What do you think?


Buttermilk Graffiti: A Chef's Journey to Discover America's New Melting-Pot Cuisine
- GenresFood
Kindle Edition
Published April 17, 2018
About the author
Edward Lee
266 books1,525 followersLibrarian Note: There is more than one author in the GoodReads database with this name.
Edward Lee is an American novelist specializing in the field of horror, and has authored 40 books, more than half of which have been published by mass-market New York paperback companies such as Leisure/Dorchester, Berkley, and Zebra/Kensington. He is a Bram Stoker award nominee for his story "Mr. Torso," and his short stories have appeared in over a dozen mass-market anthologies, including THE BEST AMERICAN MYSTERY STORIES OF 2000, Pocket's HOT BLOOD series, and the award-wining 999. Several of his novels have sold translation rights to Germany, Greece, and Romania. He also publishes quite actively in the small-press/limited-edition hardcover market; many of his books in this category have become collector's items. While a number of Lee's projects have been optioned for film, only one has been made, HEADER, which was released on DVD to mixed reviews in June, 2009, by Synapse Films.
Lee is particularly known for over-the-top occult concepts and an accelerated treatment of erotic and/or morbid sexual imagery and visceral violence.
He was born on May 25, 1957 in Washington, D.C., and grew up in Bowie, Maryland. In the late-70s he served in the U.S. Army's 1st Armored Division, in Erlangen, West Germany, then, for a short time, was a municipal police officer in Cottage City, Maryland. Lee also attended the University of Maryland as an English major but quit in his last semester to pursue his dream of being a horror novelist. For over 15 years, he worked as the night manager for a security company in Annapolis, Maryland, while writing in his spare time. In 1997, however, he became a full-time writer, first spending several years in Seattle and then moving to St. Pete Beach, Florida, where he currently resides.
Of note, the author cites as his strongest influence horror legend H. P. Lovecraft; in 2007, Lee embarked on what he calls his "Lovecraft kick" and wrote a spate of novels and novellas which tribute Lovecraft and his famous Cthulhu Mythos. Among these projects are THE INNSWICH HORROR, "Trolley No. 1852," HAUNTER OF THE THRESHOLD, GOING MONSTERING, "Pages Torn From A Travel Journal," and "You Are My Everything." Lee promises more Lovecraftian work on the horizon.
Edward Lee is an American novelist specializing in the field of horror, and has authored 40 books, more than half of which have been published by mass-market New York paperback companies such as Leisure/Dorchester, Berkley, and Zebra/Kensington. He is a Bram Stoker award nominee for his story "Mr. Torso," and his short stories have appeared in over a dozen mass-market anthologies, including THE BEST AMERICAN MYSTERY STORIES OF 2000, Pocket's HOT BLOOD series, and the award-wining 999. Several of his novels have sold translation rights to Germany, Greece, and Romania. He also publishes quite actively in the small-press/limited-edition hardcover market; many of his books in this category have become collector's items. While a number of Lee's projects have been optioned for film, only one has been made, HEADER, which was released on DVD to mixed reviews in June, 2009, by Synapse Films.
Lee is particularly known for over-the-top occult concepts and an accelerated treatment of erotic and/or morbid sexual imagery and visceral violence.
He was born on May 25, 1957 in Washington, D.C., and grew up in Bowie, Maryland. In the late-70s he served in the U.S. Army's 1st Armored Division, in Erlangen, West Germany, then, for a short time, was a municipal police officer in Cottage City, Maryland. Lee also attended the University of Maryland as an English major but quit in his last semester to pursue his dream of being a horror novelist. For over 15 years, he worked as the night manager for a security company in Annapolis, Maryland, while writing in his spare time. In 1997, however, he became a full-time writer, first spending several years in Seattle and then moving to St. Pete Beach, Florida, where he currently resides.
