Jump to ratings and reviews
Rate this book

Teka-Teki Toilet Aneh

Rate this book
Ah Jeong memenangkan unit rumah dari Prog­ram Bantuan Hunian Nasional untuk Anak Muda, padahal usianya nyaris 40 tahun. ­Karena sewa bulanannya sangat murah dan syarat tinggalnya sangat mudah, Ah ­Jeong lantas mengambil keberuntungannya itu.
Ah Jeong ingin membuktikan pada keluarga dan masyarakat bahwa ia bisa sukses di Kota Seoul—tak peduli status lajang dan profesinya sebagai penulis lepas. Namun ternyata, keganjilan demi keganjilan muncul dari toiletnya, termasuk suara lirih lansia dari lubang toilet yang memanggilnya, “Nona… Nona….”

200 pages, Paperback

Published November 1, 2025

28 people want to read

About the author

Seol Jae in

2 books

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (12%)
4 stars
9 (56%)
3 stars
3 (18%)
2 stars
2 (12%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Fikriah Azhari.
363 reviews149 followers
December 4, 2025
❝Kalau dia begitu membenciku, langsung habisi saja aku, jangan bunuh pelan-pelan seperti ini. Dia pasti tahu caranya. Setelah itu, tolong siapkan pemakaman seperti orang-orang.❞

Aku rasa peribahasa “Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga” adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan buku ini.

Keberuntungan akhirnya berpihak pada Ah Jeong saat dirinya terpilih untuk menghuni hunian murah khusus anak muda yang disediakan oleh pemerintah—meski usianya sendiri tahun ini sudah 39 tahun. Untuk pertama kalinya sejak pindah ke Seoul, Ah Jeong akhirnya bisa tinggal di mes yang layak bermodalkan pendapatannya sebagai pekerja lepas.

Bangunan baru, lingkungan aman, tetangga yang tidak mengusik, sebenarnya Ah Jeong sudah bisa menjalani hari dengan hati gembira, andai saja dari dalam lubang toiletnya tidak muncul sosok lansia yang memohon meminta pertolongan karena tidak ingin mati.

Dialog dan monolog para tokoh terasa gelap serta meresahkan, tetapi di satu sisi juga dalam dan emosional. Teka-teki Toilet Aneh penuh dengan adegan absurditas yang anehnya juga memunculkan kesedihan yang terus menghantui. Sebesar apa kekecewaan seorang anak sampai bisa setega itu kepada ibunya sendiri? Bagaimana bisa setelah menyadari apa yang dilakukan sang anak, seorang ibu tetap menyimpan cinta untuk buah hatinya tersebut?

Buku ini terasa surealis dengan plot utama berfokus pada kemunculan "sosok" lansia di lubang jamban toilet mes milik Ah Jeong. Membuat buku ini berada di genre body horor dan psychological thriller. Jujur awalnya agak sulit membayangkan wujud lansia tersebut, bagaimana mungkin bisa muat di dalam lubang toilet? Tetapi Seol Jae In berhasil menulis adegan-adegan grafis dengan sangat detail yang sukses membuatku merinding dan merasakan sensasi asing yang kurang nyaman.

Pada dasarnya, Teka-Teki Toilet Aneh menyampaikan kritik terhadap ketimpangan ekonomi dan kelas sosial yang merajalela di masyarakat, ketika orang-orang merasa berhak mendikte hidup orang lain yang dirasa lebih rendah darinya. Sehingga muncul ketakutan untuk bersuara karena sudah bisa membayangkan reaksi yang akan diberikan orang-orang. Hal ini pula yang menyebabkan munculnya pilihan untuk memendam segala resah dan amarah, termasuk pada keluarga sendiri—yang justru akan meledak sewaktu-waktu. Tidak luput diperlihatkan dampak dari budaya patriarki yang masih melekat dan menjadi titik awal kengerian dalam hidup perempuan.
Profile Image for Anes.
142 reviews2 followers
January 10, 2026
Dibalik ke-absurd-annya, cerita ini sebenarnya punya cerita yang emosional. Hubungan antara ibu dan anak yang dari luar terlihat baik-baik aja, tapi ternyata menyimpan trauma yang dalam. Bukan tentang pertengkaran, tapi tentang isi hati yang gak bisa diungkapkan.

