What do you think?


Nyala Semesta Series #2
24 Jam
Sapi merah sudah disembelih sebagai ritual pendirian Kuil Ketiga dan penyambutan Mesias. Propaganda dan ancaman penghancuran Masjid Al-Aqsa sudah lama digaungkan. Al-Quds sudah penuh dengan penduduk ilegal Yahudi, bendera Israel berkibar di tiap sudut. Proyek penggalian bawah tanah Situs Yahudi sudah mengular dan mengancam keselamatan Masjid Al-Aqsa.
Malam itu, misi rahasia penghancuran Kubatus Sakhra dimulai. Syekh Faruq, salah satu pemimpin para _murabithun_ menemukan bom seberat dua ton tepat di bawah fondasi Kubatus Sakhra. _Timer_ penghitung mundur di badan bom menunjukkan waktu:
24:00:00
24 jam menuju kehancuran Al-Aqsa. Mampukah para pejuang terdepan menyelamatkan Masjid Suci Umat Islam sedunia?
Malam itu, misi rahasia penghancuran Kubatus Sakhra dimulai. Syekh Faruq, salah satu pemimpin para _murabithun_ menemukan bom seberat dua ton tepat di bawah fondasi Kubatus Sakhra. _Timer_ penghitung mundur di badan bom menunjukkan waktu:
24:00:00
24 jam menuju kehancuran Al-Aqsa. Mampukah para pejuang terdepan menyelamatkan Masjid Suci Umat Islam sedunia?
338 pages, Paperback
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
August 15, 2026
Lini masa di novel ini benar-benar hanya 24 jam sesuai dengan judulnya. 24 jam sejak ditemukannya sebuah bom seberat 2 ton di dome bawah tanah tepat tegak lurus di bawah Masjid Al-Aqsa berdiri oleh Syekh Faruq, salah satu pemimpin murabithun.
Teh Qoonit sangat lihai mendeskripsikan setiap action scene di dalam buku ini. Benar-benar membawa pembaca untuk turut merasakan ketegangan di setiap scene-nya.
Buku ini menunjukkan bagaimana kegigihan warga palestina, baik yang termasuk ke dalam golongan murabithun maupun rakyat sipil biasa dalam mempertahankan Masjid Al-Aqsa. Bagaimana para tentara zionis memperlakukan para tawanan mereka yang begitu keji juga tergambar jelas di buku ini.
Buku ini merupakan buku kedua dari novel Nyala Semesta yang juga luar biasa seru. Namun saya rasa tidak perlu berurutan baca keduanya, karena hanya ada sedikit irisan cerita yang tidak sama sekali memengaruhi keseleuruhan ceritanya.
Kalau kamu pecinta historical fiction Indonesia seperti Pulang & Laut Bercerita, saya rasa kamu perlu mencoba membaca ini untuk versi Palestina-nya!
Teh Qoonit sangat lihai mendeskripsikan setiap action scene di dalam buku ini. Benar-benar membawa pembaca untuk turut merasakan ketegangan di setiap scene-nya.
Buku ini menunjukkan bagaimana kegigihan warga palestina, baik yang termasuk ke dalam golongan murabithun maupun rakyat sipil biasa dalam mempertahankan Masjid Al-Aqsa. Bagaimana para tentara zionis memperlakukan para tawanan mereka yang begitu keji juga tergambar jelas di buku ini.
Buku ini merupakan buku kedua dari novel Nyala Semesta yang juga luar biasa seru. Namun saya rasa tidak perlu berurutan baca keduanya, karena hanya ada sedikit irisan cerita yang tidak sama sekali memengaruhi keseleuruhan ceritanya.
Kalau kamu pecinta historical fiction Indonesia seperti Pulang & Laut Bercerita, saya rasa kamu perlu mencoba membaca ini untuk versi Palestina-nya!
January 14, 2026
Baca novelnya Teh Qoon ttg Palestina tuh jadi semakin ngerasa takjub sama perjuangan para pejuang di sana. Ngebandingin sama diri sendiri yang masih sangat amat takut mati, sedang mereka di sana menjadikan syahid sebagai tujuan. Jadi lebih punya gambaran tentang keadaan di sana, bukan hanya dari sosial media yang bahkan sering kita skip kalau lewat beranda. YaAllah, jaga mereka 🤲🏼💗
April 1, 2026
❛❛Birruh, biddam nadfika ya Aqsa! Dengan jiwa dan darah, akan kami bela engkau, ya Aqsa❞
Bukan hanya tentang cerita fiksi, namun juga merupakan ancaman nyata yg benar-benar pernah terjadi.
