Jump to ratings and reviews
Rate this book

Interval

Rate this book
Anna
Kupikir aku akan selalu baik-baik saja dalam keluarga yang kacau ini. Hingga kemudian, beberapa kesialan datang tiba-tiba dan mengejutkanku.

Kakakku, pemuda asing yang genius itu selalu mendapatkan apa saja dengan mudah,lalu menyia-nyiakannya. Seorang gadis Jepang yang perlahan-lahan merebut tempatku yang nyaman. Dan terakhir, seorang pria, guru misterius yang penuh rahasia dan akhirnya melibatkanku dalam kekacauan yang tak pernah kualami sebelumnya.

Semuanya muncul bersamaan dan membuatku sadar bahwa bertahan sendiri tidak lagi semudah dulu.


Erash
Dulu aku pernah berbagi tawa bersama gadis itu. Pada sore yang cerah, kami menaiki sepeda yang sama, melewati hari-hari dengan bahagia. Seperti kisah-kisah dalam dongeng.

Lalu, mari kita tengok sekarang. Dia, gadis yang pernah berbagi tawa bersamaku telah menjelma sosok yang tidak kukenali. Ada sorot benci yang sulit kuejawantahkan saat dia menatapku, dan tatapan itu seperti cara seseorang menatap musuh.

Padahal, gadis itu adalah adikku. Sekarang, saat hidupnya didera banyak masalah, apa aku masih punya alasan untuk tetap peduli?

280 pages, Paperback

First published January 1, 2015

3 people are currently reading
118 people want to read

About the author

Nay Sharaya

4 books86 followers
Lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan tanggal 26 April 1989 dan saat ini bertempat tinggal di Bandung.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (14%)
4 stars
8 (23%)
3 stars
16 (47%)
2 stars
4 (11%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Aso.
214 reviews45 followers
July 14, 2015
3,5/5 bintang

Aaahh cerita remaja dan permasalahannya. Sudah cukup lama saya tidak membaca teenlit karya penulis dalam negeri. Sebagai pria dewasa yang sudah lama meninggalkan masa remaja, saya merasa agak janggal kalau membaca teenlit. Tapi sebagai guru SMA, saya juga ingin tahu bacaan siswa-siswi saya.

Ide cerita yang menarik. Cara bercerita dari dua sudut pandangnya pun juga unik. Serta dibungkus dengan packaging yang tidak biasa, sampai-sampai mama saya mengira bukunya salah cetak.


Ada beberapa bagian yang menurut selera saya sedikit klise, masih ada bau-bau "ftv" nya. tapi tidak mengurangi keinginan saya untuk melahap habis buku ini. Dan tak lupa, pesan yang ingin disampaikan sangat baik, saya yakin bisa diterima oleh pembaca, terutama para remaja.
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
Read
January 27, 2015
Baru kali ini mencoba nulis novel duet dan ternyata prosesnya menyenangkan juga. Semoga kalian juga menikmatinya. Selamat membaca :)
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
February 10, 2015
Judul: Interval
Penulis: Nay Sharaya & Dion Sagirang
Penerbit: Grasindo
Halaman: 280 halaman
Terbitan: Januari 2015

Interval sendiri menceritakan sebuah keluarga yang bermasalah yang mengakibatkan pembangkangan dari kedua anak. Anna, si gadis dengan kemampuan atletik yang mengagumkan, merasa perlu untuk merebut semua prestasi yang kakaknya pernah capai. Salah satunya adalah menjadi juara di bidang matematika. Karena itulah Anna mencoba bergabung di Math Club. Sayang hasilnya tidak seperti yang gadis itu inginkan. Anna tidak putus asa dan mencoba membujuk Pak Dante, guru matematika yang masih muda dan genius, untuk menjadi guru privatnya. Tidak Anna sangka, dia justru menemukan sisi lain yang lebih berbahaya dari gurunya itu.

Erash, si anak tertua, memilih jalan membangkang yang lain dari Anna. Dia menjadi murid bengal yang suka bolos dan cari gara-gara dengan gurunya. Tapi saat Anna terlibat masalah, Erash harus memutuskan. Apakah dia harus mulai peduli pada adiknya yang membencinya, atau tetap mengabaikan gadis itu?

