Riska. Dia ini sebagai karyawan yang multitasking ya, beruntung sekali Gondosuli mempekerjakan Riska. Bukan sekadar karyawan, tapi Riska begitu tulus pada Lian. Aku suka dengan yang dilakukan Riska pada orang yang udah nyakitin Lian saat orang tersebut datang ke Gondosuli.⁣

Dalam novel ini nggak ada tokoh antagonis yang kubenci, hanya bikin kesal aja. Semakin mendekati ending, ternyata aku mulai lebih suka sama Lian. Sampai ingin rasanya aku bersahabat sama Lian. ⁣

Interaksi-interaksi dalam novel ini pun nggak kalah mencuri perhatianku. Interaksi Lian dengan Gusti yang klop banget karena udah bersahabat dari lama. Interaksi Lian dengan Ibuk yang bikin aku tersenyum. Interaksi Gusti dengan Bunda yang sukses bikin aku tertawa. Interaksi Gusti dengan Herman yang berkali-kali bikin aku geleng-geleng kepala, serta interaksi Herman dengan Mila yang nggak kalah lucu.⁣

Novel Cinta Bertepuk Sebelah Mana ini menggambarkan hubungan persahabatan lawan jenis di mana salah satunya memiliki perasaan yang lebih dari sekadar perasaan sayang terhadap sahabat. Menggambarkan sebuah hubungan yang toxic, menggambarkan kebanyakan representasi sikap laki-laki bila dihadapkan dengan masalah, menggambarkan sebuah perasaan kagum terhadap seseorang, serta menggambarkan penyesalan setelah kehilangan seseorang.⁣

Bergenre romance komedi, novel CBSM memiliki romance yang nggak bikin cringe sama sekali. Hubungan romansa yang terjalin di antara tokoh yang terkena spotlight pun dalam batas wajar dan aman, meski sempat ada masalah toxic yang sering kali dijumpai dalam hubungan romansa para remaja. ⁣

Untuk komedi sendiri, aku nggak meragukan lagi kemampuan Kak Abi karena komedinya sukses bikin aku tertawa dan nggak garing sama sekali. Scene yang berhasil bikin aku ketawa ngakak adalah scene di pasar dan di bagian epilog. ⁣

Di dalam novel ini juga kerap kali ada pembicaraan menggunakan bahasa Jawa, tapi sudah disediakan footnote buat yang nggak bisa bahasa Jawa. Saat ada dialog menggunakan bahasa Jawa terasa sekali medoknya.⁣

Dari kisah Gusti di novel ini, aku belajar banyak hal, seperti ; belajar merelakan seseorang yang memang tidak ditakdirkan untuk kita, belajar untuk menghargai seseorang saat mereka masih bersama kita, belajar untuk mengenal perasaan diri sendiri apakah itu termasuk perasaan kagum atau perasaan cinta, belajar untuk nggak menunda memberikan keputusan, belajar menepati janji, belajar bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita perbuat, serta masih banyak lagi pelajaran hidup lainnya dari novel ini yang bisa kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari.⁣

Sepanjang mengikuti kisah Gusti, aku nggak berani menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya karena takut merasa sakit hati. Resolusi yang dipilih oleh Kak Abi untuk semua masalah di novel ini sangat realistis dan kerasa sekali pemikiran dewasanya.⁣

Membaca novel ini membuatku jadi ingin berlibur ke Jepang dan datang ke tempat-tempat yang dikunjungi oleh Gusti dan Seruni. Bukan itu aja, beberapa kali aku juga dibuat ngiler dengan makanan yang dimakan oleh Gusti, seperti cilok buatan Lian yang berbumbu lekoh, ramen dan masih banyak lagi makanan lainnya.⁣

