Jump to ratings and reviews
Rate this book

Fallen Petals

Rate this book
Di sebuah hutan kecil di Tyrol, Austria, kepala seorang lelaki ditemukan sedang dimakan anjing. Tubuhnya terpisah sejauh satu setengah kilometer. Selain itu, di sebuah rumah tak jauh dari sana, ada pemandangan yang lebih mengerikan lagi.


Yang lebih mengganggu daripada itu adalah empat suara yang berebut menyampaikan kebenaran. Sang istri, sang suami, sang sahabat, dan sang editor.


Suara mereka saling bertubrukan dari halaman ke halaman, saling menyangkal, saling menelanjangi.


Siapakah yang akan kamu percayai?

220 pages, Paperback

Published December 1, 2025

2 people are currently reading
47 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
29 (43%)
4 stars
25 (37%)
3 stars
9 (13%)
2 stars
3 (4%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
Profile Image for MylaReads.
5 reviews
January 3, 2026
Jujur awalnya ragu karena takut kemakan review, tapi Fallen Petals ternyata solid 5 buatku. Iyamisu lokal yang nggak cuma gore dar der dor, tapi ceritanya kuat, karakternya hidup, konfliknya dalem banget. Myla recommend 🤍
Profile Image for Mrs Marleena.
9 reviews
January 4, 2026
Let’s start 2026 with a recommended local iyamisu novel bc WHY NOT suffer emotionally from day one.

terutama bagian Chapter 1, hits hard! Showing how exhausted the female character is. That quiet mental tiredness? kerasa banget. hiks (Peluk Virtual)

Honestly aku ikut capek bacanya T-T) but in a good way.

And the ending? PUAS. IYKYK.
Profile Image for aynsrtn.
551 reviews19 followers
February 16, 2026
"Benar katamu, Sayang, memercayai manusia itu kecewa taruhannya," (p.208)

Buku iyamisu lokal keempat yang sudah aku baca dan aku merasa buku ini lebih solid dan rapi dari segi kepenulisan.

Pada saat membuka sampul depan, aku cukup kaget karena langsung disuguhkan prolog, bukan halaman judul atau kolofon seperti biasanya. Kemudian masuk ke dalam chapter yang terbagi menjadi empat.

Di chapter pertama menggunakan sudut pandang pertama, yaitu Camellia. Formatnya unik berbentuk jurnal/buku harian dengan tanggal lompat-lompat. Pada awal membaca chapter ini seperti membaca tulisan orang yang tengah kebingungan. Nggak jelas sebenarnya yang mau dituliskan apa, apalagi ceritanya acak. Ternyata lambat laun diketahui bahwa penulis jurnal tersebut mengalami suatu peristiwa yang traumatik. Jelas dirinya tak baik-baik saja.

Di chapter kedua, ada sudut pandang Jöerg, editor sekaligus teman Pilar, suami Camellia, yang langsung membuatku mendelik, hm 👀👀 sesuatu akan segera datang.

Lalu, di chapter ketiga, ada sudut pandang Pilar, suami Camellia yang sedang writer's block padahal sebelumnya dia adalah penulis best seller. Segala hal yang "kosong" di chapter Camellia, mulai terisi di sini.

Dan terakhir, chapter Mattia, editor Pillar. Yang semakin membuka semua yang tertutupi di tiga chapter sebelumnya.

Buku ini dibilang "gila banget" sih nggak, ya [menurut keyakinan saya]. Tapi, aku suka gimana penulisnya bisa build up cerita dengan intens. Plot twist dan akhir ceritanya bisa terprediksi karena pemerannya segitu-gitu aja. Jadi kalau nggak A, ya B. Meski demikian, sebagai karya debut, ini udah bagus sih. Benar-benar mempermainkan emosi. Gore-nya juga OK. Caranya sungguh "menarik". IYWIM 👀

Sebenarnya epilognya butuh nggak butuh sih, mungkin biar ada relevansi dengan prolognya. Dibuat cliffhanging, tapi nggak bikin HAH atau KOK?! Lalu, kenapa, ya, dengan adegan yang sadis dan ada adegan eksplisit meskipun nggak eksplisit banget, tapi rating bukunya 15+? Mungkin bisa di 17+ bahkan 19+ kayaknya lebih aman.

TL;DR
Buku ini viral dan membuat penasaran. Apakah menjawab ekspektasi? Ya, lumayanlah. Penulisannya sudah rapi dan solid. Ada typo tapi nggak banyak. Kalau butuh bacaan #bersiaplah dengan latar eropa di wilayah terpencil dengan adegan gore dan menjijikkan khas iyamisu, maka buku ini bisa dibaca.