Of note, the author cites as his strongest influence horror legend H. P. Lovecraft; in 2007, Lee embarked on what he calls his "Lovecraft kick" and wrote a spate of novels and novellas which tribute Lovecraft and his famous Cthulhu Mythos. Among these projects are THE INNSWICH HORROR, "Trolley No. 1852," HAUNTER OF THE THRESHOLD, GOING MONSTERING, "Pages Torn From A Travel Journal," and "You Are My Everything." Lee promises more Lovecraftian work on the horizon.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
September 5, 2026
Sebuah buku cooking and food travelog yang membuatkan den teringat kepada makanan yang pernah makan sepanjang hidup den dan cerita di sebalik setiap makanan tersebut.
Buku yang buat den terpesona seusai mukasurat pertama sehingga mukasurat terakhir.
Baca dengan perlahan sebab tidak mahu cepat habis baca bukunya😅
Chef Edward Lee ni memang antara nama yang tersohor dalam dunia kulinari rupanya.
Jadi hakim pertandingan memasak segala.
Dia mendapat tempat kedua dalam pertandingan Culinary Class Wars oleh Neflix pad 2024.
Buku ini bukan sahaja menceritakan tentang perjalanan dan pengalaman penulis yang merupakan chef orang Korea-Amerika menjelajah 16 negeri selama 2 tahun di dalam misi mencari makanan tradisi mereka yang berhijrah dari negara luar dan akhirnya menjadi warganegara USA serta resepi makanan tradisi negara masing-masing.
Antara makanannya adalah masakan Timur Tengah, Uzbekiztan, Uyghir, Cambodia, Morocco, Swedish, Scandinavian, Vietnam, Peruvian, Nigerian, Jerman, Itali, dsb.
Penulis juga belajar tentang sejarah, budaya, kisah pahit manis setiap immigrant yang berhijrah dari tanah tumpah darah ke USA, kenangan dan cerita di sebalik setiap jenis masakan, resipi tradisi yang perlu disesuaikan atau diasimiliasi berdasarkan bahan mentah dan rempah ratus yang tersedia di tempat tersebut, diubahsuai agar sesuai dengan lidah orang tempatan, dsb.
Sepanjang perjalanan beliau seorang diri termasuk ikut bot nelayan Vietnam menangkap udang, tengok orang tempatan main bola, menari bersama warga emas bagai, perjalanan bersama chef lain, bersama penulis buku, dsb, di dalam misi mencicip makanan tradisi di 16 negeri, penulis menceritakan tentang jatuh bangunnya sepanjang beliau hendak menjadi chef, kenangan kenalan dan kawan yang memperkenalkan makanan kepadanya, cerita di sebalik makanan yang beliau makan, dsb.
Tidak lengkap buku food travelog tanpa sisipan resepi kan?
Di dalam buku ini disertakan 40 resepi yang diinspirasikan oleh mereka yang penulis temui sepanjang perjalanannya dan diubahsuai oleh penulis mengikut gayanya yang tersendiri.
Den paling suka Bab 4 The Accidental Fast apabila penulis pergi ke Dearborn, Michigan untuk menikmati makanan Timur Tengah. Disebabkan dia datang masa Ramadan dan seusai kejadian tembakan di kelab malam Orlando, makanya dia terasa macam tidak diterima di situ padahalnya siapa yang sediakan makan tengahari di waktu Ramadan kan?😅
Jadinya bila seorang jemaah masjid memberitahu tujuan berpuasa, dsb, penulis cuba berpuasa.
Bila dia pergi setiap restoran dan maklumkan dia hendak tapau makanan sebab dia cuba berpuasa, dia diterima dengan tangan terbuka begitu.
Deme mula bercerita tentang makanan yang disediakan, bungkus makanan elok-elok untuknya, dsb.
Hampir penulis pengsan selepas berpuasa lebih 20 jam untuk hari pertama😅.
Penulis dapat berpuasa 3 hari berturut-turut sepanjang dia di Dearbon.
Banyak pengalaman dan pengajaran yang dia dapat bila berpuasa katanya.
Bab 11 Trawling For Shrimp membincangkan tentang the cutthroat business - had tangkapan, overfishing, tumpahan minyak, peraturan alam sekitar, udang import dari Asia Tenggara menurunkan harga pasaran udang tempatan, dsb.
