Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rhapsody

Rate this book
Hei, di sebelah dunia bagian mana kau sedang berada?

Sudah bertahun-tahun kau dan aku mencari arah.
Berkali-kali jatuh cinta pada selatan.
Menaruh keraguan pada barat.
Terus menunggu isyarat timur.
Hingga utara pun sudah tak lagi kita percaya.

Sudah kujejaki banyak kisah, kutemui pula banyak luka.
Ternyata, pada kisah lalu milik kitalah harapan itu tetap ada.

Masih kuatkah kau dan aku berjalan?
Atau, kali ini, mungkin pulang akan menjadi jawaban.

319 pages, ebook

First published November 1, 2013

20 people are currently reading
463 people want to read

About the author

Mahir Pradana

11 books84 followers
I'm like Rob from 'High Fidelity', combines with Montag from 'Fahrenheit 451', a little bit of Santiago from 'The Alchemist' and would like to be Edward Cullen... not!

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
183 (33%)
4 stars
163 (29%)
3 stars
155 (28%)
2 stars
39 (7%)
1 star
11 (1%)
Displaying 1 - 30 of 88 reviews
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
November 26, 2013
Nobody ever says that life is easy
But that doesn’t mean you cannot reach your dreams
And create your own paradise

Ini novel kedua penulis yang kubaca setelah Here, After. Kali ini Mahir Pradana mencoba membawa kisah perjalanan dirinya menjadi sebuah novel yang begitu bermakna.

Ini tentang kisah Abdul Latif, yang biasa dipanggil Al untuk meraih impiannya membesarkan hostel miliknya “Makassar Paradise”. Bagaimana Al jatuh bangun membesarkan “Makassar Paradise” ditengah persaingan hotel-hotel berbintang lainnya. Al harus pintar mencari peluang dan menjadikan hostelnya berbeda dan menawarkan sesuatu yang bisa menarik para wisatawan untuk memilih hostelnya.

Kehadiran 2 orang pria yang akhirnya menjadi temannya, Bambang a.k.a Bebi dan Miguel, pria asal Spanyol yang jauh-jauh terbang ke Makassar hanya untuk bertemu dengan Al membawa keajaiban dalam hidup Al. Berkat ide-ide cemerlang dari Miguel, “Makassar Paradise” pun mulai mengepakkan sayapnya ke kancah internasional dan wisatawan asing pun mulai melirik hostel sederhana tersebut karena menawarkan sesuatu yang berbeda dan unik, salah satunya tur gratis keliling tempat wisata di Makassar ^^

Tapi memang semakin besar “Makassar Paradise”, badai pun datang mendera hostel tersebut dan lumayan menggoyahkan Al dalam mempertahankan mimpinya. Dimulai dari urusan keluarga yang melibatkan kakaknya, Siska yang melakukan percobaan bunuh diri, merenggangnya hubungan pertemanannya dengan Miguel yang dirasa mengkhianatinya sampai berita tewasnya Miguel akibat tenggelam bersama kapal yang ditumpanginya. Hal ini pun diperparah dengan berita ditemukannya salah satu tamu yang menggunakan narkoba, akhirnya “Makassar Paradise” pun harus ditutup sementara.

Kisah Al dengan impiannya membesarkan “Makassar Paradise” ternyata tidak sejalan dengan kisah percintaannya. Sudah lama Al harus menjalani status “single” karena patah hati dan dikhianati oleh Nadya, kekasihnya di Berlin. Dan harapan itu berwujud seorang mantan kekasih, Sari. Ternyata harapan terlalu indah, sekalipun Al dan Sari mempunyai perasaan yang sama, ada sebuah benteng tak kasat mata yang memisahkan mereka, “impian Sari” yang membuat mereka belum bisa menjalani hubungan sebagaimana layaknya pasangan lainnya.

”I believe that dream and love, those are two uncertain things. However, I better become foolish in chasing dream than chasing love.”

Dengan menggunakan alur flashback, kisah perjalanan Al selama di Eropa yang dimulai dari Berlin, Madrid, Kopenhagen, Praha, Paris dan berakhir di Berlin membawa kita mengerti tentang kehidupan Al sebelum dia kembali ke Makassar dan membesarkan “Makassar Paradise”, yang membawa Miguel hadir dalam kehidupannya dan ternyata memang semua peristiwa tersebut saling terkait satu sama lain.

Bagaimana akhir kisah Al? Sanggupkah dia mempertahankan “Makassar Paradise” ditengah badai yang menerpa? Bagaimana dengan orang-orang terdekatnya, Siska, Miguel dan Bebi? Apakah akhirnya Al bisa menemukan cinta sejatinya?

Membaca “Rhapsody” membuka pemahamanku untuk selalu percaya dengan kekuatan impian dan cinta, tidak ada yang tidak mungkin. Kita tidak bisa hidup sendiri dan orang-orang diluar sana yang akan selalu mendukung kita ^^ Membuatku juga bangga sebagai orang Indonesia dengan segala keindahannya yang kurang dieksplorasi lebih jauh, membutuhkan partipasi untuk lebih menggaungkan keindahan Indonesia.

Jika kamu berharap ini hanyalah kisah romansa biasa antara dua anak manusia, kamu akan mendapatkan lebih daripada itu, malah kisah cinta tidak terlalu dominan disini hanya sebagai bonus dalam perjalanan hidup Al.

The most wonderful moments in life is when our dreams finally come true
Profile Image for Nidos.
300 reviews78 followers
January 7, 2016
Hmm kay. So Sunset Holiday brought me here (because there's no way the blurb itself can persuade me to buy this) and as expected, it's so easy to digest, one typical pop-written book that you could finish in a sit or two. What's interesting is that it succeeded at mixing international and local flavors in a bowl. Also those people with colorful characters. One thing more, that it's not a romance-romance--even the love story is just the cherry on top of a sundae. It's about dream, friendship, family, and how life make those work for each of us. It's a book I should've fall for effortlessly for all the elements it offers, so it's kinda weird that I didn't.

Maybe because it's lacking some elements of surprise--all the bombs weren't that explosive. Maybe that I was disappointed reading some 'formal/casual mixed-up' dialogs. Maybe because the hero ain't quite appealing for my liking, nor the girl. Maybe because the resolution was so much telling than showing.

Therefore, in the end, it's between two and three stars for me. Anyway thank you, Mr Author, for showing me what I've missed by cancelling my Makassar trip earlier this year! Next time, dear self. Next tiiime :')

Ps: I was serious about the blurb, tho. I would barely read any Gagas for its poetic yet vague, fail-to-describe blurbs--thank God we have goodreads. Am I right or is it just me?
Profile Image for Aya.
3 reviews6 followers
November 5, 2014
Long Distance Relationship, bukan antar kota bahkan antar negara melainkan antar benua.

Dalam buku ini menceritakan tentang sosok pria yang bernama Abdul Latif pemilik hostel di Makassar yaitu bernama paradise hostel. Ya, hostel dan hotel sangat berbeda jauh, jika hotel tempatnya sangat layak dan memiliki fasilitas yang memadahi begitu pula dengan kamarnya. Dan Abdul Latif ini yang akrab dipanggil Al dengan kawannya yaitu Bebi dan Mieguel pria asal dari Spanyol. Mieguel datang ke Indonesia tepatnya datang ke Makassar ke tempat Al karena, ada sesuatu yaitu. Dulu ketika Al berada di Berlin dia bertemu dengan Ibu- Ibu yang sudah tua rentan dan membutuhkan pertolongannya,. Dari sanalah Miguel mengenal Al, Miguel datang ke Indonesia karena dia ingin berbalas budi (Banco favores ; Paulo Coelho) kepada Al yang sudah membantu Agatha. Sekian lamanya Miguel berada di Indonesia, tepatnya di Paradise Hostel Miguel ingin memberi masukan kepada Al untuk kelancaran bisnis hostelnya dan dia memuat data-data hostelnya kedalam situs hoteluniverse.com agar hostel tersebut go international dan banyak peminatnya, dan ternyata hasil dari ide Miguel membuahkan hasil yang bagus banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke paradise hostel tersebut. Dan seketika itu pula rupanya Al membutuhkan tour guide untuk memandu wisatawan yang mengunjungi wilayah bersejarah di Makassar,
Al pun menukan seseorang yang cocok untuk menjadi tour guide di paradise hostel tersebut yaitu Simon, anehnya dia Mahasiswa Indonesia yang ingin bekerja menjadi tour guide agar mendapatkan tip hanya untuk menambah uang untuk membeli komik, huff. Heran deh
Tak lama kemudian Al mengingat mantan-mantannya yang pernah menjalin hubungan dengan distance yang begitu jauh, ya itu Nadia dia pernah ke prancis, Berlin. Dan merekapun terpisahkan di Berlin. Ya itu karena Nadia yang sudah menyelingkuhi Al dengan pria bule, dan kisah Al pun berujung di Berlin, ya Berlin. Ternyata Al pun kedatangan tamu, dan pengunjung hostel itupun tak asing oleh Al dan Bebi, yaitu Sari Desiana, yaitu mantan pertama nya Al, Dia seorang gadis unik, dia lebih mendahulukan traveling mengelilingi negaranya dahulu sebelum ke luar negri, ya beda jauh dengan Al.Mereka berpisah karena jarak, hm, why why? Kenapa harus jarak yang memisahkan? Entahlah si penulis hebat sekali mengatur alur ceritanya, proud of you ka’ Maher