Ps. Ilustrasinya bagus. Menambah efek mencekam dari cerita yang disajikan.

🌹 4 bintang untuk Rottie 😭
Profile Image for Bintang Purwanda.
4 reviews
January 4, 2026
Trigger warning: gore, rape, violence.

Sempat skeptis di setengah awal dari cerita, tapi setengah akhirnya membuat plot menjadi beralasan. Beralasan, karena novel ini mengeksplorasi sisi psikologis masing-masing karakternya.

Kenapa tidak bintang 5? Karena menurut saya epilognya malah bikin kurang. Just... why?

Overall, ini genre Iyamisu buatan lokal yang bagus dan sangat layak untuk dinikmati.

P.S.: Ilustrasinya indah sekali, mengejawantah suasana novel yang memesona sekaligus mencekam dengan sangat akurat.
Profile Image for RUBY Reviews.
9 reviews
January 16, 2026
Ceritanya pelanpelan narik aku masuk dan nggak ngasih ruang buat bernapas. Alurnya tenang, tapi makin ke belakang rasanya makin berat. Bukan karena gore, tapi karena beban emosinya. (beberapa kali harus ambil jeda baca FP ini)

Fallen petal main di psychological thriller yang dekat sama kehidupan. Cara penulis membangun konflik terasa manusiawi, nggak hitam putih, nggak maksa pembaca buat langsung berpihak.

Tapi jujur aj, sepanjang baca aku justru lebih simpati ke sang suami. Di balik semua yang terjadi, dia yang paling banyak memikul rasa bersalah, kesedihan, kehilangan, dan tekanan yang nggak kelihatan. Penderitaannya sunyi, tapi dalam. kaya akar didalam tanah, orang taunya dia "begitu" padahal kalau di jabarin lagi dia juga korban (dan berubah saat si istri metong juga. bukan pas istri masih hidup. justru pas istri hidup dia sabar banget.)

POV yang bergantian bikin kita melihat satu kejadian dari sudut yang berbeda, dan itu bikin rasa “nggak nyaman”-nya makin kuat. Semua karakter punya luka masing-masing, tapi nggak semua mampu bertahan dengan cara yang sehat.
Buatku.

kesimpulannya, Fallen Petals adalah psychological thriller / Iyamishu yang nggak cuma bikin ganyaman, tapi juga bikin mikir dan relfeksi. Tentang trauma, keserakahan dan tidak mengkomunikasikan perasaan yang efeknya bisa panjang, . Bukan bacaan ringan, tapi justru itu yang bikin ceritanya tinggal lebih lama di kepalaku.
Profile Image for Autmn Reader.
906 reviews94 followers
February 19, 2026
Actual rating 3,5 🌟

Awal cerita ini di halaman pertama menarik banget. Hook-nya dapet. Bikin nggak sabar baca sebetulnya itu kepala siapa, kenapa bisa kayak gitu.

Masuk chapter 1. Diambil dari POV Camelia yang disuguhkan dalam bentuk jurnal. Sebetulnya ini format menarik, dan karena jurnal pasti personal, jadi pasti emosional banget pas dibaca. Sayangnya, ternyata enggak. Aku malah ngerasa jauh sama tokoh camelia ini. Narasinya terlalu apa ya? Terlalu berjarak dan nggak kerasa aja emosinya di sana. Kayak, dia lagi marah tapi nggak kerasa banget emosi marahnya, sedihnya, dan lain-lain.

Di chapter dua juga gtu. Ini diambil dari pengakuan dosa mantan editor suaminya Camelia. Joer (?) Aku lupa namanya, wkwk. Tapi chapter dua ini udah kebayang nih akar masalahnya dari siapa.

Di chapter tiga, intensitasnya mulai naik dan mulai kerasa menarik. Awal2nya masih agak boring tapi makin lama krena makin banyak puzzle yang tersusun jadi mulai asyik dibaca. Dan akhir chapter tiga udah kebayang sih siapa dan bakalan gimana crta ini berakhir.

Ceritanya gore, agak bikin mual juga tapi masih dalam batas aman, sih, kalau buatku. Dan chapter 4 oke banget yang bikin crta ini ternyta bisa dibuat se-full circle itu.

