Jump to ratings and reviews
Rate this book

LENYAP

Rate this book
Di masa Perang Pasifik, nasib mempertemukan seorang bocah asal Batavia dengan para prajurit KNIL di neraka mengambang: sebuah lambung kapal Jepang yang dipenuhi kuli-kuli romusa yang akan diberangkatkan ke belantara Sumatra, dengan bau menyengat dari keringat dan tinja ribuan manusia yang berjejalan. Di bagian lain kapal itu, di kabin-kabin yang lebih manusiawi, disekap para perempuan Jawa yang diangkut paksa oleh tentara Jepang.

Novel mendebarkan ini mengungkap satu babak dalam sejarah kolonial di Indonesia yang belum banyak dibicarakan.

172 pages, Paperback

Published January 23, 2026

2 people are currently reading
5 people want to read

About the author

Richard Kemen

2 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (66%)
4 stars
1 (33%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Ms.TDA.
251 reviews5 followers
February 1, 2026
Buku ini bercerita tentang luka lama yg masih mengangga diingatan segelintir para penyintas yg tak punya kesempatan utk berbicara. Luka sayat sejarah yg tak pernah dijahit. Dan ingatan ini persis suara dari masa lalu yg terus dikikis oleh waktu. 😔🔫💥

This is a “Novel”, tp somehow ketika membaca, kepala langsung muter film kolonial dokumenter ttg perjalanan seorang anak kecil menghadapi kejam nya kondisi pra-kemerdekaan Indonesia yg membawa kita melihat kondisi keji di kapal (pelayaran dari Batavia hingga Sawahlunto) serta di Hutan desa Lubuk Ambacang di Riau. 🧠😶‍🌫️

Penyajian yg tipis tapi aku cukup menikmati vibes yg disajikan ttg bagaimana bentuk pertahanan diri, kemanusiaan, dan ego manusia yg terlibat dalam kurun sejarah bbrp personil tentara KNIL, para pribumi, perempuan yg terpaksa di jadikan Jugun Lanfu, serta militer Jepang. 🪖
Profile Image for Muchran.
3 reviews
February 5, 2026
Merupakan Novel ketiga dari Penerbit Marjin Kiri yang saya baca. Pertama Aib Dan Nasib Minanto, lalu Tersesat setelah Terlahir Kembali-nya Yoga Zen, lantas buku ini.

Bisa dibilang buku ini adalah hasil dari ketidaksengajaan saya membeli buku. Saya membelinya dari Suatu lapak di Surabaya. Ketika saya membaca biografi singkat penulisnya pun saya kaget karena buku ini benar benar "baru" tidak sedang menang penghargaan atau hal-hal semacam itu. Penulisnya pun saya kira dari suatu negara Amerika Latin (mungkin Peru) eh ternyata orang Indonesia.
Akan tetapi, covernya yang minimalis dengan palet warna yang menarik, akhirnya saya pun bersedia untuk mencoba karyanya, toh saya tetap mendapatkan bacaan menarik tentang sejarah Indonesia yang masih jarang dibahas? Dilansir dari entah darimana tetapi, setiap terbitan marjin Kiri patut dibeli buta karena kualitasnya yang legit.

Oh Tuhan.
Yup buku ini rasanya mendebarkan dari awal. Adegan setiap adegan adalah lembaran yang tak tuntung untuk ditutup karena harus dilanjutkan setiap kalimat per adegannya. Bertemu dengan 3 tokoh Soemitro, Pratu marihot, Dan Letnan Rumende terombang ambing dalam lambung kapal penuh dengan tinja dan darah. Manusia-manusia romusha diberi makan bubur dedak, dan perempuan-perempuan dijadikan pemuas berahi PAsukan Jepang. Ceritanya juka bertajuk padu dengan masa lalu dan masa depan, sebagaimana penceritaan sepanjang cerita merupakan memori kolektif Soemitro dimasa Tua, menceritakan masa lalu yang mengerikan nan menyedihkan.

Sebagai buku baru yang diterbitkan MarKir, buku ini tipis dan bisa jika dibaca semalam suntuk, ceritanya bagus dan unik. Bisa dibilang menjadi karya yang engaging sedari awal .this Plot-driven book bisa dijadikan buku penawar reading slump.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.