Dan seketika Sari menjadi pengunjung hostel Al, rupanya tumbuh bibit-bibit ce el be ka, ya begitu kata Bebi. Ternyata benar, Cinta Al bersemi kembali dia menyatakan cintanya untuk kedua kalinya, ha? Lantas apa yang terjadi, Saripun menolak karena dia sering stalk dari note Facebook Al bahwa dia pernah berpacaran setelah menjalin hubungan dengan Sari., Dan Sari yakin Al belum bisa mup ong, eh mup on. Cinta Al pun ditolak Saripun terbang ke kota selanjutnya yang ia jelajahi. Dan disamping itu Al mengetahui bahwa Miguel ada hubungan dengan kakaknya Siska, ya ternyata benar. Setelah bercerai dengan suaminya Robert dan Siskapun mulai jatuh cinta pada Miguel. Sempat terdengar kabar bahwa Miguel tewas ketika menyelam, ternyata itu hanya kabar burung, bukan dia yang tewas ternyata ada Miguel lainnya, kasihan sekali. Miguel menyelampun itu hanya memotret keindahan bawah laut, keindahan yang belum ia temukan sebelumnya, ya itu yang Siska mau, dia mendapatkan keindahan itu untuk Siska sebelum mereka menikah. Dan akhirnya Al pun merestui hubungan Siska dan Miguel.
Al masih terbayang dengan Sari, saat bayangannya ke Sari ternyata musibah menimpa hostelnya, hostelnya terkena razia polisi karena beberapa bule dari negara asing terdapat membawa narkotika, dan kejadian inipun sebelum Miguel dan Sisaka menikah, dan Miguelpun lagi-lagi memberikan ide nakalnya untuk mengentikan penutupan hostel tersebut, dia membuat acara flashmob bukan dengan tarian gangnamstyle melainkan dengan tarian daerah khas Makassar dengan menggunakan kaos yang berbeda, agar dapat persetujuan hostel tersebut tidak ditutup, dan well lagi-lagi ide Miguelpun tercapai.
Cerita Sarip un masih berlanjut, ternyata dia salah satu finalis miss tourism Indonesia, waow. Bayangkan bagaimana hati Al tidak tercengang, hm lagi –lagi Al masih nekat menyatakan cintanya, dan ternyata Sari masih bersih keras dengan karirnya, Al pun bersedia menunggu yaa,, meskipun hubungannya tanpa label “ pacaran” . Gantung?? Iyesss, tapi Al masih berusaha, diapun datang ke Berlin ya Berlin dimana Al diputskan oleh Nadia, dia mendatangi Sari dan mengatakan cintanya di Welzeituhr, atau The Worl Clock. Dia berdiri di Jam bagian Jakarta atau Indonesia dan Sari berada di letak Jam Berlin dia mengartikan Al menjemputnya ke Berlin dari Indonesia dengan memutari beberapa pelanet Al pun menghampiri Sari di bagian Jam Berlin dan menapakkan satu lututnya di tanah sambil memberikan amplop yang berisikan foto-foto boneka yang ia foto dibeberapa daerah sambil memberikan boneka aslinya, dan tak lupa cincin berlian yang ada ditangan boneka tersebut Al berikan, awuooww Saripun tercengang, bengong, dan menjawab “ Yes I’ll marry you J”

Hm, bayangkan saja kisah Al yang rela menunggu beberapa tahun saja bisa tercapai sesuai rencana dan tidak ada sad ending di akhir tapi happy ending, Banyak sekali pelajaran hidup yang terdapt dalam buku Rhapsody ini.
· “Mengapa menggunakan kata 'jatuh'? apakah karena ketika kita merasakan cinta, kita tidak bisa mengendalikan diri? Apakah sebaiknya kita pasrah saja ketika 'jatuh' dan menunggu sampai terbentur di dasar?” – Page. 135

· Complications ; Tell me you love me, come bck nd haunt me. Oh let’s go bck to the start
THE SCIENTIST (COLDPLAY) P: 139

· “,,,, kamu masih memiliki “ Tembok Berlin” didalam hatimu. Sebuah tembok yang menghalangimu melangkah ke masa depan dan memaksamu untuk hidup di masa lalu” P ; 195
· “Tidak ada orang yang bisa merencanakan kapan dirinya harus jatuh cinta. Cinta itu terjadi begitu saja.” – Page : 225

· “ I don’t need a man who loves me, if I need another man, all I need is a man who wants to go distance for me” P : 262


bahkan ini adalah awal cerita dari cerita yang baru bahagia, gimana? Udah punya tissue buat nangis bahagia?


Hei, di sebelah dunia mana kau sedang berada?

Sudah bertahun-tahun kau dan aku mencari arah
Berkali-kali jatuh cinta pada selatan.
Menaruh keraguan pada barat.
Terus menunggu isyarat timur.
Hingga utarapun sudah tak lagi kita percaya.

Sudah kujejaki banyak kisah, kutemui pula banyak luka.
Ternyata, pada kisah lalu milik kitalah harapan itu tetap ada.

Masih adakah kau dan aku berjalan?
Atau, kali ini, mungkin pula akan menjadi jawaban.


Mungkin saya salah satu readers yang membaca karya bang Mahir ini, baru pertama kalinya saya membaca karyanya bahasanya bagus, enak dibaca dan mudah dipahami. Semoga bang Mahir tidak cepat mup ong dari karya-karyanya dan selalu berbagi ilmu dengan calon penulis lainnya.
Profile Image for Yunita Suwitnyo.
23 reviews3 followers
December 29, 2017
Punya novel ini udah beberapa tahun, tapi baru menyelesaikan baca hari ini. Pembatas bukunya masih setia di sekitar halaman 100 saat aku memutuskan untuk lanjut membaca.
Entah aku yang terlalu emosional atau bagaimana, tapi cerita ini sangat memotivasi aku. Kondisi Al di sini serupa tapi tak sama dengan kondisiku. Cerita ini mengingatkanku bahwa menjadikan hobi sebagai pekerjaan adalah hal yang sangat menyenangkan, tapi bukan berarti mudah.
But, I shouldn't give up on my dreams that easily....
Dan... harus selalu percaya pada kekuatan impian.
Ada lagi kata-kata yang menyentil hatiku, "Berhasil atau tidak, cinta itu selalu layak diperjuangkan."
Last but not least...
Ahahaha~ kata-kata di akhir buku ini bikin aku mikir... Will he travelled the world for me?
"Do you know what happens if you travelled the world for a woman? Then the woman becomes your world."
Profile Image for Aliftya Amarilisyariningtyas.
113 reviews7 followers
September 21, 2014
“Dan pada akhirnya, setiap pulang ke rumah dari sebuah perjalanan, kamu akan kembali sebagai seseorang yang berbeda.”


Cerita –baik fiksi maupun non-fiksi, yang mengisahkan tentang perjalanan selalu membuat batin saya bergejolak begitu hebat. Bukan maksud hiperbolis. Saya serius. Ini sungguh-sungguh.

Membaca kisah mengenai perjalanan membuat saya merasa seakan sedang mengikuti sebuah tour yang dipandu oleh si Penulis sendiri. Kecintaan saya pada travelling yang sedihnya sering sekali terkendala dengan urusan bujet membuat saya cukup merasa bahagia, meski hanya mampu melakukan perjalanan pada taraf masih membaca saja.

Begitulah kiranya yang saya rasakan setelah membaca Rhapsody. Saya seakan diajak untuk ikut serta dalam tour keliling ke beberapa negara di Eropa sana. Mengasyikan!

Pada intinya novel tersebut mengisahkan tentang Al dan Hostelnya. Cerita yang digambarkan pada novel tersebut sebetulnya biasa saja. Sederhana dan ringan, kalau boleh saya bilang. Namun, begitu memasuki pertengahan cerita, si Penulis pun mulai memainkan emosi-emosi para pembaca. Malah kalau saya bilang, Penulis cukup berhasil untuk memainkan emosi-emosi para pembacanya. Tak hanya emosi bahagia saja, emosi marah, jengkel, bahkan sedih –yang pada akhirnya membuat saya tidak tahan untuk membendung lagi air yang telah bertengger di pelupuk mata, juga berhasil dibangun dalam kisah yang ditulis oleh Mahir ini.

Selain itu, menurut saya permainan alur maju-mundur yang digunakan di dalamnya pun sangat pas –terlepas dari faktor bahwa saya memang lebih menyukai cerita yang beralurkan maju-mundur. Satu hal lagi yang menurut saya menjadi poin + dari novel ini, yakni twist-nya. Pada pertengahan menuju akhir, saya merasa ‘terbodohi’ karena ikut terbawa alur dan mempercayai jalan ceritanya begitu saja. Twist yang dilakukan oleh Penulis disini sangat berhasil –setidaknya bagi saya sendiri.

Overall, bagi saya kisah pada novel ini cukup seru untuk dibaca. Setidaknya cocok untuk dijadikan pengobat rasa sedih karena belum bisa untuk travelling keliling Eropa.