Cover novelnya begitu menyita perhatianku sedari awal novel ini akan terbit. Perpaduan warna yang begitu cantik. Covernya pun menggambarkan isi novelnya. Bukan hanya covernya yang cantik, bookmarknya pun cantik karena memiliki desain yang serupa. Layout isi novelnya nggak kalah mewakili setting tempat novel CBSM.⁣

Font yang dipakai beserta ukurannya pun aku suka dan nggak bikin mataku sakit sepanjang baca. Apalagi fontnya dibedakan untuk narasi, dialog, monolog dalam hati, judul tiap bab dan tagline atau quotes. Aku sendiri nggak menemukan satu typo pun selama mengikuti kisah Gusti.⁣

Yang bikin aku takjub lagi dari novel ini adalah nama lengkap dari Lian. Nggak kusangka namanya secantik itu. Saat pertama kali akhirnya tau nama lengkapnya aku langsung speechless. ⁣

Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang berusia di atas 17 tahun, buat yang suka baca novel romance komedi, buat yang ingin mengisi waktu luang, buat yang cari bacaan menghibur, serta buat yang suka novel romance trope friendzone.⁣
Profile Image for Readingwithhirai.
261 reviews7 followers
December 6, 2025
“Jadi mau pilih yang mana? Menerima cinta yang sudah terbuka atau berjuang untuk cinta yang tak pasti? Pilih sebelum kehilangan keduanya!”

KESEL BANGET ASLI SAMA GUSTI YE BAMBANG!! Tipe-tipe cowok yang nggak bakal selamat dari tampolan aku!! Kok bisa kamu selabil itu Gusti dalam menentukan tambatan hati, sama Lian kamu kayak udah yakin begitu tapi pas ketemu Seruni kamu bimbang. Anehnya pas udah dapetin Seruni kenapa kamu ngerasa bersalah sama Lian? Dibandingkan romance komedi buku ini lebih ke romance emosi tapi tetap lucu kok buat dibaca sangat menyenangkan, IYA MENYENANGKAN. Sebenarnya konflik yang dibawa sangat sederhana menghadirkan kebimbangan dalam diri seseorang dalam memilih pasangan dan tambatan hati. Bukan hanya sekedar bingung memilih namun dirinya sendiri tak tahu perasaan apa yang ada dalam hatinya apakah masih berbentuk nyaman karena teman atau sudah berkembang lebih, terjebak friendzone gitulah intinya wkwkwkwkw. Meskipun terkesan sederhana namun banyak juga kok di sekitar kita yang mengalami hal tersebut atau justru kita pernah di situasi yang sama? Hehe.

Gaya penulisan kakaknya masih sama seperti buku Berburu Restu yang banyak memasukkan unsur komedi yang lucunya effortless meski ada beberapa lelucon vintage juga di dalamnya. Alurnya mengalir mudah dipahami dengan sentuhan kilas balik kisah antara Gusti, Lian maupun Seruni saat masih sekolah. Sebenarnya dari proses pendekatan, pertemuan dan tanggapan yang didapatkan Gusti pembaca sudah tahu sih sebaiknya harus kemana Gusti melabuhkan hatinya. Buku ini menghadirkan rasa jengkel bertegangan tinggi pada si Gusti yang mempermainkan banyak hati menggoreskan luka. Karakter Lian juga sangat berbeda dengan Seruni yang apa-apa mau dituruti sementara Lian lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Bagi Seruni, pasangannya harus suka dengan apa yang disukainya namun dia tak peduli kesukaan pasangannya apalagi jika baginya tak berguna. Bukankah dalam sebuah hubungan kita harus saling menghargai apa yang disukai pasangan kita?

