Jump to ratings and reviews
Rate this book

Young Adult GPU

A Week-Long Journey

Rate this book
Lina Budiawan baru saja lulus SMA dan dihadapkan pada kenyataan bahwa dia harus masuk ke fakultas yang tidak sesuai dengan minatnya karena orangtuanya menganggap jurusan itu memiliki masa depan yang cerah dibandingkan passion-nya, menulis.

Namun, Lina tetap tidak rela melepaskan genggaman pada mimpinya. Ketika dia dikelilingi orang-orang yang terus- menerus bicara mengenai bidang yang tidak sedikit pun Lina minati, justru semakin erat dia mencengkeram obsesi menulisnya. Meski harus mengesampingkan keluarganya.

Hingga liburan selama seminggu di Hong Kong menguak semua rahasia dan cerita lama yang tidak pernah Lina ketahui tentang sejarah keluarganya. Lina pun harus berpikir ulang. Menjadi idealis atau realistis?

264 pages, Mass Market Paperback

First published January 29, 2015

15 people are currently reading
190 people want to read

About the author

Altami N.D.

4 books38 followers
Altami N.D grew up and finished her education up to high school in Kediri. She has a bachelor degree from IPB University and master degree from Airlangga University. She is currently living in Tangerang with her husband, son, and twin daughter.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
96 (28%)
4 stars
133 (39%)
3 stars
93 (27%)
2 stars
10 (2%)
1 star
3 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 85 reviews
Profile Image for Agustine W..
Author 1 book5 followers
October 12, 2015
Novel ini menyuntikkan stimulus tentang pentingnya kita terus bermimpi. Kalaupun banyak tantangan selama mewujudkannya, tapi hei, mungkin itu seperti kata-kata ini:

‘Masalah itu bukan hal besar.Yang membesar-besarkannya itu persepsi kita terhadap masalah itu sendiri.’

Saya lupa siapa yang pernah bilang. Dan, novel ini menyuguhkan itu pada kita. Juga memberanikan kita untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Bermimpilah tinggi, jangan jadi (seperti kata tokoh Chen Zang) orang biasa-biasa aja yang berpikir mainstream (hal. 203, par. 2).

Percaya deh, novel ini tidak sepenuhnya mengecewakanmu yang membeli dan membacanya dengan hati.

Tapi ... di sisi lain cukup banyak kekurangan dari segi teknis. Selengkapnya di http://duniaalfabetika.blogspot.com/2...

Altami N.D.
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
February 23, 2015
You did a great job Altami :). Ini novel ceritanya cantik, menarik dan unik. Enak banget jalan ceritanya untuk dilalui sehingga nggak lama juga waktu yang dibutuhkan untuk menamatkan novel ini. Review lengkap nya menyusul ya :))

***
“Ah ya, nggak mungkin ada orang yang disenangi semua orang. Pasti ada aja yang nggak suka. Yang penting kita jangan mau dicap jelek kalau memang kita benar. Buktikan sama mereka kalau kita nggak kayak yang mereka pikir. Kalau tetep salah terus, itu artinya mereka sirik sama kita. Biarin aja. Yang penting kita ingin selalu menjadi lebih baik. Jangan hiraukan mereka. Mereka belum benar2 mengenalmu” (hal. 67)

“Kalau aku pengen sesuatu terus nggak kesampaian itu ya pernah, pasti. Semua orang pasti nggak selalu bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Tapi nggak bikin aku kepaksa menjalani hidup, Ling. Yang aku, dapatkan sama yang hilang itu lebih besar yang aku dapatkan, kok. Yang penting disyukuri aja. Nanti rasanya juga nggak akan terpaksa. Malah justru semakin nikmat dan nggak pernah merasa kekurangan.” (hal. 167)

“Justru idealis sama realis itu jadi satu, Nik. Nggak dipisah-pisah. Itu namanya mimpi. Bercita-citalah setinggi langit, Nik, seidealis mungkin, terus buat jadi realitas. Wujudkan mimpimu! Nggak ada orang besar yang mikir realistis, semua berpegang teguh sama idealisme mereka. Pada prosesnya memang nggak gampang, nggak instan, tapi Tuhan nggak mungkin tinggal diam lihat hamba-Nya berusaha. Hasil yang hebat itu memang butuh waktu, Ling” (Hal 167)

“Kalau aku sampai nggak memedulikan orang-orang yang sudah sayang dan memedulikan aku, hanya demi mewujudkan mimpiku sendiri, aku akan merayakan keberhasilanku di puncak dengan siapa nanti? Kayaknya bukan ini yang disebut mimpi. Ya kan?” (Hal. 204)

“Apa gunanya aku kalau bisa menjadi apa yang aku mau tapi nggak berguna bagi orang2 terdekatku, keluargaku sendiri?” (Hal. 204)

“Chen, harus bayar pakai apa nih supaya ketebus? Aku banyak ngrepotin kamu”
“Bayar pakai sisa hidup kamu aja ke aku” (Hal. 206)


“Mengapa kita harus memilih untuk diam, meratapi nasib, tanpa berbuat apa pun, padahal kita bisa bergerak, melakukan sesuatu dan kembali berlari” (Hal. 233)

Novel yang keren. Aku suka cerita di novel ini. Konflik keluarga bebarengan dengan konflik pribadi yang dialami Lina membuatku tidak ingin berhenti ketika membaca kisahnya. Begitu lulus SMA, Lina sudah diterima di Fakultas Peternakan ITB melalui jalur PMDK. Semua keluarga bahagia akan prestasi Lina karena nantinya gadis itu bisa melanjutkan bisnis Ayahnya di bidang peternakan. Sayangnya Lina tidak bahagia dengan hal itu, karena ia memiliki mimpi lain yaitu ingin menjadi penulis.

Lina mengikuti tur ke Hongkong yang diadakan oleh rekan bisnis ayahnya, selama satu minggu. Liburan yang sepenuhnya menjadi liburan yang luar biasa. Dalam liburan ini, Lina dihadapkan pada sosok Dewi yang baru ia kenal dan langsung membenci Lina dan keluarganya. Ternyata ada rahasia di masa lalu menyangkut orangtua Dewi dan orangtua Lina. Lina juga dihadapkan pada pandangan2 peserta tur yang kebanyakan adalah rekan bisnis ayah Lina, mengenai jurusan yang ia dapatkan dengan mudah. DImana pandangan2 ini mulai membuat Lina berpikir kembali akan mimpinya yang sebenarnya. Dan tentunya, sebuah novel tidak akan lengkap tanpa percintaan bukan, di novel ini Lina juga dipertemukan dengan Chen Zhang. Cowok penuh perhatian yang tampan tapi juga menimpan rahasia mengenai jati dirinya. Dan bagian yang mengharukan, adalah saat dalam tur, Lina bertemu keluarga jauhnya di Hongkong , dan mereka menceritakan tentang cerita di balik usaha peternakan Ayah Lina. Merinding haru aku pas baca bagian ini.

