Datang menyusup seperti bayang, masuk dalam hidup yang Emir pertahankan.
"Kau tahu ... kau dengan dia banyak persamaan."
"Jangan samakan aku dengan dia."
Sejak kecil, Emir Zhafran tumbuh dalam kesunyian — ayah yang hilang dan ibu yang terkurung dalam trauma. Di tengah kesunyian itu, Mak Yam hadir sebagal ibu tanpa ikatan, mengajarkan Emir bahawa kasih tak selalu lahir dengan kata.
Namun, ketika Shahrin Malik, ayah yang lama menghilang muncul kembali, luka lama terbuka semula. Kebisuan masa lalu dan kehadiran yang terlambat, memicu pertanyaan; bisakah luka lama sembuh dan suara yang hilang kembali terdengar?
Adakah Emir mampu memaafkan?
Rumah Senja adalah kisah pilu tentang cinta dan pengorbanan seorang anak yang menahan derita demi kebahagiaan ibunya.
Tak siapa menduga lahirnya dia atas muka bumi ini, tidak pernah dia rasakan bagaimana rasanya hangat dakapan seorang ibu, seperti mana rasanya dibelai manja dari tangan kekar seorang ayah. Hidup Emir sedari mula mengenal makna hidup, hanyalah berteman luka dan air mata. Ya, dia tinggal bersama ibu. Namun, jasad emak seperti tidak bernyawa. Hanya wujud di situ diam tidak beremosi. Semuanya gara-gara si ayah yang dia tidak pernah kenal bagaimana wajahnya.
Sehinggalah usianya menginjak remaja, ayah yang telah dianggap tiada muncul entah dari mana menjadikan hidup seorang Emir berubah total. Dapatkah Emir menerima kembali ayahnya? Apakah emaknya mampu sembuh? Dan apa lagi dugaan yang menunggu Emir di depan sana?
Tahniah buat Yaya Samad. Buku Rumah Senja ini benar-benar merupakan sebuah karya yang terletaknya jiwa untuk mereka yang mencari di mana kekuatan untuk terus hidup. Bagaimana cekal seorang Emir, setia seorang Nabila dan Shahrin juga setia kawan seorang Hazim menjadikan naskah ini sebuah kisah yang lengkap memaknakan sebuah kehidupan. Untuk kesemua watak yang ada, saya tetap kurang berkenan dengan Mak Yam. Rasanya dialah punca kepada semua air mata ini. Gitu. Untuk mereka yang mencari karya membangun jiwa, buku Rumah Senja boleh dimasukkan dalam senarai bahan bacaan 2026.
Terasa dunia ni kejam tapi Allah takkan beri ujian kalau hambaNya tak mampu. tapi Emir sangat kuat & tabah. anak yang sangat baik dengan ujian hidupnya.