Dedes, Arok dan Tunggul Ametung, tiga sosok penting yang mendasari sejarah kerajaan besar di Indonesia—Singasari. Dalam kisah Dedes versi novel-komik ini, kalian akan merasakan sejarah yang dikemas secara fiksi.
Mita, seorang mahasiswi yang sedang menyusun tugas akhirnya berujung frustasi karena menemukan banyak kejanggalan. Dalam keputusasaan, tiba-tiba saja ia terbangun sebagai Dedes!
Kali ini, Mita harus menyaksikan dan mengalami langsung sejarah yg selama ini ia baca. Kala cinta, dusta, manipulasi, dan pengkhianatan bertaut, Mita harus memilih antara Tunggul Ametung—Akuwu Tumapel yang kejam namun setia, Arok—prajurit Tumapel yang ambisius tapi menyimpan rahasia, atau justru dirinya sendiri sebagai ratu?"
"ibu hanya berusaha melakukan yang terbaik demi semua orang. Ibu juga rela mengabaikan apa yang sebenarnya ibu inginkan. Bukan salah ibu jika ada pihak yang memanfaatkan kelapangan hati ibu demi tujuannya" (Anusapati p. 403-404)
Aku selalu tertarik dgn konflik kerajaan Kediri, Tumapel, dan nantinya Singhasari dari jaman sekolah. Dedes versi modern di Webtoon dan diadaptasi jadi light novel adalah sebuah angin segar. Kemajuan bgt untuk dunia perkomikan dan sastra kita. Apalagi dilihat dari perspektif yang baru, menambah kaya historical fiction Indo. Inti ceritanya adalah isekai mahasiswa semester akhir, Mita, yang masuk ke tubuh Dedes untuk memenuhi harapan terakhirnya pada saat moksa. Mita dalam tubuh Dedes kebingungan dihadapkan dgn konflik perebutan kekuasaan, sebelum dia bertemu Tunggul Ametung & Ken Arok yg akan jadi suami2 di masa depannya. Dedes hidup dengan doktrin menjadi seorang Brahmani yang kental, hatinya lembut, dan mudah digoyahkan. Mita yang barbar dpt petunjuk dari Dedes yang hidup kembali dalam jiwanya, berjuang untuk ngga mengulang kembali sejarah kelam, untuk mengikuti kata hatinya, dan untuk membela orang- orang yang tulus untuknya.
Terima kasih Kak Egestigi yang jago meramu visual dan tulisan yg apik dan dekat dgn kehidupan sehari-hari
Di awal aku merasa ada banyak plotholes, yang seharusnya bisa disempurnakan lagi. 1/3 akhir cerita aku baru merasakan masuk ke eksekusi cerita. Puncaknya di akhir wahhh bakalan peluk buku selanjutnya. Mengingat baru 3 (dari 7) yg diceritakan jadi tragedi mati di tangan keris Mpu Gandring 1. Mpu Gandring 2. Tunggul Ametung 3. Ken Arok.
Aku penasaran, akan spt apa eksekusi cerita selanjutnya, krn webtoonnya pun masih on going. Semoga Mita & Dedes bisa mengubah sejarah tragedi menyedihkan ini ya.
The premise and themes explored are very interesting. Unfortunately, the language feels too modern for a story set in such a historical period. However, once I discovered the plot twist, I found myself really enjoying the book all the way to the end only to realize that it’s a continuation 😭. The storyline is fast-paced, and it made me want to read the Webtoon version as well. I’m really looking forward to the next book.