Aku malah penasaran sama apa yang bakalan dilakuin Thomas dan gimana dia nutup buktinya nanti, kalau emang dia niat nutup bukti, sih, wkwkwk.
Profile Image for Nashwa.
12 reviews
January 7, 2026
BUKU GILA!!!

penggambaran karakter gila, plot gila, adegan per chapter gila, twist gila, gue gila.

sekian, terima kasih kak pandu.

ditunggu buku selanjutnya, walau gila + bikin stress + merinding + meriang + mual aku suka syekaliii 💋😍

—☆
@boomblt
Profile Image for belongstosyaa.
8 reviews
January 31, 2026
"𝑺𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒌𝒆𝒍𝒐𝒑𝒂𝒌 𝒃𝒖𝒏𝒈𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒈𝒖𝒈𝒖𝒓𝒂𝒏, 𝒌𝒆𝒊𝒏𝒅𝒂𝒉𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒌𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏, 𝒎𝒆𝒔𝒌𝒊 𝒕𝒂𝒌 𝒍𝒂𝒈𝒊 𝒕𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒕 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒓𝒖𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒏 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖"🥀

●○●○●○●○●○●○●○●○

Judul: Fallen Petals
Penulis: Pandu Firmansyah
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: Misteri, Iyamisu
Halaman: 224

●○●○●○●○●○●○●○●○

Kepala seorang lelaki ditemukan sedang dimakan anjing di sebuah hutan kecil di Tyrol, Austria.

Tubuhnya terpisah sejauh satu setengah kilometer. Selain itu, di sebuah rumah tak jauh dari sana, ada pemandangan yang lebih mengerikan lagi.

Yang lebih mengganggu daripada itu adalah empat suara yang berebut menyampaikan kebenaran. Sang istri. Sang suami. Sang sahabat. Dan, Sang editor.

Suara mereka saling bertubrukan dari halaman ke halaman, saling menyangkal, saling menelanjangi.

Siapakah yang akan kamu percayai?

●○●○●○●○●○●○●○●○

Penulis amat sangat berhasil membangun suasana dalam buku ini secara perlahan.

Diawali dengan ditemukannya mayat di hutan yang kepala dan tubuhnya terpisah sejauh 1,5 km dengan kondisi yang benar-benar mengenaskan.

Cerita dilanjutkan dengan menelusuri POV dari 4 tokoh yaitu sang istri, sang suami, sang sahabat, dan sang editor. Di awal, kita diajak melihat jurnal harian si istri yang walaupun terlihat tenang, tapi ada keanehan dan kejanggalan. Setelah itu, POV dari tokoh kedua hingga keempat yang perlahan vibesnya semakin mencekam. Terutama di chapter terakhir, pembaca nggak dikasih kesempatan buat tarik napas sama sekali.

●○●○●○●○●○●○●○●○

Yang bikin aku salut, penulis mampu menggambarkan kompleksitas pikiran setiap tokoh dengan detail. Semua tokoh punya masalah, semua tokoh sakit, semua tokoh gila.😵 Dan aku beneran nggak tahu harus percaya siapa, bahkan sampai mendekati ending.😵‍💫🤏🏻

Ini adalah pertama kalinya aku baca novel dengan genre iyamisu, dan WAH🤯, gak heran sih kalau genre ini sangat populer dan digandrungi banyak orang.

Kalau kalian suka genre misteri, suka nebak-nebak alur dan pelaku, suka cari clue dari hal-hal kecil yang nggak terduga, novel ini wajib masuk wishlist kalian.🥀
3 reviews
January 15, 2026
Iyamisu versi lokal yang pertama yang saya baca. Kebanyakan Novel Iyamisu yang saya baca selalu menceritakan sisi psikologis karakter-karakter yang terlibat didalamnya. Dan menurut saya, penulis berhasil dalam hal tersebut. Ditambah lagi terdapat 4 POV yang akhirnya menjawab misteri dan peristiwa tragis yang terjadi didalam novel ini.
Profile Image for Henzi.
226 reviews22 followers
January 5, 2026
Pertama kali buka buku ini, kaget. Kaget karena langsung disuguhi prolog di lembaran pertama alih-alih halaman judul. Baik penulis maupun penerbit sepertinya ingin langsung memberikan efek kejut dari awal.

Iyamisu yang satu ini berbeda dengan dua buku—Pasien dan Penebusan—yang pernah saya baca sebelumnya. Fallen Petals terasa lebih menitikberatkan kronologis (catatan tempat dan waktu yang intens) dan mengusung daya pikir (menyusun kepingan-kepingan misteri) daripada mengupas sisi gelap manusia luar dalam.

Format penulisan chapter 1 ialah jurnal yang (sepertinya) ditulis oleh Camellia saja, seorang istri dari keluarga cemara. Ia hidup bersama dengan Pilar—suaminya yang merupakan seorang penulis terkenal—dan anak semata wayangnya, Lily. Ber-setting-kan di Vienna, sebelum akhirnya pindah ke Tyrol, Austria.

