Jump to ratings and reviews
Rate this book

Asal Usul Nama Yogyakarta & Malioboro

Rate this book
Etimologi nama-nama tempat selalu menarik untuk dibahas. Asal usulnya menimbulkan banyak spekulasi. Salah satunya adalah nama Yogyakarta dan Malioboro. Apakah nama Malioboro berasal dari nama Duke of Marlborough pertama? Ataukah dari kata “mâlyabharin” dari bahasa Sanskerta yang berarti “berhiaskan untaian bunga”? Bagaimana dengan nama Yogyakarta sendiri? Apakah berasal dari kata “Ngayogyakarta” dari bahasa Sanskerta? Ataukah dari sebuah dusun bernama Yogya atau Ayogya yang ada pada masa pemerintahan Sultan Mangkubumi?

Buku ini dibuka dengan artikel yang ditulis oleh Peter Carey yang menjelaskan asumsinya mengenai asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro. Kemudian, dilanjutkan dengan artikel tanggapan dari Jacobus (Koos) Noorduyn, dan ditutup oleh Merle Calvin Ricklefs. Akan ditemukan tiga paparan menarik mengenai spekulasi asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro.

120 pages, Paperback

First published January 1, 2015

3 people are currently reading
57 people want to read

About the author

Peter Carey

42 books79 followers
Librarian Note: There is more than one author in the GoodReads database with this name. See this thread for more information.

Laithwaite Fellow and Tutor in Modern History at Trinity College, Oxford. Peter Carey works on the history, contemporary politics and socio-economic development of Southeast Asia, specialising on Indonesia, East Timor, Cambodia and Burma.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (23%)
4 stars
23 (44%)
3 stars
13 (25%)
2 stars
2 (3%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
August 24, 2017
Dulu, saya mengira nama Malioboro diambil dari papan iklan rokok Malboro yang menjulang di sekitar kawasan Abu Bakar Ali, dan ternyata bukan. Kemudian, ada buku ini, yang menyebut nama Malioboro diambil dari salah satu nama Duke di Inggris, yakni Duke of Marlborough (ingat bahwa Raffles sempat memerintah Jawa selama 10 tahun), dan ternyata ini pun bukan. Hipotesis terbaru, nama Malioboro ternyata diambil dari satu kutipan kata dalam epos Ramayana dari India. Menurut tesis ini, Malioboro berasal dari kata "malyabhara" dari bahasa Sansekerta yang berarti "penuh dengan karangan bunga." Sepertinya, yang terakhir ini yang paling sesuai. Jawabannya dijelaskan di buku ini. Kemudian bagaimana dengan nama Yogyakarta? Konon, Yogya juga berasal dari kota tempat Sri Rama bertakhta, yakni Ayodya yang entah bagaimana menjadi Ayogya dan kemudian menjadi Yogya. Lengkapnya ada di buku ini. Walau sayang juga, menurut saya buku ini terlalu tipis dan kurang banyak pembahasannya untuk tema sebagus ini. Ada satu sumber data yang konon belum pernah atau jarang diungkap dalam buku apa pun yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia. Semoga bakal ada semakin banyak buku-buku sejenis.

84 reviews
March 11, 2023
Masalah utama dari buku ini mungkin adalah judulnya sendiri. "Asal Usul Nama Yogyakarta & Malioboro" sejatinya adalah judul yang kurang komplit karena dari ini muncul ekspektasi bahwa kita akan mendapatkan kejelasan asal usul nama Malioboro dan Yogyakarta.

Isi dari buku ini sejatinya adalah kajian dari 3 ahli sejarah yaitu Peter Carey, Jacobus Noorduyn, dan Merle C. Ricklefs yang mengadakan penelitian terhadap asal mula nama Malioboro dan khususnya Yogyakarta. Kajian dari ketiga tokoh ini sangat mendetail dan baik.