Well, ketika Lina sudah memutuskan kemana ia akan melangkah, sebuah peristiwa terjadi di rumahnya. Yang membuat mimpinya terancam tidak dapat teraih. Akankah Lina tetap tegar untuk meraih mimpinya? Atau malah ia akan beralih haluan?. Silahkan dibaca persembahan indah dari Al, sang Penulis :)

Ini novel baik. Bagus. Paket lengkap. Tentang mimpi yang idealis tapi realistis. Dan pastinya dilengkapi dengan cerita cinta yang tidak menjemukan. Ceritanya ngalir, bikin tidak ingin untuk berhenti membaca karena penasaran dengan Lina dan kisahnya. Percakapakan antar tokohnya yang enak banget untuk diikuti, karena berasa nyata. Pintar tanpa terlihat menggurui. Banyak banget kutipan percakapan yang aku tandai karena ngena sekali untukku :D. Siapapun yang jadi inspirasi penulis untuk tiap tokoh di novel ini, they must be a GREAT person.

Aku juga suka cara Penulis mendeskripsikan perjalanan Lina di HongKong. Juga bagaimana ia menyatukan deskripsi tempat serta cerita LIna di novel ini. Perbandingan diskripsi HongKong dan jalan cerita 50:50, alias seimbang. Tidak menonjol di satu sisi saja. Jadi kita gak bakal ngeluh,”kok Cuma nyeritain perjalanan aja”, atau , “mana nih diskripsi Hongkongnya?”. Ah, aku kan jadi pengen ke HongKong juga nih.

Yang menarik di novel ini, juga ada selipan sejarah Indonesia yang dijadikan salah satu materi cerita. Tepatnya di tahun 60-an dimana warga Cina dan keturunannya harus pulang kembali ke Negara asalnya. Selipan2 sejarah ini cukup baik. Dan cukup detail.

Konflik ceritanya rapi. Mulai dari munculnya konflik hingga penyelesaiannya. Konflik cerita nya pun kompleks. Mulai dari konflik dihati Lina akan mimpinya. Konflik keluarga nya di masa lalu. Perselisihan yang ia hadapi dengan Dewita. Kemudian konflik dengan Chen Zhang. Penyelesaian konflik2 itu pun smooth. Nggak terkesan terburu2 dan pas.

Aku tipe pembaca yang mudah banget teralihkan oleh isi cerita, dan cenderung tidak mempermasalahkan tentang detail editing. Banyak yang mengeluh tentang editing di novel ini. Tapi honestly, pas baca novel ini aku sudah dibutakan oleh isi ceritanya. Jadi permaslahan editing tidak menggangguku saat menbaca kisah Lina. Tapi, aku tetep berharap jika nantinya novel ini cetak ulang, editingnya bisa diperbaiki :).

Novel ini pas untuk young adult. Cerita remaja, check. Sisi idealisnya remaja, check. Dan love story nya yang ‘matang’, check. Keren. Dan aku bakal setia menantikan novelmu yang lain Al :D


“Samko Tur!” :D
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews92 followers
February 10, 2023
Actual rating 3,5 🌟

Bukunya enjoyable sih yaaa. Cuman emang dasarnya aja aku jarang suka sama tema-tema perjalanan kayak gini apalagi adanya insta love yang tokohnga tuh langsung tahu kalau doi itu the one.

Tapi emang inti ceritanya bukan itu krena ini lebih fokus ke Lina dan nyari tahu apa mimpinya. Awal2nga emang rada bosen ya krena deskripsi tempat dan sejarah tempat yang ada di sana sini. Nggak heran sih karena hal ini bikin ceritanya lbih kerasa real dan setting perjalanannya juga nggak yang tempelan aja.

Walaupun aku gak bgtu suka insta love, tapi aku tetep suka pertemanan Chen Zhang sama Lina Budiawan. Build up mereka juga bagus untuk seorang teman. Beberapa kejadian yang bikin Lina sadar pun disuguhkan dengan baik. Dewi salah satunya. Awalnya gak paham juga fungsi sub plit Dewi ini apa, tapi terjelaskan nanti.

Nah yang disayangkan banget itu ya drama di akhir, sih. Mungkin bermaksud biar ceritanya lebih kaya, tapi aku gk ngerti apa emang harus sampai segitunya buat bikin Lina sadar apa yang harus dia lakukan. Semua kejadian di Hong Kong juga kayaknya udah cukup. Makanya kejadian di akhir emang rada-rada out of nowhere buatku.
Profile Image for itsaagness.
23 reviews4 followers
March 1, 2023
Suka sama bukunya!!!
Buku ini mengajarkan banyak pelajaran dari pengalaman yang dialami Ling. Konflik novelnya relate untuk remaja yang mau masuk kuliah.
Galau antara memilih mimpi yang ingin dicapai atau mewujudkan impian orangtua.

Dari awal ceritanya udah seru, jadi rasanya nagih bgt!!
Selain suka dengan pesan yg ada di novel ini, aku gemeshh bgt sama interaksi Ling dengan Chen. Aku melting sendiri hahaha..
Gemesh bgt emang cinta di masa muda <3
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
May 14, 2015
“The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched. They must be felt with the heart” - Helen Keller

A Week-long journey. Sesuai dengan judulnya, novel ini berkisah tentang perjalanan Lina ke negeri Cina selama seminggu. Perjalanan yang awalnya ia kira akan menjadi tamasya yang tidak menyenangkan, akhirnya malah membuka matanya terhadap hal-hal penting yang menyangkut tentang keluarganya.



Lina memilikki mimpi untuk menjadi seorang penulis, sedangkan orang tuanya menghendakinya untuk memasuki jurusan peternakan supaya Lina bisa meneruskan usaha keluarganya. Lina merasa kesal dan tidak terima dengan keputusan yang dibuat oleh Papa Mamanya untuknya. Setelah mengikuti perjalanan itu, Lina akhirnya bisa menerima keputusan orangtuanya dan mendapat beberapa pelajaran hidup yang berharga. Selain itu, ia juga berhasil menemukan keluarganya yang telah lama terpisah. The trip turns out to be a blessing in disguise.

Aku suka ceritanya yang dikemas dalam bentuk sebuah perjalanan. Siapa yang tahu sebuah perjalanan yang dikiranya hanya liburan biasa malah menjadi perjalanan yang penuh makna?

Salah satu quote favoritku dari Ayi Jaya
"...Semua orang pasti nggak selalu bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Tapi nggak bikin aku terpaksa menjalani hidup, Ling. Yang aku dapatkan sama yang hilang itu lebih besar yang aku dapatkan, kok. Yang penting disyukuri aja. Nanti rasanya juga nggak akan terpaksa. Malah justru semakin nikmat dan nggak pernah merasa kekurangan."

Aku bisa relate banget sama quote ini
"Apa gunanya aku kalau bisa menjadi apa yang aku mau tapi nggak berguna bagi orang-orang terdekatku, keluargaku sendiri? Keberhasilanku sampai puncak rasanya akan ada yang kurang. Tiap orang memang berhak memilih hidupnya."

Dan pengorbanan Papanya Lina yang lebih memilih untuk mengurus peternakan daripada mengejar mimpinya menjadi seorang pebalap itu benar-benar patriotic.
"Papa suka sih sama dunia balap, tapi Papa lebih suka kalau Mbah Putri bahagia. Perjuangan Mbah Putri buat kandang juga nggak sedikit. Jadi apalah arti piala, tropi, dan piagam itu kalau Papa nggak bisa membantu keluarga Papa dan membahagiakan Mbah Putri..."