Review



Terima kasih untuk Mas Dion dan Mbak Nay yang sudah menawari saya untuk mengulas buku ini. Senang sekali rasanya bisa baca novel yang unik ini. Kenapa unik? Karena rasanya sedang membaca 2 novela yang membentuk sebuah novel, bukan 2 buah novela berbeda yang kemudian hanya memiliki kesamaan tema. Keunikan lainnya ada di penataan bukunya. Kedua ceritanya dibuat berbeda posisi, sehingga pembaca bebas menentukan mau mulai dari sisi mana dulu.

Bagian tengah bukunya jadi kayak gini:



Kalau kovernya "dilepas" bakal jadi gini:


Sumber gambar: FB Dion Sagirang

Jujur walau sepertinya terlihat pembaca dibebaskan untuk mulai dari mana, menurut saya cerita akan lebih mudah dipahami kalau dimulai dari bagian Mbak Nay dulu. Apa mungkin karena itu di bagian kovernya Mas Dion diletakkan data penerbit dan barcode?

Gaya bercerita kedua penulis juga tampak lain sekali. Gaya bercerita Mbak Nay terasa lebih remaja dan "langsung" untuk saya, sementara gaya bercerita Mas Dion lebih cocok untuk novel dewasa rasanya. Ada beberapa penggunaan kata yang membuat saya harus lihat kamus, serta beberapa bagian yang terasa berbunga, seperti yang biasanya ada di novel romans.

Saya sebenarnya berharap cerita ini bakal ditulis lebih panjang. Bagian cerita Anna dan Pak Dante terasa belum selesai untuk saya. Harusnya bisa dibuat beberapa bab lagi untuk menyimpulkan bagian mereka.

Secara keseluruhan, saya suka dengan novel ini. Karakter dan plotnya oke. Gaya bercerita kedua penulis juga terasa mengalir untuk saya. Saya juga suka dengan konsep baru yang ditawarkan oleh Grasindo. Semoga ke depannya akan ada konsep seperti ini lagi dari penerbitnya :D.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 Young Adult Reading Challenge
- 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
February 10, 2015
Judul: Interval
Penulis: Nay Sharaya & Dion Sagirang
Penerbit: Grasindo
Halaman: 280 halaman
Terbitan: Januari 2015

Interval sendiri menceritakan sebuah keluarga yang bermasalah yang mengakibatkan pembangkangan dari kedua anak. Anna, si gadis dengan kemampuan atletik yang mengagumkan, merasa perlu untuk merebut semua prestasi yang kakaknya pernah capai. Salah satunya adalah menjadi juara di bidang matematika. Karena itulah Anna mencoba bergabung di Math Club. Sayang hasilnya tidak seperti yang gadis itu inginkan. Anna tidak putus asa dan mencoba membujuk Pak Dante, guru matematika yang masih muda dan genius, untuk menjadi guru privatnya. Tidak Anna sangka, dia justru menemukan sisi lain yang lebih berbahaya dari gurunya itu.

Erash, si anak tertua, memilih jalan membangkang yang lain dari Anna. Dia menjadi murid bengal yang suka bolos dan cari gara-gara dengan gurunya. Tapi saat Anna terlibat masalah, Erash harus memutuskan. Apakah dia harus mulai peduli pada adiknya yang membencinya, atau tetap mengabaikan gadis itu?

Review



Terima kasih untuk Mas Dion dan Mbak Nay yang sudah menawari saya untuk mengulas buku ini. Senang sekali rasanya bisa baca novel yang unik ini. Kenapa unik? Karena rasanya sedang membaca 2 novela yang membentuk sebuah novel, bukan 2 buah novela berbeda yang kemudian hanya memiliki kesamaan tema. Keunikan lainnya ada di penataan bukunya. Kedua ceritanya dibuat berbeda posisi, sehingga pembaca bebas menentukan mau mulai dari sisi mana dulu.

Bagian tengah bukunya jadi kayak gini:



Kalau kovernya "dilepas" bakal jadi gini:


Sumber gambar: FB Dion Sagirang

Jujur walau sepertinya terlihat pembaca dibebaskan untuk mulai dari mana, menurut saya cerita akan lebih mudah dipahami kalau dimulai dari bagian Mbak Nay dulu. Apa mungkin karena itu di bagian kovernya Mas Dion diletakkan data penerbit dan barcode?