Setelah luka, penantian dan kebimbangan akhirnya tibalah masa pengambilan keputusan. Tentu saja dari semua keputusan yang diambil pasti ada konsekuensinya. Dari awal memang harusnya memilih kan? Jadi harus siap jika akhirnya kehilangan salah satunya atau justru tak mendapatkan keduanya. Gusti adalah gambaran untuk orang-orang yang tak memahami kemauan diri sendiri atau sengaja buta dengan berlian yang ada di depannya. Gusti adalah kita semua yang tak mempertimbangkan pemilihan dari aspek krusial dalam hidup. Semoga dijauhkan dari sosok cowok kayak Gusti karena kita bukanlah pilihan namun tujuan. Meskipun jengkel setengah mati dengan Gusti namun buku Cinta Bertepuk Sebelah Mana tetap memunculkan cerita yang lucu dan menyenangkan sangat ringan dibaca ketika luang.

Tentang Kebimbangan Pilihan Pelabuhan Cinta
Cinta Bertepuk Sebelah Mana memang cocok sebagai judulnya sebagai bentuk representasi kebingungan yang dihadapi Gusti sebagai tokoh utama di dalam buku. Dia tak cuma sekedar bingung namun bimbang akan pilihan pelabuhan cinta. Bukan fokus pada satu tujuan namun dua-duanya di GAS NGENG astaga. Itulah yang bikin Gusti masih tak tahu mau ke mana tujuannya karena keduanya sama-sama diterima sinyalnya dengan baik.

Tak Tahu Arah, Tak Tahu Kemauan Diri Sendiri dan Main Aman
Gusti adalah representasi sisi manusia yang tak tahu arah, tak mengerti kemauan diri sendiri dan tetap berdiam di tempat agar aman. Padahal justru dengan tetap diam dan main aman maka selamanya akan tetap di situ-situ saja tak pernah berani keluar dari zona nyaman. Andaikan Gusti merenung dulu dalam kesendirian untuk mengetahui keinginan dan kemauan diri pelabuhan hati mungkin dia tak akan menyakiti banyak hati.

Konsekuensi dari Sebuah Keputusan
Buku Cinta Bertepuk Sebelah Mana memberikan sekilas konsekuensi dari sebuah keputusan. Keputusan yang diambil tanpa pertimbangan tentu saja banyak ruginya apalagi jika ditambah bumbu-bumbu kebohongan. Jika bersama dia kamu masih memikirkan orang lain maka orang lain itulah yang sudah memenuhi hatimu.

Point Menarik dan Unggul dari Buku:
• Gaya bahasa yang ringan, mengalir dan menonjolkan sisi humor komedi membuat bukunya menjadi khas dan menarik untuk diselesaikan. Penulis banyak memasukkan unsur lelucon entah dari kebiasaan tokoh, makanan, lagu kesukaan dan lainnya sehingga terasa sangat natural masuk ke dalam cerita.
• Penulis berhasil menonjolkan karakter Gusti yang sangat menyebalkan sebagai kunci penting jalannya cerita utama. Buku ini memang arahnya tak tahu mau ke mana sesuai kebingungan dan kepribadian Gusti yang plin plan ganti-ganti keinginan. Gusti belum selesai dengan dirinya sendiri akhirnya membawa luka untuk dua hati lainnya.
• Kisah yang sat set alurnya langsung pada tujuan tidak banyak drama bumbu-bumbu sinetron jadi meskipun menjengkelkan tidak membosankan untuk dibaca.
• Buku ini sangat ringan dan lucu sangat menarik sebagai bacaan santai atau selingan ketika sedang reading slump.

Tokoh, Alur dan Pengembangan Karakter
Penulis mengembangkan tokoh dengan sangat teliti tidak banyak orang yang mempengaruhi cerita, beberapa tokoh bayangan juga cukup berperan sesuai porsinya masing-masing. Alurnya jelas sesuai tujuan dengan pengembangan karakter perlahan namun pasti. Gusti akhirnya berkembang menjadi karakter lebih baik begitu juga dengan Lian yang sangat bijak dalam mengambil keputusan. Sifat Seruni yang semakin terlihat dan juga perkembangan cinta Seruni maupun Gusti yang tak menemui titik kepuasan.