Sebenarnya di sebuah keluarga keturunan Cina, sudah menjadi hal lumrah bagi seorang anak untuk meneruskan usaha keluarganya. Tetapi hidup adalah pilihan, apakah kita ingin mengejar mimpi setinggi langit dan menelantarkan keluarga kita atau apakah kita ingin menuruti keinginan orang tua kita demi membahagiakan mereka? Walaupun memang tak sesuai keinginan, tapi percayalah setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Dan dalam kasus Lina ini sebenarnya sangatlah simple, ia tetap bisa menulis sebagai hobby dan menimba ilmu di fakultas peternakan secara bersamaan.

Cerita romance nya sendiri disini tidak terlalu ditonjolkan. Menurutku Lina tetap mendapat happy ending dengan keluarganya yang sangat menyayanginya. Mengenai masalah typo, awalnya aku tidak begitu peduli selama typo tsb tidak mengganggu jalan cerita. Tetapi setelah kuperhatikan, makin ke belakang makin banyak jumlah typonya. Untuk penggunaan bahasa inggris pada hal 39, CMIIW seharusnya ejaan yang benar adalah tram bukan tramp, karena tramp yang ini artinya sama dengan slut. Pada hal 196 ejaan yang benar harusnya definitely, bukan definetly.

Thanks to the writer who gave me the honor to review her book & trusted my opinion. All in all, for such a short & simple story that teaches me a lotta things, I give this book 3.5 sparkly stars. Keep writing! Cheers!

PS: Moga2 cetul ya biar bisa dibenerin typonya ;D

Profile Image for wulan.
246 reviews7 followers
April 25, 2024
a long week journey bercerita tentang lina yang hidup mengikuti keinginan kedua orangtuanya. lina amat sangat terpaksa mengambil jurusan peternakan karena keluarganya adalah peternak ayam. tapi dalam hidup, kita pasti dihadapkan dengan banyak pilihan.

cerita berpusat pada lina, yang ingin menjadi penulis. maka dari itu lina ingin sekali masuk jurusan sastra. keinginannya dia simpan rapat rapat. perjalanan ke hongkong selama satu minggu merubah hidupnya.

aku sebelumnya sudah baca karya penulis, judulnya penaka dan aku suka banget. kalau boleh memilih, aku lebih suka penaka. mungkin juga karena cerita ini terbit lebih dulu dibanding penaka, jadi tentu ada perkembangan yang dialami penulis.

dengan membaca buku ini, aku seolah jadi peserta tur juga seperti lina. pembeberan sejarah dari tempat tempatnya juga nggak terkesan membosankan. aku sempat searching juga nama nama tempat yang disebutkan jadi lebih gampang visualisasinya.

konfliknya kayaknya nggak perlu aku ceritain nanti malah jadi spoiler. nah kalau bagian yang aku suka itu pas lina ketemu sama keluarganya di hongkong. ah, mengingatnya lagi hati ikut adem. lina jadi tau kenapa mbah putri nggak ingin jauh jauh dari kandang ayam.

mungkin perjalanan lina ke hongkong ini juga menjadi saatnya lina mencari jati diri. bahwa realis dan idealis bisa kok dikombinasikan. toh pada akhirnya, pilihan hidup itu kita yang menjalani kan?
Profile Image for Amaya.
747 reviews58 followers
February 11, 2023
Terpaksa masuk jurusan yang nggak diidamkan emang bikin bad mood, sih, apalagi kalau ada embel-embel meneruskan usaha keluarga. Auto nggak bisa berkutik.

Lina nggak punya minat sama sekali masuk jurusan peternakan IPB, walaupun itu termasuk fakultas peternakan terbaik se-Indonesia. Tapi, orang tua dan mbah putrinya ingin dia meneruskan usaha keluarga. Kepentok idealisme dan realitas, mimpi Lina menjadi penulis harus terpendam jauh. Sebelum idealismenya goyah ketika berlibur seminggu ke Hongkong.

Topik salah jurusan di sini emang relatable, banget. Yang menjalani sampai semester akhir pun kadang masih berpikir salah jurusan, apalagi macam Lina yang msh punya kesempatan buat "kabur". Nggak kabur, sih, tepatnya beralih ke jurusan lain, ikut tes lagi. Kalo Lina ada di tengah2 siswa kelas 3 yang nggak lolos SNMPTN, auto dirujak karena dianggap kurang bersyukur. But, ini bukan medsos aplikasi burung biru, ya, dan fiksi pula, jadi aman.

Soal relatable, Lina yang galau nerusin jurusan yg diinginkan orang tua dan dirinya sendiri emang ada. Dilema macam ini sampai kapan pun pasti ada. Tapi, di buku ini banyak banget privilesenya. Bisa liburan ke Hongkong, banyak orang yang bisa diajak brainstorming plus curhat, dan bertemu cowok idaman. Masih banyak lagi sebenarnya, tp yang berhasil teringat sampai aku nulis reviu ini hanya itu. I know, fiksi nggak bisa dijadikan patokan yang pasti, tapi apa ya, menurutku di sini penyelesaian kegalauannya kurang relate. Nggak setiap orang dipertemukan dengan sosok cowok yang suportif dan siap mendampingi macam Chen gitu.

Bahas konflik, masalah Dewi ini agak terlalu dipaksa masuk. Pernah baca di suatu tempat kalau antagonis dalam cerita itu nggak harus berwujud karakter. Bisa ego dari protagonis itu sendiri, yang mana di sini sikap "membangkang" dan nggak mau tahu Lina soal peternakan udah cukup jadi sesuatu yang "menghalangi" dia buat berkembang, maunya nurutin ego aja. Iya, sih, di akhir masalah Dewi bisa jadi semacam kesatria kuda putih buat Lina, tapi nggak harus panjang juga kok konflik mereka. Apalagi jahatnya Dewi tuh, gaje, bikin gregetan. Tipe kesel yang walaupun udah damai pun tetep kesel sama dia. Penyelesaian masalah di antara mereka? Well, kurang memuaskan kalau boleh jujur. Ada enggaknya masalah Dewi juga nggak begitu berpengaruh ke konflik Lina sendiri.

Romansa Chen‐Lina nggak bisa dibilang mulus juga, sih. Apa ya, Chen terlalu cepat suka, seolah-olah Lina belahan jiwanya? Terus waktu dia kecewa karena nggak bisa foto2 Lina lagi tuh bikin bingung. Elu deketin Lina buat dijadiin model foto doang, Bang? Rada syok saya 😅

Satu lagi, ada yang kontradiktif dari beberapa karakter. Penulis kasih semacam kalimat2 bijak yang bisa jadi quotes, tapi posisinya ada di pov si karakter yg msh clueless soal keputusan pasti macam Lina. Menurutku agak sedikit mengganggu juga karena banyak kalimat semacam ini, kesannya penulis ingin sekali menyelipkan kutipan (atau kata2nya sendiri) kata2 bijak ke setiap kesempatan sehingga terkesan salah tempat.