Gaya bercerita kedua penulis juga tampak lain sekali. Gaya bercerita Mbak Nay terasa lebih remaja dan "langsung" untuk saya, sementara gaya bercerita Mas Dion lebih cocok untuk novel dewasa rasanya. Ada beberapa penggunaan kata yang membuat saya harus lihat kamus, serta beberapa bagian yang terasa berbunga, seperti yang biasanya ada di novel romans.

Saya sebenarnya berharap cerita ini bakal ditulis lebih panjang. Bagian cerita Anna dan Pak Dante terasa belum selesai untuk saya. Harusnya bisa dibuat beberapa bab lagi untuk menyimpulkan bagian mereka.

Secara keseluruhan, saya suka dengan novel ini. Karakter dan plotnya oke. Gaya bercerita kedua penulis juga terasa mengalir untuk saya. Saya juga suka dengan konsep baru yang ditawarkan oleh Grasindo. Semoga ke depannya akan ada konsep seperti ini lagi dari penerbitnya :D.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 Young Adult Reading Challenge
- 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
February 23, 2015
"Keangkuhannya tidak berkurang sedikit pun meskipun dalam keadaan seperti itu. Dan dia menikmatinya. Di dunia ini ada banyak hal yang harus dikhawatirkan. Hal-hal itu bisa jadi masalah keluarga, prestasi dan obsesi untuk menjadi yang terbaik. Karena itu hal-hal sepele seperti takut terlihat jelek di depan orang lain tidak lagi terlalu penting."

Keluarga Sadjana memang tampak seperti keluarga yang harmonis di mata orang lain, namun kenyataannya tidak demikian. Anna dan kakak lelakinya, Erash, sudah lama tidak berbicara satu sama lain. Dan kedua orangtua mereka selalu sibuk dan hanya mengurus urusannya sendiri. Dulu keluarga mereka tidak sedemikian menyedihkan, namun semuanya berubah saat Papa dan Mama hampir bercerai. Sejak saat itu, Anna membenci Erash, dan selalu berusaha keras agar bisa menandingi kepintaran Erash.
"Dia juga mendengar komentar Anna tentang kedua orangtua mereka, tetapi baginya, diam adalah hal terbaik yang bisa dia lakukan. Karena menurutnya, bicara pun hanya akan berakhir seperti yang sudah-sudah. Tidak didengar. Terabaikan. Dan itu, luar biasa sakitnya."

Sedangkan di sisi lain, Erash mendambakan keluarga yang hangat dan harmonis seperti yang dimiliki oleh sahabatnya, Rifat. Erash berusaha melakukan apa yang dia bisa untuk memperbaiki keadaan keluarganya yang sudah terlanjur rusak—akan tetapi tidak semua yang ia rencanakan berjalan sesuai harapannya. Sehingga Erash tidak yakin, apakah ia masih boleh mengharapkan keluarganya kembali utuh lagi seperti dulu.
"Perlahan, ada yang mulai berubah dalam dirinya. Dia tidak bisa lagi berbohong, mengenai harapan-harapan tentang keluarga yang bahagia. Keluarga hangat yang selalu diselimuti suasana akrab yang nyata. Harapan itu pernah muncul, dahulu. Namun kemudian, harapan-harapan itu dia kubur dalam-dalam. Dan kini, harapan itu telah kembali menyeruak."
....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2015/0...
Profile Image for Dion Sagirang.
Author 5 books56 followers
Want to read
January 19, 2015
Kalau bukan menuliskan kegelisahan dan harapan, dalam novel yang saya tulis, biasanya saya menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang saya biarkan terjawab dengan sendirinya di dalam cerita. Atau, bisa juga sebuah protes.

Pertanyaan, tentang dua orang dewasa yang awalnya saling mencintai, tetapi kemudian memutuskan untuk bercerai?
Protes, mengapa mereka begitu egois?

Dari dua poin di atas barangkali novel duet saya bersama Nay Sharaya ini tercetus.

Cerita remaja dengan latar keluarga yang jelas tidak sempurna. Tetapi, saya berharap pesan yang ingin kami sampaikan dalam novel ini bisa diterima dengan baik.

Salam sejahtera
Profile Image for Ajeng Sastra.
1 review
June 20, 2017
Sebenernya waktu memutuskan beli novel ini bingung harus baca yang mana dulu haha. tapi menurut ku novel ini cukup menguras emosional. dimana saya yang selalu mengidamkan seorang figur kakak laki-laki. konflik diantara keduanya sayang untuk dilewatkan. karena emang terkadang, sayang itu nggak selalu bisa diungkapkan.
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
February 23, 2015
INTERVAL , time n space to talk.