Awalnya, kelihatan seperti diari pada umumnya, biasa-biasa saja, tapi semua mulai berubah ketika mulai di-reveal kondisi Camel yang mesti mengenakan prostetik di wajahnya sebab kehilangan daun telinganya. Bagian yang bikin nggak enaknya mulai dibuka dari sini. Pelan-pelan, tapi pasti. Ada apa gerangan?

Sayangnya, pembuka chapter berikut belum dapat kunikmati karena terasa di dunia antah-berantah, pun monoton. Misteri yang digulirkan nggak bisa terhubung di kepalaku—yep, aku paham ini kesengajaan—sebab prolognya terlalu singkat. Konteks yang lebih jelas melalui narasi panjang—tapi tetap dibuat samar—sebagai bab pertama akan lebih mudah membangun “simpati” pembaca sepertiku untuk bisa terus membaca demi mengeksplor goal-nya. Dengan kata lain, butuh “ground” yang solid agar dapat ketagihan sendiri membuka lapisan demi lapisan misteri. Ini penilaian subjektif, ya.

Sebagai manusia dengan daya imajinasi lemah, aku tidak gampang ter-trigger—bisa sebetulnya, tapi tergantung narasi—oleh adegan memasak sup tangan manusia, kepala digondol anjing, penggambaran adegan dewasa eksplisit, bentuk-bentuk kekerasan, pembunuhan sadis, animal abuse, dan lain-lain; semuanya lewat begitu saja selama baca. Bukan maksudnya abai ya, secara personal memang efek kejutnya lebih mudah didapatkan di visual daripada teks. Oleh karena itu, yang lebih aku titik beratkan pada akhirnya adalah alur ceritanya.

Selesai membaca, aku mencoba menelaah kejadian yang menimpa keluarga cemara secara beruntun. Mulai dari bagaimana sejarah Camel harus memasang prostetik di wajahnya hingga misteri-misteri berikutnya. Berdasarkan motif, penyebab, dan resolusi, belum ada yang terasa “Wah, gila sih ini, kok bisa kepikiran!”

Ada satu hal yang perlu saya apresiasi dari Penerbit Haru dan penulisnya: pengemasan ceritanya. Apabila dibungkus dengan format narasi biasa, hasilnya akan berbeda. Alur maju mundur cantik dengan sedikit permainan kronologis menjadikan buku ini seru buat dikupas bak puzzle yang mesti disusun kembali. Penyingkapan sudut pandang tokoh tiap bab yang bertabrakan pun menambah pengalaman membaca yang menyenangkan.
Profile Image for Tika Nia.
239 reviews4 followers
February 19, 2026
May*t seorang lelaki ditemukan terpisah dari kepalanya di Tyrol, Austria! Siapa dia? Siapa pelakunya? Ada kisah apa di balik ini semua??

Camellia depresi karena menjadi korban pe*erko*aan! Menurutnya pelakunya adalah Joerg, editor sekaligus sahabat suaminya. Keadaannya semakin terguncang begitu tau dia hamil karena pe*erko*aan itu. 😭

Di sisi lain, Joerg melakukan pengakuan dosa pada pendeta. Dia bersikeras bahwa bukan dia yang mem*erk*sa Camellia! Kalo bukan Joerg lalu siapa pelakunya? Apakah Camellia salah orang karena terlalu depresi?

Pilar, suami Camellia pun menjadi emosional! 😡 Awalnya dia berusaha terlihat baik-baik saja. Tapi lama-kelamaan Pilar menjadi lebih tempramental dan pekerjaannya terbengkalai. Dia berusaha menemukan orang yang mem*erk*sa istrinya. Akankah dia menemukan pelakunya??

🌺🍁🩸 baca resensi dan konten literasi lainnya di IG ku @tika_nia

Novel ini menggunakan 4 POV sehingga membuatnya semakin menarik! Dari situ pembaca diajak menyelami lebih dalam pikiran dan perasaan setiap tokohnya! 🧠🤯Alur maju-mundur juga berhasil memelihara rasa penasaranku sepanjang membacanya! Benar-benar banyak kejutan yang tak tertebak 👍🏻😶

Berbagai perasaan hadir saat membacanya. Mulai dari bertanya-tanya, sedih, kecewa, marah, was-was, mual, muak, hingga sangat puas! Endingnya pun tak terduga 🤯🩸

Dari novel ini aku jadi paham banyak hal:
• Luka akibat pe*erko*aan tidak hanya menyakiti fisik, tapi juga mental! Tidak hanya menyakiti korban, tapi juga keluarganya!
• Orang-orang yang terlanjur sakit dari dalam, bisa melakukan segala tindakan tak terduga 🔥
• Orang yang terlihat baik di luar, belum tentu baik juga di dalam 🙁
• Nama besar dan ambisi tak terkendali bisa membuat seseorang kehilangan jati diri.. kehilangan banyak hal!