Selamat membaca!
Profile Image for Via Rizky.
56 reviews
June 28, 2015
Finally selesai juga baca novel ini. Sebenernya buku ini udah dibiarkan "lumutan" ada sebulan kali ya setelah dipinjemin Rizka. Thankies :*
Tapi dua hari udah kelar~

Amazing!!! Bikin pengen ke Makassar *nggaya, Jawa Tengah aja belum ada 1/4 yang dikunjungin* T_T
Novel ini menggali *apasih* keindahan Indonesia banget. Serasa ajakan buat membuka mata kalo negara kita ini bener-bener surga cuma kita yang sama sekali ga menyadari.
Novel ini sekaligus ngebuat aku pengen melayang ke Berlin, Kopenhagen, Praha. Pokoknya semua tempat amazing yang ada di novel ini :p

Sayangnya masalah yang menurutku "banyak banget" di novel ini bikin aku agak bosen bacanya. Endingnya super duper sweet. Hoho.
Btw, ini pertama kalinya aku baca novel karangan cowok dengan tokoh utama cowok juga :)) Good job, Kak Mahir!!!

Thanks Rizka udah minjemin ini :*
Profile Image for Ruly Marifanti.
61 reviews20 followers
August 10, 2016
Bacaan penutup di 2013. Puas banget setelah ada tulisan "The End".

Suka sama nama tokohnya: Abdul Latif. Membumi banget, gak kayak kebanyakan novel lain yang bikin nama tokoh unik nan susah di ingat.

Aku paling suka sama Bebi a.k.a Bambang, dialognya biking oran ngakak hahaha :v

Banyak kejadian-kejadian yang terduga, tapi gak terduga. Maksudnya, aku udah ngira kejadiannya bakal kayak gitu, tapi ada tambahan kejadian yang cukup bikin terkejut.

Terus, foto-foto di belakang itu keren banget! Seolah-olah sengaja di ambil memang buat melamar Sari.

Aaak pokoknya suka banget sama novel ini :D
Profile Image for Ayuni Kartika.
3 reviews
July 21, 2014
karena buku ini pinjam dari teman jadi aku bacanya lamaan supaya buku ini bisa ada di mini library aku haha. great story banget, dari semua novel yang aku baca mungkin novel inilah dengan bahasa yang paling banyak wow keren banget. berhubung aku juga orang sul-sel jadi kebawa suasana bahasa makassarnya yang oriental banget. aku kasih 4 dr 5 bintang karena alasan* diatas. terus berkarya !
Profile Image for Astari Ramadhanti.
3 reviews
July 25, 2015
not to bad.. tengah cerita agak sedikit terlalu sinetron yah, tapi dominan bagusnya sih, ada humornya pula..
karna settingannya di makassar jadi lumayan bisa bayangin skenarionya gimana.. ditambah cerita perjalanan luar negeri lainnya jadi bumbu bumbu yang segar buat novel ini, bukan hanya kisah percintaan yang ditonjolkan :))
cheer up :D terus berkaya !
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
June 1, 2015
Makassar Paradise adalah impian terbesar Abdul Latief, atau biasa dipanggil, Al. Pada usia ke dua puluh enam dia sudah menjalankan bisnis hostel sendirian, tidak mudah karena seperti perjalanan bisnis lainnya, ada kalanya mengalami pasang surut. Dulunya, Makassar Paradise adalah hotel murahan peninggalan sang ayah, setelah meninggal hotel tersebut terbengkalai dan dari sanalah tercetus ide untuk merombak hotel tersebut menjadi bisnis minimalis yang bisa ditangani Al sendiri, karena bagaimana pun hotel tersebut sangat berjasa bagi Al dan tidak ingin membuangnya begitu saja. Tiga bulan pertama dibuka hostel tersebut sangat sepi bahkan ada kejadian yang sedikit mencoreng nama Makassar Paradise. Kesimpulan Al mengatakan kalau masyarakat Indonesia masih asing dengan konsep menginap di hostel, di mana masih segan menginap satu kamar dengan orang asing, padahal, lebih murah menginap di hostel daripada di hotel, selain itu kalau menginap di hostel kita bisa lebih akrab dengan penginap yang lain. Sampai suatu hari, ada dua orang yang sangat berjasa bagi Al dalam memajukan bisnis hotelnya, Bebi dan Miguel.

"Iya, tapi tetap saja, ada sensasi luar biasa yang setiap traveler akan dapatkan dengan menginap di hostel. Kamu pernah menginap di hostel, kan? Tempat para traveler muda dan tua berkumpul, berinteraksi satu sama lain. Bertukar pengalaman dan informasi tentang berbagai destinasi menarik. Dan, yang tidak boleh terlupakan, hostel adalah tempat bagi mereka untuk bertukar mimpi. Ini tidak akan kau dapatkan jika menginap di hotel. Di hotel, tamu yang menginap hanya check-in, menghabiskan sarapan, lalu keluar melihat-lihat kota, sementara room service menganti handuk dan seprai di kamar mereka. Pada malam hari, mereka pulang dan esok paginya mereka check-out. Tidak ada nilai kemanusiaan maupun interaksi antar pelancong di situ. Trust me, your city here, Makassar, needs a hostel. And you are the asnswer it!"

Bebi adalah tangan kanan Al, dia yang mengurusi semuanya, mulai dari resepsionis sampai menyapu dan mengepel kamar-kamar hostel, ya, dia sendirian yang melakukan itu, karena yang bekerja di hostel berlantai empat, enam belas kamar dan masing-masing kamar diiisi oleh empat tempat tidur susun itu hanya ada Al dan Bebi. Bebi sendiri adalah mantan pegawai di salon kakaknya, Siska. Dia adalah lelaki gemulai yang kalau berbicara sangat kental dengan dialeg okkots, selain dengan nada kemayu tentunya. Okkots adalah gaya berbicara khas orang Makassar, dengan menambahkan huruf -g di belakang sebuah kata yang seharusnya cukup berakhiran -n sehingga kata itu menjadi -ng, begitu sebaliknya (misal; ikan menjadi ikang, ujung menjadi ujun). Dan orang kedua yang berperan penting dalam hidup Al adalah Miguel Carrion. Dia adalah lelaki Spanyol yang datang ke Makassar khusus untuk menemui Al, padahal Al sebelumnya tidak pernah bertemu dengannya tetapi Miguel tahu tentang dirinya. Al dulu pernah menolong orang yang sangat disayangi Miguel dan dia ingin membalas budi, langkah yang diambil adalah membuat Makassar Paradise menjadi terkenal dan ramai, berkat ide-idenya, impian Al mendirikan hostel terkenal nyaris tercapai, nyaris.

Mungkin cerita ini terlihat sederhana, tentang impian seorang anak muda, tetapi itulah lihainya Mahir Pradana, di tengah-tengahnya dia menyisipkan berbagai macam karakter, konflik dan cerita lain. Seperti yang dikatakan penulis dalam ucapan terima kasih, awalnya dia ingin menulis sebuah buku tentang perjalanan sekaligus tentang kampung halaman, di tengah pengerjaannya dia banting setir mengubah cerita dari non fiksi tersebut menjadi fiksi. Sehingga, buku ini adalah perpaduan antara 60% fiksi dan 40% fakta. Kalau tebakan saya yang nyata itu adalah info tentang Makassar (di mana penulis memang lahir di Makassar) dan beberapa kisah perjalanan di Eropa seperti Madrid, Kopenhagen, Praha, Paris, Berlin (melihat penulis mempunyai hobi travelling dan sedang menempuh study di Swiss, lokasi yang tidak jauh dari kota tersebut).

Apakah ada bagian yang aneh karena cerita yang dirombak tadi? Ini adalah kelebihan lain dari penulis, caranya bercerita. Dengan mengunakan alur flashback kita dibawa ke kenangan Al pada masa lalu yang kemudian membawa kita ke seseorang atau tempat yang berhubungan. Seperti ketika Al menginggat kapan bertemu dengan orang yang sangat disayangi Miguel kita dibawa ke Berlin, ketika Al bercerita tentang rasa kehilangan yang begitu dalam karena dikhianati Nadia, kita akan dibawa serta saat Al menginggat kembali tur keliling Eropa bersamanya, membawa kita menikmati indahnya kota Madrid, Kopenhagen, Praha dan Paris. Dengan semua cerita tambahan yang disajikan secara flashback, pergantian alurnya begitu mulus, tidak ada bagian yang aneh atau nggak cocok, malah membuat saling berkaitan.

Untuk karakternya sendiri, hampir semuanya berperan penting dan memorable. Al yang pembawaannya santai dan menyenangakan, sangat bersemangat mengejar mimpi. Bebi yang selalu siap membantu dan tegar akan sikap remeh orang terhadap dirinya. Miguel yang penuh ide cemerlang tetapi menyimpan sebuah rahasia dari Al. Siska yang tidak mempercayai cinta bahkan sempat berkeinginan bunuh diri. Sari, cinta pertama Al yang tiba-tiba membuat galau dan resah hati Al. Simon si tour guide yang geeky dengan cara bicaranya yang aneh (pas Al mewawancarai Simon, kita jadi tahu sedikit sejarah tentang Makassar dan obyek wisatanya), bahkan Nadia sekalipun yang membuat kadar romansa di buku ini cukup mempunyai porsi. Tema utama buku ini memang bukan sekedar tentang move on dan cinta lama bersemi kembali, tetapi lebih dari itu. Tentang mengapai impian, perjalanan hidup, persahabatan, kepercayaan, dan keluarga. Sebagai tambahan, kita jadi tahu seluk beluk tentang hostel dan kota Makassar.

