The window sees whoever comes and goes. The walls listen. The chair holds you. Even the hallway carries what words could not.
In these stories, the everyday bears witness through friends, strangers, objects, and fleeting moments that hold the weight of what we break, what we mend, and what we dream again.
Because what if home isn’t a place at all, but the stories that make us feel less alone?
Anizabella Lesmana (Bella) is the author of This Is What Home Could Feel Like, a fiction collection rooted in themes of self-growth, healing, and staying true to who you are. Through intimate storytelling, her work reflects her own journey of learning, unlearning, and finding the courage to come home to herself. Known for her presence on Instagram (@anizabell93) and TikTok (@bacaanbellaryan), Bella shares book reviews, short stories, and personal reflections that resonate deeply with her community. Other than her presence in entertainment industry; Cinta Dalam Kardus (2013), Queen Bee (2009), Cerita SMA (2007-2009) & Finalis GADIS SAMPUL (2007)
Bella is also a senior marketing professional with 9+ years of experience in brand building, content strategy, and full 360° campaign execution.
She led high-impact initiatives & innovations across digital and offline channels, driving traffic, growth, engagement, and brand relevance across industries (FMCG, Tech & Property). She is known for turning insights into action, managing cross-functional teams, and delivering campaigns with clarity and purpose.
A tender, honest exploration of what it truly means to find home — within people, moments, and yourself.
“This Is what Home Could Feel Like” adalah salah satu buku yang terasa pelan, namun justru meninggalkan gema yang panjang. Dalam kumpulan tulisan reflektif ini, Bella seperti merangkai pengalaman personal, fragmen keseharian, dan percakapan-percakapan kecil yang akhirnya bermuara pada satu pertanyaan sederhana: apa sebenarnya rumah itu?
Yang paling terasa dari buku ini adalah kejujuran. Tulisan Bella tidak berusaha menjadi puitis secara paksa — namun justru jadi puitis dengan sendirinya karena sangat tulus. Ia menulis tentang kehilangan, tentang mencari tempat pulang, tentang menyembuhkan diri, tentang belajar menerima kehadiran orang lain, dan tentang kerentanan yang sering kali kita sembunyikan.
Beberapa bagian terasa seperti duduk bersama teman yang bijak, bukan yang sok tahu. Ada kalimat-kalimat yang menenangkan tanpa menggurui. Ada cerita-cerita yang sederhana, tetapi membuka ruang kontemplasi yang besar. Dan ada banyak momen yang membuat pembaca merasa: “Ah, aku juga pernah merasakannya.”
Secara struktur, buku ini ringan untuk dibaca, namun berat di hati. Tidak perlu terburu-buru. Buku ini dinikmati dengan cara yang sama seperti saat kita menemukan rumah: perlahan-lahan, tapi pasti.
Bagi siapa pun yang sedang berada di persimpangan hidup, atau sedang belajar memeluk diri sendiri, buku ini terasa seperti kompas kecil yang lembut. Tidak mengarahkan dengan keras, tetapi memberi cahaya agar jalan ke dalam diri terasa lebih jelas.
A quietly powerful book. A gentle reminder that sometimes, home is not a place — it’s a feeling we grow into. Highly recommended.
Paling pertama, aku suka sekali dengan warna buku ini. Bright pink 💖💖💖 as bright as Kak Bella's smile - pliss ini bukan gombal! Hehe 😁✌🏻✨️🎀 Warna-warna di dalamnya juga hangat nan meneduhkan. Awalnya ku kira buku ini adalah buku puisi, tapi ternyata kumpulan cerita-cerita pendek yang saling berhubungan antar chapter dan karakter-karakternya. Cerita-cerita tentang kehidupan, cinta, persahabatan dan patah hati yang ku yakin banget ditulis dengan sepenuh hati. Kalau biasanya aku baca satsetsatset ingin tahu akhir ceritanya, sama buku ini, aku benar-benar menikmati setiap kalimatnya 🍃🍃🍃
Ada banyak chapter yang ku suka tapi yang paling jadi favoritku adalah "It was Her All Along" dan "Pararel Lines" karena sangat related dengan apa-apa yang lagi ku lalui belakangan ini. "You're not behind. You're on your own line." Aku sudah banyak membaca kalimat sejenis ini namun tulisan Kak Bella, it gives me strength like... memberi perasaan yang beda. I feel like this book has touched parts of my heart and healed it someway 🥹🥹🥹🍃💖💖
“Pernah ngerasain ini waktu itu…” “Eh kejadian juga sama aku” , kira-kira begitulah perasaan saat baca buku ini… Funny how i feel like some of the short stories been written for me.