Ku rekomendasikan novel ini untuk penggemar iyamisu! Berbagai kengerian, misteri, sisi buruk manusia, dan penderitaan diekspos dengan detail di sini 🩸🔪⛓️🔥
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book275 followers
February 1, 2026
Opsir Thomas mendapatkan laporan penemuan mayat tanpa kepala. Tak jauh dari tempat ditemukannya mayat itu, di dalam sebuah rumah ditemukan juga tiga mayat lainnya dalam kondisi mengenaskan. Keempat mayat itu menyimpan sebuah kisah antara sang istri, sang suami, sang sahabat dan sang editor.

Pilar adalah seorang penulis terkenal. Dia menikahi seorang wanita asal Indonesia bernama Camellia. Dari pernikahan itu, mereka memiliki seorang putri bernama Lily. Sayangnya sebuah tragedi mengguncang rumah tangga mereka. Camellia mengaku telah diperkosa oleh sahabat suami sekaligus editornya, Joerg. Peristiwa naas itu diikuti oleh kecelakaan yang menyebabkan Lily kehilangan kakinya dan Camellia menderita luka-luka yang cukup serius pada sebagian wajahnya. Joerg pun menghilang. Pilar mendapatkan seorang editor baru bernama Mattia dan semakin sibuk menghasilkan tulisan baru. Tidak cukup itu saja, Camellia pun mengandung akibat pemerkosaan yang pernah dialaminya.

Kisah ini diceritakan oleh 4 POV yang berbeda. Diawali dari Camellia, Joerg, Pilar dan terakhir oleh Mattia. Di awal mungkin akan sedikit bingung dengan kisah dari POV Camellia karena dikisahkan dalam bentuk jurnal yang tanggalnya lompat-lompat. Saya sempat kebingungan dengan timeline waktunya, karena tidak pas dengan kisah dari sudut pandang Pilar. Tapi kemudian akan terkuak jawabannya.

Novel ini adalah iyamisu keempat dari Penerbit Haru yang saya baca. Patur diapresiasi karena merupakan karya debut penulis.
Profile Image for ichi.
68 reviews1 follower
January 26, 2026
Sebenarnya aku cukup antusias ketika mulai membaca buku ini. Dari empat buku bergenre iyamisu terbitan Penerbit Haru, ini buku pertama yang kubaca. Akan tetapi, semakin aku mendalami ceritanya, semakin bertambah hal yang kurasa membuat pengalaman membacaku kurang baik.

Hal pertama yang mengusik adalah teknik penulisan yang digunakan. Kadang paragraf yang digunakan terlalu pendek, bahkan seringkali aku merasa "sebenarnya paragraf selanjutnya masih bisa digabung loh sama paragraf sebelumnya??? Kenapa penulis memilih untuk memisah paragrafnya?" Malah jadi gak efektif gak sih? Rasanya jadi janggal dan kesal ketika baca. Di samping masalah paragraf yang *menurutku* kurang efektif, dialog tokoh-tokohnya juga kurang luwes. Apa karena ditulis langsung di bahasa Indonesia dengan mempertimbangkan latar belakang tokoh yang merupakan orang Austria, jadi ada celah dalam interpretasi pengucapan bahasa? (Oke, bagian ini mungkin cuma perasaanku doang. Tapi jelas ini bukan cara berdialog yang kusuka dari tokoh-tokoh di sebuah buku). Kalau malah jadi menciptakan celah dalam berdialog, kenapa perlu repot-repot menciptakan latar belakang di luar negeri?

Hal yang memperparah adalah masih banyak typo yang bertebaran (sebagai catatan, versi yang kubaca adalah cetakan pertama Fallen Petals). Penempatan tanda baca, salah ketik, kata yang ke-double, buatku pribadi itu menjadi sesuatu yang mengganjal dan bikin otak gatal. Lebih krusial lagi, memengaruhi pengalaman membaca terutama bagi pembaca yang cukup peduli dengan hal-hal minor seperti aku. Kuharap di cetak ulang selanjutnya, penerbit dapat memberikan kerja yang lebih baik dalam hal ini.