Membaca tentang 'white shrimp from the bay, brown shrimp from deep waters, small bait shrimp and Royal Reeds from Louisiana' mengingatkan den kepada KDrama Jewel In The Palace apabila Jang Geum perlu mengenalpasti jenis udang, dari mana asal udang tersebut dan kegunaan setiap udang tersebut di dalam 4 balang melalui bentuk, warna, plumpness dan bau udang yang diperam itu.
Dia bila baca buku cooking and food travelog ni, ianya akan berakhir dengan google pelbagai jenis bahan masakan, makanan dan restoran serta senarai makanan dan restoran yang kita berangan untuk singgah satu hari nanti begitu.
Seusai mukasurat kedua den telah google tentang beignets dan chicory coffee di Cafè du Monte, New Orleans.
Setiap kali penulis makan beignets di Cafè du Monte, dia akan terkenangkan kepada seorang 'working girl' yang memberitahu tentang kesedapan beignets di cafè ini semasa penulis bekerja di sebuah diner pada 1992 di New York.
Simply Khmer - pemilik dan chef nya, Sam melalui zaman kanak-kanak yang ngeri di bawah rejim PolPot Khmer Rogue sebelum berhijrah ke Thailand dan akhirnya Lowell, USA.
Sam membuka kedai makan pada umur 50 tahun.
Den google tentang D'Anjou pear, Prahok, Green borscht, Parmuda samsa, Kovurga say, Lagman Soup, Schnitzel, Sauerkraut, Sauerbraten, Kibbehdjaj mhamer, lham bel barekouk (daging dan prunes), smen (Moroccan fermented butter), Pollo a la Brasa, dsb.
Lama den hendak menghabiskan membaca buku ini sebab sakan dok google sana sini tentang makanan yang disebut di dalam buku ini😅.
Ini antara buku terbaik yang den pernah baca tentang dunia makanan dan masakan.
Lepas habis baca buku ini langsung la den teringin hendak makan tiram Gulf bakar dengan bawang putih dan minyak😅.
Buku yang buat den terpesona seusai mukasurat pertama sehingga mukasurat terakhir.
Baca dengan perlahan sebab tidak mahu cepat habis baca bukunya😅
Chef Edward Lee ni memang antara nama yang tersohor dalam dunia kulinari rupanya.
Jadi hakim pertandingan memasak segala.
Dia mendapat tempat kedua dalam pertandingan Culinary Class Wars oleh Neflix pad 2024.
Buku ini bukan sahaja menceritakan tentang perjalanan dan pengalaman penulis yang merupakan chef orang Korea-Amerika menjelajah 16 negeri selama 2 tahun di dalam misi mencari makanan tradisi mereka yang berhijrah dari negara luar dan akhirnya menjadi warganegara USA serta resepi makanan tradisi negara masing-masing.
Antara makanannya adalah masakan Timur Tengah, Uzbekiztan, Uyghir, Cambodia, Morocco, Swedish, Scandinavian, Vietnam, Peruvian, Nigerian, Jerman, Itali, dsb.
Penulis juga belajar tentang sejarah, budaya, kisah pahit manis setiap immigrant yang berhijrah dari tanah tumpah darah ke USA, kenangan dan cerita di sebalik setiap jenis masakan, resipi tradisi yang perlu disesuaikan atau diasimiliasi berdasarkan bahan mentah dan rempah ratus yang tersedia di tempat tersebut, diubahsuai agar sesuai dengan lidah orang tempatan, dsb.
Sepanjang perjalanan beliau seorang diri termasuk ikut bot nelayan Vietnam menangkap udang, tengok orang tempatan main bola, menari bersama warga emas bagai, perjalanan bersama chef lain, bersama penulis buku, dsb, di dalam misi mencicip makanan tradisi di 16 negeri, penulis menceritakan tentang jatuh bangunnya sepanjang beliau hendak menjadi chef, kenangan kenalan dan kawan yang memperkenalkan makanan kepadanya, cerita di sebalik makanan yang beliau makan, dsb.
Tidak lengkap buku food travelog tanpa sisipan resepi kan?
Di dalam buku ini disertakan 40 resepi yang diinspirasikan oleh mereka yang penulis temui sepanjang perjalanannya dan diubahsuai oleh penulis mengikut gayanya yang tersendiri.