Buku ini sungguh hangat, very light reading , no need to rush dibaca pelan-pelan aja and it will make u realize home; is just not an object, it can be something.. that has feelings, stories, memories well there’s so much going on in there. U just need to stop for a moment to feel the surroundings.
“Dear something I’m still waiting for; you dont have to rush , As you will blossom at the right time”.. it’s really a beautiful passage written by Her and ilustrated by Her Husband, as I personally waiting and hope for “something” too in the future 💕
This books healed me in such a way. Catch my breathe everytime I flip the pages and felt the pain like the character's story
Three chapter in this book brings me to a journey, journey to feel the character's feeling one by one, so many relatable stories in this book that applied to these days. I caught myself having a teary eyes while reading the chapter 1 and 2.
Onto the chapter 3, i sigh and feel myself a litttleee bit lighter, I let go, I have a teary eyes but I smile.
Gonna be one of my safest book, to be back again and again.
I'm adoring its cover, whole illustration and the book concept, but kalau boleh jujur isi bukunya is not my cup of tea.
Format buku ini kumpulan cerita pendek dengan banyak karakter. Setiap cerita juga dilengkapi ilustrasi manis untuk mendukung tulisan. Buku ini ditulis dengan bahasa inggris yang sangat halus di setiap pilihan katanya. Most of the writing is such a gentle reminder—pelan, reflektif, dan tidak menggurui. Dan yang unik, penulis menggunakan point of view yang tidak biasa, mulai dari manusia sampai perabotan rumah seperti gelas, keranjang baju kotor, dan masih banyak lagi.
Meskipun begitu, aku rasa gak semua orang bisa relate dengan isi bukunya—termasuk aku. Sebagai tipe yang lebih suka cerita lengkap yang menjelaskan A-Z secara runut lalu mengambil ilmu/hikmah dari sebab-akibat, buku ini pada akhirnya menjadi bacaan yang tidak meninggalkan kesan mendalam. Di beberapa momen membaca bahkan aku sampai "ini teh rumah siapa?" saking jauhnya dengan hidupku.
Tapi untuk kamu yang suka cerita pendek soal self growth, love, friendship, dan hal-hal kecil, lalu ingin menemukan kehangatan saat membaca, this book is for you. Mungkin kamu bisa beresonansi dengan salah satu atau mungkin semua karakternya.
This is What Home Could Feel Like karya Anizabella Lesmana, dengan ilustrasi Ryan Adriandhy, berhasil menghadirkan kumpulan cerita yang hangat dan penuh perasaan. Buku ini menangkap esensi rumah bukan sekadar tempat, tetapi juga momen, benda, dan hubungan yang membentuk perasaan nyaman dan aman. Setiap cerita mengajak pembaca merenungkan tentang apa yang kita patahkan, perbaiki, dan impikan kembali.
Sangat cocok bagi siapa saja yang ingin merasakan kehangatan narasi sederhana namun menyentuh hati. Jika Anda tertarik mendalami bagaimana konteks dan nilai-nilai dapat dibingkai dalam kehidupan sehari-hari, bisa juga melihat referensi metodologi dan prinsip terkait di anchor: MENTAL4D at https://www.federalsustainability.org... .
Love the new perspective shared by the author. I also love the book's design. Home should be a safe place for everyone, always. Home is a place to create happiness, heal a broken heart, and engage in free discussion. A home should have a sanctuary for every single person.
I fell in love with this book immediately, and I loved it even more with every turn of the page. The concept is unique; the story is authentic, cute, and heartwarming. One story is so relatable, it feels like a hug, and the other is deeply touching.
read in one sitting! i initially thought it would be a “no plot, just vibes” book, but it turned out to be written in prose. each character is connected, and they're all in the same universe. i love the illustrations too. overall, i enjoyed this book a lot! it's so relatable in some way... (iykyk). the writing style is also very easy to read. heartwarming!