Poin plus pertama: suka deh sama jargonnya. Sampe hafal luar kepala tuh. Meaningful.


Dapet buku ini dari giveaway GoodReads. Thankyou Kak Naaay for making me as the winner.


Interval diambil dari sudut pandang dua kakak beradik, Anna (dipaparkan oleh Nay Sharaya) dan Pramuerash alias Erash (oleh Dion Sagirang). Pilihan tema keluarga yang diangkat rasanya lumayan mencuri perhatian pembaca, terutama gw.

Gue suka cara kedua penulis bertutur. Baik Anna maupun Erash, meskipun sepertinya gue sedikit lebih condong ke Anna. Kenapa ya, mungkin karena di bagian Anna pemaparan cerita terasa lebih hidup&nyata. Konflik Anna juga terasa lebih seru. Tapi sevenarnya Erash juga nggak kalah gres kok. Anyway, suka deh sama nama 'Pramuerash'. Seksi banget. Ada filosofi tersembunyi kah?


Meskipun ada beberapa peristiwa yg perlu dipertanyakan ke-make sense-annya [apa-apaan sih ini bahasa gueeeee -____-], atau cerita Pa Dante yang entah bagaimana kelanjutannya, buku ini layak sekali untuk dibaca buat kalian kalian yg lagi 'mual' dg tema romance :p
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews301 followers
June 1, 2015
sebenernya 3.5 sayap tapi karena suka banget sama covernya dibulatin jadi 4 deh :)
aku suka ide ceritanya, tentang keluarga yg berantakan kemudian mencoba untuk utuh kembali hanya saja cerita pendampingnya terlalu nangung, seperti tidak ada penyelesiannya, penasaran dengan Dante dan alasan Anna membantu, walau udah ada penjelasan tapi g puas aja, akhirnya gimana dibiarkan mengantung. tapi ak suka kok sama karakter eresh dan anna, coba masa lalu mereka lebih diungkit lagi, pasti tambah suka. hanya pas bagian anna aja kadang flashback ke masa mereka masih akur dan g dijelasin dengan lengkap kenapa eresh malah ikut membenci anna, masa2 mereka berpisah dan akhirnya keluarga rujuk juga g dijelasin dg detail. review lengkap http://kubikelromance.blogspot.com/20...
Profile Image for Shania.
96 reviews
June 15, 2015
di pov-nya erash. dewasa banget! suka deh sama erash, walaupun digituin sama adiknya sendiri.

Penulisannya bagus, ceritanya juga enak.
Profile Image for dreamholes.
5 reviews1 follower
November 10, 2018
Beli buku ini tanpa baca blurb, tanpa tahu penulis, tanpa tahu genrenya dan segala macam-nya.

Jujur, buat saya sendiri, buku ini flat. Konfliknya tidak terlalu menegangkan, cuma ya memang bagus. Ada pesan yang bisa dipetik dari Pramuerash beserta keluarganya.

Dalam hidup itu selalu ada masalah, betul?
Dan, di dalam buku ini juga mengajarkan banyak hal tentang keluarga, satu poin plus.

Awal saya membeli buku ini, saya pikir genrenya romance, dan ternyata tidak. Awalnya saya kecewa, haha. Kecewa bukan dalam artian yang 'sebegitunya' cuma karena sayanya yang terlalu ya kalian tahu lah.

Tapi, lama kelamaan saya baca buku ini tetap mengalir terus. Walaupun, ya tadi saya sudah bilang, konfliknya tidak se'meledak' itu. Saya juga gak tahu? bukunya yang tidak meledak, atau saya memang lagu seneng makanya gak sampe bikin nyes-nyes gitu. Tapi, pesan moralnya buat saya pribadi nyampe.

Untuk pecinta buku genre yang berhubungan dengan konflik keluarga buku ini saya rekomendasikan. Buku duet duo ini lumayan bagus, menurut saya.

