Di sebuah mansion tua yang diselimuti bunga, waktu berjalan dengan langkahnya sendiri. May hidup jauh dari dunia yang pernah dikenalnya, terbebani oleh kemampuan melihat Maut, sebuah kemampuan yang baginya terasa seperti kutukan.
Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang remaja bernama Lucas, yang perlahan mengubah hidupnya. Namun, ada sesuatu yang ganjil dari Lucas: Maut selalu mengikutinya. Bayangan kelam itu menjadi pengingat bahwa hidup Lucas tengah berjalan menuju akhir.
Seiring berlalunya musim, bisakah May menyelamatkan Lucas dari takdirnya sendiri?
“Kau tidak perlu bahagia jika kau tidak bisa. Pada akhirnya, kebahagiaan tidak bisa dipaksakan ….”
Enggak pernah kebayang sama sekali kalau novel ini bisa bikin merinding, sampai-sampai aku bacanya pelan-pelan banget padahal bukunya setipis tissue. Bukan karena perjalanan romansa yang ditawarkan oleh penulis melalui May dan Lucas. Namun, bagaimana cara penulis bisa mengajak pembaca ikut merasakan dan mengenal lebih jauh Maut.
GIMANA BISA.
Waktu pertama kali baca buku ini, aku sama sekali enggak punya ekspektasi tinggi karena sudah tahu akhir dari cerita ini akan dibawa gimana.
Tapi salah besar…waktu selesai baca dan tutup bukunya, aku justru merasa HAMPA😭😭😭
—
DITUNGGU BANGET BANGET BANGET NOVEL LANJUTANNYA😭🫵 bisa nggak langsung besok aja???!!! aku udah HAH hoh hah hoh banget di akhir ceritanya. TOLONG. HELP.