Vandana Shiva adalah cendekiawan dan aktivis lingkungan asal India yang dikenal memiliki sentimen anti-globalisasi. Buku 'Kodrat Alam' berisi 6 tulisan yang menekankan betapa cara bekerja Bumi yang kompleks, harmonis, dan memakmurkan seisinya telah diacak-acak oleh sistem kapitalisme, utamanya mengenai pangan. Diawali dengan fakta-fakta seputar krisis iklim, emisi gas rumah kaca, dan batas-batas planet yang telah kita langgar, termasuk keanekaragaman hayati.
Tulisan-tulisan berikutnya kemudian menyoal pertanian modern yang alih-alih menciptakan ketahanan pangan justru 'merusak' tanah, memiskinkan petani (dan menguntungkan korporasi), dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi manusia sebagai konsumen.
Hanya dalam 6 tulisan (158 halaman), buku ini menjelaskan kompleksitas masalah iklim, pertanian, ekonomi, pangan, dan makanan kita. Salah satu hal yang baru saya pikirkan adalah gugatan kepada inovasi makanan buatan yang selama ini dianggap sebagai solusi krisis iklim; daging vegan, keju sintetis, dst. Menurut Vandana Shiva, produk-produk tersebut pada skala besar akan menggunakan energi yang lebih besar ketimbang hewan betulan.
Pertanyaannya selalu bermuara pada, siapa yang sebenarnya akan diuntungkan ketika masyarakat tidak lagi mandiri pangan dan 'tercabut dari akar'?
Bukunya bagus sekali tapi menurut saya tidak terlalu 'beginner friendly'. Banyak istilah yang sangat akademis dan mungkin butuh tingkat pemahaman tertentu tentang krisis iklim dan isu keadilan sosial.