Mungkin ekspektasi saya terlalu tinggi, tidak ada bagian yang sangat saya sukai di buku ini dan itulah kekurangannya. Saya sangat menyukai Here, After, membuat Mahir Pradana menjadi salah satu penulis yang bukunya wajib saya punya, saya mengikuti setiap goresan tangannya, bahkan cerpennya di antalogi Menuju(h) dan Dongeng Patah Hati. Selalu ada bagian yang memorable, salah satu ciri tulisannya adalah dia selalu menyisipkan buku, film atau band favoritnya. Seperti di Here, After dia bercerita tentang buku Fahrenheit 451 di mana tokohnya berkenalan dengan menyebutkan judul dan penulis buku, di cerpen Moonliner dalam buku Munuju(h) ada percakapan yang membahas buku Here, After dan bagian paling favorit di chapter karakter bisu, di cerpen Ulang Tahun ke-17 dalam buku Dongeng Patah Hati saya tersentuh ketika tokohnya menyanyikan lagu Winter Winds milik Mumford and Sons. Semua informasi tambahan tersebut malah membuat cara berceritanya semakin menarik dan membuat saya penasaran untuk mengetahui versinya langsung. Di buku ini pun Mahir masih menuangkan kebiasaannya, giliran Coldplay yang menjadi sorotan, begitu juga dengan film Field of Dreams sayangnya hanya menjadi selewat saja. Mungkin karena banyaknya tema cerita yang diambil penulis sehingga tidak ada yang benar-benar menjadi fokus utama (cerita Makassar Paradise sedikit dominan).

Dan kekurangan kedua adalah adanya salah cetak. Kesalahan ini benar-benar membuat mood saya hancur ketika awal baca, saya jadi sedikit malas melanjutkan dan menganti bacaan dengan buku lain, gimana tidak? Kesalahannya cukup fatal. saya tuliskan halamannya secara urut, keanehan mulai terjadi dari halaman 73, 265, 76, 77, 272, 269, 80, 81, 276, 273, 84, 85, 280, 277, 88, seterusnya udah bener. 15 halaman ilang! Banyak banget kan? Saya jadi kehilangan banyak cerita dan Lesson of Life no. 4 :( padahal bagian itu yang menjadikan buku ini quoteable :( :(. Yah semoga hanya saya yang mengalami ini.

Mengabaikan semua kekurangannya, saya tetap merekomendasikan buku ini, bagi siapa saja, bagi yang belum pernah baca tulisannya Mahir Pradana, buku ini bisa menjadi perdana. Percaya deh, begitu kamu merasakan tulisannya, kamu akan ketagihan, selanjutnya coba baca Here, After, dijamin langsung kesemsem, jangan lupa baca cerpennya juga yang nggak kalah magis.

Buku ini bercerita tentang kisah perjalanan hidup anak muda yang ingin mengapai impiannya beserta lika liku hambatan di dalamnya, menemukan persahabatan, cinta yang baru dan pentingnya sebuah arti keluarga.
"Orang bijak selalu mengatakan, sebelum memulai sebuah perjalanan, anggaplah dirimu sebagai sebuah stoples kosong. Lalu, dari setiap tempat yang kau kunjungi, ambillah apa pun yang bisa kau ambil. Pergunakan semua indramu untuk mengisi stoples itu. Jadi, ketika pulang ke rumah, stoples itu akan penuh oleh berbagai macam hal berbeda yang telah kau koleksi dari setiap perjalananmu."
3.5 sayap untuyk Para Para Paradise :D


review lengkap http://t.co/Kqt179yWbH
Profile Image for Anisa Ningtias.
88 reviews
July 24, 2020
"Apa sih yang dimaksud jatuh cinta? Mengapa menggunakan kata jatuh? Apakah sebaiknya kita pasrah saja ketika jatuh dan menunggu sampai terbentur di dasar?" p.135
.
📕 Rhapsody
✏ Mahir Pradana
📚 Gagas Media
⌛2013
322 p.
.
Bagaimana rasanya berpegang pada mimpimu?
.
📝Hal pertama ketika baca buku ini, aku disambut dengan Abdul Latif, panggil saja Al, yang sedang mewujudkan mimpinya, yaitu mempunyai hostel. Berbekal hotel "Makassar Paradise" lama ayahnya yang sudah tak terurus, ia menyulapnya menjadi hostel & memulai mimpi itu.
.
📝Dibalut dengan kisah cinta dan persahabatan. Tentu saja, tak selalu berjalan mulus. Suatu hari, datanglah Miguel dari Spanyol membawa angin segar bagi hostel milik Al. Juga Sari yang membuat Al mulai menyembuhkan lukanya. Lalu, semuanya perlahan membaik.
.
📝Novel ini mengambil setting utama di Makasar, seperti nama hotelnya. Eits, tapi nggak cuma disuguhkan oleh keindahan kota Makasar saja, karena novel ini jg menceritakan kisah Al saat mengelilingi dunia bersama mantan kekasihnya, Nadia.
.
📝Personally, aku suka sama setting yg diambil. Buat orang yg juga pengen traveling ke luar negeri tapi belum kesampaian, ini lumayan bikin bisa mengobati 😁
.
📝Aku juga suka banget gaya nulisnya Mahir. Menurutku ide ceritanya fresh. Diksinya yang dipake juga bagus. Untuk alur ceritanya maju mundur tapi tetep enak bacanya. Dari adegan satu ke adegan lainnya bener-bener smooth. Aku baca ini sekali duduk aja saking asyiknya. Menurutku pemilihan font yg berbeda saat perpindahan waktu sangat berpengaruh. Good job 👍
.
📝Karakter d i novel ini sangat beragam. Ada Al, tokoh utama yg yakin dengan mimpinya. Sari yg humoris, Miguel yg out of the box, Bebi yg rajin, sampai Simon yg lucu. Mereka saling melengkapi 😍 tapi karakter favorit aku ya Al itu sendiri. Bagaimana dia selalu punya cara untuk kembali meraih mimpinya dibantu oleh teman2nya ini. 😭 Utk endingnya sendiri, lumayan bisa ketebak sih.
.
📎Overall, aku bakalan rekomendasiin novel ini buat remaja, yg mungkin masih senang-senangnya bermimpi. We just really need to hang on to your dream to make it real. And I really want you to not give up on your dream. Al contohnya. He never give up & he made it.

Btw, aku penasaran sama arti rhapsody, dan akhirnya aku cari. Ternyata artinya adalah kegembiraan. Maybe, Mahir menyebut usaha keras untuk mewujudkan mimpi adalah sebuah kegembiraan? Bagaimana menurut kalian?
.
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
June 3, 2018
Buku Mahir yang lain yang pernah saya baca adalah Here After dan karya duetnya bersama Nina Ardianti yaitu Sunset Holiday. Dan di antara keduanya, Sunset Holiday bahkan masuk ke dalam salah satu buku yang berkesan buat saya.

Di Rhapsody, saya nggak dapat sesuatu yang meletup-letupkan saya, baik ketika membaca maupun sesudahnya. Rhapsody terasa datar, buat saya. Tapi saya suka penokohan yang dijabarkan penulis, terutama untuk karakter Miguel dan karakter Bebi. Tokoh utama cerita ini sendiri, yaitu Al, entahlah saya justru merasa dia too good to be true. Penggambaran Al terlalu sempurna sehingga jadi berkesan impossible. Ibarat jus buah, tokoh Al adalah adalah jus buah yang kebanyakan gula, terlalu manis sampai kamu nggak bisa lagi menikmatinya.

Oh ya, one point left, entah kenapa saya lebih senang kalo Al sama Nadia daripada sama Sari. Mungkin karena penokohan Nadia meski sepintas, lebih nyangkut ke saya ketimbang Sari meskipun eksplanasi karakternya lebih panjang
Profile Image for Muhammad Rezky.
28 reviews3 followers
December 8, 2013
Peringatan: Saya adalah penulis review yang buruk karena tidak bisa menahan diri, jadi harap maklum jika tulisan ini full spoiler. Resiko ditanggung sendiri.

Saya tidak bisa memungkiri bahwa awalnya, saya skeptis terhadap buku ini. Sempat terpikirkan di kepala, bahwa Rhapsody hanya akan menyajikan sebuah kisah cinta yang biasa, dengan drama ala novel-novel pop lainnya yang membanjiri pasaran. Pada akhirnya saya tetap membeli buku ini karena saya penasaran ingin membaca karya Daeng Mahir, sosok yang saya kenal lewat dunia maya karena sama-sama menulis di Bolatotal (dan sempat bertemu dan mengobrol langsung ketika ia berkunjung ke Jakarta beberapa minggu lalu).

Tentu saja, saya salah.