Den paling suka Bab 4 The Accidental Fast apabila penulis pergi ke Dearborn, Michigan untuk menikmati makanan Timur Tengah. Disebabkan dia datang masa Ramadan dan seusai kejadian tembakan di kelab malam Orlando, makanya dia terasa macam tidak diterima di situ padahalnya siapa yang sediakan makan tengahari di waktu Ramadan kan?😅
Jadinya bila seorang jemaah masjid memberitahu tujuan berpuasa, dsb, penulis cuba berpuasa.
Bila dia pergi setiap restoran dan maklumkan dia hendak tapau makanan sebab dia cuba berpuasa, dia diterima dengan tangan terbuka begitu.
Deme mula bercerita tentang makanan yang disediakan, bungkus makanan elok-elok untuknya, dsb.
Hampir penulis pengsan selepas berpuasa lebih 20 jam untuk hari pertama😅.
Penulis dapat berpuasa 3 hari berturut-turut sepanjang dia di Dearbon.
Banyak pengalaman dan pengajaran yang dia dapat bila berpuasa katanya.
Bab 11 Trawling For Shrimp membincangkan tentang the cutthroat business - had tangkapan, overfishing, tumpahan minyak, peraturan alam sekitar, udang import dari Asia Tenggara menurunkan harga pasaran udang tempatan, dsb.
Membaca tentang 'white shrimp from the bay, brown shrimp from deep waters, small bait shrimp and Royal Reeds from Louisiana' mengingatkan den kepada KDrama Jewel In The Palace apabila Jang Geum perlu mengenalpasti jenis udang, dari mana asal udang tersebut dan kegunaan setiap udang tersebut di dalam 4 balang melalui bentuk, warna, plumpness dan bau udang yang diperam itu.
Dia bila baca buku cooking and food travelog ni, ianya akan berakhir dengan google pelbagai jenis bahan masakan, makanan dan restoran serta senarai makanan dan restoran yang kita berangan untuk singgah satu hari nanti begitu.
Seusai mukasurat kedua den telah google tentang beignets dan chicory coffee di Cafè du Monte, New Orleans.
Setiap kali penulis makan beignets di Cafè du Monte, dia akan terkenangkan kepada seorang 'working girl' yang memberitahu tentang kesedapan beignets di cafè ini semasa penulis bekerja di sebuah diner pada 1992 di New York.
Simply Khmer - pemilik dan chef nya, Sam melalui zaman kanak-kanak yang ngeri di bawah rejim PolPot Khmer Rogue sebelum berhijrah ke Thailand dan akhirnya Lowell, USA.
Sam membuka kedai makan pada umur 50 tahun.
Den google tentang D'Anjou pear, Prahok, Green borscht, Parmuda samsa, Kovurga say, Lagman Soup, Schnitzel, Sauerkraut, Sauerbraten, Kibbehdjaj mhamer, lham bel barekouk (daging dan prunes), smen (Moroccan fermented butter), Pollo a la Brasa, dsb.
Lama den hendak menghabiskan membaca buku ini sebab sakan dok google sana sini tentang makanan yang disebut di dalam buku ini😅.
Ini antara buku terbaik yang den pernah baca tentang dunia makanan dan masakan.
Lepas habis baca buku ini langsung la den teringin hendak makan tiram Gulf bakar dengan bawang putih dan minyak😅.
This entire review has been hidden because of spoilers.
September 6, 2026
I really liked this - it felt like a roadtrip through some under-appreciated parts of America, with great questions about food, community, and identity… and how much bigger and more complex the world is than we originally realize. As a Louisville transplant myself, I loved his descriptions about Louisville and Appalachia, as well as some areas of the country I’ve visited in the last few years.
When I finished this book, I also realized that I had eaten at one of Lee’s restaurants!! A few months ago! And it was amazing!!
When I finished this book, I also realized that I had eaten at one of Lee’s restaurants!! A few months ago! And it was amazing!!
March 21, 2026
Thoroughly enjoyed Lee’s book! He takes the reader on a cultural culinary journey throughout the states. It’s inspiring and sparks curiosity to learn more about different cultures through their foods. Highly recommend
Displaying 1 - 3 of 3 reviews




