Jump to ratings and reviews
Rate this book

Periculo

Rate this book
Sepanjang hidupnya, Ofelia Dinata hanya menginginkan satu hal; hidup tenang tanpa harus berurusan dengan Marina Oktavia sang ibu . Sejak kecil Ofelia melatih dirinya bukan hanya untuk menjadi balerina terbaik di mata Marina, tapi juga menjadi putri yang sempurna dan bisa dibanggakan.

Kesempurnaan hidup Ofelia porak-poranda tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-22, ketika sebuah video terkirim dari nomor asing yang menampakkan sosok Alia Sugandi, beberapa saat sebelum Alia melakukan bunuh diri akibat dirundung Ofelia bersama kekasih serta kedua sahabatnya.

Demi menyelamatkan nama baiknya, Ofelia bersedia melakukan segala cara termasuk menjatuhkan sahabatnya, kekasihnya, hingga menjalin kesepakatan rahasia bersama Aksakekasih Alia. Tanpa Ofelia sadari, Aksa memegang lebih banyak lagi rahasia masa lalu yang akan mengubah seluruh hidup Ofelia.

368 pages, ebook

Published August 20, 2025

2 people are currently reading
12 people want to read

About the author

Wiwi Suyanti

10 books55 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (46%)
4 stars
7 (53%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for aynsrtn.
515 reviews18 followers
November 17, 2025
Periculo dalam bahasa Latin artinya bahaya. Seperti halnya di buku ini, para tokohnya dalam bahaya sekaligus membahayakan orang lain.

“Nggak usah takut sama hantu. Manusia lebih mengerikan.” (p.34)

Betul. Terutama Lord Hand Body Lotion. Banyak mengelus dada sama tokoh ini. Iblis aja ngeri lihat betapa jahatnya ibu satu ini.

Atas perundungan yang dilakukan Ofelia, Audrey, Nico, dan Axel kepada Alia, membuat Alia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, sebelum itu, ia meninggalkan sebuah video. Alia menyebutkan empat nama itu sebagai dalang dari keputusannya. Video itu pun akan disebarkan oleh Aksa—pacar Alia. Ofelia tak ingin kehidupannya yang sudah bagaikan di neraka karena ibunya, harus ditambah dengan hancurnya karir serta mimpinya yang disebabkan video itu. Ofelia pun berencana “menjatuhkan” teman-temannya satu per satu untuk mencari aman dan keselamatan dirinya sendiri.

Karakterisasi.

Hats off untuk penulisnya yang sudah menyajikan penokohan yang begitu detail, lengkap dengan segala justifikasi dan latar belakangnya, bahkan untuk tokoh pendukung. Aku bisa dibuat kesal, geram, dan marah dengan tokoh A di act 1, tetapi bisa menjadi sedih dan prihatin di act 3. Tetapi khusus kepada Lord Hand Body Lotion, aku tetap konsisten murka dari awal sampai akhir.

Ofelia. Gadis dingin, anggun, dan “jahat”. Tetapi, menyimpan sejuta luka dan trauma. Dia adalah tokoh yang dibenci sekaligus yang paling disayangi. Sikap dan pemikirannya tuh subtil. Dia memperlihatkan secara showing bukan telling. Dan ada beberapa pemikirannya yang aku suka—meskipun banyaknya bikin kesal.

“Jadilah bunglon yang cerdas. Yang bisa berubah-ubah sesuai kemauan orang. Kelihatannya aja kita pengikut, padahal sebenarnya mereka yang tertipu.” (p.62)

“Manusia-manusia yang selalu playing victim dengan menuduh hidup ini nggak adil, selalu merasa kecil dan rendah, menganggap semua orang bersimpati. Mengeluh dan terus mengeluh. Haus perhatian. Mengemis simpati orang. Apa lo nggak capek? Kalau hidup ini memperlakukan lo dengan buruk, maka salahkan saja orang lain. Gitu? Rendah banget prinsip hidup lo.” (p.133)