Nyatanya, 'Rhapsody' memiliki tema yang memikat yang dibalut dalam kisah yang amat menarik dan dijahit dengan amat baik oleh Mahir. Novel ini tidak sekedar mengisahkan kesombongan ala traveller seperti buku-buku travelling, bukan juga novel cinta biasa yang bisa kita temui dalam drama fantasi anak muda. Lebih dari itu, 'Rhapsody' mengisahkan mengenai impian dan kekuatan keyakinan, dan semua itu disajikan dengan baik sehingga pada akhirnya, bagi beberapa orang, kisah di dalamnya bisa memberikan inspirasi yang amat positif.

Bagi saya pribadi, daya tarik utama dari novel ini, yang membuat saya sulit melepaskan pandangan dari deretan teks di dalamnya sehingga saya bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu beberapa jam saja, adalah kisah mengenai Abdul Latif yang membuka hostel di pinggir Pantai Losari di Makassar. Bagi traveller kere hore, kata 'hostel' memang menyimpan makna yang mendalam karena dalam perjalanan setiap pejalan dengan bujet terbatas, hostel bukan hanya sekedar tempat peristirahatan ketika melakukan perjalanan untuk memenuhi gejolak keinginan melihat dunia luar. Hostel adalah tempat pertemuan dengan mereka yang asing, tempat para pejalan berbagi kisah perjalanan, berbagi pengalaman. Terkadang, hostel justru bisa menghadirkan sebuah kisah yang jauh lebih bernilai dibandingkan pengalaman melihat-lihat tempat-tempat terkenal dan ikonik di suatu tempat dan berfoto didepannya. 'Rhapsody' dan kisah lika-liku kehidupan hostel "Makassar Paradise' mengingatkan saya lagi akan hal tersebut.

Kehidupan hostel yang khas memang jadi inti cerita dalam novel ini. Dengan sangat baik, Mahir menceritakan bagaimana Al mewujudkan impiannya (dan impian ayahnya) dengan membangun hostel dengan kemampuan seadanya, bagaimana hostel Makassar Paradise mengalami momen-momen indah setelah kedatangan Miguel, bagaimana hostel ini mempertemukan banyak orang dari berbagai latar belakang negara dan budaya, bagaimana drama mulai terjadi dan cobaan datang silih berganti, dan bagaimana tokoh-tokoh di dalam kisah ini bangkit untuk mempertahankan impiannya masing-masing.

Ketika membaca novel ini, saya teringat dengan hostel-hostel di beberapa negara ASEAN yang pernah saya singgahi, sebagian besar bersama kedua teman saya, Niken dan Uli, dalam perjalanan empat negara pada Januari 2013 yang amat berkesan itu. Novel ini juga membuat saya teringat pada cita-cita Uli, yang memang sudah lama memimpikan untuk mendirikan dan mengelola sebuah hostel di Indonesia, sama seperti Al di dalam 'Rhapsody'. Sebuah impian yang juga pernah menular pada saya, terutama setelah melihat fakta bahwa di Indonesia, penginapan berjenis hostel, yang memiliki kamar yang berisi banyak orang karena menggunakan 3-4 tempat tidur bertingkat, adalah hal yang masih sangat asing. Saya sendiri belum pernah menemukannya, bahkan di Jogja yang memiliki jumlah hotel/penginapan yang begitu banyak (Ada yang pernah menemukan penginapan berjenis hostel di Indonesia? Tolong beritahu saya).

Novel ini juga mengingatkan saya pada unek-unek yang sempat saya sampaikan pada Faisal, teman SMA saya di Jogja, soal bagaimana minimnya informasi mengenai penginapan-penginapan di Indonesia di dunia maya. Mencari hotel/penginapan murah di Indonesia yang bisa kita booking lewat mesin pencari hotel terkenal seperti Agoda atau Hostelworld adalah hal yang amat susah dilakukan, menunjukkan bagaimana lemahnya manajemen penginapan-penginapan murah di Indonesia dalam memanfaatan internet sebagai media pemasaran penginapan mereka. Dalam 'Rhapsody', memang sempat dikisahkan bagaimana hostel milik Al baru mengalami perubahan nasib setelah ia bergabung dengan Hostel Universe, sebuah situs yang berisi informasi mengenai hostel-hostel murah di seluruh dunia - barangkali sejenis Agoda.

Tetapi yang terpenting dari novel ini adalah: Mahir mengingatkan bahwa bentuk penginapan murah seperti ini memang masih asing di Indonesia, tetapi memiliki potensi pasar yang luar biasa. Dan meski kita memiliki adat ketimuran yang selalu kita agung-agungkan itu, hostel toh tetap bisa hidup, meski, tentu saja, ada resiko-resiko yang harus dihadapi seperti kasus yang sempat dialami oleh Makassar Paradise dalam novel ini.

Pada akhirnya, harus diakui bahwa 'Rhapsody' berhasil membangkitkan kembali impian saya untuk mendirikan hostel di Indonesia - sebuah impian yang, harus saya akui, saya contek dari impian indah Uli. Dan bagi saya, ini adalah bagian terpenting, dan paling bernilai, dari novel 'Rhapsody' ini.

Catatan: Tentu saja ini bukan novel yang melulu membahas soal hostel saja. Kisah cinta di dalamnya juga cukup indah dan disajikan dengan menarik dan kreatif, tetapi karena saya pribadi lebih tertarik pada aspek perhostelan yang diceritakan dalam novel ini, saya lebih berfokus membahas soal bagian itu (selain juga karena saya sudah terlalu terpaku pada 'kisah cinta yang aneh' ala Haruki Murakami). Harap maklum.
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
October 12, 2018
Baguuuuus TT


Bagus. Suka bangeeet.

Banyak rekumen lagu dan film.

Trus, ugh,
Suka cerita patah hati-move onnya Al sama Nadia hhh

Mimpi ya.

Duh.

Jadi mikir banget mimpi w apaan ya.

Sari keren. Keren banget :')



Mas Mahir cakep banget nulis bukunyaa.

Saya mungkin Siska kali ya, kakaknya Al. Saya mirip dengan beliau. Agak pemarah gitu hhh.

Suka.

Baguuuus :')


This is what called falling in love, my dear little brother. Love never care about your past.


Suka!
Profile Image for ABO.
419 reviews47 followers
December 3, 2013


lagi-lagi dicopas dari blog pribadi: http://ariansyahabo.blogspot.com/2013...


“Well, sebuah cerita menarik tidak memerlukan nama karakter yang keren atau malah dibuat-buat. Let’s focus more on the story of my dream and not the story behind my name.”

Abdul Latif, atau nama kerennya: Al merupakan penggemar Coldplay. Punya kisah cinta masa lalu yang kelam. Dan seorang pemimpi. Dia berhasil mewujudkan mimpi besarnya untuk membangun sebuah hostel di Makassar, kota kelahirannya. Bangunan hostel itu dulunya adalah hotel milik almarhum ayah Al. Karena diwariskan kepada Al dan kakak perempuannya, maka Al memutuskan untuk merombaknya dari bangunan hotel murah di dekat Pantai Losari, menjadi hostel untuk budget traveler.

Tapi yang namanya mimpi pasti ada saja hambatannya. Hostel yang bernama Paradise Hostel itu jarang ada pengunjung. Selain itu datang juga hambatan dari kakak perempuan Al satu-satunya—Siska—yang masih saja berusaha membujuk Al untuk menjual saja bangunan itu.

Keajaiban pun datang. Seorang pria berkebangsaan Spanyol, Miguel suatu hari mendatangi Al. Usut punya usut Miguel merasa dia punya hutang budi pada Al atas kebaikannya di masa lalu. Berkat dukungan dan bantuan dari Miguel, Paradise Hostel mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal sampai wisatawan asing.

Dan lagi-lagi hambatan terkadang tak cukup hanya datang sekali. Selain itu Al juga dihadapkan dengan cinta lain di masa lalunya lagi.


“Begitulah wanita. Mereka selalu membuat kita menunggu.”


Buku ini merupakan buku yang sudah saya nantikan kehadirannya. Yeah bisa dibilang saya merupakan salah satu penggemar bang Mahir sejak membaca Here, After-nya dan cerpen-cerpennya di Menuju(h) dan Dongeng Patah Hati.

Serius saya tidak lagi peduli bentuk cover atau pun blurb buku ini. Melihat nama pengarangnya saja sudah membuat saya ingin membawanya pulang dari toko buku (tentu saja setelah membayar seelumnya, bisa dikejer mbak toko bukunya dong kalo main bawa pulang aja xD). Dan sekali lagi saya harus mengakui cover dari penerbit yang satu ini memang hampir selalu bagus sik, jadi cover (juga blurb-nya) menambah poin plus buku ini di mata saya.

Satu dari sekian banyak faktor yang membuat saya suka pada tulisan bang Mahir adalah dia selalu memberikan pengetahuan-pengetahuan menarik yang sama sekali belum saya ketahui. Pun begitu dengan buku ini. Saya suka sekali dengan pemaparan konsep tentang Banco de Favores. Jujur saja membuat saya jadi lebih bersemangat menabung ke Banco de Favores ;))

Selain itu keajaiban-keajaiban alias miracles yang terjadi di buku ini juga salah satu yang saya sukai. Membacanya membuat saya benar-benar percaya akan kekuatan dari hal yang bernama; percaya.