Deskripsi soal tempat, peternakan, dan lain-lain juga terkesan menempel saja. PLUS, aku nggak tau di versi cetul udah direvisi atau belum, tapi di sini teknisnya berantakan banget astaga. Ada kata yang entahlah nggak jelas maksudnya apa ada di situ.

But still, jadi kepengin jalan2 juga ke Hongkong, eh 🙈
Profile Image for Hana Bilqisthi.
Author 4 books279 followers
April 2, 2016
It's another don't-judge-book-by-its-cover book!
Jujur kalau aku pergi ke Toko Buku dan melihat cover novel ini, kemungkinan besar novel ini lewat dari pandangan mataku (tidak kulirik). Covernya simple banget.

Kalau tidak ikutan Wabah Review yang diadakan Mba Putri dan membaca reviewnya Wisata, Tionghoa, Ayam dan Mimpi dalam Novel "A Week-Long Journey" By Altami N.D., sepertinya aku tidak akan mengetahui keberadaan buku ini.

"Kamu kesasar di tempat yang tepat kali, Ling" -Chen Zhang
Well, seperti quotes di atas,hal itulah yang kurasakan mengenai buku ini. Kesasar yang tepat.
Aku bersyukur bisa mengetahui keberadaan buku ini. Alhamdulillah! :D
Thanks Mba Putri!

Buku ini menceritakan tentang Lina Budiawan (Ling-Ling) yang baru lulus SMA dan memiliki cita-cita sebagai penulis akan tetapi orang tuanya berharap Lina masuk jurusan peternakan IPB dan meneruskan bisnis peternakan ayam keluarga mereka. Bisnis ini sudah bertahan hingga generasi ke-2 dan Lina sebagai generasi ke 3 diharapkan bisa mempertahankan dan melanjutkan kelangsungan bisnis ini.

Ternyata keinginan orang tua Lina dikabulkan! Dia diterima di jurusan peternakan IPB melalui SNMPTN undangan. Ayahnya kemudian memberi Lina tur wisata Macau-Shenzhen-Hongkong selama seminggu penuh. Sayangnya Lina tidak bisa mengganggap tur ini sebagai hadiah mengingat para peserta tur adalah para peternak surabaya, rekan sekaligus kompetitor Ayahnya.

Hidup dalam ekspektasi tinggi orang-orang sangat tidak nyaman, sangat penuh beban, terlebih bila kita tahu kita tidak sebaik yang orang pikirkan tetapi kita tidak punya kekuasaan untuk menghindar. Rasanya cuma terjebak dalam takdir yang mengharuskanku menjadi peternak karena aku anak Pak Hartono. Karena kau generasi ketiga Farm Unggul Maju. Lalu bagaimana kalau aku tidak mau? Bagaimana kalau aku tidak suka? Akankah mereka mengerti? Akankah mereka mengerti kalau aku mencintai menulis lebih dari apapun?


Hal yang aku sukai dari novel ini adalah identitas dan mimpi Lina. Lina adalah Tionghoa Indonesia! Sama sepertiku!
Aku juga memiliki darah Tionghoa karena Ayahku adalah Tionghoa, nama Ayahku Haryanto dan nama Ayah Lina Hartono. Mirip kan?
Hahaha
Aku juga punya mimpi yang sama dengan Lina yaitu menjadi penulis! Membuatku lebih mudah mengidentifikasi diri dengan Lina ketika membaca novel ini.

Hal yang aku tidak duga dari novel ini adalah pergantian sudut pandang Lina menjadi Chen Zang dan Dewi. Kukira novel ini akan konsisten menggunakan sudut pandang Lina hingga akhir namun ternyata di bagian tengah ada pergantian sudut pandang.
Untungnya pergantian sudut pandang ini dilakukan dengan cukup baik sehingga ceritanya tidak menjadi jelek. Aku hanya sempat terkejut.

Di awal cerita, alurnya sempat maju mundur, namun dari tengah hingga akhir konsisten alur maju.
Gaya penceritaanya cukup mengalir.

Tanpa Lina duga, perjalanan tur wisata Macau-Shenzhen-Hongkong selama seminggu mengubah hidupnya. Membuat dia berpikir ulang tentang dirinya, mimpinya dan keluarganya.
Jalan keluar apa yang akhirnya Lina pilih?

Btw, Aku suka pesan-pesan tentang mimpi di dalam buku ini:

Justru idealis sama realistis itu jadi satu, Nik. Ngga dipisah-pisah. Itu namanya mimpi. Bercita-citalah setinggi langit, Nik, seidealis mungkin, terus jadi realitas. Wujudkan mimpimu! Ngga ada orang besar yang mikir realistis, semua berpegang teguh sama idealisme mereka. Pada prosesnya memang nggak gampang, nggak instan, tapi Tuhan nggak mungkin tinggal diam lihat hamba-Nya berusaha. Hasil yang hebat itu memang butuh waktu, Ling.


Gila itu buat orang-orang lemah. ... Masa mau gila gara-gara nggak tercapai mimpinya? Masa kamu selemah itu? Kamu memangnya sudah berencana buat jadi gila yak kalau ngga kesampaian mimpinya?


Kamu itu lebih baik dari apa yang kamu pikirkan. Kamu nggak sehebat ketika orang memujimu tetapi juga kamu nggak seburuk ketika orang lain meremehkanmu, kata motivator siapa itu? Merry Riana! ... Percaya aja sama dirimu sendiri. Banyak orang pengin jadi sepertimu. Kalau mau jadi orang hebat itu memang susah, nggak semudah membalikkan tangan, tapi ya nggak sesulit memindahkan gunung


Semakin tinggi pohon kan semakin kencang anginnya. Semua orang juga ingin menjadi yang terbaik, tapi kualitas moral mereka menentukan cara yang akan mereka tempuh. Kotor atau bersih ...


Kamu pesimis, Ling. Aku pernah bilang kan, Cuma orang-orang biasa yang berpikir mainstream. ... Sesuatu yang belum ditemukan orang-orang sebelum aku. Disitu juga aku menemukan peluang. Sekarang yang harus kamu lakukan adalah... mengubah cara pandangmu terhadap sesuatu dan menangkap peluang.


Buat yang mencari buku young adult tentang mengakomodasi keinginan orang tua dan cita-cita kita, aku merekomendasikan untuk membaca novel ini! :D

Mimpi itu tentang perjuangan, cerita, dan cinta. Manusia memiliki mimpi yang beragam. Hanya orang tegar yang akan mendapatkan mimpi, idealisme dan keteguhan. Ada yang bilang idealisme sering terbentur realitas. Idealisme tidak mungkin terwujud kalau realitas tidak mendukung. Karena itulah dunia memerlukan orang-orang yang bisa menyatukan idealisme dan realita. Ketika dua hal yang tampaknya berbeda itu menyatu, kita bisa menyebutnya mimpi yang menjadi kenyataan.


Hana Book Review
https://hanabilqisthi.wordpress.com/2...
Profile Image for Michelle.
54 reviews3 followers
January 9, 2023
SELEESAAAIIIII huhhhh berasa ikut jalan jalan ke hongkong ini 😃 kereeeen bgttt jd tau banyak tentang hongkong dan peternakan. dan juga CHEN ZHANGGGG kamu keren bgt whwhhwhwhwhw
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
January 28, 2015
Well, I can say this is really exceeding my expectation.

