Jump to ratings and reviews

Ketika Anak-anak Pergi

AAAAAAAAAAAA!!!!
KELUARKAN MI!!
MIIIIIIIII!!!!
MI DITANGKAAAAAAP!
KEMBALIKAN MI!!!
MI DITANGKAP!!!
TOLOOOOOONG!!!

200 pages, Paperback

Published March 11, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

41 books1,560 followers

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
38 (50%)
4 stars
27 (36%)
3 stars
8 (10%)
2 stars
1 (1%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 29 of 29 reviews
Profile Image for naga.
452 reviews99 followers
September 18, 2026
i think kphi was a really good starter, as the first book it's a great introduction to the premise and the universe. with mplj i was a little confused; i quite like it but i don't really understand why it needs to be a series AND THERES WHERE KAAP CAME IN.

i mean of course, with the recent discourses as proof, there are many issues regarding children, parenting and society. so many things to be talked about—and i think kaap covered a good chunk of that. di buku ketiga ini, aku rasa ada refleksi yang lebih dalam mengenai pandangan dari orang "dewasa" tentang anak-anak sebagai kelompok rentan, hubungan orangtua yang tidak menginginkan anak atau beranak dengan anak-anaknya itu sendiri, dan bagaimana anak-anak menavigasi tragedi dan emosi negatif yang terjadi pada mereka.

despite its comedic tone and more lighter narrative (compared to the first two books), i think ziggy has become even more sharper in her commentary with this one.
Profile Image for My Dear Melancholy,.
73 reviews28 followers
March 27, 2026
4.5/5★

ketika anak-anak pergi adalah buku ketiga dari kita pergi hari ini atau sekuel dari lebih banyak petualangan-petualangan syik-asyik untuk anak-anak baik-baik (mari pergi lebih jauh). 😽

membaca buku ini seperti mengikuti perjalanan bayi dan anak-anak yang 'melawan' kekerasan dari orang-orang besar. walau di buku kita pergi hari ini sudah diberikan kisi-kisi perihal akhir cerita dari mereka di catatan kaki namun petualangan dan perjalanan mereka untuk TETAP HIDUP sangat membuat penasaran dan terharu dan sedih dan perasaan-perasaan lain yang pembaca rasakan. bagiku, seperti membaca biografi dari anak-anak yang berjuang untuk hidup dan melawan Gerakan Pembakaran Karya Anak (GPKA).

di buku ini juga pembaca akan menemukan kepingan-kepingan kisah lanjutan (halaman 119) dari catatan kaki di buku kita pergi hari ini. jujur saat membaca catatan kakinya berhasil membuatku merenung. ^___^ setelah cekikikan karena narasi-narasi yang nyeleneh. :D

'Perlawanan tidak bisa dilakukan sendirian.'

cerita berfokus pada mi yang masuk penjara suramnian dan kemudian diadakannya persidangan. anak-anak membutuhkan orang yang akan bertengkar menggantikan mereka atau sebut saja pencari gara-gara dengan segala cara (pengacara).

anak-anak berpencar membagi tugas: mengunjungi mi ke penjara suramnian dan mencari saksi ke dusun duka serta kota suara. tokoh-tokoh baru juga bermunculan seperti: Pak Arkue, Anna Karyam, Sukaper Gisendi Ryan, Mozilla, Pak Aisa Yurasam.

menurutku kesan setelah membacanya masih sama dengan saat membaca buku-buku sebelumnya: mindblowing. kok bisa ya kepikiran nama-nama unik yang pas gitu?! pokoknya, tidak sabar untuk buku selanjutnya!!!!

"Memanggil orang sebagaimana dia mau dipanggil adalah perbuatan yang baik."

"Ini adalah kenyataan hidup sehari-hari anak-anak. Mereka harus melintasi berbagai situasi kompleks untuk bertahan hidup, karena begitulah keadaan dunia ini terhadap jenis makhluk seperti mereka."