Aku cukup mengapresiasi perbedaan teknik penceritaan tiap tokoh—bab Camellia disusun dari tulisan-tulisannya di buku harian, bab Joerg dari bilik pengakuan dosa antara dia dan romo. Yang disayangkan cuma bab Pilar dan Mattia tiba-tiba ditulis dari sudut pandang orang ketiga, padahal bab pertama dan kedua sudah bervariasi, tapi tiba-tiba switch jadi biasa aja.

Secara garis besar cerita, aku yakin penulis sudah mencurahkan hatinya untuk menggaet jiwa pembaca. Untukku pribadi, masih banyak yang dapat digali untuk menyempurnakan naskah Fallen Petals. Aku akan tetap menunggu karya selanjutnya dari penulis.
Profile Image for Readingwithhirai.
224 reviews5 followers
March 17, 2026
"Bagaimana jika sebuah fakta sengaja dihancurkan oleh seorang manipulatif?"

Membaca buku ini rasanya merinding, ada fakta yang sengaja dikaburkan oleh sosok manusia manipulatif. Celakanya kejahatan ini menghancurkan banyak hal termasuk keutuhan keluarga, pertemanan, cinta dan tentu saja kepercayaan. Para korban yang terkena imbas hidupnya hancur lebur sementara pelaku hidup santai bahkan tenang berdampingan dengan semua orang termasuk korbannya. Manusia ini mendekati seseorang untuk sebuah kepentingan, setelahnya dia tak akan peduli lagi. Segala empati yang ditunjukkan hanyalah kepalsuan untuk menutupi bengisnya hati nurani. Fallen Petals menguarkan kisah-kisah yang dirangkai dari catatan tokoh Camelia, dibumbui dengan pengakuan masing-masing tokoh yang terlibat baik tertuduh atau bahkan tak terkena tuduhan apapun. Ceritanya mengalir membawaku tenggelam dalam bias cover menarik dan estetik begitupun ilustrasi yang diberikan. Sampai akhirnya aku terngaga, terbawa dalam alur ringan yang penuh kejutan ini tentang bagaimana kisah hidup Camelia, luka dan pedih yang dideritanya sampai bagaimana akhir hidupnya yang sangat malang. Belum lagi sang suami dan keluarga kecil yang lenyap itu ditambah bayang-bayang orang jahat yang masih menghantuinya sepanjang waktu.

Dibandingkan menampilkan detail mengenai proses pembantaian, buku ini cenderung mempermainkan sisi emosional pembaca dengan tekanan, kejutan dan pengakuan yang berkelit-kelit menjatuhkan kita pada tuduhan yang bisa salah bisa saja benar. Kisah yang miris sekaligus sedih mengingat sampai akhir tokoh itu tak mendapatkan keadilan yang benar-benar valid. Bahkan kasus ini ditutup dengan kehancuran yang menguarkan kengerian. Kisah penuh lika-liku mengenai pentingnya dukungan sekitar untuk perempuan yang mengalami pelecehan. Terkadang mereka perlu didengarkan, dipahami bukan justru dikucilkan atau dihakimi. Kehilangan adalah hal paling menyakitkan di dunia ini jadi pahamilah orang-orang yang sedang melalui duka kehilangan itu. Buku ini masuk ke jajaran buku misteri iyamisu Haru yang paling sakit. Rekomendasi terbaik untuk pecinta misteri lokal dari penerbit yang paling dekat dengan pembaca.
Profile Image for Lelita P..
637 reviews58 followers
January 12, 2026
Novel iyamisu lokal yang sangat kerasa iyamisu-nya.

Gelap, twisty, dan meninggalkan perasaan tak nyaman berkepanjangan. Adegan-adegan gore-nya cukup eksplisit sih, banyak trigger warning juga. Butuh persiapan mental sebelum membaca novel ini bagi yang nggak kuat dengan tema-tema seperti

Ceritanya cukup rapi, meskipun jujur saya nggak bisa menyukai bagian-bagian awal (jurnal Camellia). Bagi saya, cara Camellia bercerita itu menyebalkan. Artifisial. Makanya, di chapter 1 itu saya rada malas-malasan bacanya, karena temponya lambat juga. Tapi memang chapter 1 tersebut adalah fondasi dari keseluruhan cerita, jadi memang harus dituliskan seperti itu.

Barulah setelah masuk chapter 2, 3, 4... keseruan bertambah. Bukunya menjadi unputdownable., seiring pace cerita yang semakin cepat. Gambaran-gambaran samar sudah terbayang di benak saya, tapi tetap saja saya ingin tahu bagaimana kebenaran sesungguhnya. Dan yah, tebakan saya ada yang benar, ada yang meleset.