Penekanan Konflik dan Eksekusi Konsep Cerita
Buku ini berhasil masuk ke dalam konsep dan konflik inti yang coba dibawa oleh penulis yakni kebimbangan di antara dua pilihan. Bukan hanya itu saja karena kebingungannya juga menyangkut rasa dalam dirinya apakah tentang cinta atau hanya sebatas nyaman karena sudah lama bersama. Menurutku penulis berhasil mengeksekusi ceritanya sampai tuntas bukan hanya matang di konsep saja.

Apa yang Kurang dari Buku?
Menurutku Gusti terlalu mudah mendapatkan kesempatan dari Lian yang sudah terlalu sakit. Meskipun tanpa status yang jelas, Gusti dan Lian sudah banyak melalui hari bersama dan Lian juga sudah menyatakan perasaannya. Sayangnya Gusti tidak menolak tidak juga menerima sehingga menimbulkan harapan pada hati Lian. Bisa nggak sih kalau Gusti ini dapat karma dulu yang lebih dibandingkan yang dia dapatkan di buku seperti tidak mendapatkan apapun dari kebimbangannya.

Pelajaran yang Diberikan dan Sasaran Pembaca
Selesaikan dulu kebimbangan dalam hatimu sebelum mengajak orang lain masuk ke dalamnya. Jangan pernah menggantung seseorang yang mencintaimu segera putuskan ya atau tidak karena setiap keputusan pasti ada konsekuensinya. Kamu tidak akan memikirkan orang lain lagi ketika pilihanmu memang sudah tepat. Segera jelaskan kondisinya jangan tunggu ada yang terluka baru kamu menjelaskannya, dibandingkan penjelasan setelah kejadian, jujur justru lebih penting dilakukan.

Buku ini cocok dibaca bagi pecinta romance komedi yang menyenangkan. Selamat bertemu Gusti yang menyebalkan serta tokoh lucu lainnya di dalam buku.
Profile Image for Hayyu.
17 reviews
March 31, 2026
Cinta Bertepuk Sebelah Mana oleh Dimas Abi // GPU, 2025 // Komedi - Romansa // 264 Hal.
4/5 ⭐

"Sebagian besar yang ada di hidupmu ini, sebenarnya adalah hal-hal yang bisa kamu kendalikan. Termasuk perasaannu, masalahmu. "—hal. 188

Ringkasan :

Gusti akan berangkat ke Jepang untuk menyelesaikan gelar masternya. Namun, sebelum berangkat, Berlian menyatakan perasaan padanya. Mengenal Berlian sebagai sahabat sejak remaja membuat Gusti bimbang akan pengakuan Berlian. Belum lagi, ternyata Gusti memiliki tujuan lain saat memutuskan memilih studi di Jepang, yaitu mengejar Seruni yang menjadi cinta monyetnya dari masa SMA.

Selama di Jepang, Gusti menghindar dari Berlian sambil mengejar tujuan tersembunyinya. Dan Gusti berhasil. Namun, keberhasilan Gusti justru membuatnya kian galau. Lalu, ketika Berlian tahu segalanya, semua sudah terlanjur runyam.

Jadi, bagaimana nasib Gusti? Bagaimana juga dengan kegalauannya?


Ulasan :

Novel Cinta Bertepuk Sebelah Mana mengisahkan tentang Gusti yang 'ditembak' sahabat baiknya, namun punya ambisi mengejar cinta monyetnya. Saat akan berangkat studi ke Jepang, Berlian menyatakan perasaannya pada Gusti. Gusti tidak menerima atau menolak perasaan Berlian. Simpelnya, Berlian 'digantung', namun mereka masih berteman seperti biasa.

Saat di Jepang, Gusti menjalankan misi rahasianya. Ia mendekati Seruni si cinta monyet. Karena hal ini, Gusti jadi menghindari Berlian—tidak ingin menyinggung perasaannya. Misinya berhasil, tapi kegundahan Gusti kian menjadi. Ada banyak hal yang ternyata di luar dugaannya.