"betapa berbahayanya tinggal dengan orang dewasa yang membenci anak-anak."
Profile Image for Seara Maheswari.
92 reviews1 follower
May 9, 2026
Lanjutan petualangan Ma dkk untuk mengeluarkan Mi dari penjara. As always Ziggy, footnote nyeleneh itu gak bisa di skip wkwkwk. Dan kemana mereka akan pergi selanjutnya? Nggak sabar nunggu kelanjutannya.
Profile Image for fira.
37 reviews
June 6, 2026
mother ziggy never disappoints
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
330 reviews7 followers
May 23, 2026
Ketika Anak-anak Pergi karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie adalah buku ketiga dari seri Mi, Ma, Mo. Lanjutan dari Mari Pergi Lebih Jauh, kali ini Mi ditangkap dan harus menjalani persidangan. Ma, Mo, Petronella, dan Nona Gigi kembali beraksi cari cara buat bantu Mi, sambil ketemu tokoh-tokoh baru kayak Ryan yang doyan pergi sendirian dan Pak Arkue si pemilik toko kue yang jadi saksi di persidangan.

Alurnya padat, gaya khas Ziggy yang suka ngulang-ngulang kata masih kental banget di sini. Cuma sayangnya nggak ada kejutan yang bikin aku "wah" atau kaget-kaget, semuanya jalan sesuai dugaan.

Tapi tetap enak dibaca kok, cocok buat yang udah ngikutin seri ini dari awal dan penasaran gimana kelanjutan nasib Mi.
Profile Image for Arumbawangi.
61 reviews7 followers
June 16, 2026
Buku ini bikin aku kesaall tapi stres juga sama plot twistnya wkwk 😭

Ketika Anak-Anak Pergi adalah buku ketiga dari series Kita Pergi Hari Ini. Pasti pada tahu dong bukunyaa? Jujur aku sebenarnya udah lupa-lupa ingat karena aku orangnya lupaan kalau baca series apalagi kalau nggak reread.

Aku udah lama banget baca Kita Pergi Hari Ini sama Mari Pergi Lebih Jauh. Jadi, pas buku ketiganya terbit agak lupa sedikit tapi ingat garis besarnya. Lagi pula di buku Ketika Anak-Anak Pergi bakal dijelasin kok siapa itu Mi, Ma, Mo dan Fifi, Fufu. Jadi nggak bakal benar-benar bingung. Tapi biar tahu universenya, memang harus kenalan dari buku pertama.

Kalau di buku pertama itu Mi, Ma, Mo disuruh pergi ke sebuah tempat di Sirkus Sendu, buku kedua Fufu hilang. Nah, di buku ketiga, Mi ditangkap polisi! Semua anak-anak ini otomatis cari cara biar Mi bisa keluar dari penjara Suramnian. Paham kan, kehidupan di penjara itu kayak gimana. Tapi orang dewasa bilang penjara Suramnian itu nggak menakutkan (ini sih alibi orang dewasa).

Di penjara, Mi ketemu sama Mo yang bukan Mo alias Mozilla. Dan ternyata kisah Mozilla ini ada benang merahnya dengan Petronella. Karena ada Mozilla, setidaknya Mi jadi punya teman. Sementara Ma, Mo, Fifi, Fufu, Nona Gigi, Anna Kayam pergi mencari bantuan untuk membebaskan Mi. Intinya begitu.

Reaksiku sepanjang baca buku ini udah pasti ketawa-tiwi sama word play-nya Ziggy yang absurd itu. Hiburan aja. Walaupun hiburan juga tetap bikin stres karena ceritanya DARK BANGET. SAKITT 😭🤯 harusnya aku nggak boleh ketawa-tiwi karena pasti bakal dibikin gila 🤣😭

Kurasa Ibu Mo dan setiap orang tua yang ada di buku ini kena baby blues deh. Tapi ini lebih ke jahat sih daripada baby blues.

Mi, anak pertama umurnya tujuh tahun. Ma, anak kedua mungkin anggap aja lima tahun. Mo, anak ketiga masih bayi. Gimana ya, ini tuh contoh dari orang tua yang nggak siap punya anak. Soalnya anak itu tumbuh dari cara orang tua merawatnya. Syukur-syukur kalo anaknya tumbuh jadi anak baik. Kalau tiba-tiba pembangkang karena dia merasa nggak punya tempat untuk pulang ke rumah, gimana?