Bagian awal terasa begitu lambat dan aneh, dengan beberapa typo yang saya jumpai, kayak carut-marut, penggunaan kata acuh yang tidak tepat, dan lain sebagainya.

Tapi begitu plotnya mulai mengalir, saya menikmatinya. Banyak sekali hal-hal yang saya pelajari dari buku, seperti kebudayaan Tiongkok, mengejar cita-cita, dan meraih mimpi.

Meski kedua karakter utama di sini minus di mata saya karena menyebalkan, sungguh, tapi alur cerita buku ini menyelamatkan buku ini
Profile Image for Qomichi.
91 reviews2 followers
October 26, 2022
Bagiku yang selama hidup selalu dengan ortu dan baru kali ini jauh dari mereka, buku ini kerasa relate. Soalnya waktu dah jauh kayak gini, aku baru lebih ngenli keluargaku sendiri:"

Ceritanya so-so, ringan dan nggak banyak emosi yang diotak-atik(ciyaelah wkwkkw). Risetnya mantull, nggak cuma tentang Cina, Macau, dan Hongkong, tapi juga tentang dunia peternakan. Etnis Tionghoa yang diangkat dalam cerita ini juga unik dan bikin kita, yang etnisnya berbeda, lebih mengenal mereka.

Pelajaran tentang mimpi serta realistis-idealis cukup memberikan insight. Namun di beberapa bagian, ceritanya sinetron bgt. Aku nggak suka konflik Lina dan Dewi yang bertengkar di depan orang-orang dewasa, soalnya mereka udah masuk fase dewasa awal nih, kalo mau tengkar mbok liat-liat sekitar dulu. Apalagi Dewi yang sengaja mantik pertikaian. Sarkasme Dewi juga di beberapa sisi terlalu berlebihan.

Romancenya Lina dan Chen cheesy, gosh! Adegan-adegan drama dimasukin ke sana, jadi aku kurang dapet feelsnya.

Selebihnya, perjalanan ini bener-bener ngedewasain bagi tokohnya. Salut sama penulisnya yang sudah berhasil mengadakan perjalanan satu minggu ini dengan sukses!!
Profile Image for Akaigita.
Author 6 books238 followers
March 30, 2021
Hiks, cerita keluarga itu emang heartwarming dan bikin mewek ya. Padahal di paruh awal buku ini bawaanku bete terus karena kejutekan Dewi dan pesona Chen Chang yang kayaknya maksain.

Aku dah sering nonton wisata kuliner dan budaya Tiongkok di channel Natgeo, dan sejujurnya ngences sama makanan-makanannya (tapi halal gak ya 😅).

Lumayanlah novel ini jadi obat aku yang merindukan perjalanan jauh. Sayang sekali sampul novelnya nggak menggambarkan keseruan bapak-bapak dan ibu-ibu turis ini.

Senenglah Ling-Ling dah tobat. Andai dulu waktu aku milih jurusan kuliah juga dikasih kesempatan jelong-jelong kek gini, mungkin lebih ikhlas juga ngejalaninya wkwk.
Profile Image for Melati.
70 reviews
February 24, 2019
Actual rate: 3,5/5🌟

Jadi, kenapa aku buletin bintangnya keatas? This book deserve it, cuma ada yang bikin aku kurang puas dan ngasih 3,5 aja.

It was a good book. Relate banget sama yang aku rasain sekarang, tentang memilih mimpi, memilih jurusan perkuliahan.

Proses yang Lina hadapi itu bertahap, dan pas, ngga terlalu terburu-buru gitu.

Aku kurang mendapat feel untuk interaksi antara Lina dan Chen, aku juga mengharapkan lebih untuk endingnya😌. Berasa digantung.
Profile Image for Ica Agustin.
96 reviews
July 21, 2025
Love line Lina sama Candra udah ketebak. Lebih penasaran sama masalah antara Lina sama Dewi.
Suka Lina sebagai tokoh utama digambarkan nggak sepenuhnya baik hati, legowo, dan lemah. Ketika dimusuhin Dewi dia melawan haha
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Angi.
4 reviews
January 5, 2023
Buku kedua Altami N.D setelah Penaka yang kemarin selesai dibaca! Novelnya cocok banget buat dibaca sama anak sekolah SMA dan wajib banget buat ada di perpus sekolah. Aku yang udah dewasa ini merasa related karena emang gak ada salahnya kita hidup untuk membuat orang-orang yang kita sayangi bahagia.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
March 10, 2015
“Kalau aku pengen sesuatu terus nggak kesampaian itu ya pernah, pasti. Semua orang pasti nggak selalu bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Tapi nggak bikin aku kepaksa menjalani hidup, Ling. Yang aku, dapatkan sama yang hilang itu lebih besar yang aku dapatkan, kok. Yang penting disyukuri aja. Nanti rasanya juga nggak akan terpaksa. Malah justru semakin nikmat dan nggak pernah merasa kekurangan.”

Finally, selesai juga membaca novel debut Altami ini. Novel ini menceritakan tentang kehidupan Lina Budiawan, seorang remaja yang baru saja lulus SMA dan sedang dilema dengan mimpinya. Lina yang sangat menyukai dunia tulis menulis, namun ternyata keluarganya menghendaki dirinya untuk melanjutkan kuliah ke jurusan Peternakan, jurusan yang tidak pernah menjadi sesuatu yang menarik untuknya. Dimulailah semua pergulatan batin Lina antara melanjutkan mimpinya untuk masuk Fakultas Sastra atau mengikuti keinginan orangtuanya.

Untuk itulah, Lina pun dihadiahi papanya untuk berlibur selama 1 minggu bersama Samko Tour ke Hongkong, menjelajahi negeri yang belum pernah dikunjunginnya sebelumnya. Ternyata 1 minggu itu mengubah semuanya, mengubah semua pandangan hidupnya tentang keluarga, cinta dan tentunya mimpinya. Lina jadi belajar banyak hal tentang kehidupannya dan tentunya keluarganya sendiri.

1 minggu yang penuh dengan cerita, 1 minggu yang begitu berharga bagi Lina Budiawan. Disanalah dia bertemu dengan Chen Zhang, sosok pria yang perlahan-lahan membuatnya nyaman. Tapi ini bukanlah kisah Lina dan Chen Zhang, kalau kamu berharap kamu akan disuguhkan tentang kisah romansa, kamu salah, Altami tidak terlalu mengeksplor hal tersebut, bagiku kisah LIna dan Chen Zhang hanyalah bonus saja. Ini lebih ke perjalanan hati Lina dan pendewasaan dirinya.

“Apa gunanya aku kalau bisa menjadi apa yang aku mau tapi nggak berguna bagi orang2 terdekatku, keluargaku sendiri?”

Perjalanan 1 minggu ke Hongkong yang menguak rahasia-rahasia yang tidak pernah Lina tahu sebelumnya, Lina jadi belajar banyak hal bahwa mimpi itu akan jauh lebih berarti jika kita menikmatinya bersama orang-orang yang kita sayangin. Dan ternyata idealis dan realitas itu selalu berjalan beriringan...

