What do you think?
Rate this book


368 pages, ebook
Published August 20, 2025
“Jadilah bunglon yang cerdas. Yang bisa berubah-ubah sesuai kemauan orang. Kelihatannya aja kita pengikut, padahal sebenarnya mereka yang tertipu.” (p.62)
“Manusia-manusia yang selalu playing victim dengan menuduh hidup ini nggak adil, selalu merasa kecil dan rendah, menganggap semua orang bersimpati. Mengeluh dan terus mengeluh. Haus perhatian. Mengemis simpati orang. Apa lo nggak capek? Kalau hidup ini memperlakukan lo dengan buruk, maka salahkan saja orang lain. Gitu? Rendah banget prinsip hidup lo.” (p.133)
“Dengar baik-baik, Alia Sugandi. Kalau emang lo sebenci itu sama gue, maka lo harus tetap hidup, untuk melawan gue.”(p.134)
“Semua impian Mama hancur karena Mama hamil kamu. Maka, tanggung jawab kamu untuk menggantikan semua impian yang hilang itu. Jangan coba-coba lari, atau kamu bakal menyesal. Mama akan selalu menemukan kamu ke mana pun kamu kabur, dan Mama akan membuat semua orang yang kamu pikir lebih baik dari Mama itu—menderita dengan amat sangat, hingga kamu akan menyesal dan memohon agar Mama mengampuni kamu. Ingat itu baik-baik, O—”
“Akan, aku, ingat. Bahwa Mama adalah orang pertama yang bakal aku seret ke neraka bersama aku.” (p.242)
“Lo lihat itu?”
“Sebuah kayu yang sudah tertancap paku, meski paku itu dicabut, tetap saja akan berbekas.”
“Bukan. Itu meja yang mau gue kerjain sekarang. Minggir.”
(p.52)
“Bagus, jadi setiap kali kamu memikirkan atau bersama perempuan lain, kamu hanya teringat harum aku.”
“Sejak kapan kita jadi aku-kamu?”
“Sejak kapan pula, kamu berani mengendus aku?”
(p.203)
“Aku bisa jadi anjing kamu. Biar kamu nggak sedih lagi.” (p.275)