Sebenarnya yang paling saya suka dari novel ini adalah ending-nya yang full circle dengan awalnya--diakhiri dengan sangat tepat dan mengena.

Anyway ilustrasi novel ini cakep-cakep sekali, dan kontrasnya berhasil banget menambah efek creepy. Nuansanya gothic gitulah, cocok dengan novelnya.

Secara umum saya sangat mengapresiasi adanya iyamisu lokal yang pengemasannya cukup rapi seperti ini.
Profile Image for hopenpuff.
161 reviews2 followers
March 18, 2026
GILA BUKU APA INIIIIIII SAKIT JIWA GAK ADA OBAT PANCI MANA PANCI 🥰😭

❝Jika yang dihindari adalah kemungkinan terburuknya seperti kematian, bukannya sekarang sama saja? Aku sudah mati dari dalam.❞ —p. 71

Fallen Petals - Pandu Firmansyah
★★★★☆

Berawal dari penemuan kepala buntung dengan wajah hancur yang badannya terpisah sejauh 1,5 km, Fallen Petals mengajak kita kepada kilas balik dari ketika semuanya berjalan baik-baik yang juga menjadi awal mula puncak cerita ini.

Buku ini dibagi ke dalam empat POV orang-orang yang tertera di blurb. Ada yang dibawakan dalam bentuk jurnal, sudut pandang orang pertama, monolog si pembicara, juga sudut pandang orang ketiga. Betul, beragam sekali. Ini menjadikan cara kita memahami para tokohnya dan cerita dari sisi tiap-tiap mereka jadi berbeda pula. Unik ya? Tiap POV-nya saling melengkapi—satu fakta untuk satu kebohongan—membangun kisah yang utuh.

Sekarang susah banget bedain mana setan mana manusia karena kegilaan di buku ini saja rasanya tiada habis. Semakin dibaca, semakin bikin geleng-geleng kepala. Apalagi kalau udah notis kejanggalan dari tindak-tanduk serta cara tokohnya bercerita. Satu kata, SAKIT!

Menakutkan betapa satu niat jahat bisa merugikan banyak orang. Mengerikan bagaimana suatu trauma bisa mengubahmu. Dalam kasusnya, Camellia mesti menanggung akibatnya mungkin seumur hidup. Luka berkepanjangan, emosi yang volatil, dan ingatan yang terhapus sebagai mekanisme pertahanan diri menurutku sangat mengkhawatirkan.

Part favoritku tentu POV-nya Pilar sang Suami. Di balik cara dia bercerita seakan ada hal tersirat yang berusaha disampaikan, menguarkan hawa aneh yang bikin merinding—kengerian yang nggak bisa dijelaskan tapi mantap bisa dirasakan. Semua yang selama ini ia pendam sendiri tertuang di sini.

Do i recommend this book? BIG YES. Sekali ini aja mari bersuudzon ria bersama dengan membaca buku ini 🥰☺️
Until next time—★
1 review
February 26, 2026
novel fallen petals ini berhasil bikin aku nggak nyaman bahkan sampai selesai bacanya. novel yang bergenre iyamisu misteri ini isinya penuh plot twist dan stress nya kerasa banget dari awal sampai akhir😭

yang aku suka dari novel ini, karena dibagi menjadi 4 pov dengan gaya penyampaian yg berbeda-beda. salah satunya melalui jurnal harian Camellia, yang bikin ceritanya terasa lebih personal dan emosional. alur ceritanya pun maju-mundur, tapi tetap mudah diikuti dan nggak bikin bingung.

yang bikin novel ini semakin menarik, aku bisa merasakan emosi dari masing-masing tokohnya—bingung, tegang, curiga, dan nggak nyaman jadi satu. sempet bikin aku bertanya-tanya sebenernya siapa yang jujur disini?

ohyaaa poin plusnya lagi, isi bukunya tuh cakep banget tauuuu, banyak ilustrasi yang menambah suasana cerita jadi makin terasa mencekam.
Profile Image for Ony Christy.
17 reviews
February 12, 2026
Di bagian awal cerita terasa sekali slow burnnya, apalagi bagian awal ceritanya berupa diari/jurnal milik Camellia. Namun setelahnya cukup bisa dinikmati, meski perpindahan POVnya seperti tanpa jeda. Setidaknya kita bisa tahu, satu kejadian yang sama bisa menjadi berbeda saat sudut pandangnya berubah.