Mungkin, bagi teman-teman yang lain yang menyukai buku sejenis genre ini, bisa menjadi semenarik itu, tapi maaf bagi saya ini datar.
Profile Image for Sofhy Haisyah.
17 reviews2 followers
February 8, 2016
Judul : Interval
Penulis : Nay Sharaya & Dion Sagirang
Penerbit : Grasindo
Editor : Anin Patrajuangga
Design Cover : Dyndha Hanjani P.
Ilustrator & Penata Isi : Lisa Fajar Riana
ISBN : 978-602-251-868-6
Cetakan : Pertama, Januari 2015

“Erash, Anna, sayang kalian sudah berdua sudah pulang?”. Suara ramah itu milik mama mereka. Keramahan yang seharusnya bukan sesuatu yang aneh apalagi istimewa. Namnun karena yang baru saja mengucapkan adalah nyonya rumah ini, sepertinya mereka butuh waktu untuk mencerna apa yang terjadi.

“Kalian makan siang dulu, kemudian secepatnya bergabung bersama Mama dan Papa”. Suara Pak Danu Sadjana, papa mereka, terdengar kemudian saat pria berkacamata itu ikut bergabung di ruang depan. “Mas dan Mbak-mbak ini jauh-jauh datang dari Jakarta dan berniat memuat profil keluarga kita di edisi majalah mereka berikutnya,’ lanjutnya, menjawab semua pertanyaan yang ada dibenak putra-putrinya.

***
Hidup dalam keluarga yang tidak memiliki kehangatan, bahkan sekedar bertegur sapa dengan maksud basa-basi di meja makan saat sarapan bersama, siapa yang tahan ?

Itulah salah satu situasi yang diangkat dalam novel ini. Anna, Erash dan orangtuanya, merupakan potret keluarga yang dimana orangtuanya digambarkan sebagai sosok yang egois dan hanya mementingkan pekerjaan. Dengan alasan ingin membahagiakan dan memikirkan masa depan anak mereka.

Bahkan, sempat terlontar kata cerai dan percekcokan hak asuh anak. Dan, kejadian inilah yang menjadi awal kerenggangan antara Anna dan Erash.

Cukup ironis memang, jika memiliki keluarga seperti itu. Tapi satu hal yang saya salut, meskipun hidup dilingkungan keluarga yang sangat memuakkan seperti itu. Anna dan Erash menjadi anak yang berprestasi dibidangnya masing-masing. Iya sih, beberapa bagian juga diceritakan tentang pembakangan yang mereka lakukan, entah di rumah dan di sekolah. Tapi menurutku itu hal yang wajar, dibandingkan memilih jalan ke dunia hitam. -__-))”>

Secara keseluruhan, aku suka ceritanya. Konsep cetak novelnya pun unik. Awalnya mengira aku kebagian mendapat novel cacat cetak, karena pas dibuka terbalik. Tapi ternyata, emang seperti itu. Berhubung karena penulisnya juga dua orang, jadi bagian ceritanya dibedakan dan tentu dengan sudut pandang yang berbeda, Anna dan Erash.

Masalah penulisan, aku nemuin lumayan banyak typo. Tapi menurutku, gak masalah lah selama aku masih bisa pahami kata yang dimaksud apa. Lalu, aku nemuin kosakata baru yang awalnya aku nggak tahu. Bahkan sampai buka KBBI android biar tahu artinya. Lumayanlah, buat nambah khasanah kosakata ^_^))/

Oh iya, untuk tokohnya mungkin hampir aku suka semua. Tapi terkhusus untuk Rifat (sahabat Erash), aku langsung mikirnya ke pemain film Samuel Rizal.
Profile Image for Sofhy Haisyah.
17 reviews2 followers
February 8, 2016
Judul : Interval
Penulis : Nay Sharaya & Dion Sagirang
Penerbit : Grasindo
Editor : Anin Patrajuangga
Design Cover : Dyndha Hanjani P.
Ilustrator & Penata Isi : Lisa Fajar Riana
ISBN : 978-602-251-868-6
Cetakan : Pertama, Januari 2015

“Erash, Anna, sayang kalian sudah berdua sudah pulang?”. Suara ramah itu milik mama mereka. Keramahan yang seharusnya bukan sesuatu yang aneh apalagi istimewa. Namnun karena yang baru saja mengucapkan adalah nyonya rumah ini, sepertinya mereka butuh waktu untuk mencerna apa yang terjadi.