Sebagai novel debut, aku cukup menikmati novel ini. Gaya menulis yang rapi dan mengalir lancar membuatku tak terasa sudah sampai di akhir cerita. Altami mampu membungkus novelnya dengan baik, walau memang tak ada gading yang tak retak ada hal-hal teknis yang memang terasa seperti typo yang bertebaran alhamdulilah tidak terlalu mengganggu banget, semua itu tertutupi dengan "isi" novel ini.

Novel ini cocok sekali dibaca buat remaja khususnya yang baru lulus SMA dan sedang galaunya memutuskan untuk melanjutkan kuliah kemana, jurusan apa. Mungkin kamu akan merasakan bahwa kamu pernah menjadi seperti seorang Lina, tetapi ini semua tetaplah kisah fiksi.

Happy reading =)
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
February 19, 2015
suka banget sama kovernya, warna birunya itu lho... nyenengin! nggak bosen jadinya lihat sampulnya. begitu mulai membaca isi novelnya, saya jadi teringat kembali bahwa menyukai buku itu harus sepaket--luar dan dalam. saya menjadi cukup kecewa ketika mulai menemukan satu-dua salah tulis, berlanjut pada salah tulis-salah tulis lainnya. dan maksud saya, cukup disayangkan kesalahan2 yang banyak itu, seperti pengulangan kata yang tak perlu, ejaan kata yang banyak nggak sesuai KBBI, bahkan penulisan di- sebagai kata kerja yang dipisah! :( saya jadi berpikir, ih, ada apa dengan GPU--yang biasanya rapi--kali ini? mungkin ada sesuatu yang salah saat proses lay out? ya apa pun, sebenarnya pembaca nggak mau tahu sih, karena yang mereka mau tahu adalah hasil akhirnya, yang sudah jadi buku.

tapi, kenapa lantas saya memberikan tiga bintang--yang mengindikasikan saya menyukai novel ini--tentu bukan sekadar karena sampulnya yang keren. melainkan ceritanya, alurnya enak untuk diikuti. plotnya sederhana, karakter-karakternya meski terkesan banyak tapi nggak bikin bingung, dan saya suka konfliknya terutama konflik keluarganya! Altami berhasil menyajikan suasana keluarga Tionghoa dengan apik, dengan segala problematika dan keharuan yang melingkupi eratnya kekerabatan mereka. konflik keluarga yang dihadirkan dalam tapi dengan penyajian yang sederhana, mengalir enak untuk diikuti.

lalu, novel ini kental dengan nuansa peternakan sebagai latar belakang konflik. banyak istilah peternakan tentunya, ada beberapa yang dijelaskan baik di footnote maupun di narasi atau dialog, tapi sayangnya ada beberapa juga yang kelewat tak dijelaskan pada pembaca. saya sendiri, membaca hal-hal tentang peternakan itu jadi teringat ketika bekerja di kantor lama saya dulu, yang basisnya juga peternakan dan pakan ternak, makanya saya mudah relate dengan hal-hal seputar ternak. tapi, bagi pembaca yang tidak akrab dengan hal itu, saya rasa bisa lumayan berkerut membaca beberapa istilah yang tidak dijelaskan maksudnya, hehe.

oh ya, masalah romance sendiri, saya menangkap bahwa penulis tidak mau terlalu menonjolkannya meskipun tetap ada. saya hanya berharap chemistry antara Lina dan Chen Zang bisa lebih lagi digali, meski kalau tujuannya untuk menunjukkan betapa mereka saling tertarik, itu sudah tercapai di novel ini.

overall, i really hope i can re-read this novel with a really much better revision in editing and proofreading. and i'd like to read any other Altami's novel. :)

Resensi:
https://dinoybooksreview.wordpress.co...
Profile Image for Putri Review.
74 reviews13 followers
May 7, 2015
Baca lebih lengkap review novel ini di blog Putri Review : Wisata, Tionghoa, Ayam dan Mimpi dalam Novel "A Week-Long Journey" By Altami N.D.

Novel ini bukan hanya enak dibaca, tapi juga berhasil menggabungkan dengan rapih tentang seluk-beluk usaha ternak ayam, wisata Hongkong-Macau-Shenzhen, budaya Tionghoa, sekelumit sejarah kaum Tionghoa di Indonesia serta perjalanan menemukan jati diri. Narasi berisi sejarah yang biasanya riskan karena bisa menjadi terlalu textbook-ish berhasil dibawakan dalam payung tur wisata. Gara2 novel ini saya jadi tahu mengenai dampak keputusan pemerintah Indonesia pada tahun 1960-an yang menyebabkan banyak kaum Tionghoa yang lahir ataupun tinggal di Indonesia untuk pindah ke Cina - meninggalkan usaha, bahkan keluarga mereka.

Ini adalah novel lini Young Adult GPU pertama saya, dan saya puas. Saat membaca chapter2 awal dan tahu bahwa saya disuguhi tokoh Lina yang keturunan Tionghoa dan merupakan anak peternak ayam, saya sempat takut merasa bosan. Saya takut ketidaksamaan situasi membuat saya kurang bisa relate dan suka. Tapi saya salah. Saya dibuat penasaran dan tertarik dengan semua hal baru (bagi saya) yang ditawarkan oleh novel "A Week Long Journey" ini.

Adapun kekurangannya, ada beberapa salah ketik dan salah eja, tapi masih bisa dimaklumi. Lalu, saya merasa cover dan judulnya meskipun bagus, tapi kurang menggambarkan 'keramaian' topik-topik yang dibahas di dalam novel. Kalau kekurangan dari segi cerita, saya merasa tokoh Brian (mantan Ling-Ling) terasa mengambang dan kurang memberikan efek dalam plot.

Sekian review saya. Rasanya cukup takjub saat tahu bahwa ini adalah novel tunggal pertama seorang Altami N.D. Saya resmi menunggu karya Altami berikutnya ;)
Profile Image for Devya Widhiyanti.
62 reviews3 followers
March 3, 2015
Honestly my first expectation to this book is low. Mungkin faktor karena aku bukan tipe pembaca yang suka tentang novel motivasi atau pengalaman hidup gitu. Aku tipe pembaca romansa menye-menye haha. Tapi ternyata novel ini melebihi ekspektasi aku. Inti ceritanya memang tentang keluarga, tentang pilihan hidup tapi bahasa yang digunakan sangat menarik. Sehingga aku yang baca jadi keasyikan bacanya sampai gak sadar udah ada dosen di depan kelas haha.
Alurnya pun seru dan juga dialog antar tokohnya gak lebay. Pas aja. Ibaratnya minum kopi yang takaran gula dan kopinya sesuai dengan selera kita. Ada happy tapi juga ada sad nya. Duh sampai sekarang masih gak nyangka ini novel ternyata bagus juga. Kekurangannya mungkin di bagian endingnya kali ya? Masa cuman terima paket aja sih. Candranya mana? Huhuhu. Trus bagian epilognya juga sedikit banget jadi kayak terkesan maksain diri.
Profile Image for Alexandra.
261 reviews12 followers
January 10, 2017
Perjalanan liburan seminggu penuh di Hongkong bagi keluarga peternak mengubah hidup Lina, atau lebih sering dipanggil Ling-Ling. Disana, ia bertemu seseorang yang ternyata membohonginya, mengingatkannya akan pengalamannya pada masa lalu. Percakapan tentang peternakan selalu membuatnya jengah karena ia ingin menjadi penulis, yang pada akhirnya membuka matanya untuk meneruskan -atau lebih tepatnya memulai dari awal- peternakan keluarganya, tanpa membunuh mimpinya menjadi penulis. Menemukan keluarga besarnya yang tidak pernah ditemuinya, dan teman-teman yang sangat mencintai keluarga mereka.
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
August 28, 2023
I had no expectations at first, but this book is incredibly mesmerizing!

