Salah satu buku puisi yang kata-katanya familiar untuk saya. Menyerap maknanya jadi terasa mudah.
Di sini terdapat kumpulan puisi tentang senyawa, ada berbaris-baris puisi dalam satu sub-judul. Mulai dari bercerita tentang bagaimana ia mengagumi seseorang, ia yang mencintai orang itu, mereka yang bahagia, hingga tentang patah hatinya dan ia yang bukan satu-satunya.
Awal-awal membaca saya langsung disuguhkan dengan larik-larik manis yang bikin tersenyum, tetapi semakin lembarannya saya merasa miris karena penderitaan dalam setiap aksaranya.
Saya suka bagaimana penulis menyampaikan makna dari setiap inti puisinya tanpa berbelit-belit, penulis juga memaparkan puisi pendek pada setiap sub-judul.
Karena ini hanya terdiri kurang dari 200 halaman, maka untuk menyelesaikannya hanya butuh waktu beberapa jam, kebetulan saya bacanya setelah sahur, lalu lanjut di pagi hari.
Ini salah satu kutipan favorit saya, singkat tapi dalam;
"Jangan jadikan aku tetapi
Biar aku menjadi hanya" (Hal: 152)