Adegan-adegan sadistisnya cukup baik meski tidak sampai terasa menegangkan namun cukup menganggu bila dibayangkan. Riset medis yang dilakukan penulis cukup oke meski ada bagian yang kurang masuk akal tapi okelah. Yang aku kurang suka adalah bagian epilognya, berasa seperti bab sumbang tapi yaaa itu pendapatku saja.

So far, untuk karya lokal ini bagus!
3 reviews
March 21, 2026
Jujur, ini salah satu novel horror/psychological thriller lokal yang paling berkesan buatku.

Dari awal aja udah langsung dikasih premis yang disturbing dan bikin penasaran. Tapi yang bikin beda, ceritanya nggak cuma jual shock atau gore doang. Justru kekuatannya ada di sisi psikologis tiap karakter.

Atmosfernya dapet banget, creepy tapi elegan, karakternya kompleks, konfliknya dalem, bukan sekadar horror biasa, dan Plotnya pun kayak puzzle yang bikin kita mikir. Pokoknya recommended bgt!!
Profile Image for DENKUS.
Author 8 books22 followers
January 29, 2026
Suka sama vibes ceritanya. Kompleksitas cerita yang tipikal aku suka. Meski agak bingung dan harus cek kembali timeline cerita, tidak apa. Rekomen dan cocok dibaca pas musim hujan gini.
4 reviews
February 28, 2026
Ceritanya bagus, membuat penasaran dan merinding, dan ceritanya bermain psikologi mental, bener2 kerasa banget. Apalagi tulisannya kaya novel terjemahan. Keren
Profile Image for Naa.
100 reviews1 follower
March 4, 2026
vibes mencekam dan suasana ga enaknya dapet bangett😭
Profile Image for Dimas Abe.
1 review
February 18, 2026
Ini novel Iyamisu asik, sensasinya seperti nonton film genre psikologi thriller.
Profile Image for Anes.
154 reviews2 followers
February 22, 2026
Ini pertama kalinya aku membaca buku iyamisu lokal. Walaupun belum se-iyamisu itu, tapi ini udah oke banget.. Aku suka cara penulisnya membangun suasana, melankolis tapi juga misterius at the same time.
166 reviews
March 18, 2026
Awal rada skeptis, jujur. Takut cuma kejebak review. Tapi Fallen Petals? Solid. Halaman pertama udah nyekek langsung. Hook-nya kasar, bikin penasaran. G*re-nya ada, cukup bikin merinding tapi masih amanlah (khususnya buat yang udah langganan bacaan ginian).

Yang bikin wow adalah cara penyampaian tiap tokoh yang beda. Camellia lewat diary, si lewat ruang pengakuan dosa. Kocak. Format begini ngebantu banget bikin cerita nggak flat. Apalagi alurnya maju-mundur cantik kayak lagi nyusun puzzle, dan tabrakan sudut pandang tiap bab? Chef's kiss.

Iya, ini bukan iyamisu br*tal yang cuma dar*h dimana-mana. Tapi justru di situ menariknya. Debut penulis ini nggak cuma jualan s*dis doang. Karakter hidup, konflik dalem, dan suasana melankolisnya nempel kayak permen karet. Alurnya pelan tapi lama-lama bikin sesak. Bukan karena serem, tapi karena berat. Ini thriller psikologis yang deket banget sama keseharian. Konfliknya manusiawi, bahkan mungkin pernah kita saksikan di sekitar.

Soal plot twist? Jangan harap yang bikin loncat dari Kasur atau terjatuh dari kursi. Twist-nya... biasa aja sih. Kejutannya hadir secara alami, tidak dipaksakan, tapi juga tidak perlu disambut dengan tepuk tangan.

Lalu soal judul. Awalnya mikir Fallen Petals merujuk pada sosok si Camellia. Tapi setelah membaca, saya justru menangkap ironi yang puitis: "keindahan hidup keluarga mereka yang luruh satu per satu, persis kelopak bunga jatuh." Lumayan dalam untuk ukuran novel yang sesekali bikin mual.

Secara teknis, penulisan novel ini rapi dan tidak asal-asalan. Masih ada ruang untuk berkembang, tetapi sebagai karya debut, ini patut diapresiasi. Secara keseluruhan, Fallen Petals berhasil melampaui ekspektasi (awalnya pesimis sebelum beraniin diri buat baca). Worth it buat yang mau thriller penulis lokal dengan jiwa.
Profile Image for Heni.
Author 3 books45 followers
January 4, 2026
There are some minor issues (and questionable things) but overall I enjoyed solving the puzzles.

It's just... I don't like THIS kind of unreliable narrator, and the shift between first POV and third POV mid novel is a bit disorienting.
Displaying 1 - 30 of 30 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.