Tapi… sorry banget nih bang Mahir, buat saya pribadi Rhapsody tidak semenakjubkan Here, After. Salahkan saya yang susah mup ong xD

Poin lain yang saya suka adalah bagaimana bang Mahir menggambarkan kota Makassar tidak kalah eksotis dengan kota-kota lain di dunia (yang sukses membuat saya ingin berlibur ke sama xD). Dan saya merasa ‘tertampar’ ketika buku ini menyadarkan saya kalau sebenarnya tidak perlu menunggu pemerintah untuk mengenalkan tempat-tempat bersejarah atau tempat wisata di Indonesia ini. Toh kalau ada kemauan, kita juga bisa.

Hampir lupa, saya suka semua Lesson of Life-nya. Yang paling saya sukai sih #5 (Love is not an easy thing. Be prepared!), #6 (Everybody loves a joker, but nobody likes a fool.), #7 (Every dream has a deadline. Then a good dreamer must ignore the deadline.), #8 (There will always be trouble that makes you so angry that you want to burn the world down. But if the world is burned, where will you live?) dan #10 (The world is a compilation of dreams that have come true.). Tapi semuanya keren kok.

Spesial untuk bang Mahir, sukses untuk Rhapsody-nya dan saya akan selalu menunggu karya-karyamu. I am your number one fan *niru gaya Annie di Misery xD*.



MEMORABLE QUOTES:

“Inilah kelemahan orang Indonesia pada umumnya. Terlalu banyak pertimbangan sebelum bekerja. Belum melaksanakan kewajiban sudah menuntut hal.” – Hal. 96

“Mengapa menggunakan kata 'jatuh'? apakah karena ketika kita merasakan cinta, kita tidak bisa mengendalikan diri? Apakah sebaiknya kita pasrah saja ketika 'jatuh' dan menunggu sampai terbentur di dasar?” – Hal. 135

“Pada akhirnya, setiap pulang ke rumah dari sebuah perjalanan, kamu akan kembali sebagai seseorang yang berbeda.” – Hal. 155

“Dan, bahwa kenyataan adalah sesuatu yang bersifat oportunis. Kenyataan selalu mencari kesempatan dalam kesempitan. Kenyataan sellau siap mengambil alih jika kita sudah menyerah mengejar impian kita.” – Hal. 175

“Cinta itu hanya mengandung dua pengertian! Yang pertama hanya dongeng anak kecil. Yang kedua adalah kebohongan yang dipakai oleh orang dewasa untuk mendapatkan seks. Now, which one do you have?” – Hal. 212

“This is what is called falling in love, my dear little brother. Love never cares about your past.” – Hal. 224

“Tidak ada orang yang bisa merencanakan kapan dirinya harus jatuh cinta. Cinta itu terjadi begitu saja.” – Hal. 225

“You said something as if you have to choose one between love or dream. But for me, my dream is to have you as my love.” – Hal. 291

“Berhasil atau tidak, cinta itu selalu layak untuk diperjuangkan.” – Hal. 308



RATING 4/5
Profile Image for Gie.
149 reviews20 followers
June 15, 2014
*peringatan: ulasan yang saya ceritakan mungkin lebih personal dan tidak mengupas isi bukunya karena jujur saja, saya melakukan skimming juga skipping. tapi walau begitu, buku ini jadi berkesan buat saya.


ceritanya berawal dari hari jumat saat saya mengunjungi toko buku. saya jadi teringat ketika saya masih smp, saat hari jumat yang tentunya pulang cepat, saya sering mampir ke toko buku. saat itu saya belum maniak membeli buku, hanya suka melihat-lihat, menimang-nimang buku, lalu jika tertarik, saya membaca buku di tempat. yups, bahkan saya sering bolak-balik ke toko buku untuk menamatkan membaca satu buku. maka, demi mengenang saat-saat ketika saya smp, pada jumat itu saya kembali melakukan gerilya di toko buku, mencari buku yang akan saya baca di tempat. akhirnya, pilihan saya jatuh pada rhapsody. sebenarnya buku ini sudah saya incar sebelumnya (udah sempet baca-baca ulasan di goodreads), dan saya juga suka dengan buku pertamanya "Here,After", nah kebetulan ada buku rhapsody yang tidak terbungkus plastik, jadilah saya sambar buku ini. sempat menimbang-nimbang untuk membawa buku ini ke kasir, tapi mengingat betapa berdesakannya buku-buku di rumah dan masih banyak buku yang ingin dimiliki, maka saya memutuskan untuk membaca-baca dulu buku ini. daaan, buku ini berhasil membuat saya dua kali mengunjungi toko buku dan berdiri hampir dua jam untuk menyelesaikannya (baru kelar baca bukunya tadi sore, sekarang urut-urut kaki).


nah, mengenai buku ini... saya jadi ingin mengutarakan kriteria buat saya untuk menilai buku yang baik, yaitu salah satunya ketika membaca buku tersebut, kamu bisa mendapatkan / mempelajari sesuatu dari bacaan itu. di sini saya mendapatkan 'banyak' sesuatu itu: deskripsi tentang makassar yang emang dari dulu buat saya penasaran akan keindahannya (jadi inget pernah ngomongin makassar sama murid gara-gara ketemu teks deskripsi tentang makassar: katanya makanannya enak-enak? dan jadi pengin ke sana), juga tentang negara-negara eropa. belum lagi tentang impian, cinta, dan realita. suka dengan the way he wrote this novel: novel ini bercerita tentang impian, tapi tak hanya bisa menyuarakan bagaimana semangatnya mengejar impian, juga diceritakan bagaimana saat impian itu terhalang sesuatu dan membuat pupus harapan, lalu gimana bisa mewujudkan impian itu lagi. sukanya itu karena sekali pun novel itu fiksi, tapi fiksi itu merefleksikan suatu realita. belum lagi twists di novel ini : konfliknya tuh pas dan muncul di saat yang tepat. asoy deh pokoknya.


ohya sebelum membaca buku ini, saya mengunjungi blog penulisnya dan juga blog tentang novel ini: mphostel.blogspot.com
dan saya bisa jamin, juga Mahir yang bilang, kalo tokoh Al ini sesungguhnya Mahir banget, hanya saja dibumbui konflik-konflik rekaan Mahir (tapi gak tau deh ya perihal cintanya *eeh*). mungkin Mahir juga punya impian buat ngebangun hostel di makassar (i support that!). itu juga nama hostelnya : MP Hostel - Makassar Paradise Hostel, dan MP bisa juga jadi kependekan dari Mahir Pradana.


untuk buku yang saya baca secara cepat kilat, buku ini sesungguhnya worth it to have! apalagi buat kamu yang punya impian dan lagi ngerasa buntu, semacam 'dunia sedang tidak berpihak padamu', bisa banget baca buku ini. sukses deh buat Mahir! ditunggu buku berikutnya: football traveling ;)
Profile Image for Tammy Rahmasari.
Author 1 book32 followers
August 12, 2014
Abdul Latif atau Al mencoba meneruskan bisnis hotel yang dulu ayahnya bangun dengan menggantinya menjadi hostel. Lokasi bangunannya yang berada di dekat Pantai Losari menjadi alasan Al untuk membuat Paradise Hostel menjadi sebuah hostel. Dan berbekal pengalamannya saat keliling Eropa bersama mantan pacarnya, hostel memang dibutuhkan untuk yang ingin mendapatkan harga penginapan murah dengan tambahan bisa mendapatkan teman sepenginapan yang berbeda daerah atau negara untuk bertukar cerita.

Beberapa bulan pertama usaha hostel Al memang begitu-begitu saja dan tamunya pun tidan begitu banyak. Sampai suatu waktu... seorang pria asal Spanyol yang bernama Miguel Carrion datang. Miguel memberikan ide-ide menarik dan membantu Al untuk mengenalkan hostelnya kepada para wisatawan yang mengunjungi Makassar.

"Takdir membawaku ke sini. Terus terang, aku pun tidak mengerti. Tapi, bermodalkan keyakinan dalam hati, aku memilih jalanku. Dan, semuanya harus dimulai dengan membalas budi kepadamu. That's why I'm here."

Alasan kedatangan Miguel pun sempat dipertanyakan oleh Al. Al meragukan alasannya hanya sebatas membalas budi karena dulu Al pernah membantu almarhum ibunya saat di Berlin. Semakin majunya usaha hostel Al, membawanya kembali pada kenangan lima tahun lalu saat ia masih berpacaran dengan Sari Desiana. Kini ia bertemu Sari lagi, dan di saat yang sama ia merasakan rasa cintanya pada Sari kembali hadir.