Pokoknya bikin emosi naik turun banget; kadang merinding serem, kadang miris, kadang kesel iya juga. Dah lah nano nano banget.
Profile Image for Strawberries INFJ.
52 reviews
December 30, 2025
Astaghfirullah, ini buku macam apa? Bener2 bukannya makin waras, makin gila baca buku ini. Astagaaaaa😭😭😭
Profile Image for Hirai.
204 reviews5 followers
January 21, 2026
“Kotoran apa yang menyumbat toilet itu? Suara siapa yang mengganggu Ah Jeong dari lubang jamban itu?”

Sesuai dengan namanya buku ini memang benar-benar aneh, awalnya menjijikkan kemudian ngeri dan semakin tak habis pikir dengan akhir kisah yang disajikan. Berawal dari Ah Jeong yang tiba-tiba lolos mendapatkan unit rumah dari Program Bantuan Hunian Nasional di usianya yang sudah tak muda lagi. Harga sewanya murah membuatnya bisa terbebas dari orang tua toxic yang banyak menuntutnya. Namun apakah semua ini benar menjadi awal baik untuknya atau justru pintu baru menuju neraka selanjutnya? Aku kira kisahnya bakal ke horor ternyata lebih kompleks dari itu. Surprisingly buku ini alurnya mudah dipahami dengan terjemahan yang enak banget dibaca bikin nagih nggak bisa berhenti. Toilet Ah Jeong memunculkan suara-suara dan bau busuk, ternyata saluran toiletnya berhubungan dengan toilet unit atas. Di sinilah kengerian itu mulai muncul, siapa yang tinggal di unit atas dan apa yang dibuang ke dalam toilet? Kotorannya mirip sampah dapur, berlemak dan lengket sehingga membuatnya cepat menyumbat.

Ah Jeong memberanikan diri mengungkap apa yang terjadi di unit atas namun fakta yang ditemukannya ternyata lebih mengerikan dari apa yang ada dalam pikirannya. Tentang kotoran itu, tentang lansia yang ditemuinya dan juga pria yang tinggal di sana. Awalnya aku mengira Ah Jeong akan membantu mengungkap misteri tersebut namun siapa sangka dirinya malah masuk ke lubang yang sama. Tentang perusahaan tempat bekerja pria itu, tentang tugas yang harus dilakukan sampai dengan kebohongan yang harus dirawatnya. Hal menarik dari buku ini bukan hanya mengenai suara dan kepala yang muncul dari jamban melainkan juga sentuhan sisi psikologis dari Ah Jeong. Sejak awal membaca narasi, dialog serta caranya bersosialisasi aku sudah merasa bahwa dirinya memang bermasalah dan membutuhkan bantuan profesional. Hubungannya dengan sang ibu jelas tidak baik, orang tuanya banyak menuntut dan tak pernah mengapresiasi pencapaian Ah Jeong. Belum lagi sang ibu yang memilih menumpang di rumah Ah Jeong padahal jelas aturannya tak diperbolehkan. Bukankah ibunya justru menempatkan Ah Jeong pada posisi yang sulit dan tak tenang sepanjang waktu?

Sampai akhirnya Ah Jeong memilih menekuni bisnis pengikisan tersebut. Dia mengikis setiap penyebab luka dan kesedihan. Satu hal yang masih terngiang-ngiang apakah benar seseorang yang berbicara di toilet itu adalah manusia atau hantu?? Ketika pria itu sudah mulai mengerti kesalahannya Ah Jeong justru berjaya dengan karir barunya. Buku ini memberikan plot twist yang tak terduga bahkan menyeramkan karena terus berlanjut.

Sosok Anak Perempuan yang Penuh Tekanan dan Ketakutan
Sebagai pembaca, saat mendalami karakter Ah Jeong aku merasakan adanya rasa takut, kesepian dan kebutuhan kasih sayang yang tak didapatkannya. Ah Jeong seperti anak kecil yang membutuhkan pelukan dan perlindungan, seolah usianya yang nyaris 40 tahun hanyalah cangkang. Buku ini merepresentasikan pentingnya menjaga hubungan baik antara anak dan orang tua tanpa menyakiti hati salah satunya. Anak membutuhkan orang tua begitu juga sebaliknya jangan menjadikan anak sebagai alat pemenuh kebutuhan atau investasi di masa tua.

