Kehidupan keluarga Jesslyn yang hancur memaksanya untuk pindah dari Jakarta ke Jeonju, Korea Selatan. Di sanalah ia memulai kehidupannya yang baru bersama ibu dan adik laki-lakinya. Di sana juga ia bertemu Mike, cowok yang mau menerima keadaan Jesslyn yang buta dan berhasil membuat gadis itu melupakan semua masalah yang membelenggunya.
Semua berjalan baik hingga pada malam kelulusan Mike, Jesslyn harus menerima kenyataan bahwa pacarnya itu meninggal karena berusaha menyelamatkan Jesslyn. Jesslyn hampir gila. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinyalah yang menyebabkan kematian orang yang sangat dicintainya.
Namun, lagi-lagi seseorang datang menyelamatkan Jesslyn. Junho, mantan pacarnya saat di Jakarta dulu, yang lalu membantu gadis itu untuk menata hidupnya kembali.
Tapi takdir masih ingin bermain-main dengan Jesslyn ketika ia bertemu Junhyuk, sahabat Junho yang baru kembali dari Virginia. Mike jelas-jelas sudah meninggal, tapi kenapa segala hal tentang Junhyuk membuat Jesslyn teringat pada Mike?
Ini adalah novel berlabel Young Adult pertama (lini baru yang dikeluarkan GPU), yang saya tamatkan. 2 bab pertama terus terang bikin saya bingung dengan pergantian setting waktu yang mundur-maju. Sebagai pembaca yang belum hook benaer dengan para karakter dan plot cerita, saran saya penulis jangan melakukan kesalahan seperti ini di buku selanjutnya. Saya sampai mengulang baca berkali-kali agar mengerti siapa tokoh utama dan setting waktu yang tepat. Terlepas dari kritik tersebut, saya menikmati betul membaca MRS ini. Makanya saya membulatkan penilaian saya menjadi bintang 4 (awalnya saya kasih 3,5 bintang). Untuk ukuran novel debut, penulis mampu mengemas cerita ini tidak beraroma fanfic. Apalagi latar beserta karakternya adalah Korea. Saya merasa sedang menonton drama Korea dalam bentuk tulisan. Adegan per adegan dieksekusi dengan baik. Ada perubahan emosi yang terasa pada setiap karakter setelah lompatan setting waktu karena sebuah kejadian yang tidak terduga. Dan dalam perjalanan menuju ending yang diolah dengan perlahan oleh penulis sehingga tidak menimbulkan kesan terburu-buru. Saya menunggu spin off dari MRS ini (soalnya menurut saya kisah Mike-Jesslyn sudah selesai di buku ini), My Two Moons.