Namun, dari kajian ketiga tokoh ini pun masih belum mampu menyelesaikan 100% mengenai asal usul kedua nama tersebut. Sehingga, buku ini bisa jadi referensi bagi peneliti yang tertarik untuk meneliti sejarah etimologi Yogyakarta.
Profile Image for Laurensius.
5 reviews2 followers
May 13, 2019
Buku ini menjadi 'sedikit' pencerah untuk mengetahui asal-usul penamaan Malioboro & Yogyakarta dan bagaimana sejarah dapat diketahui dengan petunjuk nama itu sendiri. Perdebatan dan sikap skeptis yang ditunjukkan oleh Penulis menghasilkan bukti bahwa memang Yogyakarta penuh dengan nilai-nilai filosofis.
Profile Image for hans.
9 reviews
January 3, 2025
Buku ini membahas sejarah unik di balik penamaan Yogyakarta dan Malioboro, dengan fokus pada hubungan budaya, sejarah kolonial, dan tradisi lokal.

Buku ini menggabungkan analisis sejarah, budaya, dan kolonial, memberi pembaca wawasan baru tentang bagaimana identitas suatu tempat terbentuk dari campuran tradisi lokal dan pengaruh luar.
Profile Image for Erson Padapiran.
19 reviews4 followers
January 2, 2018
Asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro sangat menarik, ada 3 orang penulis yang menelusuri asal-usul nama Yogyakarta dan Malioboro, semuanya memiliki pendapat yang berbeda mengenenai dugaan asal-usul kedua nama tersebut, dan yang membuat hal ini menarik adalah karena HB I selaku pendiri kerajaan Ngayogyakarta pun tidak meninggalkan catatan mengenai asal-usul nama Yogyakarta dan Malioboro
Profile Image for Damar Juniarto.
Author 4 books11 followers
May 18, 2015
APAKAH nama Malioboro itu benar-benar berasal nama bangsawan Inggris, John Churchill, yang mendapat gelar First Duke of Marlborough (1650 -1722)? Apakah nama Yogyakarta merupakan peluruhan dari kota Ayodhya yang ada dalam kitab Ramayana?

Buku tipis setebal 110 halaman ini memuat 3 argumentasi dari Indonesianis ternama: Dr. Peter Carey yang mempunyai reputasi sebagai sejarawan peneliti Pangeran Diponegoro, Dr. Jacobus Noorduyn sebagai ahli bahasa, dan MC Ricklefs yang dikenal sebagai ahli tentang Jawa. Pokok perkaranya adalah menjawab asal-usul nama Malioboro dan Yogyakarta.

Apa argumentasinya?

Pertama, tentang asal-usul nama Malioboro. Peter Carey mencoba membangun bantahan bahwa nama Malioboro diabadikan dari nama bangsawan Inggris terkenal Duke of Marlborough, dengan argumentasi:

1/ periode pemerintahan Inggris di Indonesia tidak lama,

2/ janggal memberi nama jalan sepenting jalan kerajaan berdasar nama orang yang menjajah,

3/ Inggris tidak sepenting itu bagi kerajaan Mataram.

Maka Peter Carey mencoba menafsir nama malioboro dari sumber lain. Ia berargumen nama tersebut diadopsi dari bahasa Sansekerta “malyabhara”. Istilah Sansekerta “malya” ( untaian bunga ), “malyakarma” ( merawat untaian bunga ), “malyabharin” (menyandang untaian bunga) menurut Peter Carey dapat ditemukan dalam kisah Jawa kuno. Ketiganya bisa dicari dalam kitab Ramayana abad ke-9, kitab Adiparwa dan Wirathaparwa abad ke-10, dan Parthawijaya abad ke-14.

Argumentasi Peter Carey ini dibantah oleh Jacobus Noordyun dengan cara sederhana: kutipan Ramayana yang dijadikan dasar argumen Peter Carey bukanlah Ramayana yang berasal dari Jawa Kuno, melainkan versi Walmiki. Jadi itu sebabnya, tidak ada istilah “malyabhara” dalam sansekerta Jawa Kuno. Meskipun demikian, Noordyun menandaskan kreativitas menggabungkan dua kata “malya” dan “bhara” menjadi satu arti baru bisa saja terjadi, meskipun tidak ada bukti tertulis.

