Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ibu, Kamu Tidak (Gila) Sendirian

Rate this book
Setelah melahirkan, tak semua ibu merasa serta-merta bahagia. Beberapa justru merasa kehilangan. Seringnya yang hilang adalah waktu tidur, bentuk tubuh, karier, atau bahkan mimpi dan kebebasan. Namun, kehilangan paling sunyi adalah jati diri yang perlahan mengabur di tengah tangis bayi, rumah yang berantakan, dan ekspektasi dari orang-orang sekitar. Buku ini adalah ruang aman untuk semua ibu yang pernah bertanya, “Siapa aku sekarang?”

Kumpulan tulisan ini serupa pelukan hangat dari para ibu yang juga pernah merasa tersesat dan sendirian setelah melahirkan. Melalui catatan personal, pengakuan jujur, dan suara dari banyak ibu lainnya, buku ini ibarat teman di ruang belakang: tempat kita boleh lelah dan melepas topeng, menangis tanpa malu, merasa tak cukup, dan belajar berdamai dengan semua hal yang di luar rencana. Semua perasaan disambut dan dirayakan.
Dari tubuh yang berubah hingga mimpi yang tertunda, setiap halaman adalah pengakuan jujur bahwa menjadi ibu tidak selalu tentang bahagia, tapi juga tentang merawat luka. Untukmu yang menangis dalam diam, buku ini ingin berkata, “Kamu cukup. Kamu tidak sendiri.”

256 pages, Paperback

Published December 22, 2025

1 person is currently reading
1 person want to read

About the author

Lucia Priandarini

12 books58 followers
Lucia Priandarini lahir dan dibesarkan dalam rumah penuh buku. Setelah lulus dari Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, ia sempat menjadi reporter di media gaya hidup, menulis naskah nonfiksi untuk penerbit, serta menulis konten untuk media daring.

Episode Hujan dan 11.11 (Grasindo, 2016) adalah 2 novel pertamanya. Ia menerbitkan buku nonfiksi kesembilannya, Mengejar Ujung Pelangi pada 2020. Pada 2021 ia menerbitkan kumpulan puisi pertamanya, Panduan Sehari-hari Kaum Introver dan Mager (Sastra GPU). Buku ini menjadi nomine buku sastra pilihan Tempo kategori puisi tahun 2021.

Dua Garis Biru (GPU, 2019) adalah kolaborasi ketiganya dengan Gina S. Noer setelah novel adaptasi Film Posesif (2017), dan Dunia Ara, buku anak dari semesta Film Keluarga Cemara (2018).

Ia juga menulis buku nonfiksi Mengejar Ujung Pelangi (TransMedia Pustaka, 2020) dan Ibu Kamu Tidak (Gila) Sendirian (Noura Publishing, 2025).

Kini ia bekerja mendokumentasikan pendampingan komunitas pembatik dan penenun di beberapa daerah.
Ia dapat dihubungi melalui surat elektronik: lucia.priandarini@gmail.com, Instagram dan X: @rinilucia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (50%)
4 stars
1 (50%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for qila.
58 reviews
January 17, 2026
An advance copy to review for book launching event.

Aku belum jadi ibu, sih... tapi sejujurnya, selepas baca ini, perasaan hormat ke Ibu jadi seperti bertambah. Fase-fase sulit yang dilalui para Ibu dikemas dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, rasanya kaya pelukan, kaya, "Enggak apa-apa, kamu enggak sendirian."

Semoga ibu-ibu diluar sana semakin berani menyuarakan apa yang dirasakan, bisa menemukan ruang untuk dirinya sendiri, biar meskipun sudah jadi ibu, identitas dirinya tetap senantiasa melekat pada dirinya.
Profile Image for Iyom Alexandria Al-mukarromah.
1 review
January 16, 2026
Tubuh perempuan adalah alam semesta. Di sana lahir kehidupan. Sy adalah Ibu dari 2 orang anak. Yg pernah mengalami proses melahirkan. Saya pernah merasa kehilangan diri saya. Dulu, buku seperti ini terbatas. Untungnya sy punya beberapa teman psikolog yg mengurai masalah saya. Bayangkan, bagaimana Ibu2 di luar sana berjuang dan mungkin sedang kebingungan dengan dirinya setelah melahirkan. Buku ini seperti oase. Menguraikan sesuatu yg belum bisa diurai dan dianggap tabu. Buku ini wajib dimiliki setiap Ibu baru atau Ibu lama, sebagai pedoman dan rujukan bahwa menjadi Ibu tidak harus sempuran. Buku yg dapat memeluk setiap Ibu yg sedang berjuang. Bacalah, bacalah, bacalah, sampai hatimu penuh.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.