"Orang bijak selalu mengatakan, sebelum memulai sebuah perjalanan, anggaplah dirimu sebagai sebuah stoples kosong. Lalu, dari setiap tempat yang kau kunjungi, ambillah apa pun yang bisa kau ambil. Pergunakan semua indramu untuk mengisi stoples itu. Jadi, ketika pulang ke rumah, stoples itu akan penuh oleh berbagai macam hal berbeda yang telah kau koleksi dari setiap perjalananmu." - hal. 154

Saya memilih buku ini random saat Linda bilang saya boleh memilih satu buku karena mengikuti Read-a-Thon yang digagasnya pada bulan Desember 2013 lalu. Saya iseng saja memilihnya, karena jujur saya suka dengan sampul depan bukunya. Kalau urusan blurb sih, isinya abu-abu seperti khas Gagas biasanya. Gak bisa menjelaskan isi dari buku tersebut. Dan kebetulan juga, saya belum pernah membaca buku Mahir Pradana sebelumnya.

Dalam kata pengantarnya, Mahir mengatakan bahwa awalnya ia ingin membuat catatan perjalanannya ke dalam buku ini. Namun, akhirnya ia merombak draft yang dibuatnya menjadi buku fiksi yang sebagian berisi tentang perjalanannya. Hal ini yang membuat saya bertanya-tanya sepanjang saya membaca bukunya. Kira-kira, bagian mana ya yang jelas-jelas dialami oleh Mahir? :D

Rhapsody ini mengambil sudut pandang orang pertama tunggal (Al) dengan alur maju dan mundur. Alur mundurnya cukup mudah dicerna karena di saat cerita dari masa lalu Al diangkat, Mahir selalu menuliskan tanggal kejadiannya. Prolog dalam buku ini sukses membuat saya penasaran akan isi bukunya. Diceritakan bahwa teman Al, Miguel meninggal karena kecelakaan di laut. Mulai dari situ, Al menceritakan bagaimana ia pertama kali bertemu dengan Miguel, pertemanannya dengan Bebi, hubungan keluarganya dengan Siska, masa lalunya dengan Nadia, dan juga CLBK-nya dengan Sari.

Review lengkap di sini: http://teatimeandbook.blogspot.com/20...
Profile Image for Laras.
160 reviews
May 31, 2014
Saya sudah lama penasaran dengan buku ini. akhirnya saya punya kesempatan juga membacanya, dengan meminjam punya teman. hehehe.

Makassar Paradise itu beneran ada ga sih? Someday kalo saya pergi ke Makassar dan hostel itu beneran ada, saya pengen banget nginep di sana. Kayaknya homey banget. Bisa kenalan sama bule juga #hobi. Kalo dari segi cerita, i like it. Entah gimana, saya udah bisa nebak kalo di awal hahaha, tumben.



The point is, don’t stop dreaming. When you can’t reach your dream then you still have a time for make it come true. The other quoteyang saya suka itu, ga sama persis ya, intinya setiap hal selalu berakhir dengan baik. Kalau itu tidak berakhir baik, maka itu belum berakhir.

I love this book. Begitu orisinal, begitu memikat, begitu Indonesia dan internasional di waktu yang bersamaan. Tambahan, saya suka novel-novel yang mempunyai unsur knowledge. Disini saya bisa mendapatkannya sekaligus tentang tempat-tempat menarik di Indonesia maupun dunia, tentang berbagai ragam karakter orang dari macam-macam negara, dan menyangkut tentang pemberian inspirasi dan motivasi kepada saya untuk bisa mulai menulis novel.
7 reviews2 followers
January 9, 2014
Kedua kalinya aku salah menilai cover dan sinopsis buku errrr......
Awalanya aku mikir buku ini pasti isinya full romance yang penuh rasa haru dan cinta pasti isinya bener-bener serius. TAPI SALAH SAUDARA-SAUDARA!!!
Tapi untungnya aku gak salah nilai author ini, aku tahu pasti cerita ini akan terasa "hidup". Aku pertama kali tau Mahir Pradana dari novel kumpulan cerpen "Dongeng Patah Hati"

Opening buku ini di ceritakan ketika Al (Abdul Latif) si cowok single ready to mingle (eh udah gak single lagi deng) berusaha membangun kembali gedung hotel lama milik ayah satu-satunya menjadi hostel yang dinamakan "Makassar Paradise" dan ternyata alasan nama hostel tersebut di beberkan kepada pembaca oleh Sari (siapa tuh???).

Tujuan dia membangun hostel karena masa lalunya yang senantiasa travelling keluar negeri yang baginya membangun hostel itu selain lebih murah kalian akan dapat pengalaman berharaga yaitu bercengkrama dengan para traveller lain yang pastinya jarang di temui momen seperti itu di hotel.

Buku ini aku nilai berisi 45% perjuangan hidup maupun cinta Al, 40% komedi, dan 15% cinta-cintaan.

Aku salut dengan kegigihan Al membangun hostel itu dari nol dan baiknya tuhan bercampur tangan ketika dia dalam kesusahan yaitu ketika mendatangkan bule asal Spanyol Miguelle

Dan komedi disini gak garing menurutku, di awal kita bisa lihat bahasa alay nan rempyong banci yang di ucapkan Bebi serta okkots Bebi yang benar-benar lucu (sumpah ya beb,aku suka nahang ketawa kalau kamu biking lawakang XD), sifat jail Migulle atau sapaan "Abdullito" "Bambangito" kepada Al dan Bebi bener-bener bikin tawaku pecah!

Disini juga ada sad moment. Seperti perselingkuhan mantan Al yang kedua, Acce Al yang hampir saja meninggalkan Al selamanya, kalau aku puncak kesedihanya mungkin pas berita Miguelle meninggal (tanggalnya kenapa pas banget sama ulangtahun aku T__T)

Dan bukan berarti aku nulis 15% cinta-cintaan terus romance-nya disini dikit, enggak cuy. Disini di tulis cerita cinta Al dengan mantannya yang kedua Nadia yang mencabik-cabik hati dan kisah clbk dengan mantan pertamanya Sari yang sweet tapi menyedihkan juga di beberapa momen.

minus disini cuma pas di ending, menurutku semuanya terlalu magic seperti tiba-tiba di akhir ceritanya diubah genre jadi fairy tale.

So, 3.8 stars for me! :)

Menurut aku ya, Kak Mahir. Kalau aja novel ini dijadiin film pasti seru deh! aku pasti nonton! haha semoga harapanku yang satu ini terkabul :p
Profile Image for Hidya Nuralfi Mentari.
149 reviews15 followers
November 29, 2013
Well, aku memiliki ekspetasi yang begitu tinggi pada novel ini. Absolutely, karena novel Kak Mahir sebelumnya (Here, After) benar-benar keren dan unforgetten banget untukku.

Sebenarnya, it's not cup of my tea. Entah kenapa, mungkin karena aku terlalu sering membaca cerita-cerita full romance yang memang fokusnya pada cinta-cintaan saja. Jadi di awal cerita, aku masih meraba-raba mau dibawa kemana kah sebenarnya cerita ini.

But...tanpa aku sadari, di tengah-tengah perabaanku pada cerita ini, justru aku nggak mau berhenti. Beberapa kali aku sempat terkaget-kaget karena tiba-tiba sudah berada di halaman kesekian, padahal sangat ingat bahwa aku membacanya belum lama. Dan lama kelamaan, akhirnya aku menyadari bahwa aku sudah terlanjur jatuh cinta pada novel ini.

Secara garis besar novel ini menceritakan tentang mimpi dan cinta. Tentang Abdul Latif, atau yang biasa dipanggil Al. Bagaimana bittersweet Al membangun hostel sederhananya yang nantinya akan menjadi salah satu hostel paling berpengaruh di Makassar, pertemuannya dengan Miguel--seseorang yang 'ajaib', serta kisah cintanya mengejar seorang gadis yang menganggap bahwa dirinya adalah distraction. Love is distraction, begitu katanya. Dan, di novel ini, Kak Mahir juga menuliskan segala keindahan tentang kota Makasar. Yang membuatku yakin, setelah membaca novel ini para pembacanya pasti akan lebih mencintai Indonesia lagi.

Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari Rhapsody. I get some important things about a dream. Bahwa jika kita percaya dengan keajaiban dan juga pada kekuatan mimpi, pasti mimpi kita akan benar-benar terwujud.

Ada beberapa typo, namun tidak terlalu mengganggu menurutku. Hanya ada satu yang agak mengganggu yaitu sebuah nama 'Jo' yang tertulis pada sebuah halaman. Padahal di sana tidak ada karakter yang bernama Jo. Menurut perkiraanku, Jo itu adalah nama dari tokoh Simon sebelumnya. Just IMO.

Oh ya, di sini juga ada scene yang menurutku 'membohongi pembaca' ;p dan Kak Mahir berhasil akan hal itu. Saat aku sudah ikut merasakan kesedihan itu, namun tiba-tiba ... voila! Just let's grab fast this novel ;p

Overall, I really like it. Dan novel ini juga memberikanku sebuah value implied saat selesai membacanya. Not just empty and so-yeah-it's-finish story.

Oh, I love this magnificent ending! Ada rasa 'penuh' yang aku rasakan saat mengakhirnya, seraya menghela napas: finally...

Pokoknya, suka.