24 Jam merupakan sequel dari Nyala Semesta, dan surprisingly aku lebih suka buku ini 🥹❤️🩹 Tentang besarnya sebuah harapan di tengah ancaman dan ketakutan nyata akan hancurnya Masjidil Aqsa 💔
Kalian inget kan, di buku sebelumnya, putra sulung Khalid, si Mushab yg berkhianat masuk ke organisasi Mossad. Lalu Allah ganti keluarga mereka dengan lahirnya pejuang baru. Ghazi, putra bungsu mereka yang telah tumbuh dewasa menjadi "Sang Muhandis" seorang insinyur andal yg mampu merakit dan menjinakkan berbagai jenis Bom.
Bermula ketika terjadinya penangkapan The Golden List (Para pemimpin murabithun) secara masif, hingga diam-diam Syekh Faruq dengan cerdiknya dari balik bilik penjara berhasil mengirimkan pesan rahasia secara sembunyi" yg berisi informasi darurat bahwa ada bom seberat dua ton tepat di bawah fondasi masjid Al-Aqsa yg akan meledak tepat pada jam 12 malam.
Zaid, Shanin, Nabhan, Ghazi, Ammar, dan para pejuang Al-Quds lainnya langsung mengadakan rapat darurat dan bergegas menyusun berbagai rencana. Waktu serta perlengkapan yg mereka miliki amat terbatas. Tapi mereka percaya bahwa kekuatan Allah jauh lebih besar dari apa yg mereka miliki 🥹❤️🔥
Aku suka bgt cara bagaimana buku ini menjelaskan detail bahwa warga Palestina tersebar luas di beberapa kota bukan hanya Gaza seperti yg sering kita lihat. Jiwa mereka telah bersatu untuk terus mempertahankan Al-Quds. Jadi saat tim pejuang yg lain udh dalam keadaan darurat, pasukan pejuang di kota lainnya siap maju untuk melanjutkan perjuangannya gitu. "Panggilan jihad kita sudah tiba. Birruh, biddam nadfika ya Aqsa". MashaAllah...
Action-Thriller dalam buku ini juga lebih intense, taktik para pejuang lebih cerdik, penuh haru sekaligus membangkitkan semangat kita bahwa harapan akan kebebasan Palestina itu akan selalu ada ❤️🩹 Allahumma Yassir...
Bukan hanya tentang cerita fiksi, namun juga merupakan ancaman nyata yg benar-benar pernah terjadi.
24 Jam merupakan sequel dari Nyala Semesta, dan surprisingly aku lebih suka buku ini 🥹❤️🩹 Tentang besarnya sebuah harapan di tengah ancaman dan ketakutan nyata akan hancurnya Masjidil Aqsa 💔
Kalian inget kan, di buku sebelumnya, putra sulung Khalid, si Mushab yg berkhianat masuk ke organisasi Mossad. Lalu Allah ganti keluarga mereka dengan lahirnya pejuang baru. Ghazi, putra bungsu mereka yang telah tumbuh dewasa menjadi "Sang Muhandis" seorang insinyur andal yg mampu merakit dan menjinakkan berbagai jenis Bom.
Bermula ketika terjadinya penangkapan The Golden List (Para pemimpin murabithun) secara masif, hingga diam-diam Syekh Faruq dengan cerdiknya dari balik bilik penjara berhasil mengirimkan pesan rahasia secara sembunyi" yg berisi informasi darurat bahwa ada bom seberat dua ton tepat di bawah fondasi masjid Al-Aqsa yg akan meledak tepat pada jam 12 malam.
Zaid, Shanin, Nabhan, Ghazi, Ammar, dan para pejuang Al-Quds lainnya langsung mengadakan rapat darurat dan bergegas menyusun berbagai rencana. Waktu serta perlengkapan yg mereka miliki amat terbatas. Tapi mereka percaya bahwa kekuatan Allah jauh lebih besar dari apa yg mereka miliki 🥹❤️🔥
Aku suka bgt cara bagaimana buku ini menjelaskan detail bahwa warga Palestina tersebar luas di beberapa kota bukan hanya Gaza seperti yg sering kita lihat. Jiwa mereka telah bersatu untuk terus mempertahankan Al-Quds. Jadi saat tim pejuang yg lain udh dalam keadaan darurat, pasukan pejuang di kota lainnya siap maju untuk melanjutkan perjuangannya gitu. "Panggilan jihad kita sudah tiba. Birruh, biddam nadfika ya Aqsa". MashaAllah...
Action-Thriller dalam buku ini juga lebih intense, taktik para pejuang lebih cerdik, penuh haru sekaligus membangkitkan semangat kita bahwa harapan akan kebebasan Palestina itu akan selalu ada ❤️🩹 Allahumma Yassir...
Displaying 1 - 3 of 3 reviews




