Jump to ratings and reviews
Rate this book

Logika Adalah Senjata

Rate this book
Kita sering diminta "pakai logika", tapi apa itu logika? Benarkah ia rumit, berat, dan menakutkan? Salah besar.

Buku ini membuktikan bahwa logika adalah senjata paling keren yang bisa dimiliki siapa saja. Ini bukan buku filsafat yang bikin kening berkerut. Ini adalah survival kit buat otak kita.

Dalam buku ini, kamu akan menemukan banyak hal tentang logika:

• Cara gampang mengerti logika, yang ternyata kita pakai setiap hari.
• Membongkar trik retorika, mulai dari Ethos, Pathos, hingga Logos, biar kamu tidak gampang terpengaruh omongan motivator atau iklan.
• Belajar "jebakan berpikir" atau kesalahan logika yang sering dipakai politisi buat ngibulin orang.
• Melihat logika dari kacamata lain: dari Yunani kuno, Tiongkok, sampai logika feminis dan ateis.
• Latihan praktis biar otak kamu semakin tajam!

Berhentilah menjadi sasaran kebodohan dan omong kosong. Perbarui cara kamu bernalar, dan jadikan logika sebagai senjatamu.

198 pages, Paperback

Published November 1, 2025

5 people want to read

About the author

Soe Tjen Marching

18 books59 followers
Soe Tjen Marching (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 23 April 1971; umur 39 tahun) adalah seorang Indonesianis, penulis, dan feminis. Ia memperoleh gelar Ph.D.nya dari Universitas Monash, Australia dengan menulis disertasi tentang otobiografi dan buku harian perempuan-perempuan Indonesia. Ia telah diundang sebagai dosen tamu di berbagai Universitas di Australia, Britania dan Eropa.

Soe Tjen banyak menulis artikel di berbagai suratkabar Indonesia maupun asing, cerita pendek, dan juga membuat komposisi musik. Ia pernah memenangi beberapa kompetisi penulisan kreatif di Melbourne - Australia. Salah satu cerita pendeknya telah diterbitkan oleh Antipodes, sebuah jurnal sastra terkemuka di Amerika Serikat. Selain itu, ia juga seorang komponis penting di Indonesia, yang karya-karyanya telah dipagelarkan di Asia, Australia, Eropa dan Amerika. Sebagai seorang komponis, ia pernah memenangi kompetisi tingkat nasional di Indonesia pada 1998. Sebuah komposisinya, "Kenang" (2001) diterbitkan sebagai bagian dari sebuah CD, "Asia Piano Avantgarde: Indonesia" yang dimainkan oleh pianis tersohor dari Jerman, Steffen Schleiermacher. CD ini telah beredar di Amerika dan Eropa. Pada Juni 2010, karya musiknya memenangkan kompetisi Internasional avant-garde yang diadakan di Singapura.

Novel Soe Tjen, berjudul Mati Bertahun yang Lalu, diterbitkan oleh Gramedia pada akhir tahun 2010. Novel ini diilhami oleh pengalaman pribadi Soe Tjen terjangkit kanker 3 kali.

Soe Tjen Marching juga sering bekerja sama dengan suaminya, Angus Nicholls, seorang peneliti sastra Jerman di Queen Mary University of London.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
3 (100%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books101 followers
January 10, 2026
Pada sekitar 300 tahun sebelum Masehi yang lalu, seorang filsuf besar Yunani bernama Aristoteles pernah menulis buku penting berjudul The Art of Rhetoric. Dalam karya fundamentalnya itu, Aristoteles mengidentifikasi dan mendefinisikan tiga pilar retorika yang mendasari cara efektif dalam komunikasi persuasif, yakni ethos, pathos, dan logos.

Ethos berkaitan dengan kredibilitas atau karakter seseorang, yang dapat meyakinkan orang lain bahwa seseorang itu dapat dipercaya dan memiliki otoritas terhadap topik yang dibahas. Lalu, pathos berkaitan dengan emosi dan gairah, yang merangsang respons emosional dari orang lain untuk menaruh simpati. Terakhir, logos berkaitan dengan logika, alasan, dan argumen rasional, dengan menggunakan fakta, data, dan penalaran yang jelas untuk meyakinkan orang lain.

Mengenai bagaimana ketiga seni retorika itu bekerja, dapat kita lihat dari orasi atau pidato orang-orang besar yang sering muncul di layar gadget kita. Biasanya, argumen-argumen yang diajukan oleh para orator terkenal itu tidak lepas dari pathos, sehingga membangkitkan emosi pendengarnya.

Misalnya, Sukarno yang dikenal sebagai orator besar, sering kali dijadikan role model karena dianggap mampu membangkitkan amarah pada rakyat saat pidatonya menentang negara kolonialisme Barat dengan jargon populer: “Inggris kita linggis, Amerika kita setrika!” Sukarno juga kerap menyebut dirinya sebagai "penyambung lidah rakyat Indonesia" untuk membangkitkan perasaan dekat dengan rakyat; bahwa ia bagian dari rakyat dan yang dilakukannya adalah untuk rakyat. Dengan demikian, ada semacam empati yang tumbuh bagi setiap rakyat yang mendengar pidatonya.

Pertanyaannya, mengapa kalimat: “Saya akan mati untuk rakyat Indonesia!” yang terlontar dari mulut seorang Prabowo justru tak membuat hati kita bergetar? Kemungkinan besar—meski ini hanya asumsi semata—karena pathos yang ia usung tak berbanding lurus dengan ethos yang ia miliki. Memangnya dalam kondisi yang mana kita melihat beliau benar-benar siap mati untuk rakyat? Di sinilah kehadiran logos mulai dipertanyakan.

Apalagi, jika kita mendengar kalimat lanjutan yang ia lontarkan dalam pidato yang sama: “Bagi saya, mati untuk rakyat [adalah] kehormatan bagi saya!” Ini sama saja ibarat Spider-Man yang rela mati melawan Thanos asalkan diterima sebagai anggota Avengers. Ada sikap altruisme berbalut egoisme di sana; seolah-olah berbuat demi rakyat, padahal demi citra diri sendiri.

Nah, kira-kira cara berlogika semacam itulah yang saya pelajari dari buku berbobot ini. Senjata andalan kita mungkin bukan hanya logika saja, tapi jelas logika adalah senjata yang berguna untuk melawan argumen yang kita pikir tidak rasional.
Profile Image for Ms.TDA.
251 reviews5 followers
February 7, 2026
Logika cenderung menuntut manusia untuk menganalisis. Berpikir dg logika biasanya tidak menerima sesuatu begitu saja, melainkan sebuah proses pembelajaran dengan data, penelitian, observasi dan bukti. 👍🏻
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.