“Dengar baik-baik, Alia Sugandi. Kalau emang lo sebenci itu sama gue, maka lo harus tetap hidup, untuk melawan gue.”(p.134)

Marina. Lord Hand Body Lotion. Memang benar bahwa orang tua itu tak selamanya mulia. Bisa juga hanya menganggap anaknya boneka. Orang tua seperti ini yang tidak pantas menjadi orang tua. Dia yang hamil, dia yang ngelahirin, dia yang nyalahin anaknya karena karirnya sebagai balerina rusak karena hadirnya Ofelia. GWS. Yang pantas menjadi orang tua adalah Bu Rahayu. Dia begitu sayang kepada Ofelia yang bahkan mamanya sendiri tidak seperti itu. Sayang banget hidupnya tak lama. Kenapa orang baik matinya cepat sementara orang jahatnya matinya lama? #saveburahayu :(

“Semua impian Mama hancur karena Mama hamil kamu. Maka, tanggung jawab kamu untuk menggantikan semua impian yang hilang itu. Jangan coba-coba lari, atau kamu bakal menyesal. Mama akan selalu menemukan kamu ke mana pun kamu kabur, dan Mama akan membuat semua orang yang kamu pikir lebih baik dari Mama itu—menderita dengan amat sangat, hingga kamu akan menyesal dan memohon agar Mama mengampuni kamu. Ingat itu baik-baik, O—”

“Akan, aku, ingat. Bahwa Mama adalah orang pertama yang bakal aku seret ke neraka bersama aku.” (p.242)

Lihat betapa gilanya dia. Dan kalimat Mama adalah orang pertama yang bakal aku seret ke neraka bersama aku is hit me truly madly deeply setelah menyelesaikan buku ini.

Chemistry Ofelia-Aksa.

Tag buku ini adalah romance-thriller, tetapi bumbu romance-nya—lebih ke dark romance, bikin aku pembaca sejenak melupakan kalau ini adalah buku thriller juga. Ofelia dan Aksa kalau bertemu di trope young-adult/metropop apa nggak makin tumpah-tumpah, ya, ikatan kimianya :”)

“Lo lihat itu?”
“Sebuah kayu yang sudah tertancap paku, meski paku itu dicabut, tetap saja akan berbekas.”
“Bukan. Itu meja yang mau gue kerjain sekarang. Minggir.”
(p.52)

“Bagus, jadi setiap kali kamu memikirkan atau bersama perempuan lain, kamu hanya teringat harum aku.”
“Sejak kapan kita jadi aku-kamu?”
“Sejak kapan pula, kamu berani mengendus aku?”
(p.203)

“Aku bisa jadi anjing kamu. Biar kamu nggak sedih lagi.” (p.275)

Now playing in another life I will be your girl~ repeat track 24 hours in loop.

Hal yang menjadi “catatan”.

1. Kurangnya eksplor tentang Balerina
Sampul buku ini sudah memperlihatkan tentang sepatu balet, jadi aku sebagai pembaca mengharapkan ada unsur pendalaman balet di buku ini. Teknik dan nuansa baletnya pun nggak dapet. Lebih banyak ke ambisi dan intriknya.

2. Bagaimana awalnya Ofelia dkk bisa berteman
Nah, ini apa aku kelewat atau bagaimana. Tak kira mereka satu kampus, tapi yang kuliah hanya Audrey saja. Axel kayaknya kuliah tapi aku lupa juga. Ini mereka awalnya bisa jadi circle bagaimana. Dan bagaimana menjadi “dekat”. Karena sepenangkapanku Ofelia ini nggak kuliah.

3. Kematian [redacted] yang udah gitu aja
Seperti matinya Voldemort, matinya Snow, matinya “penjahat” yang sebenarnya di sini pun anti klimaks. Sangat mudah. Bahkan gitu aja. Penulisnya lebih banyak “menyiksa” sang anti hero daripada villain-nya. Minimal dibuat menderita dulu. Malah hukuman buat Nico lebih “asyik” padahal jahatnya si villain lebih lebih.