Sign,
Hidya
Profile Image for Juzma Fia.
35 reviews1 follower
July 1, 2016
Ini kisah tentang Abdul Latif yang biasa dipanggil Al. Ia mengambil alih bisnis hotel orang tuanya yang sudah meninggal dan memulainya kembali dari nol. Al menjadikan bangunan tersebut seperti impiannya yaitu hostel yang bisa menampung banyak orang dengan harga terjangkau. Namun menjalankan bisnis hostel tak semudah yang ia kira. Al harus bertahan ditengah persaingan hotel-hotel berbintang lainnya. Suatu hari, Miguel, pria asal Spanyol datang jauh-jauh ke Makassar untuk mengucapkan terima kasih padanya dan membawa keajaiban yang tak terduga.

"Sering kita mendengar peribahasa bahwa Tuhan bekerja secara misterius. Aku setuju sekali setelah melihat apa-atau siapa-yang dikirimnya umtuk mengubah nasibku."

Dengan bantuan Miguel dan Bebi, seorang lelaki gemulai yang merupakan tangan kanan Al, hostel Makassar Paradise berkembang pesat. Banyak wisatawan asing yang menginap di hostel tersebut karena selain harganya yang terjangkau, Makassar Paradise juga memberikan tour keliling tempat wisata di Makassar. Hal ini juga membuat Sari Desiana, mantan pacar Al, untuk datang menginap hingga Al dan gadis itu terjebak dalam CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali).

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerpanya. Sama seperti peribahasa tersebut, Hostel Makassar Paradise dirundung masalah bertubi-tubi mulai dari kakak Al, Sisca, yang berniat untuk menjual hostel tersebut sampai ditemukannya tamu hostel yang memakai narkoba. Tidak hanya itu, masalah pun menghampiri Al sebagai pemilik hostel. Percobaan bunuh diri Sisca, renggangnya hubungan Al-Miguel, dan kabar tewasnya Miguel dalam sebuah kecelakaan kapal. Bagaiman kisah akhir Al dan hostel miliknya? Bagaimana pula kisa cintanya dengan Sari?

---xx---

Rhapsody adalah karya pertama Kak Mahir yang aku baca. Ceritanya mengalir secara alami dan karena ini ditulis dari sudut pandang Al, aku membacanya seperti membaca sebuah buku harian. Selain itu, aku juga menikmati konflik, twist, dan ending yang disajikan dalam cerita.

Overall, membaca Rhapsody akan mengajarkan kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini. Jika kita mau berusaha, bukan tidak mungkin impian kita akan menjadi nyata. Ah ya, membaca buku ini juga akan membuat kita semakin mencintai Indonesia dengan keanekaragaman budaya juga pariwisatanya.
Profile Image for Febrianti Pratiwi.
59 reviews7 followers
March 3, 2014
beberapa waktu lalu, ada seorang teman yang merekomendasikan rhapsody karena novel ini sedikit-banyak menceritakan makassar, which is the city that I lived 'till now. dan terima kasih pada sahabat yang menghadiahi novel kedua kak mahir yang kubaca setelah "here, after" ini di ulang tahunku yang ke-twentysomething.
seperti kebanyakan novel kesukaanku yang tidak membahas hal klise yang lazim dibahas di novel-novel romance pada umumnya, rhapsody membuatku baru melepaskan novel ini setelah tulisan 'the end' menyambut di akhir cerita. membacanya, seperti melihat sekeliling saat berjalan keliling makassar; dengan dialek makassar, okkots yang memang mendarah-daging pada orang makassar asli, pisang epe, sampai warung bakso (yang sepertinya kak mahir memang tak berniat menyebut namanya) di sekitaran pantai losari yang kata sari merupakan air kencing tuyul paling enak di seluruh dunia setelah al menceritakannya mitos yang beredar karena kuah baksonya memang enak dan membuat aku sendiri berhenti bertandang ke sana sejak smp.
kak mahir sukses membuatku ingin membuka bisnis hostel untuk mengenalkan makassar pada turis, dan melakukan perjalanan keliling eropa, terima kasih.
karakter tokoh-tokohnya, bahkan yang bukan pemeran utama dipaparkan dengan kuat, seakan sering melihat mereka di sekitar. sempat ikutan down pas tahu miguel "meninggal", bebi yang nangis saat hostel mau ditutup, sampai saat siska mencoba bunuh diri.
walaupun sebenarnya lebih suka sama "here, after" daripada ini, tapi kak mahir sukses membuat kita yakin akan mimpi dan memperjuangkannya hingga kenyataan ikut mendukung. terima kasih, telah membuatku akrab dengan novel ini karena kota makassar-nya yang membuatku tidak susah-susah membayangkan tempat-tempat yang disebutkan dalam rhapsody yang memang sudah "dekat" denganku dari dulu.
4 bintang buat: cover, lay out, blurb, setting di makassar, dan cerita tentang mimpinya. ah, iya. juga cinta yang tak akan kemana-mana, walau raga terpisah jarak dan waktu yang lama.
Profile Image for Vanessa Virginia.
42 reviews4 followers
October 14, 2014
Sejujurnya pertama kali gw jatuh cinta sama buku ini selain covernya simple adalah tulisan dibelakangnya

Berkali-kali jatuh cinta pada selatan.
Menaruh keraguan pada barat.
Terus menunggu isyarat timur.
Hingga utara pun sudah tak lagi kita percaya.


Langsung secara instan gw jatuh cinta. Tapi ternyata.. buku ini ga sesuai ekpekstasi gw. Menurut gw buku ini ya.. bagus tapi ngga ada "WOW" factornya, ceritanya mengalir terlalu cepat dan konfliknya kurang "kena". Menurut gw progress cerita saat Miguel diketahui "tewas" sampai tiba-tiba dia balik lagi kok cepet banget ya? Seakan-akan pembaca tidak sempat untuk bersedih dan berpikir "wah apa yang terjadi berikutnya" tapi tahu-tau Miguel sudah muncul kembali. Konflik kurang menggigit, bagian saat Hotel ditutup pun bukan konflik yang terlalu "berat" buat gw. Mungkin hidup gw yang terlalu drama jadi menganggap biasa saja, tapi begitulah menurut gw.


Despite all of that, buku ini menurut gw bagus karena penulis mencoba mengajak pembaca untuk melihat Indonesia lebih dalam lagi. Untuk menyadari bahwa diluar sana (pelosok2) masih banyak tempat yang bagus-bagus yang tidak kalah dari apa yang ada diluar negeri. Nah kota yang jadi latar belakang cerita dibuku ini adalah "Makasar", penulis menceritakan makasaar sebagai kota wisata maritim yang tidak kalah bagus dari Bali dan menurut gw ini selipan2 hal seperti ini dalam cerita itu bagus bagi si pembaca.

Salah satu hal yang gw kurang mengerti adalah tentang perasaan "Al" terhadap si "Nadia", penulis kurang begituu menjelaskan kenapa si "Al" ini bisa segitu sukanya banget sama Nadia, pembaca seakan-akan disuruh membuat2 cerita sendiri. Tapi, walaupun begitu, cerita antara Al dan Sari cukup membuat gw penasaran ;)

Kurang lebih itulah review gw tentang "Rhapsody"
Walaupun dengan sgala kritik gw yang ada, buku ini menurut gw bagus juga, karena ceritanya ga terlalu ribte dan tidak begitu membosankan. So why not try to read it?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
December 10, 2013
Sebagai sebuah novel, ini memang novel pertama dari Mahir Pradana yang saya baca. Sebuah cerita perjalanan yang dinovelkan, dengan cerita utama tentang perjuangan Al, membangun impiannya, memfasilitasi sebuah tempat singgah bagi para peminat wisata dari mancanegara, dengan harga terjangkau tapi ambiencenya memukau. Dibantu Miguel, seorang bule berkebangsaan Spanyol, yang adalah anak dari seorang perempuan tua yang pernah ditolongnya, beberapa waktu lalu di Berlin.Ada saat- saat di mana kegemilangan hostelnya tampak di depan mata, sementara di saat- saat lain, terpuruk bahkan hampir menyerah pun pernah dialaminya.

Dan untuk lebih mempercantik cerita, Mahir menyelipkan( menyandingkan)dengan kisah cintanya yang mengalami masa naik turun.kehidupan pribadinya, juga hubungannya dengan kakak perempuan satu-satunya,Siska.

Dari novel ini, pembaca disuguhi tentang kekuatan persahabatan, ketangguhan mimpi yang terwujud, juga yang tak kalah penting, keindahan Indonesia yang tidak kalah dengan negara- negara lain, uang sayangnya hanya mengulik tentang Makasar dan Fort Rotterdamnya.Akan lebih menarik jika pengarang juga bercerita tentang obyek- obyek yang lain seperti pembuatan Pinnisi, industri sutra, penangkaran kupu- pupu, dll.

Secara penceritaan, novel ini disajikan dengan pas, tidak berlebihan. Ibarat makanan, penyajiannya dalam porsi wajar, tidak membuat kekenyangan. Pencantuman quote- quote ciamik dari ColdPlay di setiap awal bab baru juga ide yang unik. Begitu juga dengan gambar- gambar, yang tidak sempurna secara pengambilan, tapi bisa memeluk cerita dengan erat.Tidak diada- adakan, tapi malah memperkuat cerita secara keseluruhan.

Dan tidak salah, kalau saya ingin membaca novel lain karya Mahir..
Displaying 1 - 30 of 88 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.