Mengisahkan Sang Zhi, seorang remaja yang tumbuh dengan sebuah rahasia kecil: ia jatuh hati kepada Duan Jiaxu, sahabat kakaknya yang sering berkunjung ke rumah. Bagi Sang Zhi, perasaan itu hanyalah kekaguman polos seorang remaja—sesuatu yang disimpan rapi di sudut hatinya. Namun waktu berlalu, jarak dan keadaan membuat mereka terpisah.
Bertahun-tahun kemudian, Sang Zhi memasuki universitas di kota tempat Duan Jiaxu tinggal. Takdir mempertemukan mereka kembali, membuka ruang untuk kedekatan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dari tatap singkat hingga percakapan sederhana, perasaan lama itu tumbuh menjadi cinta yang lebih dewasa.
Namun, cinta bukan hanya soal keberanian mengungkapkan hati. Ada perbedaan usia, tanggung jawab, dan keraguan yang membayangi langkah mereka. Sang Zhi harus memilih: tetap menyimpan perasaan yang diam-diam ia rawat selama ini, atau mengambil risiko untuk cinta yang bisa mengubah segalanya.
Hidden Love (Secretly, Secretly; But Unable to Hide It) adalah kisah manis tentang cinta pertama yang sederhana, tetapi penuh keteguhan, tentang perasaan yang tak pernah benar-benar bisa disembunyikan.
Memasuki Vol. II dari novel ini, things are getting more exciting. Aku memang sangat menantikan dating era mereka karena versi dramanya sangat-sangat love. Yah, sesuai ekspektasi mereka pacaran dengan sangat lucu dan menggemaskan. Rasanya diantara mereka berdua, gue yang paling kecintaan haha. Anyway, Duan Jiaxu di novel ternyata lebih beringas dan hot daripada versi drama—he had 0 self control tho lol.
Menurut aku, drama Hidden Love ini cukup sesuai dengan novelnya. Gak terlalu banyak yang berubah, hanya beberapa detail saja yang dimodifikasi sedikit—tapi gak terlalu mengganggu keseluruhan scene. Baca novel ini rasanya seperti mengingat kembali scene-scene dari versi dramanya dan aku senang karena secara keseluruhan hampir sama. Cuma sangat disayangkan, adegan di bioskop saat Sang Yan datang ke Yihe dan jadi orang ketiga di kencan mereka gak dimasukkan ke dalam drama. Padahal ini gemes banget, ada yang uji nyali bermesraan padahal ada Sang Yan di atas sana—lebih lucu lagi karena we get to know Sang Yan’s POV from The First Frost. Sayang banget gak dimasukkan adegan ini.
Anyway, melalui novel ini sebenarnya aku malah jatuh cinta sama Sang Yan. He’s such a tsundere and an angel, baik untuk Sang Zhi maupun Duan Jiaxu. Walaupun setelannya cuek-cuek gak peduli tapi aslinya dia care banget. Walaupun sama Sang Zhi love-hate relationship banget, tapi dia selalu jadi tempat bersandar untuk adiknya. Buat Duan Jiaxu, walaupun Sang Yan kesel setengah mati karena bestienya macarin adiknya diam-diam tapi dia juga punya soft spot buat Duan karena dia tahu kalau Jiaxu sudah banyak melewati badai dalam hidupnya.
Terus, aku suka karena ada Wen Yifan sebagai cameo huwaa. Sayangnya di versi drama Wen Yifan gak pernah muncul sama sekali, love how Yifan bickering with Sang Zhi dan nyebut kalau Duan Jiaxu seganteng itu—awas di denger Sang Yan yaa Yifan haha. And i also gonna talk about the extra chapter. Love love love the extra chapter, we got to see another side of Duan Jiaxu saat dia marah banget pas ada yang mau melecehkan Sang Zhi. And the way the have a daughter called Duan Musang are just so cutee huhuu. Pokoknya romance antara mereka berdua ini oke banget bikin baper poulll
This entire review has been hidden because of spoilers.
The atmosphere of the second volume is still as comforting as the first one. But this one has more layers. It goes a little deeper.
I finally get more details about what actually happened with Duan Jiaxu’s family, the weight he’s been carrying, and that depth gives the story more emotional gravity.
And I’m living for Sang Zhi’s growth! She was bratty (affectionately) and impulsive in the first book (very understandable, she was literally a teenager). But here, she’s maturing. She’s a lot wiser and more thoughtful.
And if we’re talking about Duan Jiaxu in his boyfriend era… I swear that man is shameless on so many levels and I fear that he cannot be cured (I don’t think he wants to be cured anyway). He’s literally the CEO of flirting. Throwing rizz 24/7.
The romance still carries that cozy, heart-fluttering energy, but this time it’s a little… spicier (well, maybe a lot). I swear their interactions had me giggling and squealing like I just witnessed something illegal.
Sang Zhi and Sang Yan are STILL professional rage baiters. I’m literally living for their chaotic dynamic.
And excuse me but WEN YIFAN CAMEO??? The way I GASPED. Nobody told me that she appears in this book??? I am SO ready to read her and Sang Yan’s story next. Cancelling all my plans. FULLY SEATED.
Reading this felt like going on a precious, emotional journey. It wasn’t just words on a page. It was immersive. It made me feel everything. The head-over-heels. The anxious overthinking. The longing. I don’t think I’m emotionally recovering anytime soon.
Dahulu, yang ada adalah rasa menginginkan, tetapi tidak bisa memiliki. Kini, perasaan itu berubah menjadi rasa takut kehilangan setelah mendapatkan.
Dibuku kedua ini lebih kompleks lagi kisah cinta Sang Zhi & Duan Jiaxu, turun naik banget mood baca novel ini. Dan yang bikin aku pengen banget baca novelnya adalah karna aku penasaran banget sama Duan Jiaxu versi novel, katanya loh katanya orang orang Jiaxu versi drama kan ijo neon yah bener2 green flag banget tapi versi novel......... aku jadi penasaran, bedanya apa? Pas baca buku ke 1, masih sama kok ini dengan versi drama, eh pas baca buku kedua ini... BAIKLAH aku paham yang dimaksud wkwkwk Jiaxu versi novel lebih2 genit + mesum, hahahaha. Tapi di novel lebih tergambarkan dengan jelas lagi sih gimana rasa rendah diri Jiaxu :( emang kalau mau tau versi lengkapnya, ya baca novel sih.
Dia yang tetap bersikap lembut pada dunia yang kejam, pasti akan menerima kelembutan yang sama, berkali-kali lipat.
"Dia yang tetap bersikap lembut pada dunia yang kejam, pasti akan menerima kelembutan yang sama, berkali-kali lipat"
Jika di novel bagian pertamanya dipenuhi dengan kegalauan Sang Zhi, novel bagian kedua ini menceritakan ketika apa yang Sang Zhi pikir tidak mungkin, menjadi kenyataan. Duan Jiaxu yang membalas perasaannya, membersamai, serta mengingatkan Duan Jiaxu akan kehangatan. Sangat manis.
Plotnya klasik, namun tetap menarik. Terutama, pada saat Sang Zhi dan Duan Jiaxu mengetahui bahwa orang tua Sang Zhi tidak bisa mendukung hubungan mereka. Part ketika Sang Zhi yang menguatkan Duan Jiaxu, lalu Duan Jiaxu berusaha meyakinkan orang tua Sang Zhi, keputusan mereka untuk tetap saling memilih.. menjadi part favoritku
Dan, maaf dari buku pertama dan keduanya ini, typonyaa😭😭
This entire review has been hidden because of spoilers.