Dari dalam penjara yang dingin, kebosanan akan kediaman mungkin telah menggerogoti seluruh kesadarannya. Dalam masa-masa yang mungkin saja menjadi batas kehidupannya, lembar demi lembar ia coreti dengan tinta dan pengharapan. Lembar ke lembar bagaikan senjata yang siap memusnahkan belenggu, jeruji besi, dan tembok-tembok yang lembap.
Gramsci menghancurkan pembatas antara kurungan dan dunia luar. Ia merindukan sebuah tatanan masyarakat yang berpikir untuk masyarakat. Ia melihat dunia dari lorong gelap kehidupan sejak dilahirkan, yang juga ia lihat dari pandangan-pandangan masyarakat atas "kekuasaan ketinggian" rasa tidak sanggup mendaki.
Buku ini menawarkan sebuah kebebasan interpretasi terhadap pandangan-pandangan Gramsci, utamanya dalam melihat politik dan filsafat. Dua hal yang sering dipisah, justru dicetak oleh Gramsci dalam satu koin bernilai.