This book tells the story of Lina, who is usually called Ling-Ling, where she is said to be in search of identity, her fear of unfulfilled dreams, and her unwillingness to follow her parents' directions, all of which are mixed together. One day, she is asked to join a tour to Hong Kong organized by a company that works with her father's farm. The trip brings her together with the three divas, who are three amazingly kind and wise grandmothers: Chen Zang, who often makes her blossom, and Dewi, who always corners her and her family. On this journey, Lina will be confronted several times with her family's dreams, pride, and her own.

I thought this book would only tell Lina's story of self-discovery with a mainstream plot, but I needed to be corrected. This book slapped me so many times; it made me cry so many times. It made me realize how selfish I have been towards myself, my family, realists, and my dreams.

I loved the narration and conversations between characters that make us feel like we are around them, not passionate but simple feelings that make this writing flow. The setting of Hong Kong, which can be unfamiliar to us, is described descriptively and interestingly, as well as the depiction of the characters affected by the massive exodus a few years ago; they are described as stoic, strong, and do not hold grudges, in my opinion, the best form of redemption for the execution of this character. In addition, the conflict is realistic; the feelings are definitely experienced by every teenager.

To be honest, I'm still at a loss for words, but what is certain is that everyone is making sacrifices and achieving their hopes, whether by combining realists and idealists to make their dreams come true or by pursuing one of those journeys. Everything is progress; everything is a process that leads to prosperity.

This book contains so much good advice; I'll remember every single one.

Banyak hal baru yang akan kita lewatkan kalau kita cuma stuck di satu poin, cuma stuck dengan pandangan seperti orang - orang kebanyakan. Kadang orang - orang terlalu mudah menyerah untuk mencari makna yang tersembunyi di balik suatu hal. Kamera mengajarkan aku itu itu semua. Singkat kata, aku mencoba tidak terpaku pada sesuatu yang terlalu mainstream. - Chen Zhang.

Aku lebih suka menjadi subjek daripada objek. Aku ingin jadi seseorang di balik sesuatu yang akhirnya dianggap indah. Ada kepuasaan tersendiri. Aku lebih suka menemukan daripada ditemukan. - Chen Zhang.

Hidup dalam eksptetasi tinggi orang - orang sangat tidak nyaman, sangat penuh beban, terlebih bila kita tahu kita tidak sebaik yang rang - orang pikirkan tetapi kita tidak punya kekuasaan untuk menghindar. Rasanya cuma terjebak dalam takdir yang mengharuskanku peternak... Lalu bagaimana kalau aku tidak mau? Baagaimana kalau aku tidak suka? Akankah mereka mengerti? - Lina.

Justru idealis sama realis itu jadi satu, Nik. Nggak dipisah - pisah. Itu namanya mimpi. Bercita-citalah setinggi langit, Nik, seidealis mungkin, terus buat jadi realistis, semua berpegang teguh sama idealisme mereka. Pada prosesnya memang nggak gampang, ngga instan tapi Tuhan ngga mungkin tinggal diam lihat hambaNya berusaha. - Ayi Jaya

Kamu itu punya banyak orang yang sayang kamu kalau saja kamu mau mau menyadari itu. Demi orang - orang yang percaya sama kamu, Ling. Demi orang yang yang sudah berjuang demi kamu, kamu ngga bisa nyerah gitu aja. Nggak bisa kamu tiba - tiba berhenti seperti pencundang. - Ayi Jaya

Kamu itu lebih baik dari pada apa yang kamu pikirkan. Kamu ngga sehebat ketika orang lain memujimu tetapi juga kamu nggak seburuk ketika orang lain meremehkkanmu, kata motivator siapa itu? Merry Riana! Percata aja sama dirimu sendiri. Banyak orang pengin jadi sepertimu. Kalau mau jadi orang hebat itu memang susah, ngga semudah mengembalikan tangan, tapi ya ngga sesulit memindahkan gunung. - Ayi Jaya

Aku merasa selama ini aku terlalu egois dalam bermimpi, Chen. Aku ngga peduli sama orang - orang yang aku sayangi dan menyayangiku. Aku mengurung diri, menutup diri, demi membuktikan pada dunia kalau aku suatu hari bisa sukses. Aku terlalu sibuk memikirikan bagaimana bahagia di jalanku sendiri tanpa peduli mereka yang sudah membahagiakan aku. Aku terlalu yakin pendapatku benar. Kalau aku sampai nggak memedulikan orang-orang yang sudah sayang dan memedulikanku aku, hanya demi mewujudukan mimpiku sendiri, aku akan merayakan keberhasilanku di puncak dengan siapa nanti? - Lina

Meratapi nasib hanyalah membuang-buang waktu. Mengapa kita harus memilih untuk diam, meratapu nasib, tanpa berbuat apapun, padahl kita masih bisa bergerak, melakukan sesuatu dan kembali berlari? - Hartono Budiawan.

Mimpi itu tentang perjuangan, cerita, dan cinta. Manusia memiliki mimpi yang beragam. Hanya orang yang tegar yang akan mendapatkan mimpi, idealisme, dan keteguhannya. Ada yang bilang idealisme sering terbentur dengan realitas. Idealisme tidak mungkin terwujud kalau realitas tidak mendukung. Karena itulah dunia memerlukan orang - orang yang bisa menyatukan idealisme dan realitas. Ketika dua jal yang tampaknya berbeda itu menyatu, kita bisa menyebutnya mimpi yang menjadi kenyataan - Lina.
Profile Image for Lola Ozil.
10 reviews4 followers
July 22, 2023
Dari semua novel yang aku baca, baru kali ini lihat fakultas peternakan disebut-sebut dalam cerita. Jadi keinget teman-teman aku yang juga masuk fakultas ini. Pernah ngeliat mereka lagi ngurusin sapi, kambing, ngarit buat pakan ternak, sama sering ke kandang. Seruuuu.

Tapi di A week-long Journey ini bukan bahas kegiatan anak fakultas peternakan, ini tentang Lina yang maunya masuk sastra karena ingin jadi penulis, sedangkan orangtuanya udah punya usaha peternakan gede jadi mau ga mau Lina harus masuk ke jurusan peternakan karena udah pas sama usaha keluarga.

Jadi tema yang diangkat ini emang khas salah satu problem anak SMA kalau lulus sekolah: kudu nurut omongan orangtua atau ikut kemauan sendiri.

