Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ketika Anak-anak Pergi

Rate this book
AAAAAAAAAAAA!!!!
KELUARKAN MI!!
MIIIIIIIII!!!!
MI DITANGKAAAAAAP!
KEMBALIKAN MI!!!
MI DITANGKAP!!!
TOLOOOOOONG!!!

200 pages, Paperback

Published March 11, 2026

5 people are currently reading
59 people want to read

About the author

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

40 books1,485 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (60%)
4 stars
2 (40%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Biru..
73 reviews19 followers
March 27, 2026
4.5/5★

ketika anak-anak pergi adalah buku ketiga dari kita pergi hari ini atau sekuel dari lebih banyak petualangan-petualangan syik-asyik untuk anak-anak baik-baik (mari pergi lebih jauh). 😽

membaca buku ini seperti mengikuti perjalanan bayi dan anak-anak yang 'melawan' kekerasan dari orang-orang besar. walau di buku kita pergi hari ini sudah diberikan kisi-kisi perihal akhir cerita dari mereka di catatan kaki namun petualangan dan perjalanan mereka untuk TETAP HIDUP sangat membuat penasaran dan terharu dan sedih dan perasaan-perasaan lain yang pembaca rasakan. bagiku, seperti membaca biografi dari anak-anak yang berjuang untuk hidup dan melawan Gerakan Pembakaran Karya Anak (GPKA).

di buku ini juga pembaca akan menemukan kepingan-kepingan kisah lanjutan (halaman 119) dari catatan kaki di buku kita pergi hari ini. jujur saat membaca catatan kakinya berhasil membuatku merenung. ^___^ setelah cekikikan karena narasi-narasi yang nyeleneh. :D

'Perlawanan tidak bisa dilakukan sendirian.'

cerita berfokus pada mi yang masuk penjara suramnian dan kemudian diadakannya persidangan. anak-anak membutuhkan orang yang akan bertengkar menggantikan mereka atau sebut saja pencari gara-gara dengan segala cara (pengacara).

anak-anak berpencar membagi tugas: mengunjungi mi ke penjara suramnian dan mencari saksi ke dusun duka serta kota suara. tokoh-tokoh baru juga bermunculan seperti: Pak Arkue, Anna Karyam, Sukaper Gisendi Ryan, Mozilla, Pak Aisa Yurasam.

menurutku kesan setelah membacanya masih sama dengan saat membaca buku-buku sebelumnya: mindblowing. kok bisa ya kepikiran nama-nama unik yang pas gitu?! pokoknya, tidak sabar untuk buku selanjutnya!!!!

"Memanggil orang sebagaimana dia mau dipanggil adalah perbuatan yang baik."

"Ini adalah kenyataan hidup sehari-hari anak-anak. Mereka harus melintasi berbagai situasi kompleks untuk bertahan hidup, karena begitulah keadaan dunia ini terhadap jenis makhluk seperti mereka."

"betapa berbahayanya tinggal dengan orang dewasa yang membenci anak-anak."
Displaying 1 of 1 review