Rekomendasi.

Well, panjang juga, ya, haha. Tapi ini karena bukunya berbekas kepadaku. Jarang banget novel lokal yang piawai menulis dark romance-thriller seperti ini. Peluk untuk semua yang seharusnya bahagia, tetapi malah menderita di buku ini. Cocok buat kamu yang suka thriller-romance yang menyesakkan hati.

Kutipan Favorit(s).

“Kita bisa menyesal besok. Jangan khawatir. Kita masih punya banyak waktu untuk menyesal. Tapi, bukan hari ini.” (p.220)

“Kalau kamu sudah lelah menjadi tangguh … kamu boleh meninggalkan segalanya dan beristirahat sejenak. Sesekali lakukan apa yang benar-benar kamu mau dan bahagiakan diri kamu sendiri, karena kamu tidak akan hidup dua kali. Dan kamu tidak hidup untuk ibu kamu.” (p.226)


⚘️ 4 bintang untuk scarf merah.
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books153 followers
January 19, 2026
Setelah beberapa hari dan masih dihantui, akhirnya reviu ini aku tulis.

Periculo adalah buku pertama penulis yang kubaca, meski aku tahu namanya sudah malang-melintang dan banyak teman-temanku yang memasukkan karya-karya penulis ke daftar "otomatis beli". Sampai sekitar 50% cerita, aku pun ingin demikian, tapi setelah baca act 3 buku ini... aku menangis. Aku nggak sanggup kalau harus disiksa semacam ini. Hatiku rapuh dan nggak tahan diacak-acak begini.

Aku benar-benar suka cerita dan karakternya. Sungguh konsisten, plotnya juga oke, dan secara substansi sama sekali nggak ada yang bisa aku protes. Sayangnya, aku nggak bisa berkata demikian untuk teknisnya. Sungguh gatal aku ingin komen: sini, aku editin gratis daripada teknisnya tabrak lari. Typo-nya cukup banyak dan ini ganggu banget karena lagi khusyuk baca, tiba-tiba tersendat. Bayangin aja, kalau di jalan tol ada polisi tidur. Nah, itu yang kurasakan, lalu dengan sangat menyesal aku pun mengurangi bintang.

Balik ke isi bukunya, aku kagum karena penulis bisa menciptakan karakter-karakter secara konsisten. Segar banget baca tokoh utama yang anti-hero. Chemistry antara Fei-Aksa juga bikin aku gelundungan, sampai akhirnya meraung-raung di akhir ... karena aku sayang mereka, hiks. Aku juga suka interpretasi penulis buat nama Ofelia (yang mana lebih oke menurutku daripada penyanyi yang baru-baru ini rilis lagu dengan judul serupa, tapi kebalik sama Rapunzel penggambarannya).

Buku ini nggak akan jadi karya terakhir penulis buat kubaca. Meski aku seperti disiksa bacanya, suatu hari aku akan beli lagi karya lainnya (tapi cari spoiler dulu biar nggak dibantai kayak yang ini wkwkwk).
Profile Image for Day Nella.
261 reviews5 followers
January 3, 2026
Dua kata untuk Periculo, gila dan bahaya.
Nggak ekspektasi kalau akan se-page turn dan plot twist banget. Buku yang bikin pembaca kayak aku emosi dan ikutan nyumpahin ibu kandung yang rasanya kayak ibu tiri. Ditambah temen dan kekasih yang penuh kepalsuan.

"𝙋𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙝𝙖𝙗𝙖𝙩 𝙜𝙪𝙚. 𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖, 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙞𝙣𝙩𝙖𝙧 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞." 𝙃𝙖𝙡 96

Kehidupan Nico, Audrey, Axel, dan Ofelia menjadi makin mencekam ketika mendapatkan video kiriman dari Alia, perempuan yang mereka rundung dan berakhir bunuh diri. Alia bersumpah hidup mereka akan sama hancurnya seperti dirinya.
Alia sudah mati, lalu siapa yang menyebarkan video-video itu pada mereka berempat?
Kenyataannya ada sosok lain yang membantu Alia, dan mengetahui masa kelam empat sahabat tersebut. Membuat Ofelia berpikir keras. Kalau Alia ingin menghancurkan mereka, maka dia harus membuat sahabat-sahabatnya hancur lebih dulu.