“Kalian makan siang dulu, kemudian secepatnya bergabung bersama Mama dan Papa”. Suara Pak Danu Sadjana, papa mereka, terdengar kemudian saat pria berkacamata itu ikut bergabung di ruang depan. “Mas dan Mbak-mbak ini jauh-jauh datang dari Jakarta dan berniat memuat profil keluarga kita di edisi majalah mereka berikutnya,’ lanjutnya, menjawab semua pertanyaan yang ada dibenak putra-putrinya.

***
Hidup dalam keluarga yang tidak memiliki kehangatan, bahkan sekedar bertegur sapa dengan maksud basa-basi di meja makan saat sarapan bersama, siapa yang tahan ?

Itulah salah satu situasi yang diangkat dalam novel ini. Anna, Erash dan orangtuanya, merupakan potret keluarga yang dimana orangtuanya digambarkan sebagai sosok yang egois dan hanya mementingkan pekerjaan. Dengan alasan ingin membahagiakan dan memikirkan masa depan anak mereka.

Bahkan, sempat terlontar kata cerai dan percekcokan hak asuh anak. Dan, kejadian inilah yang menjadi awal kerenggangan antara Anna dan Erash.

Cukup ironis memang, jika memiliki keluarga seperti itu. Tapi satu hal yang saya salut, meskipun hidup dilingkungan keluarga yang sangat memuakkan seperti itu. Anna dan Erash menjadi anak yang berprestasi dibidangnya masing-masing. Iya sih, beberapa bagian juga diceritakan tentang pembakangan yang mereka lakukan, entah di rumah dan di sekolah. Tapi menurutku itu hal yang wajar, dibandingkan memilih jalan ke dunia hitam. -__-))”>

Secara keseluruhan, aku suka ceritanya. Konsep cetak novelnya pun unik. Awalnya mengira aku kebagian mendapat novel cacat cetak, karena pas dibuka terbalik. Tapi ternyata, emang seperti itu. Berhubung karena penulisnya juga dua orang, jadi bagian ceritanya dibedakan dan tentu dengan sudut pandang yang berbeda, Anna dan Erash.

Masalah penulisan, aku nemuin lumayan banyak typo. Tapi menurutku, gak masalah lah selama aku masih bisa pahami kata yang dimaksud apa. Lalu, aku nemuin kosakata baru yang awalnya aku nggak tahu. Bahkan sampai buka KBBI android biar tahu artinya. Lumayanlah, buat nambah khasanah kosakata ^_^))/

Oh iya, untuk tokohnya mungkin hampir aku suka semua. Tapi terkhusus untuk Rifat (sahabat Erash), aku langsung mikirnya ke pemain film Samuel Rizal.
Profile Image for Siti Robiah A'dawiyah.
174 reviews23 followers
February 10, 2015
Interval berkisah tentang dua kakak beradik yang memiliki batas. Anna, sang adik, memilih untuk menyibukkan diri dalam dunia olahraga demi menjaga jarak dengan keluarga dan tentu saja dengan Erash, si kakak. Lain halnya Erash, ia lebih suka memberontak dan berkamuflase menjadi siswa pintar tapi menyebalkan. Oleh karena itu, Erash lebih sering menghabiskan jam-jam awal sekolah di ruang piket bersama guru BP. Orang lain tak pernah mengetahui apa yang mereka rasakan, pun hubungan kekeluargaan mereka.
Interval adalah novel yang berkisah mengenai anak-anak dari keluarga yang tak harmonis dan usaha mereka untuk kembali menjadi keluarga yang utuh. Layaknya novel dengan tema ini, tentu konflik utama adalah masalah keluarga yang berimbas pada diri sendiri dan hubungannya dengan anggota keluarga lain. Sudut pandang dari Interval diambil dari sisi Anna dan Erash yang secara langsung merasakan konflik.
Penuturan cerita dalam Interval menggunakan bahasa gaul sehari-hari seperti "lo", "gua". Hal ini mungkin dikarenakan tokoh utama dalam cerita ini adalah remaja sehingga dengan bahasa tersebut percakapan yang terjadi antar tokoh lebih terasa ringan bila dibandingkan menggunakan "aku" dan "kamu". Cerita dibagi ke dalam dua bagian. Yaitu, bagian Anna yang ditulis oleh Nay Sharaya dan Erash yang ditulis oleh Dion Sagirang. Meskipun terbagi menjadi dua bagian, buku ini tidak dapat dibaca terpisah dan acak. Pertama pembaca harus membaca terlebih dahulu bagian Anna baru kemudian Erash.
full review
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.