Alur cerita ini fast pace. Meski kita diajak mengikuti kegundahan Gusti, ceritanya tidak membosankan karena keabsurdan tokohnya. Selain itu, penulis juga mengajak kita berjalan-jalan di jepang melalui Gusti. Sebagai perantau, Gusti tidak hanya belajar atau kupu-kupu, sesekali ia juga jalan-jalan. Di momen itu, kita akan dihibur oleh kelakuan Gusti dan tokoh lain yang kelakuannya astaga-naga.

Sesekali, kita juga diajak napak tilas ke masa lalu Gusti melalui kacamata Gusti Atau Berlian. Di momen ini, kita jadi tagu bagaimana perjalanan persahabatan Berlian dan Gusti, pun jadi tahu bagaimana Gusti mendamba Seruni sejak masa SMA. Tingkah konyol Gusti dan Berlian juga konsisten senak zaman dahulu. Beberapa momen lucu dan absurd juga diceritakan. Termasuk momen di bagian prolog dan epilog yang sangat epik.

Latar cerita ada di Sleman, Yogyakarta dan di Tokyo. Percakapan dalam novel ini mengandung kosakata bahasa Jawa. Seperti percakapan orang yang bahasanya medhok. Terasa sekali vibes Jogja-nya. Guyonan yang dipakai pun memperkuat ke-jawa-annya. Tapi, meski begitu, tidak akan membuat bingung pembaca karena penulis memberi catatan kaki pada kosakata yang berbahasa Jawa. Pun bahasa Jawa yang digunakan tidak banyak dan kosakatanya akrab kita dengar.

Konflik utama cerita ada pada kegundahan hati Gusti perihal tambatan hati. Tipikal manusia, ia berambisi mengejar obsesinya dengan menggampangkan hal yang sudah ia genggam. Gusti memang berhasil mendapatkan Seruni, tapi ternyata banyak hal yang tidak ia ketahui tentang wanita itu dan membuatnya kewalahan.

Ada tiga tokoh utama dalam cerita ini, yaitu Gusti, Berlian, dan Seruni.

Gusti, si pria galau, benar-benar galau karena perbuatannya sendiri. Sebagai laki-laki, Gusti tidak tegas terhadap keputusannya. Ia tetap mempertahankan Berlian di sisinya, tapi mengejar Seruni untuk ia miliki pula. Egois banget. Keputusan ini pula yang membuat ia kesulitan sendiri. Gusti biasanya suka cerita dan curhat kepada Berlian. Namun karena hubungannya dengan Seruni disembunyikan dari Berlian, ia jadi seperti main kucing-kucingan dan kewalahan sendiri. Kapokmu kapan!!! Tapi, sebagai pasangan, Gusti tipe laki-laki baik yang berusaha untuk memberikan yang terbaiknbagi pasangannya.

Berlian sangat baik sebagai sahabat Gusti. Ia selalu ada untuk Gusti, baik dalam masa bahagia atau pun gundah-gulana si Gusti. Ia bahkan tahu jika Gusti amat mendambakan seorang Seruni. Tapi, Berlian memilih tetap berada di samping Gusti sebagai sahabatnya. Hubungan mereka sangat dekat karena memang tinggal di lingkungan yang dekat dan interaksi mereka sehari-hari. Bisa dikatakan juga, Berlian tergolong bucin (in a good way) terhadap Gusti. Selain itu, karakternya yang jenaka sangat menghibur. Berlian suka sekali mengganti nama Gusti dengan spontan ketika memanggilnya.