Kedua, tentang asal-usul nama Yogyakarta. Peter Carey membunyikan lagi argumentasi Tichelaar bahwa kata Yogya dipengaruhi oleh nama kota Ayodhya, tempat kediaman Sri Rama dalam Ramayana. Ia menuliskan argumennya pada tahun 1976 di jurnal Archipel. Atas argumentasi ini, Noordyun menanggapinya 4 tahun kemudian, tahun 1980 di jurnal yang sama. Noordyun mencoba melandaskan argumennya pada catatan-catatan yang ada sebelum tahun 1755 ketika kerajaan Mataram pecah menjadi dua lewat perjanjian Giyanti. Ia menemukan bahwa catatan tentang tempat bernama Yogya atau Ayogya sudah muncul pada catatan tahun 1743. Bahkan ada catatan yang lebih tua lagi yang bila ditelusur bisa menjelaskan nama yang dipakai sebelum menjadi Yogya atau Ayogya yaitu Garjitawati. Dalam temuan Noordyun, Yogya atau Ayogya telah lama dikenal sebagai pesanggrahan, tempat peristirahatan untuk berburu/berkemah di dalam hutan. Sehingga meskipun upaya mengaitkan kota Yogya dengan Ayodha terkesan cocok, pada dasarnya tidak ada bukti.

Ricklefs semakin menandaskan fakta ini dengan memberi petunjuk, penamaan Garjitawati menjadi Yogya atau Ayogya terjadi pada masa Amangkurat II. Lalu apa artinya? Ternyata masih bisa dicari dari kosa kata Jawa modern: Yogya atau Ayogya berarti “layak, sesuai”. Jadi bisa dikesampingkan arti-arti lain yang terlalu dibuat-buat.

Buku yang terbit Januari 2015 ini tepat dibaca bagi pembaca dan warga Yogya yang belum lama ini disodori city branding “Jogja Istimewa” agar tidak keliru dalam memaknai kota tempat mereka tinggal.

Rating: 5 dari 5
Profile Image for Vecco Saputro.
12 reviews4 followers
September 27, 2016
Walau buku ini tidak terlalu tebal, tapi isinya padat informasi mengenai asal usul nama Yogyakarta dan Malioboro. Penggunaan kata yang menurut saya tidak gampang dicerna menuntut saya harus membaca buku ini tiga kali untuk memahami isi pikiran penulis buku ini.

Mengenai penulis di buku ini, sebetulnya ada tiga penulis yang berkontribusi dalam buku ini yaitu Peter Carey, Jacobus Noorduyn, dan M. C. Ricklefs. Tulisan pertama ditulis oleh Peter Carey dan bercerita tentang asal usul nama Malioboro. Tulisan kedua ditulis oleh Jacobus Noorduyn dan bercerita tentang asal mula nama Yogyakarta dengan mengaitkannya dengan artikel Brandes. Lalu, tulisan terakhir ditulis oleh M. C. Ricklefs yang saya rasa seperti penutup dan penyimpul dua artikel sebelumnya.

Buku ini menarik untuk dibaca jika ingin mengetahui lebih dalam tentang etimologi nama Yogyakarta dan Malioboro. Bagi yang hanya ingin selintas mengetahui, sabarkan hati dan kuatkan fokus untuk membaca ini karena seperti yang saya bilang sebelumnya di paragraf pertama bahwa buku ini sungguh padat informasi.
Profile Image for Wirotomo Nofamilyname.
380 reviews52 followers
December 5, 2015
#61 in 2015.

Ternyata asal-usul nama Ngayogyakarta Hadiningrat dan Malioboro memang tidak jelas.

Tiga orang Londo menulis 3 artikel mengenai asal-usul nama Yogyakarta dan Malioboro. Mengajukan teorinya, kemudian dibantah oleh penulis lainnya dengan berbagai fakta tertulis.
Kesimpulannya nama Yogya sudah ada sebelum kota Yogya didirikan oleh Pangeran Mangkubumi (kemudian menjadi Sultan Hamengkubuwono I) dan nama Malioboro kemungkinan malah baru diberikan ke jalan utama Yogyakarta itu di abad 19.

Yang menyedihkan adalah penulis artikel-artikel tersebut, ketiganya bukan orang Indonesia. Apakah kita memang tidak tertarik dengan sejarah bangsa kita sendiri. :-)

Gituuu....
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.