Sebelum mulai kuliah, Lina disuruh liburan dulu ke Hongkong bareng rombongan tour sesama pengusaha peternakan dan selama perjalanan seminggu itu Lina jadi tahu cerita lama dan rahasia tentang keluarga mereka dan dibuat mikir ulang, dia kudu ngejar impiannya atau ikut arahan orangtua.

Selama di Hongkong Lina juga kudu berhadapan sama Dewi yang nyebelin abisss. Lina gatau salahnya apa tapi Dewi benci banget sama Lina. Mana abis itu Dewi julid mulu ke Lina. Sumpah bikin gemes mau ngejambak. Syukurnya ada Chen Zhang yang selalu setia nemenin Lina walaupun mereka baru ketemu dalam perjalanan ini. Chen juga yang bikin cerita ini ada manis-manisnya.

Tapi sebenarnya aku juga rada kasihan sama Chen karena kudu ngadepin Lina yang suka
kasih respon lebay kalau Chen ngelakuin sesuatu yang ga dia suka. Entah karena karakter Lina ini baru lulus SMA jadi sengaja dibuat labil, atau emang Lina ini nyebelin soalnya dia suka banget nethink. Dia selalu ngerasa kalau ada yang tahu tentang impian dia yang sebenarnya nanti bakal diketawain, diejek, terus keluarganya malah diomongin, padahal itu pikiran dia doang.

Walaupun kadang ngedumel karena Lina, aku tetap terhibur sama fakta-fakta menarik yang diselipin di cerita ini. Ada tentang sejarah singkat sebutan Tionghoa, tentang Macau, imbas dari kejadian di Indonesia waktu tahun 1959, jadi tahu juga beberapa sebutan dalam keluarga Tionghoa kayak Ayi, A ma, A kou, Aco, Aca, dan lainnya. Terus juga dapat info tempat-tempat wisata di Hongkong.

Aku selesain buku ini kurang dari sehari karena ceritanya ringan dan lebih bahas kekeluargaan. Jadi kalau kalian cari bacaan yang ga bikin banyak mikir, you should grab this book!
Profile Image for Nur Afifah.
96 reviews3 followers
June 29, 2020
3,5 ⭐

Banyak orang bilang bahwa hidup adalah pilihanmu sendiri, bukan pilihan orang lain. Hiduplah untuk hidupmu sendiri. Kejar impianmu, perjuangkan impianmu, meski ditentang oleh orang-orang tercinta.⁣

Buku ini membuka sudut pandang baru untukku. Percuma mengejar impian pribadi, sedangkan orang yang kita sayangi tidak bahagia. Bisa dibilang egois dan idealis. Ada baiknya menjadi idealis sekaligus realistis. ⁣

Intinya, jangan egois!⁣

Lina adalah anak semata wayang. Merupakan penerus satu-satunya usaha yang sedang dibangun orang tuanya, berternak ayam. Sehingga mengharuskan ia mendaftar SNMPTN di jurusan peternakan yang tidak ia ingini. Ia ingin menjadi seorang novelis. ⁣

Lina uring-uringan setelah tahu bahwa ia diterima di IPB jurusan peternakan. Namun, selama perjalanan hadiah liburan ke Hong Kong dari ayahnya, pikirannya jadi terbuka. Liburan ke Hong Kong yang disponsori oleh grup perusahaan yang menaungi usaha ayahnya itu berlangsung 7 hari, ia bertemu dengan orang-orang baru namun sudah mumpuni di bidang peternakan. Di hari terakhir, Lina mengunjungi alamat Hong Kong misterius yang diberi oleh neneknya, yang kemudian membuatnya menyadari sesuatu hal yang penting dalam perjalanan usaha peternakan milik keluarganya. ⁣

Setelah tour itu, ia sadar bahwa dirinya memang dibutuhkan dalam keluarganya untuk meneruskan usaha peternakan yang sejarahnya sangat mengharukan.⁣

Novel ini kental sekali dengan orang China (Tionghoa), orang-orang keturunan China (Tionghoa) maksudku. Nasib-nasib orang dan keturunan China (Tionghoa) setelah dikeluarkannya Perpres RI No. 10 tahun 1959, yang membuat usaha perdagangan mereka tutup dan pulang ke China.⁣
Profile Image for Edo.
29 reviews14 followers
August 20, 2019
"Hidup dalam ekspektasi tinggi orang-orang sangat tidak nyaman, sangat penuh beban, terlebih bila kita tahu kita tidak sebaik yang orang-orang pikirkan tetapi kita tidak punya kekuasaan untuk menghindar. Rasanya hanya terjebak dalam takdir yang mengharuskan menjadi peternak karena aku anak Pak Hartono. Karena aku generasi ke tiga Farm Unggul Maju. Lalu bagaimana kalau aku tidak mau? Bagaimana kalau aku tidak suka? Akankah mereka mengerti? Akankah mereka mengerti kalau aku mencintai menulis lebih dari apapun juga? "

Memiliki visi yang berbeda dengan orang tua perihal pendidikan yang akan ditempuh menjadi permasalahan banyak remaja saat ini. Meskipun saya tidak mengalami hal tersebut, tapi saya bisa berempati dengan apa yang dialami Ling-Ling. Isu ini diangkat dengan cukup straightforward dalam novel ini, dengan konklusi yang juga bagus, tidak menggantung ataupun ambigu. Sebagai novel Young Adult, isu sosial politik yang coba diangkat di novel ini adalah mengenai diaspora etnis Tionghoa keluar dari Indonesia pasca Peraturan Presiden tahun 1959. Tapi, saya merasa isu sospol ini tidak begitu terangkat dalam ceritanya.

Sesuai dengan judulnya, cerita dalam novel hanya berlangsung selama 1 minggu, waktu yang sangat singkat untuk mendapatkan character development yang berarti. Saya sendiri merasa semua karakter yang ada di novel ini biasa-biasa aja, tidak ada karakter yang saya sukai ataupun yang saya benci. Plot-nya yang ringan membuat novel ini sangat mudah untuk dibaca sekalinya ceritanya sudah mengalir. Ceritanya tipikal cerita teenlit dengan cewek baik-cowok baik-cewek jahat.

p.s. typo-nya bertebaran.
Profile Image for Yoriakarui.
17 reviews
May 30, 2022
3,8/4🌟

Singkatnya, novel ini bercerita tentang tokoh utamanya, Lina yang baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, tetapi galau dengan jurusannya. Ia keterima di jurusan Peternakan atas kemauan orangtuanya, jurusan yang merupakan satu bidang dengan keluarganya yang juga punya bisnis peternakan. Namun, sebenarnya dia punya mimpi sebagai novelis dan orangtuanya tidak setuju. Ia pun pergi berlibur ke Hong Kong selama seminggu yang ternyata banyak menguak rahasia dan cerita lama tentang keluarganya yang selama ini belum diketahuinya.

Novel ini cukup berkesan buat aku, karena lumayan relate dengan ceritanya. Banyak banget pelajaran dan pesan yang bisa diambil dari novel ini. Btw ada side love story Lina dan Chen Zhang yang bikin ceritanya makin berwarna 💫💓

Tapi sangat disayangnya, masih banyak banget menemukan typo di dalemnya yang bikin distract 🥲
Displaying 1 - 30 of 85 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.