Gilsssss demi apaa novel ini tuh seruu banget?! 🤩🫵 Suka banget sama yang berbau hisfic, apalagi ini hisfic dengan tokoh sejarah Ken Dedes, Ken Arok, dan Tunggul Ametung yang jadi tokoh utama. Ini juga jadi hisfic dengan latar sejarah mereka yang pertama kali kubaca, jadi aku cukup terkesan!
Btw aku agak telat bacanya. Orang-orang udah pada kering, aku baru nyebur wkwk. Tapi gapapa lah ya😭
✎ Seperti yang udah aku sebutin di ringkasan, Mita adalah mahasiswi dari dunia modern yang tiba-tiba merasuk ke tubuh Dedes. Awalnya dia clueless, kenapa tiba-tiba jadi Dedes? Apakah ada maksud tertentu? Dan kenapa harus Mita? Tapi karena udah terlanjur basah, yaudah nyebur sekalian. Mita akhirnya berusaha ngorek informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi, termasuk hal-hal yang ga tertulis dalam sejarah. Sekalian menikmati hidupnya sebagai Dedes.
✎ Mita ini tipikal Gen Z banget. Dia juga bar-bar dan lucu anaknya😂 Bayangin tubuh dan image Dedes yang anggunly, gemah-gemulai, malah dipake jingkrak-jingkrak sama Mita 😭🫵 Mita ini menghibur banget!
✎ Terus ada Arok, yang dari awal diperkenalkan sebagai tipe cowok ganteng, idaman banyak cewek, tapi ada bajingan-bajingannya gituu. Dari awal udah keliatan kalau dia manipulatif dan licik. Apalagi setelah flashback masa lalunya, beuh... makin muak banget aku sama Arok Arok ini 🫠 Red flag parahh😩 Setiap dia deketin Mita, aku yang deg-degan karena takut Mita diapa-apain sama dia.
✎ Berbeda dengan Arok, Tunggul Ametung justru diperkenalkan sebagai sosok yang kejam dan ga segan-segan mengambil nyawa manusia. Honestly, dia juga serem banget sih. Ga heran Dedes kabur dari TA😭
Tapi lambat laun, kita diperlihatkan sisi TA yang berbeda. Meski keliatan kejam, dia ga manipulatif. Dan sekalinya jatuh cinta, dia rela ngasih dunia dan seisinya buat orang yang dicintainya. Bucin dan setia banget🙂↔️🫶
Kalau TA udah ngomong, “Dedes, permataku...” Duhhh aku langsung melting, baper, meleyot. Asgsjshjahjd pokoknyaaa 😭🤌
✎ Nah, menurutku versi webtoonnya lebih kerasa komedinya dan lebih ringan, sedangkan versi novelnya lebih apa ya? Khidmat dan tragis(?) Narasinya juga cantik dan rapi, dengan kalimat-kalimat yang lebih panjang dan terasa lebih dalam, jadi emosinya lebih dapet. Apalagi di bagian menuju ending, sedihnya bikin nangis sesenggukan 😭💔
Tapi buku pertama ini memang masih terasa seperti pembukaan. Kita baru dikenalin sama semua karakternya, masa lalu mereka, juga alasan kenapa Mita akhirnya jadi Dedes. Jadi kalau mau lihat konflik utamanya mulai berkembang dan cerita sebenarnya berjalan lebih jauh, harus lanjut ke buku keduanya.