Seruni si cinta monyet sebenarnya bukan orang jahat. Ia hanya berada di timeline yang kurang tepat sehingga terkesan seperti orang ketiga di hubungan Gusti-Berlian. Karakter Seruni yang dominan dan pemaksa membuatnya tampak minus. Ia begitu mengatur dan menyetir Gusti. Tapi dari interaksi Seruni dengan tokoh lain, kita tahu bahwa Seruni tidak berniat menjadi jahat. Ia hanya naturally dominan dan suka ngatur, dan hal itu yang membuat Gusti kewalahan.

Dari sini, menurutku tidak ada tokoh antagonis di cerita ini, yang ada hanya tokoh yang berada di waktu dan kondisi yang salah.

Selain ketiga tokoh tersebut, ada Herman dan Mila yang mewarnai kisah Gusti. Celetukan dan dialog absurd dari mereka benar-benar menghibur. Terlebih lagi, Herman yang dideskripsikan sebagai orang yang visualnya lebih tua daripada umur, cukup dewasa dalam berpikir, meski kekonyolan tidak lepas dari tindak-tanduknya.

Pesan yang aku petik dari Cinta Bertepuk Sebelah Mana tidak jauh-jauh dari kejujuran dan obsesi. Ambisi seharusnya tidak menjadi obsesi, apalagi bisa menyebabkan kehilangan hal berharga dari hidup kita. Seperti Gusti, ambisinya dari masa remaja untuk mendapatkan Seruni, seiring waktu berubah menjadi obsesi. Ia melakukan segala cara untuk itu, namun secara tidak sadar ia menyakiti Berlian. Ketika telah mendapatkan pencerahan, Gusti mengalami penyesalan. Namun, nasi sudah jadi bubur. Tinggal bagaimana Gusti membuat topping agar bubur itu tidak seadanya dan lebih spesial.

Pentingnya kejujuran juga sangat terasa di sini. Gusti yang tidak jujur terhadap Berlian merasa kewalahan sendiri. Lalu, ia menciptakan kebohongan demi kebohongan untuk menutupi ketidakjujurannya. Hasilnya? Gusti kewalahan dan ngalami penyesalan dari akibat yang ditimbulkan.

Cinta Bertepuk Sebelah Mana sangat cocok untuk pecinta genre romansa-komedi. Ceritanya ringan—tidak membuat sakit kepala dan galau kronis seperti Gusti, komedinya juga sangat menghibur. Meski sering kali dihadapkan pada keputusan Gusti yang membuat gemas, hal tersebut akan dinetralisasi oleh kekonyolan mereka.

Yang membuatku sedikit kurang puas adalah penyelesaian konflik. Aku sudah membayangkan Gusti akan jatuh-bangun-nyungsep untuk kembali ke jalan yang benar, ternyata... ya begitulah. Kalian harus baca supaya tahu maksudku. Tapi, setelah dipikir-pikir, penyelesaian konflik yang seperti itu cocok dengan karakter tokohnya.

Intinya, Cinta Bertepuk Sebelah Mana sangat cocok untuk menghibur kita di tengah huru-hara kehidupan.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book277 followers
March 10, 2026
Gusti dan Lian sudah berteman karib sejak mereka masih SMP. Saking dekatnya mereka, orang tua Lian dan orang tua Gusti yakin anak mereka berjodoh. Sebenarnya Lian juga berharap demikian. Mungkin karena selama ini di dalam hidupnya selalu ada Gusti, dia berharap pertemanan mereka akan berakhir di pelaminan. Ketika Gusti berangkat ke Jepang dalam rangka studi S2, Lian merasa sangat kehilangan.

Bukannya Gusti tidak memahami perasaan Lian, hanya saja dia tidak berani menerima perasaan itu. Keberangkatannya ke Jepang selain karena studi S2, juga ada misi lain. Di Jepang, dia bertemu dengan Seruni, gadis yang sudah lama ditaksirnya. Sayangnya selama ini, dia tidak berhasil mendapatkan perhatian Seruni, sementara Seruni sudah beberapa kali berganti pacar. Karena itulah, Gusti tidak bisa menjawab perasaan Lian. Bahkan ketika Lian memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Gusti, Gusti pun tidak menjawab.