Gangguan atau Tekanan Psikologis?
Awalnya aku berpikir bahwa buku ini mungkin temanya memang horor dan suara-suara maupun sumbatan itu berasal dari gangguan supranatural namun ternyata kenyataan yang terjadi lebih menyeramkan. Buku ini tidak hanya menguarkan gangguan menyeramkan melainkan juga tekanan psikologis dari sisi Ah Jeong. Siapa yang tahu kebenaran suara itu? Apakah benar gangguan atau suara imajinasi dari sisi Ah Jeong? Begitu juga dengan tingkah laku Ah Jeong yang memang aneh.

Bisnis Pengikisan dan Masa Depan Ah Jeong
Sampai di bagian hampir menjelang akhir buku kita akan menemukan bisnis pengikisan yang ditekuni Ah Jeong bermodalkan pertemuannya dengan unit atas rumahnya. Kukira nasib Ah Jeong akan tamat dan berhenti setelah semua hal yang dilakukannya namun justru hal tersebut menjadi jalan baginya untuk membunuh penyebab trauma dan ketakutannya selama ini. Seolah Ah Jeong menyelamatkan masa depan dan juga mencerahkan harapannya.

Point Menarik dan Unggul dari Buku:
• Buku Teka Teki Toilet Aneh menghadirkan alur yang mudah dipahami dan cukup page turner, setiap sub babnya bikin nagih dengan kejutan menarik.
• Ada sentuhan horor, misteri dan juga penyelidikan sedikit dari sosok Ah Jeong serta toilet rumah yang ditempatinya.
• Semakin membaca kita akan memahami karakter dari sosok Ah Jeong serta trauma yang dialaminya selama ini. Mengapa dia memiliki sikap seperti itu dan kenapa orang tuanya seolah mengincar kenyamanan dari rumah bantuan tersebut.
• Ada kejutan menarik mengenai bisnis pengikisan dan juga nasib Ah Jeong yang tak pernah terduga sebelumnya.

Tokoh, Alur dan Pengembangan Karakter
Dari awal kita akan bertemu dengan tokoh Ah Jeong dengan karakter unik dan berantakan. Bahkan sampai akhir dirinya tak berkembang hanya berhenti di situ-situ saja tenggelam dalam ketakutannya sendiri. Dia sempat sadar masih membutuhkan ibunya namun itu hanya sebentar selebihnya sosok diri yang sebenarnya mampu menguasai. Berbeda dengan sosok pria di unit atas yang justru berkembang ke arah lebih baik meskipun sedikit terlambat.

Penekanan Konflik dan Eksekusi Konsep Cerita
Konflik utama yang ditawarkan oleh buku Teka Teki Toilet Aneh ini adalah suara dan kotoran aneh yang menyumbat toilet Ah Jeong. Misteri apa yang diberikan dan rahasia apa yang disembunyikan oleh unit atas. Ternyata penulis sangat lihai dalam proses eksekusi cerita, tidak hanya menyajikan kengerikan namun juga sisi horor yang nyata. Bagaimana sifat manusia yang lebih menakutkan dari hantu, mereka akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya.

Penyelesaian Cerita dan Ekspektasi Pembaca
Jujur cukup merinding dengan penyelesaian cerita yang disajikan. Bagaimana dengan nasib ibu Ah Jeong dan akhir Ah Jeong itu sendiri lebih dari apa yang kubayangkan. Aku kira Ah Jeong akan berhenti dan langsung mendapatkan akibat dari perbuatannya namun ternyata kehidupan menginginkan Ah Jeong mencicipi neraka lebih lama. Buku ini lebih dari ekspektasi yang aku harapkan bahkan mampu menguarkan kengerian yang tak bisa dideskripsikan.