Anak juga nggak bisa milih mau orang tua yang kayak apa pas dia lahir. Jadi menurutku sifat dan attitude anak adalah contoh dari orang terdekat alias rumah yang mendidik mereka. Untungnya Mi, Ma, Mo ini anak-anak baik-baik walaupun orang tuanya dzolim. Biasanya yang kayak begini baru berasa waktu mereka besar karena waktu kecil mereka semua punya trauma dan nggak dapat perhatian dan kasih sayang yang cukup.

Memang di kehidupan aslinya ada sih orang tua modelan begini. Aku suka Ziggy mengangkat tema ini. Anak-anak yang dilahirkan tapi ditelantarkan orang tuanya. Punya rumah tapi kayak, mau pulang ke mana? Nggak ada yang sayang sama mereka. Kadang si anak cuma diperalat. Entah si ibu dipaksa menikah/dijodohkan. Entah si bapak red flagnya keterlaluan. Banyaklah faktornya.

Ziggy alias Paduka Pingu ini memang jago banget memainkan emosi. Aku udah deg-degan banget bacanya sampe stres. Padahal di buku kedua menurutku nggak terlalu dark. Tapi di buku ketiga balik dark lagi 😭 tapi jangan takut guys, bukunya worth it dibaca kok. Asal siap mental aja. Bonus ilustrasi menggemaskan yang memanjakan mata soalnya lucuuuu banget! Ayo trauma bareng aku wkwkwk 😭
Profile Image for nandafitsu.
57 reviews3 followers
April 28, 2026
"Buat apa mempertahankan anak-anak yang tidak bisa mencari uang atau bahkan membantu?"
"Kalau begitu, kenapa anak-anak lahir dan dipertahankan?"
"Karena aku menyayanginya."

Sebagai buku ketiga dari rangkaian Kita Pergi Hari Ini (KPHI), buku ini melanjuti petualangan-petualangan syik-asyik untuk anak-anak baik-baik dalam menghadapi persidangan Mi Anak Sulung Mo.

Secara cerita, buku ini seperti kembali lagi pada tingkat kesulitan dipahami selayaknya buku pertama yaitu KPHI. Pada 30% bagian awal, sulit sekali mempertahankan konsentrasi tentang situasi yang sedang terjadi. Namun semuanya berubah di kejutan pertama.

Membaca buku ini rasanya seperti menghubungkan banyak puzzle yang sebenarnya gak puzzle-puzzle amat. Kalau kita membuang otak dewasa kita dan membaca lebih sadar, rasanya gak terlalu sulit buat memahami isi ceritanya. Sayangnya orang yang sudah besar seperti aku seringkali merasa otak dewasanya sebagai alat dengan kemampuan analisis yang lebih baik, makanya jadi pusing.

Selain itu, konteks kegetiran yang harus dihadapi anak-anak juga masih konsisten dan semakin menuju kegelapan. Banyak sekali situasi tidak tertulis yang membawa kesimpulan bahwa menjadi anak-anak selalu tidak pernah mudah. Kontrol orang dewasa dan harapan mereka sering membuat anak-anak berada pada situasi yang sulit.

Anak-anak diinginkan, lalu kemudian tidak diinginkan. Anak-anak diinginkan demi mencapai standar kenormalan, namun tidak diinginkan karena merepotkan.

Pada akhirnya membaca buku ini membawaku pada perenungan dan rasa sedih, bagaimana mungkin anak-anak yang seharusnya hidup sebagai anak-anak harus terus berkelana dan tidak punya tempat "pulang". Sangat amat menanti seri lanjutannya, karena aku berharap ada proses di mana mereka akan bahagia, meski sudah tahu bagaimana akhirnya.
Profile Image for Vanessa.
19 reviews
May 28, 2026
This third sequel honestly feels like Ziggy finally looked at the previous books and said, “Fine. Here are your missing puzzle pieces. Satisfied now?” Suddenly, all the weird little fragments that used to float around like hallucinations begin connecting into something much more complete—and somehow even more disturbing.