Saya pernah membaca novel karya penulis yang berjudul Berburu Restu. Hampir sama dengan novel ini, kisah cinta segitiga ini pun berbalut humor. Membacanya bisa membuat senyum-senyum sendiri. Alur ceritanya juga cepat, karakter Lian yang bucin ke Gusti, sementara Gusti bucin ke Seruni juga dapat feelingnya. Cocok buat bacaan santai.
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 8 books31 followers
February 17, 2026
Sebenarnya ini cerita romance, judulnya aja diawali dgn kata "cinta". covernya juga menonjol sekali. tapi yang saya rasa ini justru cerita misteri.

iya, misteri. misteri apa kelebihan gusti sampai harus diperebutin banget selain krn dia peran utama di sini? soalnya dari cover aja vibesnya kayak i love you mawa, i love you too inara yg terkenal itu🤣

sampe di halaman 76 ke sana baru nemu yang kemungkinan disepakati banyak cewek (in case ini sasaran pembacanya menyasar cewek2 ya kalau dilihat dr covernya):

- soft spoken
- berpendidikan tinggi
- tidak merokok
- mau mengalah
- tidak mengobjektifikasi wanita (ini penting!)

selebihnya debatable. 😂

emang yaa, yg ngadi2 seringnya kurang ganteng (mencuplik dari deskripsi gusti yg digambarkan begitu). kayak orang2 di rl lah... tapi sebenarnya yang disayangkan, pembaca gak begitu kenal Gusti. dari mana dia berasal, dan kenapa sikapnya kayak gitu, belum jadi alasan apakah dia lovable apa gak buat pembaca cewek.

banyak penggambarannya realistik dari karakter cowoknya overall. selayaknya man written by man, krn isi pikirannya begitu. di dunia nyata banyak yg begini.

kasian seruni, udah bagus dia tergila2 sama kim tae hyung aja🤣

- AF
Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books212 followers
April 7, 2026
3.25

Baca buku ini karena suka banget sama novelnya Dimas Abi yang "Berburu Restu". Sama kayak novel itu, gaya bahasa novel ini lucu, asyik buat diikutin, bikin ngakak terus. Namun, untuk ceritanya sendiri saya banyak kurang sreg sama keputusan-keputusan karakternya sih... tapi overall okee lah cukup menghibur👍

--

"Sebagian besar yang ada di hidupmu ini, sebenarnya adalah hal-hal yang bisa kamu kendalikan. Termasuk perasaanmu, masalahmu. Bunda nggak bisa ngatur perasaanmu. Bunda juga nggak bisa menyelesaikan masalahmu. Kamu sendiri yang bisa mengatur dan menyelesaikannya."
Profile Image for a.
28 reviews1 follower
August 6, 2026
Aku punya ekspektasi pengalaman menbaca yang menyenangkan ketika membaca buku ini. Tapi rasanya aku salah. Sejak awal baca, ada persoalan teknis remeh tapi dampaknya panjang: layout dan ukuran font. Dua hal itu bikin pengalaman membaca nggak nyaman.

Buku ini nggak sampai 250 halaman kayanya (?) tapi terasa sangat lambat untuk dibaca. Entah kenapa rasanya bercandaan dan celotehan Gusti tuh kaya garing. Idk, maybe just not my cup of tea.
77 reviews
November 29, 2025
Bagus buku nya. Bercerita tentang penemuan jati diri. Cinta sejati. Yang dipandang mata tak selalu seindah aslinya. Cinta bukan dilihat dari mata tapi hati dan kenyamanan.
Profile Image for Leila Rumeila.
1,028 reviews31 followers
July 23, 2026
Lucu & menghibur!
Udah lama engga nemu buku yg bener2 banyak bikin ketawa.
Displaying 1 - 15 of 15 reviews