Kalo ditanya siapa orang-orang tersabar di dunia, jawabannya adalah pembaca komik Miiko.
Udahlah harus sabar nunggu volume baru terbit setahun sekali, masih harus pula nungguin pergerakan kisah Miiko-Tappei yang nggak ada sat-setnya sama sekali. 😂😭
Tapi tenang aja, aku yakin kamu juga bakal dibuat kegemesan sama Hai, Miiko! vol. 38 ini, soalnya Miiko-Tappei ada progres SIGNIFIKAN! Tappei ngajak Miiko KENCAN di festival musim gugur, BERDUA AJA, daaan … gimana perlakuan mereka satu sama lain tuh MANIS bangeeet. 😭💗
Debaran-debaran inilah yang bikin aku kagum dengan kemampuan Ono-sensei dalam mengaduk emosi pembaca lewat kisah 🔥 slow burn romance 🔥 yang pendek-pendek (tapi menyiksa lantaran penantiannya yang panjaaaaang sekali).
Dan di panel mana pun, aku tuh selalu terenyuh ngelihat Tappei yang seolah nunjukkin raut wajah sedih, kasihan, atau nggak rela ketika dia lagi berada di dekat Miiko. Buatku, justru ekspresi inilah yang sebenernya nunjukkan intensi dan kedalaman rasa sayang Tappei ke Mikko.
Aku jadi mikir, apa jadinya kalo suatu hari nanti Ono-sensei bener-bener bikin Miiko-Tappei jadian, ya? Kalo sampe sparks-nya nggak segeregetan sekarang, apakah pembaca rela mereka HTS-an selamanya? Wkwk. 😭💔
Tapi kurasa, biarlah begini apa apa adanya. Kalo kisah mereka manis-manis terus, suatu saat kita pasti bakalan kangen ngelihat Tappei-Miiko berantem-berantem lucu.
Lain cerita, Mari-chan deserves more spotlights in this volume. Hepi banget deh, pas lihat Mari-chan digambarkan jadi sosok yang lebih “dewasa”. Well yeah, puberty hits hard, tho. Kurasa udah saatnya juga dia punya cerita cintanya sendiri, bukan melulu terus-menerus terobsesi dengan bikin komik (curiga banget gedenya Mari-chan jadi workaholic 🤔).
Overall, Hai, Miiko! vol. 38 jadi bacaan menyenangkan di awal tahun ini.
Selamat menunggu satu tahun sampai bisa baca volume selanjutnya, ya! 😉