Surprisingly, this sequel feels less adventurous than the second one. There are still tense moments everywhere, but the vibe shifts. Less “fun chaotic road trip,” more “oh no something is psychologically wrong here.” The conflicts are tighter, heavier, and somehow make the story feel more claustrophobic. Which is impressive, considering Ziggy’s books already feel like being trapped inside a very intelligent fever dream.

And of course, Ziggy continues using her signature acrobatic Indonesian. At this point I no longer read her books normally; I survive them. The sentences flip around, words mutate, meanings do backflips, and somehow everything still works grammatically. It genuinely feels like reading while having a fever at 2 a.m.—confused, sweaty, emotionally unstable, but weirdly enlightened.

What I really love is how Ziggy hides horrifying things inside playful narration. You’ll laugh at one sentence, then suddenly pause like:
“…wait. That’s actually devastating.”
She has this terrifying ability to package loneliness, neglect, fear, and social criticism inside something that looks tiny and cute on the outside. Like psychological warfare wrapped in children’s-book aesthetics.

By this point, reading the series no longer feels like following an adventure. It feels like joining a cult led by a linguistically gifted mad genius. And honestly? I’m seated for the next sequel. (if there's any)
Profile Image for kaynowledge .
13 reviews
June 20, 2026
Tidak ada Mi yang disakiti di sini.

There's so much information in the end of this book that solved our cocoklogi and/or theory. I just really need some time to process it lol. And yeah I guess I hate changes but this one is for the best, setiap kepalsuan, kebohonganidentitas, ditikam kejujuran yang sangat absurd.

Dari laporan resmi pertama (Kita Pergi Hari Ini), dan untuk pertama kalinya saya membaca karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (atau Ziggy, untuk menghemat Waktu) yang penuh dengan narasi yang panjang dan tidak berkepentingan, dialog anak-anak yang berkebalikan, nama-nama yang tidak sesimpel Adrian atau Adnan tetapi mungkin seperti Ryan, dan mungkin pesan yang tersimpan tetapi malas saya bicarakan karena mending makan Gacoan (tidak ada hubungannya dengan Mi, tapi berkeluarga dengan mi).



"Kita harus lebih hati-hati, tapi juga melakukan hal-hal yang bahkan jauh lebih besar."
Profile Image for Clara .
19 reviews
July 21, 2026
A sequel I had been so excited to read. As we all know—and as I always say—Ziggy’s works are incredibly unique. Sometimes you have to read a sentence twice just to fully understand what she means, and I actually love that about her writing.
I pre-ordered this book and even came to the launch event at Gramedia Jalma Blok M. When the talk show started and Kak Ziggy answered all the questions, I understood this book so much better. I still can’t explain it the way I want to, but as we know, this book is about seeing the world through a child’s point of view.

Kak Ziggy always makes me fall in love with her work because I love the way she thinks and the words she chooses for everything she writes. There’s always something about her writing that feels playful yet meaningful at the same time.

Oh, and this book made me giggle too. I think it’s a serious book wrapped in comedy because she’s just so smart with her wordplay. I found myself laughing, then suddenly stopping to think about what I had just read.

Andddd, the thing I adore the most—besides the story—is the illustrations. They’re sooooo cute, and they make the reading experience even more enjoyable. I seriously can't wait for the fifth sequel!
Profile Image for Afa Alkuino.
4 reviews
May 16, 2026
i think this book is the most fun dari ketiga series KPHI. nama-nama tokohnya semakin nyeleneh n kreatif, tapi sedih sedikit karena Ibu Mo jahat banget di Persidangan huhu, terus sedih juga Ma & Mo ga jadi ketemu Mi lagi di endingnya 😿😿😿

fav quote from this book: "Begitulah! Kebahagiaan sebetulnya, selalu ada bersama kita, tapi kita tidak sering menyadarinya. Dan lebih baik lagi jika kita bagi. Ah, ketika masih kecil, ada banyak sekali yang membuatku tidak bahagia. Tapi setelah dengar dongeng ini, kupikir, wah, ada banyak juga yang membuatku bahagia! Dengan begitu, meskipun aku diejek, aku tetap tumbuh manis, hingga kini aku tetap manis! Ingat-ingatlah itu, anak-anak manisku: berbahagialah!"

