May sudah merasa kepindahan Andromeda ke rumah kosong di depan rumahnya akan menjadi masalah. Lelaki tampan itu seperti sengaja menggoda gadis dan ibu-ibu di lingkungan perumahan itu.
Bukan hanya latar belakangnya yang misterius, tapi juga misteri kematian yang datang sejak dia pindah ke perumahan itu. Rasa penasaran membuat May selalu ingin mengawasi lelaki itu. Namun, masalah besar datang saat Andro menyapanya, mengobrak-abrik hatinya yang gersang.
Andro membuat May harus memilih untuk mempertahankan rumah tangga yang berantakan atau lari bersama orang baru yang sama sekali tidak dikenalnya.
"Laki-laki kayak gitu kamu pertahankan, May? Aku bisa bikin kamu dan anakmu bahagia. Aku bisa bawa kalian ke mana aja kalian mau.” —Andromeda
“Kamu jangan terlalu halu, May. Lama-lama kamu kayak Bu Dimas. Dia mana mungkin mau sama kamu.“ — Roni : “
Gak bisa bikin review yg bener untuk sementara ini, karena ceritanya ttg orang-orang gilaaa... Gak semua, sih. Tentu saja para tokoh utama.
Tahun 2024 saya juga pernah baca "buku gila" lain, tapi plot twist jelang akhir cerita di sana malah bikin saya bilang "sukurin!" pada tokoh utama (yg gila). Cuma ya sambil bergidik ngeri dan mengucap naudzubillah berkali-kali.
Kalo cerita ini, sebenarnya sejak awal tokoh2nya gantian bikin saya ilfil. Bedanya, selipan ttg tokoh sampingan yg "too good to be true" bisa bikin saya sedikit bersimpati pada tokoh nyebelinnya.