Di sisi lain, kehidupan Ofelia mungkin seperti putri. Seorang balerina terkenal dari keluarga terpandang. Apa pun yang diinginkan akan terpenuhi asal menjadi boneka penurut yang diinginkan ibunya. Tidak ada penolakan, melainkan keharusan dan tanggung jawab tanpa rasa sayang. Beneran dibuat gondok sama wanita satu ini dari awal sampai akhir.

Karakterisasi para tokoh di sini jempol pisan. Konsisten dari awal dan speechless di akhir. Konfliknya bertumpuk kek kue lapis nggak ada habisnya. Toksiknya mereka itu bikin pengen pites. Yang baik jadi jahat udah bertebaran di mana-mana. Hanya dua sosok itu yang aku ingin peluk. Bu Rahayu dan Aksa.

Walaupun aktivitas balerina sedikit, tidak seperti yang ada di cover. tapi ada beberapa hal yang aku rasa cukup. Karena sejak awal mungkin penulis memang menonjolkan ambisi, egois, trauma, kepuasan dan semua emosi yang dimiliki mereka yang berkuasa, old money. Aku rasa semua pas. Pesan lainnya, pola asuh anak, keinginan yang disesuaikan dengan kantong, nggak semua teman baik itu baik, dan nggak semua teman jahat itu jahat.

Dark Romance-nya mantul. Sisipan time line kejadian masa kini dan awal mereka ketemu dengan Alia hingga terjadinya kematian itu detail banget. Ikutan emosi dari awal hingga akhir. Penulis cuma kasih napas bentar banget buatku hahaha.
Gaya ceritanya mengalir dan turun naik kayak rollercoaster. Plot twist-nya edan. Nggak kepikiran kalau bisa gituuu. Aku juga kejebak.

Untuk penyelesaian, sebenarnya aku nggak suka, tapi kalau nggak gitu rasanya jadi potek-potek. Juga ada yang kurang tentang persahabatan mereka. Cirlce awal mereka sampai bisa jadi sahabat yang cenderung agak timpang aja. Lalu akhirnya setuju dengan endingnya yang terasa lebih baik. Meski aku tetap pengen ganjaran harus lebih keras bukan yang lembut kek marshmallow.
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
November 5, 2025
Ah, finally novel yang sudah kutunggu sejak 2021 ini terbit!

Cerita Ce Wiwi memang nggak pernah mengecewakan, but this one is on another level! Ceritanya masih sama bagusnya dengan yang aku ingat pas pertama kali baca di WP. Mungkin satu saja yang aku sayangin, aku ngerasa pace Aksa-Fei di versi novel ini cepat banget. Dulu di WP pacenya lebih slowburn dan chemistrynya sangat dapat. Contoh, aku masih inget 2 memorable scene lama di WP: waktu Fei dihadang Marina abis latian balet, dan Aksa kayak nanyain "percakapan nggak berjalan dengan baik?", dan tuxedo Aksa :")) Tapi aku paham sih, mungkin supaya novelnya nggak ketebelan.

Tapi overall, aku masih sangat mencintai novel ini dan akan merekomen siapapun untuk baca. Definitely one of the best dark romance novels I've ever read. Aku suka banget dengan kerapian alur dan plot twist yang disimpan di belakang. And of course, I really liked the ending tho.

Thanks Ce Wiwi karena sudah melahirkan karya ini <3 ditunggu karya-karya lainnya!
Profile Image for Nan's.
62 reviews
August 24, 2025
fresh banget ini barusan selesai baca langsung ke sini, edan, ga nyampe 1 x 24 jam habis bukunya dateng langsung selesai.

as always, tulisannya page turner banget 👏🏻
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.