lof u ziggy
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ical Digidoy.
45 reviews1 follower
July 5, 2026
Buku ketiga ini lebih mudah diikuti alurnya (mungkin karena langsung 'nyambung' dengan KPHI ya, atau momennya saja sedang bisa berpikir. Membaca buku ini rasanya banyak teringat tulisan-tulisan Kak Zigy yang lalu-lalu (dunia ajaib "Saving Ludo", suara-suara dari "Di Tanah Lada", subtlety dalam "Comedy Apparition", banyak lagi lah pokoknya). Rasanya sangat-sangat terobati (tapi juga agak sedih di sana-sini).
Profile Image for Sadi.
78 reviews2 followers
June 19, 2026
Napas dulu... Masih berasa potek & kagetnya baca buku ini💔 Jujur banyak banget peristiwa yg terjadi disini ada jg di rl. Ironis ya... Selain itu, dibandingkan 2 buku sebelumnya, menurutku, buku ini juga lebih emosional & ninggalin trauma😭 Plusnya lucu walaupun seringnya terlalu dark💀😨

Aku tunggu buku keempatnya mwehehehehe😈
3 reviews
April 3, 2026
i can’t be the only one who is excitedly keeping track of ziggy’s insanity. all bundled up with sweet treats dan selimut tebal!! maafkan pacarku harus merugi demi memenuhi kebutuhan makanan macam macamku sehabis baca ini
Profile Image for Lvwm.
46 reviews
September 4, 2026
Sesuai dengan harapanku! Dari buku pertama hingga buku ketiga, kualitas semakin meningkat. Baik dari segi keluwesan penyampaian, kreativitas, kepadatan konflik, dan karakterisasi. Good job, Ziggy! Kalau dari ending-nya sih, kemungkinan bakal ada buku keempat <3
17 reviews
April 6, 2026
ADUH FIFIKU SAYANG🥺🥺🥺🥺🥺

BNRBNR PENUH KEJUTAN, cpt keluarin semua bukunya, aku maksa🗣️🗣️🗣️🗣️
Profile Image for aima.
41 reviews2 followers
April 18, 2026
Finna Panduwinata menyuruh bocah-bocah BERKUMPUL, jelas-jelas dia merencanakan kudeta!
5 reviews
May 14, 2026
Ini lebih SERU lagi ceritanya. Ziggy and her urge to add some Domestic Abuse topic 💔
Profile Image for Mourning_elf.
592 reviews28 followers
May 24, 2026
As always selalu menikmati semua catatan kaki di buku ini wkwkwk.
Profile Image for Alifa.
125 reviews3 followers
May 26, 2026
Gue cinta banget seri ini walaupun tiap baca hatiku potek menangisi nasib Ma Mi Mo Fifi dan Fufu :(
Profile Image for Ayu Budiarti.
41 reviews6 followers
May 30, 2026
Fav gue adalah Mo si bocil rambut korek api 🤏🏻
Profile Image for desa.
4 reviews
August 28, 2026
bagian fifi & ma di toko kue pak arkue bikin nangis huhuhu, gema sekali anak anak manis ini 🥹
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for ᥱᥣіᥲs ꒷˚✧ˏ.
56 reviews
April 3, 2026
Gila. Keren. Gila.
Ada yang mati.

Tentang pahitnya kehidupan dan permasalahan orang dewasa lewat perspektif anak-anak.

Buku ini jauh lebih gelap daripada buku kedua, namun ga segelap buku kesatu. Banyak adegan yang DUAR terus habis itu rasanya kayak mau meninggal.

Jujur ga bisa berkata-kata...

Mi 😭😭😭😭😭😭
Displaying 1 - 29 of 29 reviews