Seberapa Jauh Buku Ini Mencapai Tujuannya?
Buku ini mampu mencapai 90% dari 100% tujuan utamanya. Mulai dari konsep, pembawaan konflik sampai dengan proses penyelesaiannya semua bagus. Aku suka bagaimana penulis memasukkan unsur horor dari sisi manusia. Awalnya Ah Jeong ngeri dengan hal aneh yang terjadi di toiletnya meskipun akhirnya dia terbiasa bahkan terbawa suasana.

Apa yang Kurang dari Buku dan Harapan dari Pembaca
Sejujurnya tidak ada kekurangan krusial dari buku Teka Teki Toilet Aneh ini hanya saja untuk bagian pertama kali Ah Jeong menemukan suara aneh di toilet miliknya kenapa dia tak begitu takut? Apakah ketakutannya sudah memudar? Apakah dirinya lebih takut bertemu manusia dibandingkan hantu? Bagaimana suara itu mampu mempengaruhi Ah Jeong? Apakah benar sosok itu manusia yang sudah tak utuh lagi namun bagaimana sosok manusia hidup dalam closet?? Misteri ini sepertinya sengaja ditinggalkan untuk memberikan unsur kengerian dalam buku.

Pelajaran yang Diberikan dan Sasaran Pembaca
Dari buku ini kita mengerti bahwa Ah Jeong adalah anak yang tak mendapatkan perhatian dari orang tuanya bahkan mereka banyak menuntut tanpa apreasiasi khusus. Ketika tua mereka berharap Ah Jeong merawat, mengirimkan uang dan menjadi investasi aman mereka saat menjalani usia senja. Bagaimana bisa mereka mendambakan hal tak manusiawi seperti itu dengan membiarkan anaknya sendiri menderita? Ah Jeong tak sepenuhnya benar namun orang tuanya juga salah. Buku ini menguarkan pentingnya merawat hubungan dan komunikasi antara anak dan orang tua agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Kamu yang suka dengan buku horor yang berbeda serta menemukan kengerian dari sisi manusia bisa mencoba baca buku ini. Jangan dibaca sambil makan ya karena banyak membahas tentang toilet dan kotoran.
Profile Image for Andreiya Eliata.
76 reviews1 follower
January 2, 2026
Sambil berbicara terbata-bata dia menggosok sekujur tubuh si Lansia dengan alat itu kemudian membuang ampasnya ke dalam jamban. (hal. 77)

Mimpi buruk lainnya tentang jamban.

Jujur awalnya aku tertarik membaca buku ini karena premisnya yang mirip "The Head"nya Bora Chung, yang mana salah satu cerpen thriller favoritku. Ternyata memang penulis terinspirasi dengan karya Bora Chung. Ya, ceritanya mirip tapi dengan kehorror-an yang berbeda!

Plot cerita memadukan fenomena hubungan ibu dan anak serta budaya patriarki dan misoginis yang kerap kali terjadi di masa kini (terutama di negara Korea). Fenomena tersebut dibungkus dengan genre body horror thriller yang sukses membuatku bergidik ngeri.

Aku kerap kali tersulut emosi saat membaca buku ini, terutama saat membaca beberapa bagian mengenai keluarga Ah Jeong. Kita tentu sudah tidak asing dengan istilah "Hannam", yang mana sangat tercermin dari ayah Ah Jeong dan bahkan Lee Sang Gi. Hubungan pelik antara ibu dan anak perempuan di sini juga sering kali kita temukan di kehidupan masa kini. Sesungguhnya apa yang terjadi terhadap Ah Jeong dan ibunya adalah hasil dari budaya patriarki dan misoginis yang sudah mengakar di sana.

Benar-benar bacaan yang unik (juga gila)!
Profile Image for WonderBOOK Land.
2 reviews
January 21, 2026
Idenya anti-mainstream meski ternyata terinspirasi dari cerita lain. Berlatar hubungan antara anak dan orangtua yang memiliki luka batin dan luka batin yang dibiarkan menganga tanpa pernah diobati. Pengembangan ceritanya lebih kompleks meski disebut teka teki, tp teka tekinya tidak terjawab. Meski mungkin fokus kepada hubungan anak dan ortu, tapi setidaknya kenapa hal2 aneh itu bisa terjadi bisa memiliki latar belakang.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.